GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 405. ZIVANNA


“Kita mau pergi kemana? Kenapa kita harus membawa koper sebanyak itu?” tanya Zivanna pada pria berwajah kejam itu.


“Kamu tidak perlu banyak bertanya! Aku berbaik hati padamu kali ini. Aku akan membawamu kembali agar kamu bisa mengambil kembali perusahaan milik ayahmu dari pria bernama Reza!”


“Ah? Benarkah? Eh…..kenapa kamu tahu semuanya? Kenapa Reza bisa mengambil perusahaan ayahku?” tanya Zivanna dengan bingung.


“Dasar perempuan bodoh! Pantas saja semua pria berstatus tinggi tidak ada yang mau denganmu!”


“Eh jangan berani menghinaku seperti itu!”


“Berani kamu berteriak padaku, hah? Kali ini aku membawamu kembali sebagai istriku! Hanya dengan cara itu kamu bisa menguasai kembali perusahaan keluargamu dari Reza! Jadi bersikap baiklah atau aku tidak akan pernah membantumu mengambil perusahaan itu.”


“Ehm….baiklah. Tapi bolehkah aku tahu alasanmu membantuku?”


“Karena aku mau perusahaan keluargamu menjadi bagian perusahaanku! Dengan begitu maka aku akan memiliki kekuatan besar disana! Dan kamu harus mengikuti semua aturan mainnya! Sekali kamu berani mengkhianatiku atau mencoba melarikan diri! Maka kamu akan menanggung akibatnya.”


“Ti---tidak! Aku tidak akan melakukan itu. Lagipula, itu kedengarannya cukup bagus! Aku bisa kembali dan memimpin perusahaan keluargaku.”


“Hem……kamu pintar juga! Tapi ingat ya, jangan pernah berani berkhianat! Kamu tahu kemampuanku kan? Aku bisa menghancurkanmu hanya dalam sekejap mata.” ancam pria itu lagi.


“Baik…..baik…..aku tidak akan pernah berkhianat!” Zivanna berkata sambil tersenyum. Dia pun langsung memikirkan begitu banyak hal yang akan dilakukannya nanti setelah kembali.


‘Dasar perempuan bodoh! Aku membawamu kembali supaya aku bisa mengeruk semuanya darimu! Wajah cantikmu itu tidak berguna karena otakmu kosong!’ pria itu mencibir pada Zivanna yang tidak menyadari apapun. Dia benar-benar mengira kalau pria kejam itu ternyata baik hati. Pria itu yang  telah membebaskannya dari dunia bawah dan sekarang ingin menyelamatkan perusahaan keluarganya.


Zivanna tak bisa berhenti tersenyum dan membayangkan dirinya dalam posisi CEO dan memimpin perusahaan keluarganya. Sementara ayah dan kedua saudara laki-lakinya akan mendekam didalam penjara untuk waktu yang lama. Tapi Zivanna tidak peduli, pria itu berhasil menghasutnya untuk mengkhianati keluarganya sendiri.


“Setelah mendapatkan perusahaan ayahku, apalagi yang akan kita lakukan disana?”


“Tentu saja menjalankan bisnis dan menghasilkan banyak uang. Tapi kamu harus membantuku.”


“Baiklah! Aku akan membantumu, karena kamu sudah baik padaku. Kamu yang menyelamatkan aku dari tempat terkutuk itu dan sekarang kamu mau membantuku lagi.”


“Ehm……ini semua demi bisnis! Kamu akan tetap tinggal bersamaku! Kamu harus mengikutiku kemanapun aku pergi. Kamu hanya akan menjadi direktur diperusahaan keluargamu. Tapi ingat baik-baik kalau dunia bisnis itu adalah dunia yang kejam dan sadis. Setiap perusahaan akan tetap bersaing tidak sehat seperti selama ini terjadi.”


“Aku mengerti.” ucap Zivanna yang merasa senang akan segera kembali.


Satu hal yang dia tidak sadari adalah ini awal dari kehancuran yang sebenarnya. Dia terlalu percaya diri dan senang bisa kembali pada kehidupan sebelumnya. Namun saat dia tiba nanti, semuanya tidak seindah yang dibayangkannya. Pria itu diam-diam melirik Zivanna dengan senyum menyeringai, dia tahu kalau wanita itu saat ini sedang senang.


‘Sebentar lagi Zivanna! Waktumu hanya sebentar lagi! Begitu tiba disana, kamu tidak akan punya pilihan selain menyerahkan semuanya padaku! Sedangkan pria bernama Reza itu akan tersingkir bersama keluarganya. Hahahaha……..Tuan Besar memang sangat jenius menyusun rencana ini. Dia benar-benar bersih tanpa harus mengotori tangannya melenyapkan siapapun yang berbuat jahat.


Sementara itu di ruangan kerja Emir. Tampak dua orang pria yang sedang duduk berhadapan dengannya. Ketiganya berbincang dengan wajah serius.


“Bagaimana kasusnya? Apa pihak pengadilan akan menjatuhkan hukuman berat pada mereka?”


“Begini Tuan Emir! Ketiga pria dikeluarga Lavani terbukti bersalah. Dan masing-masing dari mereka melakukan kejahatan yang akan memberatkan mereka karena bukti-bukti yang kita berikan.”


“Ada kemungkinan mereka akan mendekam di penjara untuk waktu yang lama.”


“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan kalau Tuan Johan Lavani lah dalang dibalik semua itu Tuan. Untuk hal ini saya bisa pastikan kalau dia akan mendapatkan hukuman mati! Itupun menurut saya tidak sepadan dengan apa yang dia lakukan selama ini. Kita masih menemukan di satu lokasi. Apa tidak mungkin kalau masih ada lokasi lainnya yang juga dipenuhi mayat?”


“Kalau begitu saya akan mengirimkan anak buah saya untuk membantu tim kalian melakukan pencarian. Ebih cepat masalah ini selesai maka lebih baik.” kata Emir.


“Terima kasih Tuan Emir atas segala bantuannya.”


“Kalau begitu saya tunggu kabar baiknya dari kalian! Semoga tidak akan ada masalah lagi kedepannya.” Emir menatap kedua orang itu yang pergi meninggalkan ruangannya. Dia merasa khawatir pada Arimbi.


“Apakah dia baik-baik saja? Sedang apa dia sekarang?”


Emir mengambil ponselnya lalu menghubungi istrinya.


“Halo sayang, apa kamu merindukanku?”


“Apakah kamu masih harus bertanya, hemm? Sedang apa kamu sekarang?”


“Oh, aku sedang bersama nenek merangkai bunga! Sayang, nenek mengajariku banyak hal. Kamu pasti bangga punya istri sepertiku! Besok nenek akan mengajariku cara mengatur keuangan keluarga Serkan. Tapi aku takut kalau aku membuat kesalahan.”


“Baguslah kalau begitu, Tidak ada yang perlu kamu takutkan. Kalau ada masalah kamu bisa menanyakannya padaku. Oh iya, hari ini kamu melupakan hadiahku. Berarti kamu harus memberiku double nanti. Ingat ya itu yang kamu janjikan.”


“Iya…..iya. Aku sudah siapkan hadiah spesial untuk suamiku tersayang.”


Mendengar perkataan Arimbi membuat Emir berpikir keras. Setiap kali Arimbi memberinya hadiah spesial, memang benar-benar spesial.


Hadiahnya selalu membuatnya marah atau membuatnya terkejut hingga tak tahu berbuat apa. Entah keisengan apalagi yang akan dilakukan istrinya kali ini. Emir hanya bisa bersabar dan menunggu.


“Baiklah, aku tidak sabar menerima hadiahmu. Tapi kalau hadiah spesialnya membuatku marah atau kecewa maka kamu akan menerima hukumanmu.”


“Kenapa harus selalu hukuman? Tidak bisakah bersikap sedikit manusiawi? Apalagi aku sedang hamil! Bagaimana seorang wanita hamil dihukum! Itu terlalu kejam, kamu bisa kena pasal KDRT.”


“Kenapa kamu jadi serius begitu? Ya sudahlah. Aku kembali bekerja sebentar lagi ada meeting. Baik-baiklah dirumah dan jangan buat nenek lelah. Kamu juga harus istirahat.”


Setelah mengakhiri teleponnya, Emir kembali menghubungi seseorang.


“Bagaimana perkembangannya?”


“Tuan semuanya berjalan sesuai rencana! Mereka sedang dalam perjalanan kembali dan Dilon sekarang sedang menggeledah rumah kediaman keluarga Lavani! Dia sudah menemukan ruang penyimpanan rahasia milik keluarga itu.”


“Lalu apalagi yang dia temukan?”


“Mereka memasang pengaman! Tuan Dilon sudah memasukkan password yang keempat dan sekarang hanya butuh yang ke lima untuk bisa membuka pintu rahasia itu.”


“Bagus! Begitu mereka sampai, segera bawa mereka ke kediaman keluarga Lavani! Katakan pada Dilon untuk tetap mengawasi perusahaan keluarga Kanchana.”


“Baik, Tuan.”