Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
298. Gua Harta Karun


Xue Ying menatap Shangguan Qing dengan terkejut dan berbagai emosi yang tidak dapat di jelaskan, muncul di antara mereka.


Keduanya tidak ada yang memilih untuk berjalan lebih dulu untuk mendekati yang lain, dia menarik tangan Xue Hongli.


"Yuwen, berikan Nyonya Xue dan Tuan Shangguan waktu untuk berbicara. " Bisik nya pada Yuanzheng Yuwen.


Pemuda itu mengangguk dan mereka berjalan ke bangunan lain yang ada di dalam pekarangan Kediaman Xue yang sangat luas.


"Tuan dan Nona, silakan jalan ke sini. " Ucap Xue Luo dengan sopan.


"Ya."Jawab nya singkat tanpa basa basi.


Dia mengantar Xue Hongli ke salah satu kamar kosong dan saat ini sedang duduk berhadapan dengan Yuanzheng Yuwen.


Tidak ada senyum di wajah mereka berdua dan mereka tampak sedang sangat serius membahas sesuatu.


"Yuwen, jangan lupakan janji mu. " Ucapnya dengan tenang.


"Apakah kau tidak menjadi lebih baik bahkan setelah bertemu dengan Xue Hongli ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.


"Memang menjadi lebih baik, tapi seperti kata kata mu. Takdir tidak dapat di hindari, aku akan mencoba untuk menghadapi nya secara langsung." Lirihnya.


"Ayah dan paman ku pasti akan datang disini, aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka. Apa salahnya bertemu dengan kenalan lama setelah berpisah cukup lama ?" Tanya nya, mata nya menunjukkan kilat tajam.


Kebencian nya telah sampai dimana dia bisa menguliti keluarganya hidup hidup dan mendengar teriakan kesakitan mereka sebagai nyanyian yang merdu.


"Aku benci mereka. " Lirihnya dengan lemah.


"Jangan tenggelam dalam kebencian. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Seandainya itu semudah yang di ucapkan maka aku tidak akan jatuh ke dalam kebencian, aku telah melakukan banyak hal untuk menahan diri tapi itu masih tidak tertahankan. " Keluh nya dengan sedih.


"Yuwen, apabila aku tenggelam dalam kebencian maka aku akan menjadi jahat. Apakah kau akan membenci ku ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.


"Membenci apanya ? Jika kau tenggelam dalam kebencian maka aku akan menarikmu keluar apabila masih gagal, maka aku akan tenggelam dalam kebencian bersama mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan penuh tekad, dia menatap mata Yuanzheng Yuwen dengan penuh kerumitan.


2 Hari kemudian


Seperti yang telah di janjikan pada semua orang, bahkan Xue Ying pun tidak bisa membatalkan hal ini , karena banyaknya orang yang telah datang ke dalam Kota Haili.


Saat ini, ada lebih dari 2.000 orang telah berkumpul di depan pintu batu yang masih tertutup.


"Semuanya, ini tergantung pada hasil yang kalian dapatkan. Yang beruntung akan mendapatkan harta di dalam, tidak ada hukum di dalam. " Ucap Xue Ying dengan datar.


"Langsung saja ! Tidak perlu menunggu lebih lama !" Teriak salah satu kultivator dengan tidak sabar.


"Cepatlah ! Tidak perlu banyak bicara !" Ucap yang lain dengan kesal.


"Cepatlah ! Bukalah Gua Harta Karun !" Ucap yang lain lagi dengan marah.


Xue Ying tidak terganggu oleh teriakan demi teriakan yang di berikan oleh orang orang serakah.


Dia berdiri dengan rambut yang dikuncir ekor kuda dan pakaian pria, dia tidak suka dengan pakaian wanita yang berat dan rumit.


"Apa kau siap ? " Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.


"Siap, apa pun yang terjadi tolong jangan berpencar. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


Tidak lama kemudian, teriakan demi teriakan kesakitan terdengar karena mereka secara tidak sengaja menginjak formasi yang di tinggalkan.


Ledakan beruntun terus meledak dan darah sudah seperti air mancur yang telah mengalir dengan cepat.


"Mereka terlalu bernafsu, benar benar buruk. " Ucap nya dengan malas.


"Mereka seperti binatang yang kelaparan. "Balas Yuanzheng Yuwen.


Setelah itu barulah ledakan itu bersih dan beberapa orang mulai memberanikan diri untuk berjalan.


Dia berjalan dengan tenang ke depan sambil memandang sekitarnya, dia melihat banyak sekali formasi formasi yang hampir tidak terlihat di dinding gua.


Mereka salah satu orang yang terakhir, setelah dia dan Yuanzheng Yuwen masuk, pintu gua tertutup dengan sendiri nya.


Tidak lama kemudian, jeritan terdengar di depan karena ada yang secara tidak sengaja tertusuk pisau.


Dia melihat ke depan dan menyadari bahwa ada lautan pisau yang di kendalikan oleh sebuah formasi, sehingga bisa keluar dan masuk secara berirama.


"Hati hati, di depan ada lautan pisau. Kau harus mengikuti irama nya seperti sedang berada di atas sampan, kau harus menyeimbangkan diri. Biarkan aku di depan dan memberi contoh padamu. "Ucapnya pada Yuanzheng Yuwen, pria itu ingin memprotes dirinya tapi dia telah lebih dahulu meloncat ke atas lautan pisau.


Orang orang banyak menepi dan tidak berani untuk berjalan melewati formasi, ada yang ingin mencoba terbang tapi langsung mati karena menyentuh formasi.


Dia mengikuti irama, kanan, kiri, kanan, kiri. Dia terus melakukan pola yang sama sebelum akhirnya dia sampai pada ujung sebelah sana dengan tubuh yang masih utuh.


Beberapa orang bersorak karena dia adalah orang yang pertama lewat, setelahnya adalah Yuanzheng Yuwen yang diikuti oleh beberapa orang lainnya.


"Sebenar nya ini sederhana, hanya saja kebanyakan orang khawatir dan tidak bisa berpikir dengan jernih. " Ucapnya dengan lembut.


"Terima kasih karena telah memberi tahu ku, jika tidak maka aku pun akan mengalami kesulitan. Aku tidak pandai dalam formasi. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menahan malu.


Tidak lama, seorang pria paruh baya yang ditemani oleh seorang pemuda berhasil melintasi lautan pisau.


Dia memandang kedua orang ini dengan tatapan tajam dan tidak melepaskan kedua orang ini.


"Terima kasih nona karena telah menyelamatkan hidup kami. " Ucap pria paruh baya itu.


"Kau terlalu sungkan, aku hanya berusaha untuk diriku sendiri. " Balasnya dengan kata kata yang ramah tapi nada yang dingin.


Dia berjalan ke depan dan meninggalkan semua orang, pria paruh baya dan pemuda itu mengikuti nya dari agak jauh.


Setelah nya, ada banyak orang yang sudah selesai dan berlari ke depan nya dengan serakah karena di depan nya ada pintu.


"Aku duluan !" Ucap salah satu orang.


"Aku yang pertama !" Debat yang lain.


Karena bertengkar, kedua orang itu secara tidak sengaja mendorong pintu. Sekali pintu terbuka,, ternyata itu adalah lautan api.


Orang orang jatuh ke dalam nya karena saling dorong mendorong, dari 2.000 orang tadi, mungkin sekarang hanya menyisakan 300 orang lagi.


Dia dengan santai terbang di atas lautan api yang masih membara itu, dia bisa mendengar ratapan dan tangisan kesedihan dari orang orang yang jatuh.


"Keserakahan tidak pernah membawa hasil akhir yang baik. " Gumam nya sambil menggeleng geleng kan kepala, tapi tidak merasa kasihan sedikit pun pada orang orang yang jatuh itu.


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 3 / 3