GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 92. SELAMAT AMANDA!


“Ada hal lain yang mengganggumu?” tanya Arimbi memicingkan matanya.


“Arimbi, aku benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi sebelumnya. Aku bertanggung jawab atas banyak bisnis di perusahaan dan salah satunya adalah PT. Kanchana Semesta. Itu karena aku lebih tahu banyak tentang situasi internal sehingga aku menjadi cemas dan memarahimu.”


“Ya benar!” ejek Arimbi, sudut bibirnya terangkat, “Kamu barusan luar biasa gelisah. Tidak ada seorangpun di kota ini yang tidak tahu betapa tenang dan hebatnya wakil direktur Rafaldi group. Sikap agresif dan menyerangku membabi buta seperti ini bukan dirimu yang sebenarnya, Amanda.”


Amanda memiliki keberanian meninggikan dirinya meskipun sebenarnya dia melakukannya untuk Reza. Tidam hanya itu, dia juga menyindir Arimbi sebagai orang yang tidak tahu bisnis keluarga dan bahwa dia menyinggung seseorang yang tidak seharusnya dia singgung dan menyebabkan kerugian pada perusahaan keluarga mereka.


“Arimbi! Kamu bilang bahwa kamu tidak ada dendam lagi pada Reza? Apakah kamu benar-benar berencana untuk menyerah padanya? Dia adalah cintamu pada pandangan pertama bukan? Kalian saling menyukai dan mencintai dan ditakdirkan untuk bersama.” Amanda tiba-tiba mengubah topik pembicaraan. Sejujurnya dia sengaja mengatakan itu karena itu adalah hal yang sangat dikhawatirkannya.


“Amanda, kamu tahu tidak kalau Nyonya Kanchana datang kerumah hari ini?” tanya Arimbi.


Amanda tiba-tiba mendapat firasat buruk tentang itu, “Untuk apa dia datang kesini?”


Arimbi hanya menatapnya tanpa mengatakan sepatah katapun.


Melihat Arimbi tidak meresponnya, Amanda kembali bertanya, “Kenapa kamu menatapku seperti itu Arimbi? Apa ada yang salah?”


“Aku ingin mengucapkan selamat padamu~ Nyonya Kanchana datang kesini untuk mengantarkan mas kawin.” ucap Arimbi tersenyum.


“Mas kawin?” suara Amanda melengking namun dalam sekejap dia kembali tenang. “Dia pasti membawa mas kawin untukmu atas nama Reza. Seharusnya aku yang memberi selamat padamu Arimbi.”


“Bukan. Nyonya Kanchana datang untuk melamarmu. Dan dia langsung menyiapkan dan membawa mas kawin di siang bolong. Dia mengatakan secara langsung bahwa dia menginginkanmu sebagai menantunya. Ini adalah hari yang menggembirakan. Selamat ya Amanda.”


Arimbi mengacuhkan ekspresi terkejut dan bingung diwajah Amanda. Dia mencondongkan tubuhnya dan berbisik, “Tapi ibu benar-benar marah atas apa yang telah terjadi dirumah.Ibu menolak lamaran itu.” ucapnya seraya tersenyum puas. Setelah mengatakan itu, Arimbi berjalan melewati Amanda dan melenggang kembali menuju kearah rumah.


Amanda yang mendengar itu tidak bisa menenangkan dirinya setelah mengetahui kalau ibunya menolak lamaran Reza. Kalau saja dia putri kandung pasangan Rafaldi, dia pasti akan mengadakan pesta pernikahan mewah dengan Reza. Tapi, Amanda sama sekali tidak senang dengan kedatangan Yessi Kanchana kerumah itu secara pribadi untuk melamarnya. Dia malah mengamuk dan mengepalkan tangannya.


‘Mengapa Nyonya Kanchana melakukan itu? Membawa mas kawin dan datang melamarku tanpa memberitahuku terlebih dahulu? Dan apa katanya tadi? Ibu menolak lamaran itu? Arrggggggg! Sialan!’ umpatnya didalam hati.


Hampir semua orang dikota ini tahu kalau Arimbi menyukai Reza dan Reza juga mengatakan akan menikahi Arimbi. Tapi Yessi malah melamar Amanda sekarang dan dia tidak terkejut jika Mosha akan menolak lamaran itu.


Tidak hanya itu, lamaran itu membuat Yadid dan Mosha berpikir bahwa Amanda telah merampok pengantin pria dari Arimbi. Hal itu membuat mereka sangat marah dan menilai Amanda bukan saudari yang memperlakukan Arimbi dengan baik.


“Bagaimana mungkin ibuku melakukan ini?” tanya Reza tercengang. “Ibu tidak ada memberitahu siapapun sebelum dia pergi membawa mas kawin. Amanda, aku benar-benar tidak tahu soal ini.”


“Aku tahu kamu pasti sama sekali tidak mengetahui ini. Sekarang ibumu sudah mengacaukan rencana kita, aku khawatir kalau kita harus membuat rencana baru lagi.”


“Amanda, Bagaimana reaksi ibumu ketika ibuku membawakan mas kawinnya? Mengapa kita tidak menikah saja jika dia sudah menyetujuinya?” tanya Reza dengan suara rendah.


Amanda tetap berusaha bersikap tenang dan dia tidak bisa menikah sebelum Arimbi menikah. Karena jika Amanda menikah maka Yadid akan lebih berhati-hati padanya dan pada keluarga suaminya kelak. Andai Amanda masih berstatus sebagai putri tunggal seperti dulu dia yang seharusnya menjadi pewaris kekayaan keluarga Rafaldi.


Yadid bahkan pernah mengatakan padanya bahwa Amanda harus melindungi nama keluarga dan tidak pernah membiarkan suaminya memiliki aset apapun atas nama suaminya ataupun keluarga suaminya.


Tapi sekarang ada Arimbi si putri kandung dan Amanda tahu bahwa yadid akan melatih Arimbi untuk menjadi penerus perusahaan jika Amanda menikah terlebih dahulu. Bagaimanapun Arimbi adalah putri kandung dan Amanda bukan.


Setelah berpikir sejenak, dia pun dengan tenang menjelaskan, “Kita tidak bisa menikah sekarang Reza! Aku tidak bisa menikah sebelum Arimbi menikah. Bukannya aku tidak mencintaimu Reza, impianku adalah untuk menjadi pasangan hidupmu, kamu tahu kan rencanaku apa?”


“Bisakah kamu bersabar menungguku sebentar lagi Reza? Fokuskan pikiranmu untuk mengeluarkan perusahaanmu dari krisis sekarang, aku tadi sudah bertanya pada Arimbi mengenai itu dan dia mengatakan bahwa dia bukan orang yang bisa membujuk Tuan Emir untuk membalas dendam pada perusahaanmu. Menurutku dia tidak mungkin bohong.” ujar Amanda menjelaskan.


“Cobalah kamu pikirkan, apakah Tuan Emir terlihat seperti orang yang memindahkan gunung untuk seorang wanita? Kita mungkin terlalu melebih-lebihkan Arimbi. Aku juga tahu betapa sibuknya kamu tetapi kamu perlu meluangkan waktu untuk menjelaskan pada Arimbi bahwa kamu tidak ada hubungannya dengan kunjungan ibumu yang tiba-tiba membawa mas kawin untuk melamarku. Arimbi sangat menyukaimu sehingga dia tidak mungkin menghilangkan perasaannya padamu hanya dalam waktu kurang dari seminggu.”


Amanda sangat yakin bahwa dia telah bersikap terlalu impulsif akhir-akhir ini karena mencurigai Arimbi telah mengetahui hubungannya dngan Reza. Dan hari ini adalah contoh utama dari konsekuensi yang diterimanya akibat sikapnya. Sementara itu Reza mulai meragukan perasaan Amanda padanya. Amanda yang selalu mengatakan bahwa dia tergila-gila padanya justru mendorongnya ke wanita lain karena keegoisan dan ambisinya sendiri.


Dia masih ingat bagaimana dulu dia sangat membenci Arimbi tetapi karena kekasihnya yang haus harta dan serakah maka dia terpaksa mengikuti permainan Amanda dengan berpura-pura bahwa orang yang dia cintai hanyalah Arimbi.


“Reza! Aku tidak bisa bicara lama-lama. Aku ada diluar sekarang, aku akan menutup teleponnya ya.” Amanda mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang memperhatikan dan mendengar pembicaraannya dengan Reza. “Kamu bisa memberitahuku jika kamu membutuhkan bantuanku. Kata-kataku sangat berpengaruh di perusahaan.”


Amanda masih menganggap bahwa dirinya masih penerus Rafaldi Group sedangkan Arimbi bukan siapa-siapa, bahkan jika Arimbi menjadi bagian perusahaan maka Amanda tidak akan pernah memberinya kesempatan untuk memiliki pengaruh di perusahaan selama Amanda masih ada. Setelah Reza mengucapkan terimakasih dan menutup teleponnya, dia menghela napas dalam-dalam.


Awalnya Reza ingin menelepon ibunya tetapi akhirnya dia memutuskan untuk tidak menghubunginya dulu. Dia juga ingin menelepon Airmbi untuk menjelaskan kepadanya tapi wanita itu sudah berubah begitu cepat sehingga membuat Reza bingung.


Dia bahkan mulai curiga kalau Arimbi bukan orang yang sama yang dikenalnya dulu, dia seperti orang lain. Karena takut Arimbi tidak mengangkat teleponnya, Reza pun urung untuk menghubungi Arimbi.


Setelah berpikir sejenak dia memutuskan untuk fokus menyelamatkan perusahaan keluarganya dulu keluar dari krisis dan akan mencari cara untuk memenangkan hati Arimbi lagi nanti setelah semua masalahnya selesai.