
Dia berjalan menuju kediaman Jing Luyan dan mengetuk pintu pemuda itu dengan pelan.
"Masuk !" Jawab Jing Luyan dari dalam.
"Ketua Sekte , aku mengajukan diri untuk keluar dari sekte. " Ucap nya dengan santai.
"Hah ? Apa yang kau maksud ?" Tanya Jing Luyan tidak percaya.
Bagai mana pun, selama masa kepemimpinan pemuda itu yang sudah berjalan lebih dari 5 tahun. Tidak ada yang sengaja mengajukan diri untuk keluar dari sekte.
"Aku berniat keluar dari sekte, karena urusan ku sudah selesai. Jangan lupa, Tuan Jing, alasan ku untuk masuk ke sini adalah mengatasi Yun Xiang. " Ucap nya.
"Maaf kan aku karena sudah membuat mu harus kehilangan dua murid bagian dalam milik mu. " Ucap nya sambil terkekeh ringan.
"Fenghuang , sebenar nya apa yang anda ingin kan ?" Tanya Jing Luyan bingung.
"Sebaik nya ada memanggil marga ku Tuan Jing, karena aku rasa kita tidak sedekat itu. Lalu, ada satu hal lagi yang harus ku tegas kan. Peringat kan tunangan mu itu untuk memberikan sopan santun, atau aku tidak akan segan untuk membuat kepala nya bergelinding di lantai. " Ucap nya, sebelum berdiri dan berjalan pergi.
' Dengan begini, akan lebih mudah untuk mengurus kediaman Xue. Pria tua itu, Xue Longque, pasti akan merasa bersalah pada ku dan aku berhasil melampiaskan kemarahan yang di pendam oleh Xue Fenghuang. Hidup santai di balik bayang bayang pun, juga bukan lah hal yang buruk. 'Pikir nya dalam hati sambil meyakinkan diri kalau yang di lakukan nya benar.
"Nona Xue, aku tidak akan menanggung apa bila tetua sekte ku berniat untuk mencari mu dan meminta bayaran karena kau telah menganggu anak mereka !" Teriak Jing Luyan.
Langkah nya terhenti, dia tidak menoleh dan hanya terkekeh.
"Anda ternyata memandang ku begitu rendah, ya ? Aku seperti nya telah salah menilai Anda Tuan Jing, tampak nya kita benar benar tidak cocok. Biar kan, tetua mana yang berani untuk mencari ku maka aku akan membunuh mereka !" Ucap nya dengan dingin dan berjalan menjauh.
"Selamat tinggal sekte Tianwen. " Gumam nya dan menghancurkan tanda pengenal milik nya sebelum meloncat ke atas kuda nya.
Dia memacu kuda nya untuk berjalan keluar, tidak ada yang berani untuk menghalangi jalan nya. Memerlukan banyak usaha untuk meninggal kan semua nya.
Dia tertawa miris dan kembali meragukan tindakan nya kali ini.
"Sebenarnya......... apa yang ku pikir kan ? Aku lelah dengan permainan yang ku buat sendiri ? Bukan kah ini terdengar sangat lucu dan konyol ?" Tanya nya sambil tertawa.
Ya, dia lelah dengan peran yang di mainkan di depan banyak orang. Dia ingin menjadi diri nya sendiri, bukan Xue Fenghuang yang di kenal lemah melainkan Xue Fenghuang yang berkuasa !
Kata kata Yun Xing lah yang berhasil membuat nya kacau. Pemuda itu benar, yang saat ini adalah bukan dia yang asli.
Karena, dia yang asli dapat melakukan lebih banyak hal keji lagi tanpa terlibat perasaan sedikit pun. Dia tertawa ringan, kala memikir kan kalau rahasia yang dia sembunyikan mati matian seumur hidup nya di masa lalu mungkin sudah tersebar.
Bahkan, kematian nya pun di dunia itu tidak akan di terima oleh orang. Mengingat betapa banyak nya korban yang jatuh di tangan nya.
Saat dia berumur 20 tahun, dia membawa pisau dan membunuh hampir seluruh teman sekelas nya. Karena, pada saat itu dia di panggil untuk melakukan reuni.
Tapi, apa yang di dapat kan nya ? Hanya ejekan dan hinaan. Orang orang memanggil nya sebagai anak haram yang tidak di ingin kan.
Siapa yang tidak marah ketika di panggil seperti itu ? Sejak saat itu, dia sama sekali tidak takut lagi dengan apa yang nama nya membunuh.
Karena, di sini memiliki sebuah prinsip, yaitu yang kuat bertahan hidup. Di masa lalu, dia memiliki wajah yang jelek sedang kan di sini dia mendapat wajah yang sangat cantik.
Bahkan, jika ini adalah mimpi. Dia masih tidak akan bangun dari mimpi nya, karena bagi nya mimpi ini jauh lebih baik dari pada kenyataan.
Tanpa sadar, dia sudah masuk ke dalam kota Qin Shui. Xiao Hei ini, termasuk kuda yang sangat pintar karena menghapal jalan.
Dia tidak perlu mengarahkan nya lagi, dia hanya perlu mengatakan dia ingin pergi ke mana dan beberapa kali memberikan makanan berupa wortel dan minuman berupa arak yang di fermentasi kan nya secara pribadi.
"Xiao Hei, pelan kan laju mu. Kau akan menginjak orang orang yang sedang berjalan menjadi rata dengan tanah." Bisik nya pada kuda hitam yang gagah itu.
Kuda itu tampak mengeluarkan ringkikan yang menyedihkan, dia tertawa dan mengelus kuda nya dengan penuh kasih sayang.
Xiao Hei ini, benar benar kuda yang suka pamer dalam segi apa pun pada orang orang. Mulai dari tubuh nya yang kekar, kecepatan, atau pun bulu nya yang indah dan terawat.
"Iya, iya, aku tahu kalau kau adalah kuda paling cepat. Tapi, kalau kau meneruskan laju kencang mu, maka jualan orang akan rusak dan orang orang akan mati karena terinjak oleh mu. Kau harus lebih hati hati di masa depan Xiao Hei. " Ucap nya sambil memeluk kuda itu degan erat.
Xiao Hei memerankan laju kencang nya, kediaman Qin sudah terlihat dari indra penglihatan nya. Penjaga kediaman Qin segera membuka pintu ketika melihat Xiao Hei dan memberi hormat.
Dia turun dari kuda nya ketika sudah masuk ke dalam pekarangan .
"Wah, ternyata kau cukup terkenal juga ya di sini. " Ucap nya sambil mengelus surai panjang Xiao Hei.
Kuda hitam itu mengangkat kepala nya dengan bangga dan mengangkat kedua kaki nya, seketika perasaan nya yang sebelum nya di penuhi dengan keresahan, ketakutan dan kesedihan berubah menjadi penuh dengan kebahagiaan.
" Kepala pelayan Tian, tolong bantu aku urus Xiao Hei ya ?" Tanya nya sambil menyerahkan tali kekang Xiao Hei pada pria tua itu.
"Baik nona, tuan sudah menunggu anda di ruang kerja nya. " Kata kepala pelayan Tian.
"Baik , aku akan segera menghampiri nya. Xiao Hei, jangan nakal ya saat bersama kepala pelayan Tian. " Ucap nya sambil memeluk kepala kuda itu.
Menurut nya, di beberapa kondisi hewan adalah mahkluk hidup yang sangat setia pada tuan nya. Berbeda dengan manusia yang berubah dengan sangat cepat.
Hewan, setia pada yang memberi nya makan. Hewan, akan membalas budi pada orang yang telah memberinya makan dan merawat nya dengan sepenuh hati.
Berbeda dengan manusia yang sudah di beri makan dan sudah di beri perawatan terbaik tapi pada akhir nya masih akan berkhianat.
Memang tidak semua nya begitu, tapi sebagian besar seperti itu. Itu adalah hal yang berusaha di tolak oleh sebagian besar manusia, tapi itu adalah kenyataan nya.
"Ayah." Panggil nya sambil menunduk di depan Qin Liang.
"Sekarang aku sudah bisa memanggil mu sebagai ayah dengan puas. " Ucap nya.
"Aku sudah mendengar tindakan yang kau lakukan, apa kah itu tidak terlalu berbahaya bagi mu ?" Tanya Qin Liang khawatir.