Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
79. Peningkatan Kultivasi


6 Bulan Kemudian,


Selama 6 bulan belakangan ini, kemampuan nya meningkat pesat dan pundi pundi uang serta Kristal Roh nya telah meningkat jauh.


Dia beberapa kali di ganggu oleh pembunuh bayaran oleh Fu Yin Kau tapi selalu memberes kan nya dengan rapih.


Tampak nya Fu Yin Kau tidak bisa bersabar lagi, sayang nya selama 6 bulan belakangan ini tidak ada yang benar benar tahu tingkat kultivasi nya bahkan Tetua Ouyang sendiri.


Nama nya sendiri sudah menjadi tabu yang tidak boleh sembarangan di ucap kan di kalangan murid bagian luar.


Orang yang berusaha untuk merampok nya juga menjadi lebih sedikit bahkan hampir mendekati tidak ada. Kultivasi nya saat ini sudah sampai ke Ranah Bumi.


Tapi masih belum yakin bisa mengalahkan Fu Yin Kau yang status nya adalah murid dalam, dia berniat untuk masuk ke murid bagian dalam sebelum pertandingan antar 3 Sekte yang akan di laksanakan 1 bulan lagi.


Selama dia bisa mendapat lonjakan dalam kultivasi maka kemungkinan untuk di bawa oleh tetua untuk ikut bertanding.


Dia dengar kalau murid inti hanya ada 10 orang dan 3 di antara nya sudah melewati batas umur 30 tahun yang di terapkan oleh para sekte.


Dia berjalan keluar rumah nya dan Lin Rong Rong sedang melakukan pelatihan tertutup di dalam dimensi milik nya, dia memikul pedang nya yang berat nya lebih dari 35 kilogram di punggung dengan santai.


Sebenar nya, biasa wanita menggunakan pedang tipis yang ringan dan lentur, tapi setelah beberapa bulan menggunakan pedang ini, dia merasa kalau pedang berat lebih cocok untuk tubuh kecil nya.


Orang orang langsung berlari menjauh kala melihat nya yang berjalan dengan santai dengan pedang nya.


"Tetua Ouyang. " Ucap nya sambil menunduk kan kepala.


Ouyang Si Niang tampak bingung dengan tampilan nya yang tidak biasa seolah olah dia akan pindah tempat.


"Aku akan menjalankan tes untuk masuk ke bagian dalam. " Ucap nya.


"Benarkah ? Apa kau yakin ?" Tanya Ouyang Si Niang terkejut.


"Tetua tenang saja, aku bukanlah orang yang terburu buru dan kebetulan ingin mencoba. " Ucap nya, tetap tenang dan tidak mengatakan kultivasi nya yang sebenar nya.


Ouyang Si Niang tampak berpikir sebentar sebelum setuju dengan kata kata nya.


"Ayo ikut aku, kau harus melawan boneka yang sudah di beri formasi. Jika kau kalah maka kau tidak boleh mengikuti ujian lagi dalam 1 tahun ke depan. " Kata Ouyang Si Niang dengan serius.


"Tetua tenang saja, aku sudah sangat siap untuk hal ini. " Ucap nya tetap pada pendirian nya.


Dia sendiri sudah pernah mendengar masalah boneka formasi yang bisa bergerak sendiri dengan kecepatan melebihi manusia dan kekuatan yang setara dengan tingkat 2 Ranah Bumi.


Meski pun saat ini dia berada di tingkat 1 Ranah Bumi, tapi kekuatan nya berbeda. Dia bisa melawan seseorang yang satu atau dua tingkat lebih kuat dari nya.


Ini biasa nya di sebut sebagai berkat dari Surga jika dia tidak salah ingat.


Dia di ajak untuk berjalan masuk menuju salah satu ruangan gelap yang di penuhi dengan boneka boneka besi.


"Berusaha lah yang terbaik, racun tidak akan membantu mu di sini. Lakukan yang sebaik mungkin tapi jangan memaksa diri mu terlalu jauh. " Kata Tetua Ouyang.


Dia mengangguk, pasti ada beberapa murid yang putus asa untuk menggunakan teknik terlarang ataupun menggunakan umur mereka untuk memenangkan boneka boneka ini.


Dia menatap sekeliling nya yang ada sekitar 8 boneka dan menatap mereka dengan tajam, ketika Tetua Ouyang sudah keluar dari arena pertandingan.


Boneka boneka besi itu mulai bergerak, kaki nya mulai bergerak dan pedang nya keluar dari sarung nya.


Percuma untuk melakukan sikap bertahan di awal karena boneka besi ini tidak akan kelelahan meski pun sudah bertarung selama beberapa jam.


Lebih baik dia bertarung habis habisan di awal dan bertaruh pada hasil yang menanti nya.


"Tarian Phoenix Es !" Teriak nya, ketika ke 8 boneka besi itu berniat untuk mengepung nya.


Dia membuat gerakan aneh di udara yang turun ke bawah dan menyegel ke 8 boneka besi untuk beberapa detik sedangkan dia loncat keluar dari kepungan dan memberikan pukulan.


Dia tampak seperti sedang kayang dan melakukan gerak tolakan dengan kaki nya yang menghantam kepala boneka besi yang menjadi kelemahan utama boneka besi.


Kaki nya menendang perut boneka besi sedangkan pedang nya menancap di tangan salah satu boneka besi dengan dalam.


Dia di bawa berputar putar di udara karena pedang nya yang masih tertanam dalam di tangan boneka besi. Dia berusaha untuk terus memegang boneka besi nya.


Sebelum mencabut pedang nya dan menebas tangan besi itu, dengan sedikit usaha, tangan itu terputus dan terdengar suara dentingan yang dingin di arena itu.


Dia menghirup oksigen sebanyak mungkin, tempat yang lembab dan gelap ini telah menghalangi pemandangan nya dalam bertarung.


Mata nya perlahan lahan menjadi buram, dia menggertak kan gigi dan melukai tangan nya sendiri untuk mengembalikan kesadaran nya.


Dia mengenggam erat pedang nya sebelum menebaskan nya dengan brutal.


"Sialan ! Aku tidak percaya kalah dengan besi rongsokan ini !" Ucap nya dengan marah sebelum membentuk ratusan pedang es.


Pedang es itu meluncur ke depan dengan kecepatan yang tak terkatakan. Masalah nya, ketika itu sampai di tubuh boneka besi itu.


Pedang es langsung hancur berkeping-keping , dia membuka mulut nya dengan terkejut. Selama ini, dia belum pernah melihat ada benda yang tidak bisa di tembus oleh pedang es.


Ini membuat celah dan membiarkan nya di pukul oleh salah satu boneka besi , dia terlempar ke belakang sejauh 3 meter dan memuntah kan seteguk darah hitam.


Dia tidak terkejut ketika melihat darah nya yang menghitam.


Racun sudah bergabung ke dalam tubuh nya secara penuh tanpa dapat di pisahkan lagi dengan cara apapun.


Dia akan mati dengan segera, umur nya tidak akan panjang itu adalah kabar buruk. Tapi, kabar baik nya adalah dia akan memiliki tubuh yang kebal racun untuk sementara.


"Pedang Tanpa Bayangan !" Dia melempar pedang nya dan menancap di leher belakang salah satu boneka besi.


Dia terbang ke atas pedang nya dan memberikan tekanan yang kuat ke pedang nya.


Krekk


Suara pecahan terdengar sebelum satu boneka besi jatuh ke lantai dengan kepala yang terlepas, dia mengambil pedang nya dan menghindari salah satu serangan boneka besi.


Siku tangan nya menghantam kepala boneka besi yang dingin, sedang kan kaki nya tidak tinggal diam dan membelit leher boneka besi yang lain.


Tangan nya bergelantungan di leher boneka besi yang menghantam ke siku nya tadi. Dengan susah payah dia mengambil pedang nya dan menancap kan nya ke leher boneka besi yang menjadi tempat tumpuan tangan nya.


Shtt


Suara desisan terdengar, dia melihat banyak jarum jarum kecil yang keluar dari dinding. Dia melepaskan kaki nya dari boneka besi dan berputar putar di udara untuk menghindari serangan senjata rahasia.


Di sisi lain, Tetua Ouyang yang sedang memabtau terkejut dengan kedatangan seorang pemuda dengan topeng.


"Ketua Sekte !" Kata Tetua Ouyang langsung berlutut.


"Biarkan aku yang mengendalikan boneka besi nya. " Kata Ketua Sekte Biru Es yang misterius.


Ketua Sekte Biru Es mengeluarkan senjata rahasia yang beracun, senjata rahasia ini tidak pernah di keluarkan saat mengetes peserta lain nya.


"Ketua Sekte ! Mohon beri keringanan ! Apa kah murid ku melakukan sesuatu yang menyinggung anda ?" Tanya Ouyang Si Niang sambil berlutut.


"Tidak, dia tidak menganggu ku. Aku hanya penasaran sejauh mana bakat nya. Seperti nya belakangan ini banyak kasus penyuapan ya ? Boneka besi ini tampak kaku seperti tidak di gunakan selama 2 tahun belakangan. " Sindir Ketua Sekte.


Ouyang Si Niang merasa serba salah untuk menjawab hal ini. Memang, kebanyakan murid dalam yang baru baru ini masuk menggunakan jalur suap.


"Aku akan mengembalikan murid yang melakukan penyuapan ke bagian luar dan tetua yang menerima suap akan di hukum. " Kata Ketua Sekte dengan acuh tak acuh.


Ketua Sekte tampak melakukan sesuatu dengan boneka besi yang di buat oleh pemuda itu secara pribadi. Boneka besi menjadi lebih liar dan di tambah dengan senjata rahasia, ini membuat Xue Fenghuang kewalahan.


Di sisi lain, Xue Fenghuang yang menjadi korban permainan untuk mengisi waktu luang Ketua Sekte hanya bisa mengumpat.