Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
Bab 1(end) - 150. Kecantikan Abadi


1 Bulan berlalu, tidak ada yang benar benar tejadi. Meski pun beberapa kali ada gangguan kecil, tapi itu hanya gangguan kecil.


Bukan benar benar sesuatu yang mengancam diri nya, besok adalah ulang tahun nya, sesekali dia mengirimkan pesan pada Yuanzheng Yuwen untuk bertanya bagai mana keadaan mereka di sana.


"Paman, apa yang kamu lakukan di sini ?" Tanya nya dengan halus.


Di umur nya yang hampir 15 , tinggi nya sudah meningkat beberapa centimeter yang membuat nya setara dengan bahu paman nya.


"Aku datang untuk melihat mu, seperti yang kamu ketahui. " Ucap Xue Yun dengan kaku dan canggung.


Di sisi lain, seorang gadis cantik tersenyum indah tapi memiliki kejahatan yang terkandung. Gadis cantik itu tersenyum tanpa ada yang menatap nya.


"Aku akan membuat mu mengerti dengan apa yang ku maksud. " Ucap gadis itu dengan ringan dan pelan.


Di tempat Xue Fenghuang, saat ini dia sedang berdiri di ladang bunga dan menempatkan diri nya sendiri di tengah tengah hamparan bunga.


Belakangan ini, dia dan Tetua Ouyang menjadi lebih dekat meski pun belum menjadi murid dan guru. Entah kenapa, dia tidak memiliki niat sedikit pun untuk memiliki guru.


Memiliki seorang guru membuat nya merasa terikat dengan suatu perasaan yang rumit. Lalu, dia juga memiliki trauma yang mendalam terhadap guru nya.


"Paman seperti nya memiliki banyak waktu luang belakangan ini, kondisi ayah menjadi semakin buruk setiap hari nya. " Ucap nya dengan ringan.


"Kamu sudah mulai jarang menemui nya, jangan sampai menyesal. " Lanjut nya, nada nya terdengar ceria tapi sebenar nya dia menelan sebuah kepahitan yang dalam.


"Seharus nya aku yang mengatakan itu pada mu, kamu adalah orang yang baru bersama kakak ku sedang kan aku sudah menghabis kan waktu ku lebih dari setengah abad bersama nya. " Ucap Xue Yun.


"Tidak ada yang bisa mengikat ku di dunia ini, tidak peduli ayah, ibu atau pun paman. Semuanya, pada akhir nya akan pergi, aku tidak bisa menahan kepergian seseorang. " Ucap nya.


Mata nya tidak menunjuk kan emosi apa pun seolah olah tidak ada yang terjadi, tatapan nya tidak hidup dan senyum nya terasa palsu.


"Kamu telah menggunakan terlalu banyak topeng untuk menutupi diri mu sendiri, apa kah kamu tidak akan menyesal ?" Tanya Xue Yun.


"Seperti apa yang aku kata kan sebelum nya, tidak ada yang bisa mengikat ku di dunia ini. Lalu, aku sudah tidak tahu apa itu rasa menyesal. " Jawab nya sambil memelintir satu batang bunga.


Cressh


Bunga itu jatuh ke tanah dengan tampilan yang rapuh.


"Aku, selalu sama seperti bunga ini. Hanya perlu sedikit tenaga untuk mendorong ku jatuh menghantam tanah. " Lanjut nya tanpa menoleh.


Dia tidak mendengar ada jawaban lanjutan dari Xue Yun dan hanya mendengar helaan nafas kasar dari belakang nya.


Dia mendengar suara langkah kaki, kepala nya menoleh dengan anggun hanya untuk melihat siluet orang yang berjalan menjauhi nya.


Senyum nya tidak berkurang, hanya saja senyum itu terasa menyedihkan saat ini. Dia sudah tahu apa yang akan di alami ayah nya.


Di dunia ini, tidak ada yang bisa melepaskan kutukan Dewa tidak peduli berapa banyak dia berusaha mencari.


Kutukan Dewa membutuhkan 24 Dewa Tingkat Tinggi untuk membuat formasi yang rumit dan hanya di beri pada penjahat yang tidak bisa di ampuni.


Karena ayah nya memilih untuk tetap teguh bersama ibu nya yang merupakan seorang Iblis Tingkat Rendah.


Ayah nya harus menanggung semua ini, dia ingin membenci ibu nya tapi dia tidak bisa melakukan nya.


Ibu nya adalah akar dari permasalahan nya selama ini dan sedang bersembunyi layak nya seorang pengecut.


"Apa kah kamu puas melihat kehidupan ku yang begitu hancur seperti saat ini ?" Tanya nya dengan lirih.


Dia mengangkat bunga yang jatuh tadi dan meremas nya. Kali ini, bunga itu benar benar hancur.


Tidak ada yang bisa menyelamat kan bunga itu kali ini.


Rambut nya berkibar dengan sebagian rambut yang terangkat membentuk sebuah punuk di sertai dengan tusuk rambut di tengah tengah.


Tampak sangat indah, pakaian nya yang berwarna oranye berkibar dengan anggun, tidak peduli bagian bawah nya dinodai oleh tanah.


Dia tetap duduk di tanah dan melihat bunga bunga itu sampai dia merasa puas, belakangan ini dia mulai malas keluar Sekte.


Setiap orang mengenal nya , setiap orang berusaha untuk menjilat nya dan ini bukan lah sesuatu yang membanggakan.


Dia merasa marah , marah karena banyak orang yang mengetahui identitas nya kemana pun dia pergi.


Setiap orang menjuluki nya sebagai 'Kecantikan Abadi', sampai akhir nya beberapa hari lalu dia pergi menuju salah satu kedai dan duduk di meja sudut dekat dengan jendela.


"Kecantikan Abadi telah datang ! Kecantikan Abadi telah datang !" Teriak pemilik kedai dengan suara lantang.


Orang orang berbondong-bondong datang dan melihat nya, dia adalah seorang pemalu dan tertutup.


Di lihat begitu banyak orang membuat nya tidak nyaman. Kata kata selanjut nya dari pemilik Kedai membuat nya menjadi semakin marah.


"Aku akan melelang kursi, meja, sumpit, mangkok bahkan gelas yang di gunakan oleh Kecantikan Abadi !" Ucap pemilik kedai dengan tawa gembira.


Dia yang baru saja mengangkat sumpit nya dan bersiap untuk menyumpit nasi nya merasakan kalau ***** makan nya menguap.


Dia menaruh setumpuk uang di meja makan dan berjalan pergi meninggal kan kedai dengan perasaan jengkel.


"Kecantikan Abadi pergi ! Ayo kejar dia !" Ucap para penduduk itu.


Dia mengerut kan dahi nya, kenapa dia kejar bak penjahat yang tak terampuni. Dia mempercepat langkahnya dan para penduduk itu berlari lebih cepat.


"Jangan lari ! Jangan lari, Kecantikan Abadi !" Teriak para penduduk yang mengejar nya.


Dia merasa diri nya merinding dan ketakutan melihat betapa ganas dan gigih nya orang orang itu mengejar nya.


"Tolong, jangan kejar aku lagi !" Teriak nya sambil berlari.


"Kecantikan Abadi, aku hanya ingin bersalaman dengan mu !" Teriak salah satu dari mereka.


Mendengar ini membuat seluruh alis nya terangkat, wajah nya memucat. Jika dia belum mengalami ini sebelum nya maka reaksi nya tidak akan separah ini.


Beberapa minggu lalu,


Dia berjalan sendiri dan ada beberapa orang yang ingin bersalaman dengan nya jadi dia menanggapi itu dengan senang hati.


Tapi, lama kelamaan baris nya semakin memanjang dan menghabis kan waktu lebih dari dua jam, belum lagi ada beberapa yang di tendang oleh nya.


Beberapa orang mungkin berpikir kalau tindakan nya berlebihan karena menendang orang lain, tapi dia tidak merasa tindakan nya berlebihan sedikit pun.


Orang orang yang dia tendang berusaha untuk mengambil kesempatan dari nya, mulai dari meraba raba dan lain sebagai nya !


Bagai mana mungkin dia tidak marah ?! Tidak di bunuh oleh nya di sana adalah berkah besar bagi nya, sejak saat itu dia merasa trauma dengan orang yang mengajak nya untuk bersalaman.


Note : Di pertanyaan author di chapter 149 , ada satu yang menjawab pertanyaan dengan benar @Adhi Budi Suryono.


Apa yang di rasakan oleh Xue Yun pada Xue Fenghuang ? Jawaban nya adalah Xue Yun jatuh cinta pada Xue Fenghuang.


Jika kalian ingat, maka di chapter chapter selanjut nya ada pernyataan kalau seseorang boleh menikah dengan paman nya dan ini adalah hal yang terjadi.


Lalu, buat Bab 1 ini adalah awal dan sudah berakhir, Bab 2 pasti nya lebih penuh dengan konflik dan tidak mudah bagi Xue Fenghuang untuk menjalani nya.


Bab 2 ini lebih rumit dan sulit , mungkin lebih di penuhi dengan adegan berdarah, jadi siapkan hati.