
“Tentu saja, aku mencintaimu. Reza jangan pernah meragukan perasaanku padamu. Bahkan jika pria lain menyukaiku, aku tidak akan pernah berubah pikiran. Kamu satu-satunya pria dihidupku sekarang dan nanti dimasa depan.” jawab Amanda menatap pria itu dengan tulus.
“Benarkah?” Reza mengangkat tangannya yang memegang gelas anggur dan mencondongkan tubuhnya kedepan untuk meneguk anggur.
“Amanda kenapa kamu tidak minum anggurmu? Apa kamu takut aku akan mencampur anggurmu?” tanya Reza. Dan ketika Amanda mendengar itu dia dengan lembut mencubit telinganya dan menjawab.
“Reza, kamu membuatku sedih dengan mengatakan itu. Kenapa kamu mengira aku akan berpikir begitu? Apa yang ingin kamu katakan padaku malam ini?”
“Amanda, sebenarnya aku sendiri yang meminum obat itu tadi malam.”
“Aku tahu! Zivanna memberitahuku. Ada kamera pengintai yang dipasang diseluruh rumahmereka dan tidak ada titik yang terlewatkan dari pantauan kamera.”
Reza mendengus dengan sinis. Jika kamera pengintai di kediaman keluarga Lavani ada disemua sudut pandang maka mereka akan tahu siapa yang menutupi kepalanya dengan karung dan memukulinya lalu memaksanya untuk meminum anggur yang sudah dia bubuhi obat perangsang.
Namun tidak ada satu kabarpun yang datang dari Keluarga Lavani tentang itu. Tidak ada yang mengungkit soal Reza dipukuli hingga babak belur malam itu.
Seharusnya keluarga Lavani mencari tahu penyebab insiden itu, atau jangan-jangan mereka sendiri yang melakukan itu padanya dan menutupi kebenarannya untuk mengalahkannya.
“Amanda, kamu adalah orang yang paling kucintai.” Reza menyesap lebih banyak anggur dari gelasnya sebelum mengangkat dagu Amanda.
Lalu dia menempelkan bibirnya ke bibir Amanda. Selama mereka berciuman, Reza mengambil kesempatan dari jalinan bibir mereka untuk memasukkan anggur di mulutnya ke mulut Amanda dan memaksanya untuk menelannya.
Reza!” setelah ciuman itu wajah Amanda menyerupai buah persik dan dia terengah-engah. Matanya yang indah menyipit dan dia mengangkat dagunya sedikit, mengundang Reza untuk menciumnya lagi.
“Aku mengagumimu Reza! Aku mencintaimu dulu, sekarang dan selamanya.”
Reza tertawa saat mendengar kata-kata Amanda lalu dia mengambil gelas anggur dari tangannya menyesap anggur dan memaksanya untuk meminumnya dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Dalam jertan bibir dan lidah mereka melakukannya berulang-ulang hingga segelas anggur pun habis.
“Amanda,biarkan aku mencintamu dengan benar.” Reza tidak melepaskannya ketika seteguk anggur terakhir dimaksukkannya kedalam mulut wanita itu. Tetapi Reza memperdalam ciumannya dan menekan tubuh Amanda ke sofa untuk berbaring. Akhirnya dia menekan tubuh Amanda diatasnya, keduanya saling membalas.
Amanda tidak dapat menahan diri saat berada dibawah pengaruh alkohol, tidak peduli seberapa keras dia berusaha tapi pada akhirnya dia pun menyerah. Dia terbuai dengan sentuhan dan kenikmatan yang diberikan Reza padanya.
Meskipun ini sudah biasa mereka lakukan, namun saat Amanda terbangun dari kejadian itu dia langsung menampas Reza tanpa ragu.
“Amanda!” Reza mengerang sambil memegangu wajahnnya yang ditampar dan bertanya, “Kenapa kamu menamparku? Apa yang salah?”
“Reza Kanchana! Apa kamu berkomplot untuk melawanku? Pasti ada sesuatu didalam anggur itu, iyakan?” dia tidak akan menyerahkan dirinya dengan cara seperti tadi.
Meskipun mereka sudah sering melakukannya tapi Amanda tidak pernah menyerahkan dirinya layaknya seorang j***ng. Di masalalu, tidak peduli seberapa bersemangatnya mereka satu sama lain Amanda masih bisa mendapatkan kesadarannya kembali dan menghentikan Reza untuk melangkah lebih jauh.
Tetapi kali ini, dia tidak bisa menahan diri karena segelas anggur itu pasti sudah dibubuhi sesuatu didalamnya.
“Amanda, bagaimana aku bisa berkomplot melawanmu?Tidak ada apa-apa di gelas, jadi bagaimana aku bisa melakukannya? Kamu adalah wanita yang paling aku cintai. Bukankah wajar bagi kita untuk mengambil langkah selanjutnya dalam hubungan kita setelah saling mencintai begitu lama?”
Reza menariknya kedalam pelukannya, “Amanda, aku dapat menyakinkanmu bahwa aku akan bertanggung jawab. Tunggu sampai aku menyelesaikan krisis keluargaku dan mengambil alih keluarga Kanchana. Aku pasti akan menceraikan Ruby dan menikahimu.”
“Apa? Apa katamu barusan?” Amanda menoleh dengan tiba-tiba. Gerakannya terlalu keras sampai-sampai dia bertabrakan dengan dagu Reza, menyebabkan dia berteriak kesakita. “Reza Kanchana! Apa yang kamu katakan? Kamu akan menceraikan Ruby? Maksudmu kamu ingin bertanggung jawab padanya dengan menikahinya?”
Reza menjawab dengan nada meminta maaf, “Amanda, aku tidak berdaya disini. Keluarga Kanchana telah menyinggung keluarga Serkan. Tidak….tidak...itu sebenarnya hanya rumor tetapi semua orang menganggapnya serius dan terus menyerang keluarga kami. Ayahku dan aku pergi mencari Tuan Emir tetapi kami tidak bisa bertemu dengannya.”
“Tadi malam pikiranku kacau dan aku secara tidak sengaja menyinggung keluarga Lavani. Keluarga Kanchana akan kalah jika Keluarga Lavani mengambil langkah lain. Amanda, aku tidak tega melihat keluarga kami hancur begitu saja. Aku yakin kamu tidak tega melihat keluargaku bangkrut karena mereka juga calon mertuamu!”
“Aku sudah melecehkan Ruby jadi aku tidak punya pilihan lain selain bertanggung jawab. Tapi jangan khawatir, bahkan jika aku terpaksa menikahinya, dia hanya akan menjadi istri diatas kertas saja bagiku. Kamu adalah satu-satunya wanita yang aku inginkan.” ujar Reza menjelaskan panjang lebar.
Wajah Amanda menjadi pucat setelah mendengar penjelasan dan keluhan Reza yang panjang. Reza benar-benar tidak tahu malu! Sekarang dia malah memutuskan untuk bertanggung jawab pada Ruby, entah bagaimana dia masih bersama Amanda. Apa sebenarnya maunya? Apa dia ingin menjadikan Amanda kekasih gelapnya?
Bagaimanapun Reza hanyalah seekor ikan dilautan. Selama Amanda ingin menikah, Gio bisa segera menikahinya. Ketika dia memikirkan Gionino, hatinya sakit memikirkan dia telah kehilangan keperawanannya pada Reza.
Dia sangat marah sebelum dia mendorong Reza dengan keraas. Kemudian dia berdiri dan berteriak sambil mengacungkan jari telunjuknya kearah pria itu.
“Reza! Untuk apa kamu masih bersamaku? Kamu telah memutuskan untuk menikahi Ruby, tapi...apa kamu merencanakan untuk menjadikan aku simpananmu, hah? Apa ini cinta yang kamu maksud? Kamu benar-benar tidak tahu malu Reza! Kamu bajingan! Brengsek!” Amanda menamparnya keras.
Reza tidak menahan serangannya sebelum dia meraih tangannya dan menarik Amanda masuk kedalam pelukannya. Dengan nada pelan dia berkata, “Amanda, apa kamu lupa saat aku menyetujui rencana konspirasimu untuk berurusan dengan Arimbi dan menikahinya. Kamu bilang kamu bisa menjadi simpananku demi untuk kesuksesan kita. Sampai kita berhasil, aku bisa menceraikan Arimbi dan menikahimu.”
“Tapi kamu bilang tidak akan pernah menyentuh Arimbi.” kata Amanda.
“Aku juga berjanji padamu sekarang bahwa aku tidak akan pernah menyentuh Ruby.” jawab Reza. Janji tambahan itu membuat Amanda terdiam. Dia membenci dirinya sendiri karena telah mengatakan hal-hal seperti itu sejak awal.