
Amanda mengamuk dan langsung menarik Ruby lalu mendorongnya hingga terjatuh kelantai. Semuanya terjadi begitu cepat dan Reza tak sempat melakukan apapun. Reza yang kaget langsung menghampiri Ruby dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat cemas. Bagaimana tidak? Ruby saat ini sedang mengandung anaknya.
“Kamu baik-baik saja kan?” tanya Reza yang membantu Ruby untuk berdiri. Melihat sikap Reza yang mesra pada Ruby membuat amarah Amanda semakin memuncak. Dia kembali menyerang Reza dan mendorong keduanya hingga hampir terjatuh. Hal itu sontak membuat Reza marah besar dan memelototi Amanda.
“Amanda! Hentikan! Kamu melukai istriku!” teriak reza penuh amarah.
“Apa? Reza! Berani kamu membentakku? Ceraikan perempuan itu! Kamu harus bertanggung jawab padaku dan anakku Reza!” teriak Amanda menunjuk kearah Reza dengan marah.
“Hentikan Amanda! Ruby adalah istriku dan selamanya akan menjaid istriku! Apa yang pernah kita janjikan dulu anggap saja berlalu!” ujar Reza memeluk Ruby yang menangis tersedu.
“Apa katamu? Kamu lebih memilih prempuan bodoh itu daripada aku? Memangnya apa hebatnya dia sampai-sampai kamu membelanya seperti itu.”
“Ruby, masuklah keruangan sana dulu. Kamu istirahat ya, biar aku selesaikan urusanku dengan Amanda dulu. Nanti aku akan menyusulmu.” bujuk Reza pada Ruby.
Tampak wanita itu enggan untuk menuruti perintah Reza tapi Ruby yang sangat mencintai Reza pun hanya bisa mengangguk lalu menatap tajam pada Amanda dan berkata. “Sampai kapanpun aku akan tetap menjadi istri Reza! Apa yang bisa kamu berikan untuk mendukung kesuksesannya hah? Amanda, kamu sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dibanggakan.”
“Ruby! Pergilah.” bujuk Reza lagi saat dia melihat Amanda semakin marah dan hendak menghampiri Ruby. “Tunggu aku disana oke?”
Ruby mengangguk lalu dia pergi menuju ke kamar pribadi yang terdapat diruangan direktur itu.
“Reza! Apa maksudnya semua ini? Ini tidak seperti perjanjian kita dulu.” kata Amanda.
“Amanda, seharusnya kamu jangan bertindak gegabah! Dengan menyerang Ruby seperti itu akan membawa masalah besar bagiku. Apa kamu lupa sedang berada dimana sekarang? Jika aku tidak menikahi Ruby, maka hari ini aku tidak akan berada disini dan memegang kendali atas perusahaan milik keluarga Lavani!”
“Tapi kamu menghamilinya! Kita sudah sepakat bahwa kamu hanya akan menikahinya dan tidak akan pernah menyentuhnya! Tapi sekarang dia malah hamil?” teriak Amanda marah.
“Ini yang aku tidak suka darimu, selalu marah dan bersikap arogan seolah-olah aku ini adalah bawahanmu Amanda!”
“Oh begitu menurutmu? Lalu bagaimana seharusnya aku bersikap sekarang? Apa aku harus bersikap baik-baik saja setelah melihat semuanya berantakan seperti ini? Reza! Ingat ya, kamu tidak akan menikahi Ruby jika tanpa ijinku! Jadi sebaiknya kamu memikirkan kembali keputusanmu dan segera ceraikan dia!”
“Aku bisa membantumu menjalankan perusahaan ini! Kita bisa bersama-sama menggapai sukses. Keluarga Lavani tidak akan keluar dari penjara dengan mudah, dan mereka mungkin akan mendekam didalam penjara untuk waktu yang lama. Apalagi Johan, ada kemungkinan dia akan dikenaakan hukuman mati!”
“Aku tidak bisa melakukan apa yang kamu minta Amanda! Apa kamu pikir keluarga Lavani masih akan mengijinkanku menjalankan perusahaan ini jika aku menceraikan Ruby? Coba kamu pikir! Ruby adalah kuncinya disini, selama dia menjadi istriku maka aku akan tetap menguasai semua milik keluarga Lavani!”
“Kita bisa menyingkirkan Ruby, kamu tidak perlu menceraikannya bukan? Begitu dia lenyap, kamu juga masih tetap bisa berkuasa di perusahaan ini. Coba kamu pikirkan Reza! Aku tidak suka dengan apa yang kamu lakukan! Kamu hanya milikku tapi kamu tega menyentuh Ruby? Kamu tega membagi tubuhmu dengan wanita lain?”
“Ayolah Amanda! Berpikirlah dewasa. Kalau aku tidak menyenth Ruby, maka keluarga mereka akan curiga! Lalu apa menurutmu aku masih akan diberik kepercayaan memegang perusahaan ini? Saat ini perusahaan keluarga sudah bisa keluar dari masalah. Dan bagiku, aku akan tetap mempertahankan Ruby disiku.”
“Tidak bisa! Reza……itu tidak seperti perjanjian kita.”
“Brengsek kamu Reza! Kamu pikir aku ini apa? Kamu seenaknya mau membuatku menjadi selingkuhanmu? Aku tidak mau tahu! Ceraikan Ruby atau aku akan melakukan sesuatu untuk menghancurkan kalian!” ancam Amanda.
“Lakukan saja! Aku sudah cukup sabar mentolerir mu selama ini Amanda!”
“Kamu sendiri yang selama ini tidak mau hubungan kita diketahui publik! Kamu ingin semuanya disembunyikan sampai kamu mendapatkan perusahaan Rafaldi! Tapi apa kamu mampu Amanda? Kamu itu sekarang bukan lagi siapa-siapa! Kamu bukan lagi putri keluarga Rafaldi dan kamu bahkan tidak punya pekerjaan, iyakan?”
“Tapi jangan khawatir, aku bisa memberimu pekerjaan jika itu yang kamu mau. Tapi kalau kamu memintaku menceraikan Ruby! Itu tidak akan pernah terjadi! Setidaknya dia wanita yang baik dan memperlakukan ku dengan baik. Dia melayaniku sebagai seorang suami dan selalu menghormatiku.” ujar Reza tersenyum tipis.
”Oh jadi begitu? Katakan padamu Reza! Apa kamu mencintai Ruby?” tanya Amanda.
“Mencintai? Mungkin terlalu dini untuk mengatakan itu tapi aku menyukainya. Bersamanya aku merasa seperti laki-laki! Sangat berbeda denganmu Amanda! Kamu selalu saja memerintahku dan memperlakukanku sesuka hatimu.”
“Apa katamu? Reza! Cukup kamu menghinaku sekarang! Lalu bagaimana dengan calon anakmu yang sedang kukandung? Kamu harus bertanggung jawab Reza!”
“Ehm…..kalau soal itu, kita sebaiknya menunggu saja sampai bayi itu lahir. Dan melakukan tes DNA untuk memastikan kalau bayi yang kamu kandung memang anakku atau bukan.”
PLAK!
“Brengsek kamu Reza!” Amanda menampar wajah Reza dengan sekuat tenaga. Sehingga pria itu bisa merasakan pipinya yang panas akibat tamparan Amanda.
“Pergi! Sebaiknya kamu pergi dari sini atau kupanggil satpam untuk menyeretmu!”
“Tidak! Aku tidak akan pergi sampai kamu mempertanggungjawabkan anak ini.”
“Baiklah. Kalau kamu masih saja keras kepala dan tidak mau pergi dari sini.” Reza mengangkat telepon dimeja kerjanya dan menghubungi sekuriti untuk menyeret Amanda keluar dari kantornya. Tak berapa lama dua orang pria bertubuh tinggi besar datang.
“Bawa perempuan ini keluar! Pastikan kalian menandai wajahnya dan jangan pernah ijinkan dia masuk ke perusahaan ini.”
“Reza! Brengsek!” caci maki Amanda terdengar saat dia diseret keluar oleh sekuriti. Airmatanya mengalir deras, marah dan sakit hati itulah yang dirasakannya kini. Dikhianati oleh Reza dan dicampakkan seperti sampah membuat rasa dendam tumbuh didalam hatinya.
‘Lihat saja nanti! Aku pasti akan membalasmu Reza!’ bisik hati Amanda.
Amanda diseret keluar dari gedung perusahaan itu dibawah tatapan mata para karyawan yang kebetulan hendak keluar untuk makan siang. Mereka mengenali Amanda dari berita yang viral belum lama ini, bisik-bisik pun terdengar. “Apa kalian lihat-lihat?” bentak Amanda pada karyawan yang kebetulan menatapnya.
******
Sementara itu di ruang kerja Dion Harimurti tampak Joana yang sedang bermalas-malasan. Entah sudah berapa banyak dia memakan cemilan, dan saat ini dia sedang berbaring disofa dengan posisi kakinya berada diatas pangkuan Dion. Pria itu tampak sedang memijat kaki Joana. Tak henti-hentinya wanita itu membuat masalah.