
"Aku tidak tahu, tergantung. Jika memang sekte ku yang bersalah maka aku akan membiarkan nya. Tapi, jika dia memang mencari masalah dengan sekte ku maka aku akan melawan nya. Aku, Rong Xian adalah seseorang yang adil dan jujur! " Ucap Rong Xian dengan rambut cokelat nya yang berkibar.
Dia tertawa ringan ketika mendengar kata kata Rong Xian.
"Sungguh tidak mengecewakan dari Nona Rong yang adil dan jujur. " Ucap nya sambil bertepuk tangan.
" Lalu, bagai mana cara nya agar aku bisa keluar dari sini, Nona Rong? "Tanya nya dengan pelan.
" Kau hanya perlu memikir kan nya." Dia mengangguk dan menunduk pada orang itu.
Ketika dia berbalik, dia menghentikan langkah nya.
"Lalu, aku tidak ingin terhubung dengan dimensi mu Nona Rong. Aku juga akan berhenti melatih Pedang Bulan Dingin, aku tidak ingin memiliki hubungan apa pun dengan mu. " Ucap nya dengan dingin.
"Karena..... Kita akan berjalan di jalan yang berbeda di masa depan. Tidak peduli, sejujur apa pun diri mu, kita akan saling mengacungkan pedang." Lanjut nya dengan dingin dan kaku.
" Aku tidak peduli! Bagai mana pun kamu harus melatih teknik pedang ku ! Tidak peduli kita bermusuhan atau apa pun itu, aku tidak ingin pergi setelah menemukan bakat baik seperti mu! Kau masih harus berlatih dan meneruskan Seni bela diri ini! " Teriak Rong Xian.
Dia yang mendengar ini membeku dan terus berjalan menjauh, perlahan lahan tubuh nya memudar dan hilang.
Dia merasa kalau dia telah kembali ke Gua Esensi Kolam Yin Keabadian, dia langsung mengenggam Bing Yue dengan erat.
Dia berlutut sambil memeluk Bing Yue dengan nafas yang terengah engah, tiba tiba pikiran tentang kepribadian Xue Fenghuang dan Yun Sichou kembali bertabrakan di dalam pikiran nya.
Dimana dia melihat mereka bertengkar di dalam cermin dan saling menyalahkan satu sama lain, ini membuat diri nya bertanya tanya, siapa kah diri nya?
Xue Fenghuang atau Yun Sichou?
Menceritakan kembali pada Rong Xian membuat dada nya sesak dan tak bisa bernafas, dia melihat diri nya sendiri di pantulan air.
Yang di lihat nya hanya lah wajah cantik yang pucat dan tatapan yang rumit, dia memegang wajah nya sendiri.
"Ini kah aku? " Lirih nya.
"Apa kah aku benar benar berasal dari dunia ini? " Tanya nya dengan ragu.
"Aku lebih senang jika aku tidak terkait dengan apa pun di sini, tapi tidak menyangka kalau takdir mempermainkan ku. " Ucap nya dengan tawa penuh kesakitan.
Dia memukul dada nya sendiri, seolah berusaha untuk menghilangkan sesak di dada nya meski pun hanya sedikit.
"Siapa aku? " Tanya nya dengan tatapan sendu, tatapan itu sangat jelas dari pantulan air perak itu.
Dia tertawa seperti orang gila tapi tetes demi tetes mengalir dari mata nya yang indah. Dia melihat bayangan nya sendiri dan air mata nya yang mengalir ke dalam Esensi Kolam Yin Keabadian.
Air mata nya berubah menjadi sesuatu yang bercahaya putih , tapi ketika dia ingin meraihnya, itu telah tenggelam ke dasar kolam.
Dia menyeka air mata nya dengan kasar. Dia merasa ada sesuatu yang salah dengan air mata nya yang jatuh, tapi tidak bisa menemukan apa yang salah dari itu.
Dia duduk dengan kaki yang terlipat dan memandangi diri nya sendiri di pantulan air, dia tiba tiba tersenyum begitu lebar dan mengelus wajah nya.
"Siapa yang peduli jika aku benar benar berasal dari sini atau tidak ? Sudah seharus nya aku tidak memiliki ikatan yang dalam dengan tempat ini. Aku sekali lagi melakukan hal yang salah. " Ucap nya dengan senyum lebar.
"Benar, ini semua mungkin tidak nyata. Mungkin juga aku akan terbangun dan kembali ke dunia ku yang sebelum nya . " Ucap nya sambil tertawa gila.
Dia menduduk kan diri nya di tanah dan menyenderkan kepala nya di batu dengan mata yang terpejam, dia berusaha untuk melupakan.
Tapi, yang dia bisa lakukan hanya lah terus mengingat kenangan yang tidak ingin ia ingat lagi.
"Apa kah aku harus mengubah nama ku lagi ? " Gumam nya setengah bercanda.
"Xue Wang Ji ? " Lanjut nya dengan nada kesal, entah di tujukan pada siapa.
"Tapi, aku pikir ini nama yang bagus. Aku kurang suka dengan Yun Sichou, nama ini sudah ku gunakan dalam kehidupan lalu untuk membantai bajingan bajingan itu. " Ucap nya lagi dengan nada marah.
(忘記 : Wang Ji : Melupakan)
(Note : Selama cerita dari chp 1 sampai chp ini, sudah ada 4 nama yang di gunakan oleh Xue Fenghuang. Mulai dari : Xue Fenghuang, Qin Zuanshi, Yun Sichou, dan Xue Wang Ji. Mulai dari sekarang, nama yang akan di gunakan adalah Xue Wang Ji, identitas yang sama sekali baru untuk Xue Fenghuang. )
Dia mulai melihat Pedang Bulan Dingin dan hanya memegang buku dingin itu tanpa berniat untuk membuka halaman nya seperti pertama kali dia melihat buku itu.
Dia tampak tidak bersemangat, dia sudah tahu kalau Rong Xian pasti akan tahu identitas nya suatu hari nanti.
Dia tidak ingin membangun hubungan yang dalam, takut jika itu akan hancur tanpa meninggal kan sisa sama sekali.
Mereka berdua di takdir kan untuk menjadi musuh dan sebagai ganti nya, dia tidak akan melatih teknik yang di ciptakan oleh Rong Xian.
Masalah nya, wanita itu dengan keras kepala memaksa untuk menyambungkan dimensi milik nya dengan Xue Wang Ji.
"Teknik Seni Bela Diri Pedang Bulan Dingin. " Gumam nya sambil membersihkan debu yang menutupi judul buku usang itu.
"Xue Wang Ji, Xue Wang Ji, seorang gadis malang yang bodoh dan naif. " Dia mendengar suara nyanyian di pinggir nya dan dia tidak berniat untuk menanggapi suara itu.
Saat ini, dia tidak dalam suasana hati yang baik untuk menanggapi suara itu yang tidak henti henti nya menganggu diri nya.
"Pergilah, aku sudah cukup menyedihkan dan tidak perlu kamu jelaskan lagi. " Ucap nya dengan suara dingin pada suara di samping nya.
Sebenar nya, ada yang aneh dengan suara kali ini. Kali ini, terdengar begitu manis, begitu mirip dengan suara anak anak.
Singkat kata, dia seperti pernah mendengar suara ini di suatu tempat tapi dia tidak bisa mengingat nya dengan baik.
Setelah dia mengatakan untuk pergi, suara itu menghilang. Tiba tiba, seorang wanita muncul di samping nya yang membuat nya terkejut setengah mati.
"Apa yang kau lakukan di sini ?!" Bentak nya karena terkejut melihat Rong Xian yang tiba tiba muncul di sebelah nya.
"Aku hanya ingin melihat tempat kau berada, aku hanya ingin melihat dunia luar setelah 100 tahun terkurung. " Ucap wanita itu sedikit mengerucutkan bibir nya.
Pakaian Rong Xian berubah menjadi warna oranye di hiasi dengan beberapa tali yang menjuntai dan pita rambut yang memiliki warna senada.
"Kamu mengejut kan ku sampai hampir mati, kau tahu ?" Tanya nya dengan sinis.
"Kau terlalu mudah terkejut. Oh ya, kau belum menyebut kan nama mu. " Ucap Rong Xian dengan penuh semangat yang berapi api layak nya anak muda.
"Kau tidak perlu tahu siapa nama ku, aku bukan lah orang terkenal. Aku adalah orang yang tidak memiliki tempat tinggal. " Ucap nya dengan pelan, meski pun tidak sepenuh nya benar tapi tidak bohong juga.
"Aku tidak percaya ! Pakaian mu terlalu bagus untuk menjadi seorang pengemis. " Ucap Rong Xian.
"Siapa bilang aku seorang pengemis ? Aku bilang aku tidak memiliki tempat tinggal, yang arti nya aku tinggal di alam liar tanpa terikat dengan sekte apa pun. " Ucap nya dengan dingin.
"Apa kah kau tertarik untuk masuk ke Sekte Pedang Bulan bersama ku ?" Tanya Rong Xian.
"Maaf, tapi aku tidak tertarik untuk masuk ke dalam salah satu dari 9 Sekte dan 3 Klan besar. " Ucap nya dengan wajah yang datar.
"Kau seperti nya tidak memiliki kesan yang baik untuk 9 Sekte dan 3 Klan. "Tanya Rong Xian sambil bertopang dagu.
Dia yang mendengar itu hanya tertawa ringan tapi memilih untuk tidak menjawab, setelah itu mereka jatuh ke dalam keheningan tanpa ada satu pun yang membuka pembicaraan.
Dia bukan lah seseorang yang pintar dalam membuka pembicaraan atau pun menghibur seseorang, dia tidak pernah melakukan hal semacam itu dan juga tidak mau melakukan nya.
Dia tidak terbiasa menghibur orang dan tidak terbiasa di hibur oleh orang lain, dia hanya bisa menghibur diri nya sendiri.
"Nona Rong, apa kau tidak di cari oleh Sekte Pedang Bulan karena tidak kembali selama 100 tahun ?" Tanya nya dengan tenang.
"Tidak, mereka tidak akan mencari ku. Di dalam 9 Sekte dan 3 Klan, tidak termasuk Sekte Biru Es. Semua sekte tidak terlalu menghargai kultivator wanita. Mereka mengira kalau wanita hanya mahkluk yang lemah meski pun aku bisa membuktikan kalau tidak seperti itu, tapi tetap saja, selalu ada perbedaan kekuasaan yang ku terima antara aku dan tetua lain. " Ucap Rong Xian dengan senyum tipis yang sedih.
Dia yang mendengar ini sedikit terkejut karena dia tidak pernah mendengar ini, pantas saja murid 3 Klan yang di bawa kebanyakan adalah pria.
Hanya ada beberapa wanita, dia sekarang mengerti alasan nya dengan baik dan tidak bisa tidak mengepalkan tangan.
Ini membuat sebuah semangat baru di dalam hati nya untuk membuktikan kepada 9 Sekte dan 3 Klan. Semua orang pada akhir nya akan berlutut pada nya, suatu saat nanti.
"Lalu, apa kah Sekte Pedang Bulan saat ini sedang dalam Kekacauan besar ?" Tanya nya lagi.
"Hampir sekitar dua puluh persen kekuatan sekte kami telah berkurang karena jabatan Ketua Sekte. " Jawab Rong Xian.