GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 392. PUASKAN AKU


“Baiklah kalau kamu sudah bilang begitu. Aku mau kamu menyenangkanku disini! Sekarang! Sampai aku merasa layananmu memuaskanku maka aku akan memaafkanmu.”


“Apa? Dion…..jangan gila! Bisakah kamu meminta sesuatu yang masuk akal?” protes Joana.


“Jadi menurutmu permintaanku barusan tidak masuk akal?”


Dion menatap Joana dengan tajam sehingga membuat wanita itu memundurkan tubuhnya dan membuang pandangannya ketempat lain agar tidak melihat tatapan Dion yang mengintimidasi.


“Kenapa kamu tidak mau melakukannya? Ini bukan yang pertama kalinya kita melakukannya, iyakan?” ujar Dion dengan suara lirih penuh sarkasme.


Wajah Joana langsung merona mendengar perkataan Dion. Ya ini memang bukan pertama kalinya, bahkan sudah sering karena Dion selalu mengancamnya dan tidak tahu malu! Dia memberikan kamar untuk Joana tapi dia melarang wanita itu mengunci pintu kamarnya. Dan Dion akan selalu datang kekamar itu hampir tiap malam.


Joana yang berjalan mundur hingga punggungnya menabrak dinding. Sudah tidak ada jalan lagi baginya untuk menghindar. Membayangkan betapa besarnya stamina pria itu membuat tubuh Joana gemetar. “Jangan memaksaku, Dion! Kembali keranjangmu, kamu harus istirahat! Kan kamu masih sakit?” ucap Joana berusaha mengingatkan Dion.


“Sakit? Sepertinya hanya perutku saja yang sakit. Bagian tubuhku yang lain tidak sakit.” begitu Dion selesai bicara dia langsung memeluk tubuh Joana dan mendekatkan wajahnya. Tanpa membuang waktu bibirnya menyentuh bibir Joana. Seperti aliran listrik yang menyetrum tubuhnya Joana bergetar dan tubuhnya melemas.


Sedangkan pria itu merasa senang didalam hatinya, setiap kali dia melakukan ini pada Joana sepertinya reaksi wanita itu seperti yang diharapkan Dion. Saat Joana tenggelam dalam buaian ciuman Dion yang panas, dia merasakan tubuhnya melayang dan dalam sekejap dia merasakan tubuhnya sudah berada diatas ranjang rumah sakit.


“Ummmppp…….” dia ingin protes namun bibir Dion membungkamnya.


“Kamu sudah membuat kesalahan besar. Jadi ini satu-satunya caramu untuk meminta maaf padaku dan menyenangkanku, Joana!” ucap Dion yang langsung merobek pakaian Joana tanpa ampun. Tak peduli dimana mereka berada, Dion memacu dengan penuh gairah membara.


Ruang rawat inap itu dipenuhi suara-suara *******. Joana yang tadinya berusaha mendorong Dion kini malah melingkarkan lengannya dileher pria itu dan kedua kakinya melingkari pinggang seperti koala. Saat seorang perawat hendak masuk keruangan itu untuk memeriksa kondisi Dion, namun dia baru menyadari kalau pintu dikunci dari dalam.


Wajah perawat itu memerah saat dia mendekatkan telinganya ke pintu dan mendengar suara-suara aneh dari dalam ruang rawat inap. Dia memegangi kedua pipinya dengan tangan dan menggelengkan kepalanya. ‘Aduh! Apa mereka?……..” perawat itu tak tahan mendengar suara ******* dari dalam kamar lalu bergegas pergi dari sana.


'Aihhhhh.....apa Tuan Harimurti memang pria seperti itu? Kenapa dia melakukannya dituang rawat inap rumah sakit? Aduhhhhh ada-ada saja!' gumamnya didalam hati.


**********


“Mau apa kamu datang kesini?” tanya Gio saat sipir penjara memberitahukan bahwa ada kunjungan untuknya. Dan disinilah dia berada menatap wanita dihadapannya yang dulu sangat dicintainya. Sekarang pun masih ada sedikit sisa rasa itu namun hatinya lebih dikuasai oleh kekecewaan atas apa yang Amanda lakukan.


“Gio…….maafkan aku atas apa yang terjadi! Hidupku benar-benar kacau, aku dipermainkan semua orang! Aku hancur sekali sekarang dan tidak punya pijakan dimanapun!”


“Ehem…..kemarin aku mendatangi Reza ke Lavani group! Apa keluargamu memberikan wewenang padanya untuk mengambil laih perusahaan sementara waktu?”


“Amanda! Kenapa tiba-tiba kamu tertarik dengan masalah perusahaan keluargaku?”


“Aku tidak punya niat buruk tapi aku datang kesini untuk memberitahumu! Reza bukan orang yang bisa kamu percaya! Apa kamu lupa bahwa perusahaan keluarganya sedang bermasalah? Apa kamu dan ayahmu tidak berpikir jauh sebelum memberinya tanggung jawab?”


“Apapun keputusan ayah dan saudara laki-lakiku, kurasa keputusan terbaik! Kami akan segera keluar dari tempat ini dan Reza satu-satunya yang bisa kami percayakan untuk menjalankan perusahaan sementara waktu.” jawab Gio yang tak terlalu mempedulikan Amanda lagi.


“Tapi dia menyalah gunakan wewenangnya diperusahaan keluargamu.”


Kedatangan Amanda ke penjara saat ini memang sudah dia rencanakan setelah bertemu Reza kemarin. Rasa sakit hati yang dirasakannya akibat dicampakkan dan dikhianati oleh Reza membuatnya berpikir untuk membalas pria itu. Dan hanya dengan cara menemui Gio sehingga dia memiliki kesempatan untuk mendapatkan peluang bekerja.


“Selama ini perusahaan Kanchana banyak kubantu! Jika tanpa campur tanganku sudah sejak lama perusahaan itu bangkrut! Dari informasi yang berhasil kudapatkan kalau Reza menggunakan keuangan dari Lavani Indojaya untuk menutupi hutang perusahaan keluarganya. Apa kamu pernah meminta Reza melaporkan semuanya pada kalian?”


Kening Gio mengerut mendengarkan perkataan Amanda, sebenarnya dia memang tidak pernah menyukai Reza karena menurutnya pria itu terlalu licik. Namun memang sudah seminggu ini Reza tidak pernah mendatangi mereka dengan alasan sedang banyak bisnis yang harus dia selesaikan.


“Apa yang kamu ketahui?” akhirnya Gio pun memilih untuk mendengarkan Amanda.


“Kalau kamu ijinkan aku bisa dapatkan bukti penyelewangan dana yang dilakukan Reza! Aku dengar kalau dia baru saja membeli rumah mewah untuk Ruby! Apa menurutmu itu tidak mencurigakan? Dia bilang kalau rumah itu untuk menyambut kelahiran anak mereka.”


“Gio! Coba kamu pikirkan baik-baik, darimana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu kalau bukan dari perusahaan keluargamu? Aku tahu kalau aku sudah mengecewakanmu tapi aku tidak akan pernah membiarkan seseorang mengambil keuntungan dari terpuruknya keluarga Lavani saat ini. Zivanna adalah sahabatku, meskipun sampai saat ini aku masih belum tahu dimana keberadaannya, setidaknya ijinkan aku membantu keluargamu.”


“Bantuan apa yang kamu coba tawarkan, hem?” tanya Gio. Dia menatap tajam pada Amanda dengan begitu banyak pertanyaan dibenaknya.


'Apa yang diinginkannya? Setelah sekian lama aku dikurung disini, baru sekarang dia datang menjengukku! Dia wanita yang tidak disukai Johan dan ayahku! Apa masih bisa aku mempercayai wanita ini?' gumam Gio didalam hatinya.


“Bicaralah pada ayahmu dan Johan! Jika kalian bertiga setuju aku bisa bekerja diperusahaan keluargamu dan mengawasi Reza! Aku tidak mau pria itu menghancurkan semua yang kalian miliki dalam sekejap mata. Dia tidak kompeten sama sekali!” Amanda berusaha untuk menyakinkan Gio. Hanya ini kesempatannya untuk bisa masuk kedalam perusahaan itu.


Gio masih terdiam dan mencoba memikirkan kata-kata Amanda. Memang ada benarnya juga apa yang dikatakan Amanda barusan. Mereka berpikir Reza bisa mereka kendalikan sehingga mengambil keputusan memilih pria itu sebagai pengganti sementara untuk menjalankan perusahaan. Apalagi dia adalah suami Ruby, saudara sepupu mereka.


Tanpa banyak bicara Gio langsung berdiri dan seorang petugas segera membawanya kembali. Baru saja dia melangkah, Amanda langsung berkata, “Gio! Aku akan datang lagi menemuimu! Jika kamu membutuhkan sesuatu katakan saja padaku atau kamu bisa menghubungiku. Akan aku bawakan makanan kesukaanmu lain kali.”