GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 293. PENGKHIANAT


Mana mungkin mereka menikah? Kalau mereka benar-benar sudah menikah aku pasti tahu! Setelah diam untuk beberapa saat, Amanda menatap Zivanna dan Gio bergantian lalu menggelengkan kepalanya. Karena dia memang tidak tahu sama sekali tentang hal itu.


“Yakin tidak tahu? Amanda, jika kamu ingin kami membantumu maka kamu harus tahu semua tentang orang yang ingin kamu singkirkan! Bukankah kamu putri dari keluarga Rafaldi? Bagaimana bisa kamu tidak tahu kalau Tuan Emir dan Arimbi sudah menikah?” Zivanna secara halus berusaha mengacaukan pikiran Amanda untuk memprovokasinya.


“Zivanna, sudah lama kita berteman dan aku tidak pernah sekalipun membohongimu. Aku memang sama sekali tidak tahu menahu soal itu. Aku baru mendengarnya darimu! Siapa yang mengatakan itu padamu? Apakah orang itu mengatakan yang sebenarnya?” tanya Amanda mengerutkan alisnya.


“Nyonya Serkan yang mengatakannya padaku! Dia bilang kalau Tuan Emir dan Arimbi sudah menikah resmi. Amanda….apakah kamu yakin? Bagaimana dengan kedua orang tuamu? Menurutmu mereka tahu tentang itu atau tidak? Atau jangan-jangan mereka mengetahuinya dan sengaja merahasiakannya darimu? Huh!” Zivanna tersenyum sinis.


Amanda hanya terdiam, dia mulai mengingat-ingat beberapa kejadian sebelumnya. Emir yang datang makan malam bersama dirumah keluarga Rafaldi dan soal mobil baru milik ibunya yang kata pelayan waktu itu dibawa oleh salah seorang pengawal Emir. Dia merasa gemetar sekarang, apakah selama ini Arimbi berada dikediaman Serkan bukan sebagai pengasuh tetapi sebagai istri Emir?


“Ehm…..sebenarnya aku juga tidak tahu pasti. Tapi setelah kupikir-pikir sepertinya hubungan Arimbi dan Tuan Emir itu seperti ambigu. Beberapa hari yang lalu Tuan Emir datang kerumah kami bersama dengan Arimbi untuk makan malam bersama. Tapi saat itu kupikir mungkin itu hal yang wajar karena Arimbi bekerja sebagai pengasuh Tuan Emir.”


“Heh! Tidak mungkin seorang majikan akan pergi makan malam kerumah keluarga pengaasuhnya! Amanda….Amanda…..aku tidak menyangka kau sebodoh itu! Tidak bisa berpikir jauh padahal sudah terlihat jelas didepan matamu! Kamu ini mau perang tapi kamu sangat bodoh dan buta.” ujar Zivanna merendahkan Amanda.


Dia merasa kalau apa yang dikatakan Amanda itu tidak benar. Tidak mungkin Amanda tidak mengetahuinya! Apa yang sebenarnya sedang direncanakan oleh Amanda? Aku tidak mau dia berada jauh dari pengawasanku!’ bisik hati Zivanna.


Sementara Amanda merasa sedikit tersinggung dengan perkataan Zivanna yang terdengar meremehkannya. Jika punya pilihan dia akan mencari orang lain yang bisa membantunya merebut semua yang seharusnya miliknya dari Keluarga Rafaldi. Tapi saat ini hanya keluarga Lavani yang jadi kandidat terbaik dan terkuat.


Amanda berusaha terlihat tenang dan tak terpengaruh pada ucapan Zivanna.


“Amanda, setelah mendengar ucapanmu membuatku berpikir jika kedua orang tuamu sudah mengetahui status Tuan Emir dan Arimbi. Tetapi mereka sengaja merahasiakan darimu. Hehe….sudah bisa dipastikan jika kamu tidak segera bertindak maka tak lama lagi kamu akan ditendang keluar dari rumah keluarga Rafaldi dan juga dari perusahaan.”


“Tidak mungkin ayahku melakukan itu.” ujar Amanda dengan percaya diri.


“Coba kamu pikir, jika memang kedua orang tuamu tidak mengetahui status Arimbi dan Tuan Emir, apakah menurutmu mereka bisa makan malam bersama tanpa memberitahumu tentang itu? Tidakkah menurutmu seperti di sengaja karena mengira kamu akan pulang terlambat.”


Perkataan Gio itu sontak membuat Amanda geram, semua yang dikatakan Gio itu memang benar adanya. Suasana saat itu langsung berubah setelah kedatangannya. Apakah benar jika kedua orang tuanya akan menendangnya keluar suatu hari nanti?


Zivanna saling bertukar pandang dengan Gio, mereka tersenyum puas karena sepertinya berhasil mempengaruhi pikiran Amanda. Hanya selangkah lagi, maka wanita itu akan berubah pikiran dan menjadi pengkhianat. Gio mengingat perkataan Johan yang ingin mendapatkan Rafaldi Group. Gio pun langsung mendapatkan ide cemerlang.


“Amanda, aku tidak yakin semua rencanamu akan berhasil! Arimbi sudah memiliki Tuan Emir yang akan melindunginya. Bagaimana denganmu? Kamu hanya sendirian, kami bisa membantumu merebut Rafaldi Group tapi apakah kamu mampu melindungi dirimu sendiri? Kamu tahu betapa kejamnya Tuan Emir kan? Kamu harus mempunya seseorang yang berkuasa dan kuat untuk menjalankan rencanamu.”


Wanita itu diam dan memikirkan semua ucapan Gio tadi. Ya, dia memang tidak memiliki siapapun untuk melindunginya. Keluarga kandungnya semuanya orang-orang yang tidak berguna. Amanda mendongak dan menatap Gio yang tersenyum padanya. Amanda mengangguk lalu membalas senyuman Gio. “Apa rencana kalian? Bagaimana kalian akan membantuku?” tanya Amanda.


“Percayakan saja pada kami, biarkan kami yang menyusun rencananya. Tapi, Amanda apakah kamu mau mempertimbangkan usulanku waktu itu? Gio mencintaimu dan jika kamu bersedia menjadi kekasihnya, dia dan seluruh keluarga Lavani akan melindungimu! Tapi, tanpa itu kami tidak bisa melakukan apa-apa untukmu. Kedua orang tua kami tidak akan setuju jika kami membantumu.”


Amanda mengangguk, “Aku mengerti. Sebenarnya aku tidak masalah soal itu. Tapi aku merasa tidak pantas saja bersama Gio. Karena latar belakang keluargaku.” ucap Amanda akhirnya membuat keputusan setelah dia memikirkannya.


“Sudahlah! Saat ini kan kamu masih berstatus putri dari Keluarga Lavani! Sebelum terlambat, kamu harus sudah bisa menguasai semuanya. Dengan begitu kamu akan mempunyai status tinggi dan pantas menjadi bagian dari keluarga Lavani meskipun kamu tidak menyandang gelar keluarga itu lagi.”


“Baiklah. Aku setuju! Mari kita lakukan semuanya secepatnya.” ujar Amanda lalu meletakkan folder tebal diatas meja dan berkata. “Ini semua informasi dari proyek-proyek besar yang sedang ditangani oleh Rafaldi group saat ini! Ada beberapa proyek besar yang masih dalam proses untuk penandatanganan kontrak.”


“Bagus! Bagus sekali Amanda! Ternyata kamu sudah bergerak cepat. Aku akan selesaikan ini secepatnya. Paling lama besok kamu akan sudah mendengar kabar baik tentang ini. Mari kita bersulang untuk misi kita.” ucap Gio yang terlihat sangat senang akhirnya Amanda menerimanya. Keduanya pun terlibat pembicaraan. Amanda menjelaskan tentang proyek-proyek itu dan sudah sejauh mana.


‘Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang Arimbi! Perempuan ******! Brengsek! Berani-beraninya kamu menikahi Tuan Emir! Tidak ada seorang wanita pun bisa memilikinya! Dia milikku!’ geram Zivanna didalam hatinya. Dia sudah mempunyai rencana sendiri yang akan dilakukannya pada Arimbi.


Rasa bencinya pada Arimbi karena sudah resmi menikah dengan Emir, membuat Zivanna mengomel dan memaki didalam hatinya. Dia tak peduli pada Gio dan Amanda yang sedang terlibat perbincangan. “Aku ke toilet sebentar.” ucapnya lalu berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu.


Saat dia hendak berbelok kearah dimana toilet berada tak sengaja dia melihat kearah pintu masuk. Betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang baru saja masuk ke restoran itu. Dia segera melangkah kebalik pilar agar tidak terlihat oleh orang itu.