GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 206. KECEMBURUAN ZIVANNA


Bagaimana dia bisa menjadi wanita yang kuat dan kompeten tanpa kesempatan untuk bekerja? Untungnya jarang ada wanita kompeten dilingkaran sosialnya. Sama sepertinya, semua orang dilingkaran sosialnya menjalani kehidupan membosankan dimana mereka hanya bisa menghilangkan kebosanan mereka dengan menghabiskan uang.


Oh, Amanda adalah pengecualian karena Keluarga Rafaldi tidak memiliki anak laki-laki. Terkadang Zivanna merasa iri dengan kemampuannya bersaing dengan sekelompok pria di mal. Tidak, Emir tidak menyukai wanita yang kuat. Dia adalah hewan berdarah dingin tanpa hati nurani. Dulu ketika Emir masih pria normal tidak ada wanita yang bisa meluluhkan hatinya.


Sekarang setelah dia tidak bisa melakukan hubungan seksual lagi, itu bahkan menjadi semakin mustahil. Zivanna pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke toko utama Michele.


Dia ingin memintanya untuk mendesain beberapa gaun baru untuknya tapi dia tidak menyangka jika Michele malah tidak ada disana.


“Kemana Michele pergi?” tanya Zivanna pada manajer toko dengan nada tidak senang. “Bukankah dia seharusnya bertanggung jawab atas toko utama hari ini?”


Zivanna adalah seorang putri dari keluarga kaya raya dan selalu merasa kalau dia harus diutamakan oleh semua orang. Jadi saat dia tidak mendapati Michele di butik itu, dia pun merasa kesal.


Manajer toko menjawab dengan hormat dan sopan, “Nona Lavani, saya benar-benar minta maaf. Sebelum anda datang, Direktur Januar pergi ke Rafaldi Group untuk mengukur Nyonya Muda Arimbi dan menanyakan desain yang disukainya agar dia bisa membantu Nyonya Muda Arimbi merancang empat puluh set pakaian sehari-hari untuknya.”


Mendengar ini Zivanna mengerutkan keningnya dan bertanya dengan nada tidak suka. “Michele mendesain empat puluh set pakaian sehari-hari untuk Arimbi? Kenapa harus dia? Dia hanya pengasuh Tuan Emir yang tak dibayar!” memikirkan bahwa Arimbi mencoba untuk memperebutkan Rafaldi Group dengan Amanda, ini persis seperti cerita David dan Goliat.


Arimbi terlalu sombong, bisa-bisanya dia memesan empat puluh set pakaian sehari-hari.


Manajer toko menjawab, “Nona Zivanna, Tuan Muda Emir yang secara pribadi datang untuk mencari Direktur Januar dan memintanya untuk pergi ke Rafaldi Group hari ini untuk membantu Nyonya Muda Arimbi mengukur dan mendesain pakaian sehari-harinya. Untuk sementara mereka memutuskan memesan empat puluh set. Dengan sepuluh set untuk setiap modelnya.”


Wajah Zivanna langsung memucat dan ekspresinya berubah. Arimbi! Bagaimana bisa dia mendapatkan perlakuan khusu dari Emir? Bukankah Emir hanya memperlakukannya sebagai pengasuh gratis? Melihat ekspresi Zivanna yang berubah karena cemburu, manajer toko itu tetap tersenyum dan berteriak senang didalam hatinya. ‘Apa lagi yang kamu tunggu Nona Zivanna? Cepat dan buat masalah bagi Nyonya Muda Arimbi!’


Untuk seseorang seperti Emir, bahkan jika dia cacat dan tidak bisa melakukan hubungan seksual lagi tapi dia masih bukan seseorang yang bisa disandingkan dengan udik desa seperti Arimbi.


Sesuai dengan perkataan lain Emir bahwa begitu dia mengumumkan hubungannya dengan Arimbi, itu tidak hanya akan membawa ketenaran dan kekuatan tak terbatas untuk Arimbi tetapi juga bahaya yang tak ada habisnya.


Ada terlalu banyak wanita yang mengaguminya. Jika dia selalu melajang, wanita-wanita itu yang tidak bisa bersamanya masih bisa menjaga kewarasan mereka, tetapi begitu ada seseorang yang menerima perlakuan khusus dari Emir maka wanita-wanita itu akan menjadi gila dan akan melakukan segalanya untuk menimbulkan masalah bagi Arimbi. Bagaimanapun, kecemburuan bisa membuat orang gila.


“Nona Zivanna?” panggil manajer toko saat melihat wanita itu terdiam tak bergeming. Zivanna segera berbalik dan pergi. Manajer toko itu buru-buru mengikutinya. “Apakah anda tidak mau menunggu Direktur janur kembali Nona Zivanna?”


“Aku akan mencarinya.” kata Zivanna dengan marah, dia baru tersadar setelah mendengar perkataan manajer toko itu kalau dia memanggil Arimbi dengan sebutan Nyonya Muda Arimbi?


Zivanna tidak tahan dengan kenyataan bahwa dia sebagai satu-satunya putri Keluarga Lavani harus menunggu beberapa hari untuk Michele bisa mendesain beberapa set pakaian untuknya. Namun Arimbi dapat dengan mudah membuat Michele mendesain empat puluh set pakaian sehari-hari untuknya!


Zivanna bahkan langsung menelepon Amanda. Setelah Amanda menjawab panggilan teleponnya, dia segera bertanya, “Amanda, apakah adik perempuanmu yang tidak tahu malu itu bekerja sebagai pengasuh untuk Tuan Emir di Villa Serkan atau dia menghangatkan tempat tidurnya?”


Sebenarnya mereka tadi hendak pergi bersama keperusahaan itu, tapi saat Arimbi mengingat bahwa ini adalah persaingan diantara mereka maka diapun memutuskan membuat pertemuan diwaktu lain.


Tetapi saat dia baru saja akan sampai di perusahaan bernama PT. Libra Elektroindo itu, dia menerima telepon dari Zivanna. Dia tidak langsung menjawab panggilan dari Zivanna karena Amanda juga terkejut dengan ucapan Zivanna.


Apa maksudnya semua ini? Kenapa Zivanna tiba-tiba marah-marah seperti itu dan menyebutkan nama Arimbi?


Amanda memandang keluar jendela mobilnya dan melihat Arimbi berjalan memasuki gedung kantor perusahaan itu tanpa menoleh ke belakang. Hari ini mereka akan bersaing untuk mendapatkan kontrak kerjasama itu. Tapi Arimbi mengundurkan waktu pertemuannya dengan manajer perusahaan itu dengan alasan yang tidak diketahui oleh Amanda karena Arimbi tidak mengatakan apa-apa padanya.


“Amanda! Kenapa kamu diam saja?” teriak Zivanna dari seberang telepon.


“Ah, iya Zivana. Maaf. Aku sedang mengemudi dan memarkirkan mobilku sekarang.”


“Apa kamu sudah bisa kuajak bicara sekarang?”


“Ya katakankah. Apa yang sebenarnya terjadi Zivanna?” tanya Amanda lagi.


“Apa kamu tahu apa sebenarnya pekerjaan Arimbi si udik kampung itu di kediaman Serkan?”


“Seperti kita semua tahu kalau dia disana untuk bertanggung jawab merawat Emir tanpa dibayar.” jawab Amanda mengatakan apa yang dia ketahui. Sampai saat ini dia belum tahu kalau sebenarnya Arimbi sudah menikah dengan Emir. Bahkan kedua orang tuanya tidak mengatakan apapun padanya.


“Apakah wajar jika seorang pengasuh gratis bisa memesan empat puluh set pakaian sehari-hari yang didesain langsung oleh Michele? Kurasa Arimbi itu tidak bekerja sebagai pengasuh saja tetapi juga menghangatkan tempat tidur Tuan Emir!” ujar Zivanna penuh kemarahan.


“Maksudnya?” tanya Amanda mengeryitkan dahinya.


“Arimbi memesan empat puluh set pakaian yang didesain Michele langsung. Menurut manajer toko saat ini Michele sedang menuju ke perusahaanmu untuk mengukur Arimbi dan memilih desain yang dia suka. Semua itu atas perintah Tuan Emir!”


Amanda sama terkejutnya dengan Zivanna saat mendengar itu. Tuan Emir memesan pakaian sebanyak itu untuk Arimbi? Tapi kenapa? Bagaimana bisa? Pikirnya.


“Zivanna, aku sama sekali tidak tahu mengenai itu. Nanti setelah aku kembali ke kantor aku akan menanyakan langsung pada Arimbi. Atau mungkin kamu ingin bicara langsung denganny?”


“Ya! Berikan nomor teleponnya padaku sekarang! Aku harus memberikan peringatan padanya! Sepertinya Wanita kampung itu harus tahu batasannya.” Zivanna langsung mematikan teleponnya dan tak lama kemudian dia menerima pesan masuk dari Amanda, nomor telepon Arimbi.