GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 179. MULAI MENUNJUKKAN DIRI


Serkan Global Group mempunyai banyak industri, dengan demikian hampir setiap pengusaha memiliki kesempatan untuk bekerjasama dengan mereka, dengan syarat bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk memenuhi standard perusahaan itu.


“Siapa yang mengelola PT. Libra Elektroindo?” tanya Amanda penasaran.


Jika dia bisa menonjol diantara para pesaing dengan mengamankan kontrak ini, dia tidak hanya akan mengamankan tempatnya di perusahaan tetapi dia juga akan dapat menempatkan dirinya di seluruh industri. Dengan begitu akan sulit bagi Arimbi untuk melampau kemampuannya dalam mengambil alih perusahaan.


“Tuan Jordan.” jawab Sandra.


“Dia bukan salah satu anggota keluarga Serkan?” tanya Amanda lagi ingin memastikan.


“Tidak. Dia hanya seorang manajer profesional.” jawab Sandra tersenyum.


Kata manajer mengingatkan Amanda pada seseorang, “Apa dia berusia awal empat puluhan dan agak gemuk? Dia selalu melihat orang lain dengan mata mesum?”


“Wakil Presiden Rafaldi, orang yang anda maksudkan itu tidak bekerjasama untuk keluarga Serkan. Tetapi pria yang saya maksudkan adalah seorang pria dewasa dan jelas dia pria yang sangat gagah.”


“Oh, begitu rupanya. Aku harus menemuinya kalau begitu.” Amanda berencana untuk menyarankan proposal kepada Yadid untuk menjalin kemitrain dengan PT. Libra Elektroindo. “Sandra,tolong beritahu aku semua detail tentang Tuan Jordan secepat mungkin terutama orang-orang yang dia suka dan semuanya.”


Terlepas dari barang-barang berkualitas yang di produksi perusahaan mereka, Amanda juga ingin mengenal pria gagah ini untuk mengasah seleranya sehingga bisa meningkatkan keberhasilannya untuk memenangkan tender itu.


“Baik, Nona.” jawab Sandra.


Ada pertemuan yang diadakan diantara pejabat petinggi di Rafaldi Group setiap senin pagi. Saat ini Yadid membawa berita tentang permintaan besar dari PT. Libra Elektroindo. Itu adalah sebuah tindakan tegas mereka untuk menimbulkan persaingan sengit diantara para pesaing untuk memenangkan tender kerjasama.


“Dibandingkan dengan para pesaing kita, perusahaan kita telah menjadi kandidat teratas untuk produksi papan sirkuit. Karena ini adalah permintaan yang besar maka hal itu akan memberi kita lebih banyak keuntungan, bukan hanya keuntungan saja jika kita bisa mendapatkan kontrak itu.”


Mampu menjadi mitra dengan Serkan tidak dapat disangkal akan meringingankan status seseorang di kota. Karena itu adalah bukti terbesar kemampuan seseorang dalam berbisnis. “Saya membutuhkan dua orang untuk mengerjakan proyek ini.”


“Direktur Rafaldi, saya ingin menjadi sukarelawan untuk proyek ini,” semua mata tertuju pada Amanda saat dia mengajukan diri.


Sebagai wakil direktur dan penerus perusahaan, posisinya akan semakin kuat jika dia berhasil menandatangani kontrak dengan PT. Libra Elektroindo. Pada saat yang sama itu akan membuat Arimbi si putri kandung keluarga itu akan berada pada posisi kurang menguntungkan.


Berbagi pemikiran yang sama, semua orang diruang rapat melirik kearah Arimbi yang duduk disebelah Yadid. Padahal dia tidak berhak menghadiri rapat sebagai sekretaris sesuai kebijakan perusahaan.


Namun tidak ada satupun dari mereka yang berani mengatakan apapun karena dia adalah putri kandung Yadid dan dialah yang secara pribadi membawa Arimbi ke rapat tersebut.


Mereka tidak seharusnya mempermalukannya. Tiba-tiba Arimbi pun ingin mengajukan diri untuk mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuannya dalam bisnis.


Dia bukan seorang gadis desa yang bodoh seperti yang orang-orang kira selama ini. Dan dia juga ingin membuat Amanda melihat bahwa dia tidak sebodoh yang Amanda kira.


“Sebagai calon penerus perusahaan, saya ingin menunjukkan kemampuan bisnis saya agar kelak tidak ada seorangpun yang salah paham tentang kemampuan bisnis saya.”


Sontak semua yang hadir terkejut dan langsung melirik Yadid. Ekspresi Amanda langsung berubah saat dia mendengar perkataan Arimbi, tetapi dia segera tenang kembali.


Sementara itu karyawan lain tidak akan terkejut dengan keputusan Yadid sebagai ayahnya. Tentu saja dia pasti menginginkan putrinya yang mengambilalih perusahaan dan beradaptasi lebih cepat dengan perusahaan.


Namun itu berarti keduanya akan bersaing untuk mendapatkan kontrak itu. Tapi apakah Amanda akan membiarkan semua itu terjadi setelah selama bertahun-tahun dia berada diposisinya sekarang dan mengasah kemampuannya untuk mengambil alih perusahaa? Akankah dia akan bersedia menyerahkan posisinya sebagai penerus kepada Arimbi?


“Baiklah. Saya setuju jika Arimbi juga mengambil bagian dalam bisnis ini sehingga dia bisa mengasah kemampuannya dalam bisnis. Saya tahu Arimbi juga punya kemampuan bisnis yang cukup baik.”


Pada saat bersamaan Arimbi terkejut dengan putusan ayahnya yang tiba-tiba. Sebagai pendatang baru dia memang belum beradaptasi dengan manajemen apalagi memahami semua produk.


Tetapi Arimbi adalah seorang yang pintar dan dengan diizinkannya dia mengambil bagian dalam bisnis ini maka dia memiliki kesempatan emas untuk memperluas wawasannya dan menunjukkan pada semua orang kemampuannya bernegosiasi dalam bisnis. Menurutnya ini tidaklah sesulit yang dia pikirkan setelah dia banyak bertanya pada suaminya tentang bisnis.


“Baiklah. Terima kasih atas kesempatannya Direktur Rafaldi. Saya tidak akan mengecewakan.”


“Jika ada masalah kamu dapat meminta bantuan dari Wakil Direktur Rafaldi.” jawab Yadid lembut.


“Baik.” setelah menuruti sarannya Arimbi menatap Amanda dan berkata, “Saya harap kita bisa bersaing dengan baik untuk memenangkan kerjasama ini. Saya akan senang jika Wakil Direktur juga bersedia memberikan saran dan berbagi pengetahuannya dengan saya.”


“Dengan senang hati,” jawab Amanda menunjukkan kemurahan hatinya tetapi sebenarnya dia memakai topeng kemunafikan. Didalam hatinya, dia mengutuk Arimbi yang sudah berani mengajukan diri untuk bersaing dengannya untuk mendapatkan kerjasama ini. Amanda tidak merasa takut sedikitpun karena inilah kesempatannya untuk menjatuhkan Arimbi.


Jika hal itu membuahkan hasil yang menguntungkan maka semua kesuksesan akan diberikan padanya.


Jika dia bisa membuat Arimbi gagal dalam mendapatkan kerjasama ini maka dia akan jadi kambing hitam yang siap dikorbankan Amanda untuk menguatkan posisinya di perusahaan. Seusai pertemuan, Arimbi dipanggil keruangan Yadid.


“Arimbi.” panggilnya dengan lembut. “Amanda sudah lama bekerja di perusahaan ini dibawah bimbinganku. Dia adalah orang yang hebat dengan keterampilan luar biasa. Jadi apapun pendapatmu tentangnya kamu harus melihat dan belajar darinya untuk mendapatkan pengalaman.”


“Ini adalah kompetisi yang ketat untuk mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan PT. Libra Elektroindo, jadi kita mungkin tidak akan menang kali ini. Tapi kamu tidak perlu khawatir tentang hasilnya karena hal itu hanya ilmu untuk kamu pelajari.”


“Aku mengerti ayah. Aku akan berusaha sebaik mungkin. Sebelumnya aku sudah punya bisnis kecil-kecilan dan aku sudah mengerti sedikit tentang bisnis. Apalagi Emir selalu mengajariku tentang bisnis di waktu luang kami dirumah.”


“Ah, baguslah kalau begitu jika Emir mengajarimu. Ayah dan Emir bisa membuatmu maju lebih cepat jika kamu mau bekerja keras dan banyak belajar.” ucap Yadid tersenyum lega. Dia merasa puas jika putrinya bisa banyak belajar dari Emir seorang pebisnis terhebat. 


“Tapi ingatlah satu hal Arimbi. Kamu harus selalu menjaga kewaspadaanmu. Setiap orang adalah ular didunia bisnis, kamu tidak akan tahu apa yang mereka miliki dibalik lengan baju mereka.”