
"Hongli, ketahuilah bahwa aku tidak benci padamu. Aku hanya berharap bahwa aku bisa menemani mu dan melihat pertumbuhan mu !" Ucapnya sambil mengguncang bahu Xue Hongli.
"Hongli, tahukah kamu kenapa aku meminta mu untuk tidak terlalu hormat padaku ? " Tanya nya.
"Kenapa ?" Tanya Xue Hongli dengan polos.
"Karena aku merasa bersalah ! Aku merasa bersalah karena tidak menjadi guru yang baik padamu tapi kamu memperlakukan ku seperti aku adalah orang yang menyelamatkan nyawamu !" Ucapnya dengan jujur sekaligus putus asa.
Di hadapkan dengan kata kata penuh emosional seperti ini membuat nya putus asa, dia yang telah terbiasa untuk mengatakan sesuatu yang palsu harus berjuang untuk menemukan kata kata agar kata katanya terdengar tulus dan jujur.
Dia merasa bahwa kata katanya terlalu kaku, tapi apa boleh buat ? Dia tidak terbiasa berbicara dengan jujur.
Di masa lalu, yang keluar dari mulutnya adalah ribuan kebohongan dengan 1 kejujuran. Dia juga tidak terbiasa dengan adegan emosional seperti ini.
Tapi, dia berusaha untuk melakukan yang terbaik, dia akan membuat dirinya menjadi setulus mungkin dan sejujur mungkin.
Xue Hongli terpanah ketika mendengar kata katanya yang di luar pemikiran Xue Hongli.
"Apakah yang Shifu katakan benar ?" Tanya Xue Hongli dengan tidak percaya bercampur terkejut.
"Apakah kau sekarang tidak percaya pada Shifu mu ? Kapan aku pernah membohongi mu ?" Tanya nya dengan wajah sombong.
Akhirnya Xue Hongli mengangguk dan kembali duduk seperti semula dan memasang wajah menyesal.
"Shifu, maafkan aku. Aku telah terlalu impulsif dan tidak sopan. " Ucap Xue Hongli sambil menunduk.
Dia yang mendengar ini tersenyum cerah dan merentangkan tangannya lalu memeluk Xue Hongli dengan erat.
"Ingatlah, kamu bukan barang yang hanya bisa digunakan dan di buang ketika tidak diperlukan lagi. Kamu seorang manusia yang memiliki perasaan dan hidup. " Ucapnya menasehati Xue Hongli.
"Sebelum kamu memberi cinta pada orang lain maka kamu harus memberi cinta pada dirimu sendiri terlebih dahulu, ingatlah bahwa kamu lebih penting dari siapapun. Jangan terlalu suka berkorban untuk orang lain. " Ucapnya.
"Karena selain dirimu, maka akan sulit untuk menemukan orang lain yang bisa menemani mu secara terus menerus dan terus menyemangati mu. Kamu hanya bisa berpegang pada dirimu sendiri dan mengandalkan diri mu sendiri. Apa kau mengerti ?" Tanya nya sambil melepaskan pelukan nya.
"Ya, Shifu. Aku tidak berani untuk melupakan satu patah kata pun yang telah di katakan oleh Shifu. " Ucap Xue Hongli dengan patuh.
"Ya, bagus. Aku akan tinggal disini selama beberapa waktu atau mungkin satu tahun dan selama itu aku akan mengajar mu dengan baik. "Ucap nya dengan haru.
"Benarkah ?! Shifu benar benar akan tinggal di sini ?" Tanya Xue Hongli dengan campur aduk.
Itu bisa dilihat dari mata pemuda itu yang memancarkan antusias, harapan, tidak percaya dan semangat anak muda.
"Ya, aku benar benar akan berada di sini dan mengajar dirimu. Bagaimana menurutmu ? Apakah kau senang ?" Tanya nya sambil tersenyum cerah.
Melihat Xue Hongli selalu membuatnya bahagia, Xue Hongli sudah seperti adiknya sendiri.
1 tahun kemudian
Xue Fenghuang sudah berulang tahun ke 19 tahun yang menambah kecantikannya, sudah saat nya untuk pergi dan bertemu kembali dengan Feng Taoran.
"Hongli, kau baik baik disini bersama Bibi Xue dan Paman Shangguan ya ?" Tanya nya sambil menepuk nepuk kepala Xue Hongli.
Lagipula, Xue Hongli adalah anak yang pintar dan cerdas sehingga dia tidak takut untuk menitipkan nya dengan orang lain.
"Tentu, aku akan baik-baik saja. Shifu tidak perlu khawatir. Terima kasih karena telah menemani ku selama 1 tahun ini. " Ucap Xue Hongli dengan tulus.
"Kata katamu ini sepertinya agak salah, kata kata mu seperti kamu sedang berbicara dengan orang asing. Aku harap kau berlatih dengan giat selama aku tidak ada, jika aku kembali maka aku pasti akan memeriksa hasil kerjamu. " Ucapnya.
"Baik, Shifu. " Ucap Xue Hongli dengan patuh.
Dia berjalan menuju tempat Xue Ying dan Shangguan Qing dan pamit bersama Yuanzheng Yuwen.
"Aku akan merepotkan kalian berdua untuk menjaga Xue Hongli selama aku pergi. " Ucapnya sambil menunduk kan kepalanya.
"Ini sama sekali tidak merepotkan, yang merepotkan adalah ketika kau membawa pergi Hongli. Lihatlah, adik adiknya begitu menyukainya. " Ucap Xue Ying sambil tertawa dan menunjuk ketiga anak kecil yang akan beranjak dewasa dan mengelilingi Xue Hongli.
"Itu benar, Hongli sudah seperti putra Kami sendiri dan tidak perlu merasa sungkan. Kita semua adalah keluarga. " Ucap Shangguan Qing.
"Karena kalian berdua sudah berkata begitu maka aku tidak akan sungkan, aku dan Yuanzheng Yuwen akan segera pergi. Semoga kita akan segera bertemu lagi. " Ucapnya.
"Kami pergi dulu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Jaga diri kalian baik baik. " Ucap Xue Ying.
"Tentu, kalian juga jaga diri baik baik. Jika ada sesuatu maka bisa memanggil kami. " Ucapnya sambil mengacungkan jempolnya.
Mereka berdua terbang menjauh dari kediaman Xue sambil berpegangan tangan, selama ini belum ada orang yang tahu kalau mereka adalah sepasang kekasih.
Semuanya mengira bahwa dia dan Yuanzheng Yuwen masih dalam tahap pendekatan sehingga tidak aneh bahwa dia sering menempel pada Yuanzheng Yuwen.
"Yuwen, kita akan segera bertemu dengan Feng Ge dan Lan Ge, nanti juga ada seorang gadis yang lebih tua dariku mungkin seumuran denganmu. Bagaimana menurutmu ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.
"Aku akan tetap ikut dengan mu. " ucap Yuanzheng Yuwen dengan tegas dan tidak ingin di bantah.
"Bagus, dengan begini aku tidak akan kesepian. " Ucapnya dengan semangat.
Keduanya terus terbang bersama dan tampak sangat kompak dan terlihat sebagai pasangan serasi.
Bahkan suara kicauan burung terdengar di sekitar mereka seolah olah menyoraki dan mendukung hubungan mereka berdua.
Ini membuatnya merasa malu dan menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan pipinya yang memerah.
"Kenapa kau menyembunyikan wajahmu seperti itu ? " Goda Yuanzheng Yuwen.
"Diam !" Ucapnya sambil menggertak kan giginya dengan marah.
Orang ini jelas jelas sudah tahu bahwa dia sedang menahan malu tapi dengan terang terangan menggunakan kesempatan ini untuk menggodanya.
Bukankah ini adalah tindakan yang sangat tercela ? Menyebalkan sekali !
"Kenapa kau marah marah ? Apakah kata kataku salah ? Aku hanya bertanya ?" Goda Yuanzheng Yuwen lagi dan tidak ingin menyerah.
"Yuwen, jika kau berani menggoda ku sekali lagi maka aku akan mematahkan kakimu. " Ucapnya tidak tahan lagi dengan segala jenis kata kata manis yang keluar dari bibir tipis Yuanzheng Yuwen.
Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 2 / 3