GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 314. MEMBAYAR GANTI RUGI


Melihat itu kemarahan Dion semakin memuncak. Dia ingin menghajar semua orang saat ini, semuanya kacau! Dia sudah merenggut kesucian Joana yang dia kira adalah Arimbi.


 


‘Sialan!’ geramnya didalam hati. Semua orang pergi meninggalkan kamar itu menuju ke lantai bawah.


Semua orang berkumpul di ruang tamu villa itu. Para pengawal Emir dan Dion juga berjaga-jaga. Sedangkan Joana tak berani mendongakkan kepalanya. Dia merasa malu dan ketakutan pada Dion duduk diseberangnya.


 


“Sebaiknya aku bawa Joana ke mobil saja. Dia pasti sangat syok dan trauma! Entah apa yang dilakukan pria brengsek itu padanya semalaman.” ujar Arimbi langsung berdiri dan memegang tangan Joana.


“Ayo kita keluar dari sini, Joana. Kamu jangan takut ada aku disini.” ucap Arimbi menenangkan sahabatnya itu. Dia bisa merasakan ketidak nyamanan yang dirasakan Joana berada disana.


 


Arimbi dan ibunya Joana membawa gadis itu keluar dari villa Dion. Diam-diam Joana menghela napas lega dia bisa keluar dari sana dengan aman. Jayanti yang tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menghibur putri semata wayangnya.


“Joana! Ibu tidak marah padamu. Ibu tahu kamu tidak bersalah, jangan bersedih. Kami akan menjaga dan melindungimu, Joana.” ucapnya dengan suara gemetar.


 


Mereka menuju ke mobil keluarga Ganesha dan Joana duduk didalam bersama ibunya. “Tante, sebaiknya segera bawa Joana ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Pastikan kondisinya baik-baik saja. Nanti aku akan menyusul kalian, biar aku dan Emir yang mengurus masalah ini.”


 


“Arimbi! Kami tidak mau bermasalah dengan Tuan Harimurti! Apapun yang menurutmu terbaik untuk Joana, aku percayakan padamu. Terima kasih Arimbi, kami selalu saja menyusahkanmu.”


“Jangan begitu tante. Semua ini salahku, kalau bukan karena aku maka Joana tidak akan mendapat masalah sebesar ini. Aku akan mendapatkan keadilan untuknya.” ucap Arimbi berjanji.


 


“Joana, beristirahatlah dirumah. Aku akan menemanimu nanti!” kata Arimbi menatap sahabatnya dengan tatapan sendu. Ada kebencian yang mendalam dihati Arimbi atas apa yang dilakukan Dion Harimurti pada sahabatnya itu. Bagaimanapun caranya, dia akan membuat Dion Harimurti mempertanggung jawabkan perbuatannya!


 


“Selesaikan saja masalah ini secara hukum! Bagaimana pun penculikan dan pemerkosaan bukan kasus yang ringan!” ujar Emir menatap tajam pada Dion yang juga menatapnya.


“Aku akan memberikan ganti rugi berapapun yang kalian inginkan!” kata Dion menatap ayah Joana. “Katakan berapa banyak yang anda inginkan Tuan Ganesha.”


 


“Cih! Ganti rugi katamu?” teriak Arimbi yang sudah balik lagi kedalam rumah itu. “Tuan Dion Harimurti yang terhormat tapi bajingan! Bagaimana kamu akan membayar ganti rugi atas apa yang sudah kamu renggut dari gadis itu? Hah?” jari telunjuknya mengarah kewajah Dion.


“Arimbi, sayang….kemarilah!” Emir memanggil Arimbi dengan suara lembut yang membuat Dion mengepalkan tangannya dan tatapannya lurus pada Arimbi.


 


“Emir! Aku tidak akan pernah membiarkan bajingan ini lari dari perbuatannya! Manusia tidak punya hati sepertimu akan mati kesepian sepanjang hidupmu! Apa kamu pikir uangmu bisa mengembalikan keceriaan Joana, hah? Dion Harimurti! Jika kamu tidak menunjukkan hati nuranimu dan mempertanggung jawabkan perbuatanmu! Aku akan menghantui hidupmu dan membuatmu hidup seperti di neraka!” ancam Arimbi.


 


“Cih! Arimbi, aku sudah cukup bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi! Aku tidak peduli berapapun yang keluarga Ganesha inginkan pasti akan kupenuhi.” ucap Dion. “Hanya sebatas itu aku bisa bertanggung jawab! Jangan pernah meminta lebih karena aku tidak bersalah!”


“Heh! Tidak bersalah? Sekarang aku jadi tahu betapa rendahnya dirimu Dion Harimurti! Jadi kamu memang sudah merencanakan ini sejak lama? Kamu memang berencana menculikku lalu memperkosaku? Kamu itu pria gila! Sebaiknya kamu pergi menemui psikiater!”


 


“Sebaiknya kamu melihat rekaman CCTV dari kelab malam itu! Supaya kamu bisa lihat kalau aku dan Joana tidak pernah berniat menjebakmu! Kami sengaja bertukar tempat karena ada seseorang yang bermaksud untuk menjebakku!” ujar Arimbi.


 


“Joana meminta agar dia yang menggantikanku malam itu! Keluarga Lavani ingin menjebakku, sepanjang waktu aku ada di kamar VIP yang bersebelahan dengan kamar VIP yang dibooking oleh Amanda dan keluarga Lavani! Tapi, anehnya bagaimana anda bisa tahu kami ada disana tadi malam?” Arimbi memicingkan matanya menatap Dion.


 


“Kamu pikir aku percaya dengan penjelasan tidak masuk akalmu itu?” ujar Dion.


“Terserah! Tapi yang jelas, anak buahmu mengikuti kami kesana bukan? Atau jangan-jangan kamu memang sengaja mengikuti kami atau mungkin anda bekerjasama dengan keluarga Lavani untuk menjebakku.”


 


“Aku tidak punya waktu untuk omong kosong ini! Saya ada rapat pagi ini, saya sudah mengajukan tawaran ganti rugi! Tuan Ganesha bisa mempertimbangkan berapa jumlah yang harus saya bayarkan. Saya permisi!” ujar Dion berdiri namun sebuah sepatu melayang mengenai kepala Dion. Semua orang membelalakkan mata terkejut.


 


“Brengsek! Dasar laki-laki brengsek! Kamu pikir Joana itu apa, hah? Setelah kamu merenggut masa depannya, dengan seenaknya anda membayarnya? Tuan Dion, apakah anda menganggap sahabatku itu perempuan murahan yang bisa anda bayar setelah puas memakainya? Dia gadis baik-baik dan tidak pernah berpacaran!” teriak Arimbi marah.


 


“Arimbi! Tahu batasan! Aku tidak akan memarahimu tapi aku juga punya batas kesabaranku. Kamu sudah memukulku dan barusan kamu melemparkan sepatumu padaku? Aku sudah cukup bicara disini! Kabari aku jika kalian sudah bisa memberitahu jumlah yang harus ku bayarkan pada Nona Joana.”


“Jadi hanya sebatas ini pertanggung jawabanmu Dion?” tanya Arimbi. “Aku benar-benar kecewa. Tapi, baiklah kalau begitu aku mewakili sahabatmu memintamu untuk membayar ganti rugi dengan menikahinya atau menyerahkan setengah hartamu padanya.”


 


Dion menatap Arimbi dengan tatapan yang sulit dimengerti. “Aku sudah mengajukan tawaranmu.” Dion mengeluarkan cek yang sepertinya sudah dia persiapkan.


Lalu menyerahkannya pada ayah Joana dan berkata, “Tuan Ganesha, saya tidak bisa menikahi putri anda sebagai pertanggung jawabanku silahkan tuliskan jumlah yang anda inginkan di cek itu.”


 


Tanpa berkata-kata lagi, Dion melangkah pergi menuju ke lantai atas. Meninggalkan semua orang yang menatap kepergiannya. Sedangkan ayah Joana menatap nanar selembar cek ditangannya.


“Paman, bisa aku ambil ceknya?” tanya Arimbi yang langsung dijawab ayah Joana dengan anggukan lalu menyodorkan cek itu pada Arimbi.


 


“Aku akan menyelesaikan masalah ini Paman! Aku akan mendapatkan keadilan untuk Joana! Dia tidak pantas diperlakukan seperti ini! Emir selalu mendukungku jadi paman jangan takut pada ancaman Dion. Aku tidak akan membiarkan dia mengancam dan mengganggu keluarga Ganesha.”


 


“Arimbi, Tuan Emir. Keluarga kami berterima kasih atas bantuan kalian! Sebaiknya aku membawa istri dan putriku pulang. Joana pasti trauma atas kejadian ini.” ucap Hardy Ganesha yang langsung berdiri.


“Ayo kita pergi, sayang. Masih ada hal lain yang harus kita kerjakan hari ini.” kata Emir memegang tangan istrinya sambil mengecup tangan itu.


 


...*****...