
Dia selalu mengeluh pada Zivanna lebih dari dua kali bagaimana Arimbi dengan sengaja memperebutkan kasih sayang orang tua mereka dan menyebabkan orang tua mereka memiliki kesan buruk pada Amanda. Zivanna bersimpati dengan temannya, jadi dia sebenarnya menyimpan penilaian atas kesalahan Arimbi dibenaknya.
Zivanna hanya menunggu hari ulang tahunnya tiba sehingga dia bisa mempermalukan Arimbi selama pestanya didepan semua orang. Dimana Zivanna, sosok Arimbi adalah sosok perempuan jahat yang digambarkan terlihat polos didepan orang banyak.
“Amanda.” Zivanna bertanya dengan suara yang tenang. “Sebelumnya aku bertanya padamu apakah kamu pernah berbicara dengan Reza? Apakah dia tahu siapa yang menjebaknya?”
“Dia tidak memberitahuku apa-apa. Jadi kurasa dia tidak tahu tentang itu.” jawab Amanda.
Reza akhirnya sadar kembali pada tengah hari dan dia dengan tegas menolak untuk mengungkapkan orang yang menjebaknya.
Meskipun ada pertanyaan terus-menerus dari Yessi dan Amanda. Kebisuannya membuat Nyonya Kanchana sangat yakin kalau Arimbi adalah pelakunya dan Reza sedang melindunginya.
Zivanna angkat bicara dengan sinis, “Dia tidak akan berani mengatakan sepatah katapun, tentu saja! Heh! Reza tidak akan memiliki keberanian mengatakan apapun karena dia pantas mendapatkan semua itu. Dan jika dia mengungkapkannya maka semua orang akan setuju dengan apa yang terjadi padanya. Dia telah menciptakan masalah untuk dirinya sendiri.”
Begitu Amanda mendengar itu, dia diam karena cukup terkejut dan dengan cepat dia bertanya, “Zivanna apakah kamu tahu siapa yang menjebaknya?”
“Aku pergi menemui Arimbi untuk menyelesaikan masalah dengannya sebelum kamu datang kesini untuk menemuiku.”
Lalu dengan sikap tenang Zivanna mengatakan, “Kebetulan saat itu Rino yang bekerja untuk Tuan Emir mengirimkan beberapa rekaman video ke Arimbi untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Aku telah melihat ketiga rekaman video itu. Meskipun aku tidak mempercayai Arimbi tapi aku mempercayai Tuan Emir dan Rino.”
Zivanna berhenti sejenak sambil memperhatikan ekspresi wajah Amanda sebelum melanjutkan, “Reza adalah orang yang membius dirinya sendiri. Selain itu bukan Arimbi yang bermaksud menyabotasenya tetapi dialah yang mencoba menjebak Arimbi. Dia hanya beruntung karena Arimbi lebih tertarik pada makanannya dan dialupa gelas mana yang menjadi miliknya setelah mengambil makanannya.”
“Lalu Arimbi mengambil gelas anggur yang salah, jadi itu sebabnya dia terhindar dari jebakan yang dibuat oleh Reza untuknya. Dan mengapa Reza akhirnya meminum anggur itu sendiri mungkin itu adalah karmanya. Perbuatannya yang tercela akhirnya memberinya rasa dari obatnya sendiri. Arimbi tidak ada bertemu Reza sama sekali sejak dia memasuki rumahku. Dia bahkan tidak tahu kalau Reza juga hadir di pesta ulang tahunku.”
Pada saat itu juga Amanda sudah tidak bisa berkata-kata.
“Amanda!” Zivanna kembali bertanya, “Kamu selalu mengatakan bahwa Arimbi tidak sepolos kelihatannya dan bahwa dia sangat licik dan manipulatif. Dia selalu menjebakmu dan orang tua angkatmu akhirnya sering salah paham tentangmu.”
“Karena itu mereka memperlakukanmu lebih buruk dari sebelumnya. Tapi kemudian entah darimana aku merasa sepertinya kata-katamu tidak sepenuhnya benar.” ujar Zivanna. Lalu dia bangkit dan berdiri dihadapan Amanda sebelum membungkuk dan mengulurkan tangan untuk mengangkat kalung The Han’s yang dikenakan Amanda.
“Mengapa Nyonya Rafaldi membelikan kalung yang begitu cantik untukmu jika dia benar-benar memperlakukanmu dengan buruk? Kalungmu bahkan jauh lebih berharga daripada gaun yang dipakai Arimbi kemarin.”
“Zivanna! Apakah kamu sekarang meragukan aku? Apakah kamu tidak percaya lagi padaku?” Amanda membalas.
“Aku juga tidak mau meragukanmu dan aku sangat ingin mempercayaimu tetapi insiden dengan Reza ini tiba-tiba dan membuatku sadar bahwa aku sepertinya tidak mengenalmu sama sekali.”
Zivanna aku melepaskan kalung itu dan duduk kembali.
Dia tidak suka berkomplot untuk mendapatkan apa yang diinginkannya karena dia tidak perlu melakukannya karena status dan latar belakangnya.
Amanda berusaha untuk menjelaskan, “Reza tidak memberitahuku siapa yang menjebaknya, jadi aku bertindak mengambil kesimpulan sendiri. Bagaimanapun Arimbi adalah orang yang sangat ingin menikahi Reza.”
“Zivanna! Tidakkah menurutmu ini terlalu kebetulan? Reza mencoba menjebak Arimbi dan akhirnya dia merasakan obatnya sendiri. Kamu pergi untuk membalaskan dendam pada Arimbi namun secara kebetulan Tuan Emir meminta anakbuahnya untuk mengirimkan video ke Arimbi sehingga dia bisa membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Tampaknya Tuan Emir sangat protektif padanya, ya?”
Tuan Emir memiliki masalah seksual, itulah rumor yang beredar, tetapi meskipun demikian jika dia menunjukkan perlakuan istimewa pada wanita lain maka Zivanna akan tersinggung dan tidak menyukai wanita itu.
Zivanna tidak ingin menikahi Emir tetapi dia juga tidak mau ada seorang wanitapun yang dekat dengan pria pujaannya itu karena hanya dia yang berhak. Sungguh wanita pelik!
Lalu Zivana berkata, “Arimbi sekarang bekerja sebagai pengasuh Tuan Emir secara gratis. Jelas perlakuannya orang lain terhadapnya adalah cerminan rasa hormat mereka terhadap Tuan Emir. Tentu saja dia akan melindungi orangnya kecuali Arimbi benar-benar bersalah disini.”
“Zivanna apakah kamu benar-benar percaya bahwa Tuan Emir hanya menganggapnya sebagai pengasuh?”
Zivanna memandang Amanda dan bertanya, “Kalau tidak, lalu apa? Tuan Emir lumpuh dan dia membutuhkan bantuan untuk menjalani kehidupan sehari-harinya. Selain itu dia tidak dapat berfungsi secara seksual, jadi bahkan jika Arimbi punya pikiran untuk memanfaatkannya, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa.”
‘Itu benar, Tuan Emir tidak bisa lagi melakukan hubungan seksual, Jadi Arimbi pasti hanya dia anggap sebagai pengasuhnya saja bukan?’ gumam Amanda didalam hatinya.
Meskipun demikian Amanda sudah merasa bahwa Tuan Emir memperlakukan Arimbi dengan sangat berbeda dan hubungan mereka cukupistimewa sampai-sampai tidak tampak seperti hubungan majikan dan bawahan.
“Amanda, jujurlah padaku.Apakah kamu jatuh cinta Reza?” tanya Zivanna tiba-tiba.
Sebagai sahabat Amanda, Zivanna bisa merasakan bahwa Amanda memperlakukan Reza dengan sangat baik melebih perlakuan hanya seorang teman. Namun, setiap kali dia bertanya pada Amanda apakah dia jatuh cinta pada Reza, Amanda selalu menyangkalnya.
“Jika kamu menyukainya jujur saja dengan Gio dan beritahu dia bahwa tidak ada kemungkinan kalian menjalin hubungan serius. Jangan mengikat Gio dan membuatnya sebagai cadangan saat kamu mencoba mengambil keputusan yang tepat antara memilih Reza dan Gio!”
“Zivanna! Aku tidak melakukan itu. Gio memperlakukan aku seperti seorang putri kerajaan dan aku sangat ebrsyukur akan hal itu. Tapi masalahnya, aku saat ini sedang tidak ingin menjalin hubungan serius dengan siapapun. Kamu pun menyadari bahwa aku tidak memiliki hubungan darah dengan Keluarga Rafaldi kan? Posisiku diperusahaan agak…”
“Yah, aku harus bekerja lebih keras lagi sekarang dibandingkan sebelumnya untuk mencegah Arimbi melampauiku atau bahkan menggantikan aku. Itulah yang menjadi fokusku saat ini. Aku sudah bekerja keras mempersiapkan diriku menjadi pewaris tapi tiba-tiba dia muncul sebagai putri kandung dan semuanya akan dia rebut. Aku tidak mau itu! Aku harus bisa mempertahankan posisiku dan semua yang seharusnya milikku akan tetap jadi milikku.”
Author mo bagiin visual Amanda dan Zivanna
Visual AMANDA RAFALDI
Visual ZIVANNA LAVANI