GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 91. PERUSAHAAN REZA TERANCAM


Setelah lebih tiga puluh menit, kedua gadis itu sedang berjalan-jalan sepanjang jalan setapak yang teduh di kediaman itu. Tapi hanya Arimbi yang tahu betapa kerasanya Amanda berusaha menahan amarahnya. Ini hanya membuat Arimbi semakin penasaran jika dia tanpa sadar telah melakukan sesuatu yang membuat Amanda kesal.


Sekarang, mereka berdua berada didaerah terpencil yang jauh dari villa dan semua orang, Amanda pun berhenti kemudian tiba-tiba berbalik dan tangannya melayang ke wajah Arimbi. Untungnya, Arimbi cukup sigap untuk menghentikan serangan dari Amanda.


Dia menangkap tangan Amanda sebelum mengenai wajahnya. “Oh...Amanda! Sejak kapan kamu hobi menampar wajah orang humm? Sudahkah kamu mempertimbangkan konsekuensinya memukul wajahku? Bagaimana kamu akan menjelaskannya pada ayah dan ibu?”


Arimbi dengan acuh menghempaskan tangan Amanda, dia tersenyum dan memasang wajah polos di wajahnya yang cantik selama kejadian itu, dia pikir mungkin ada seseorang yang melihat maka mereka akan mengira bahwa Amanda sudah menganiaya Arimbi yang polos. Arimbi bersikap seolah dia takut dan khawatir yang membuat Amanda semakin ingin mencabik-cabiknya.


Dimata Amanda bahwa Arimbi yang dilihatnya sekarang adalah Arimbi palsu yang berakting seperti orang polos dan teraniaya oleh saudarinya yang kejam. Hal itu membuat Amanda ingin melenyapkan Arimbi yang bertingkah menyerupai dirinya yang sangat jago akting berpura-pura.


“Arimbi! Hentikan sikap pura-puramu itu yang sok polos dan baik bak peri didepanku! Kamu akhirnya menunjukkan juga sifat aslimu setelah berada disini. Satu-satunya alasan kamu kembali pada kami adalah kamu adalah bajingan serakah yang mengincar kekayaan keluarga!”


“Ini adalah rumahku! Semua properti atas nama Keluarga Rafaldi adalah milik orang tuaku. Mereka dapat memberikannya pada siapapun yang mereka inginkan di masa depan. Kamu membuat seolah-olah aku memiliki niat jahat! Apa kamu lupa aku putri kandung mereka?”


Arimbi mencondongkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya yang cantik ke wajah Amanda. Membuat Amanda merasa ingin menancapkan kukunya ke wajah cantik itu dan mengoyaknya hingga wajah cantik itu hilang!


“Amanda, apa yang kamu inginkan dariku hingga kamu datang menginjak-ginjak lantai rumah dengan berisik dan membawaku ke tempat yang tidak bisa dilihat ibu?”


Arimbi berdiri tegak dengan senyum diwajahnya dan ekspresinya berubah serius, “Beritahu aku alasanmu ingin berkelahi denganku Amanda? Aku bahkan tidak melakukan apapun padamu akhir-akhir ini yang membuatmu ingin menyerangku seperti ini.”


“Arimbi! Katakan padaku, apa kamu menjelek-jelekkan Reza pada Tuan Emir?” Amanda tiba-tiba berteriak marah pada Arimbi. “Mengapa kamu membuat Tuan Emir menantang PT. Kanchana Semesta dengan mengatakan kebohongan? Apa kamu masih punya otak, hah? Apa yang Reza sudah lakukan padamu hingga kamu melakukan semua ini untuk membalasnya? Apakah kamu menyimpan dendam padanya karena dia tidak mengunjungimu? Ku pikir kamu benar-benar mencintainya tapi lihatlah apa yang kamu lakukan sekarang. Apakah ini caramu untuk menunjukkan rasa cinta?”


Amanda tak memberi kesempatan pada Arimbi untuk membela dirinya, dia terus saja mencecarnya dengan pertanyaan. “Apakah kamu mencoba membuat Tuan Emir mendorong PT. Kanchana Semesta ke jalan buntu? Kemudian kamu akan datang sebagai penyelamat Reza dengan mengatakan padanya bahwa kamu membantunya menyelamatkan perusahaannya. Apakah kamu mencoba membuatnya berhutang budi padamu selama sisa hidupnya?”


“Arimbi! Mengapa kamu melakukan perbuatan licik seperti ini disaat Reza telah berjanji bahwa dia akan menikahimu? Kamu benar-benar wanita yang tidak tahu malu!” teriak Amanda penuh amarah.


Akhirnya setelah berpikir sejenak, dia pun memahami semua yang diucapkan Amanda lalu Arimbi bertanya, “Apakah sesuatu yang buruk terjadi pada perusahaan mereka?”


“Ya! Reputasi mereka sekarang sedang terancam. Apakah kamu senang? Sudah puas kamu sekarang? Ini semua perbuatanmu! Apakah kamu yang menyebarkan desas desus bahwa PT. Kanchana Semesta telah menyinggung Serkan Global Group?” tanya Amanda sembari menatap tajam.


Arimbi sudah bisa menebak kira-kira apa yang telah terjadi pada perusahaan itu. Melihat Amanda yang sangat panik, Arimbi hanya mencibir dan berkata dengan dingin, ”Itu masalah Keluarga Kanchana kalau begitu. Mengapa kamu begitu khawatir ketika tidak ada hubungannya dengan Rafaldi Group? Kamu bahkan membawaku jauh-jauh kesini hanya untuk menegurku dengan kata-kata kasar dan membentakku. Oh iya Amanda, pastikan kamu mendapatkan fakta yang benar sebelum datang padaku! Lihat dan cek apakah aku benar-benar melakukan semua yang kau tuduhkan itu. Kita tidak pernah tahu konsekuensi dari sebuah tuduhan palsu terhadap seseorang. Setahuku hukumannya sangat berat loh.”


Amanda tanpa sengaja telah menunjukkan betapa besar kepeduliaannya pada Reza. Arimbi sebenarnya sedang menunggu tindakan Amanda yang akan berusaha membujuknya agar bersama kembali dengan Reza. Dia ingin melihat cara kreatif apalagi yang akan dipakai Amanda untuk menjebaknya lagi.


Amanda sudah tidak bisa mengatakan apa-apa sebagai balasan atas ucapan Arimbi tadi. Sudah pasti dia paham betul konsekuensi apa yang dimaksud oleh Arimbi. Dia juga menyadari kalau dia sudah bertindak berlebihan dan agak menyesalinya karena sedikit sifat aslinya terbongkar didepan Arimbi.


Amanda sangat mengkhawatirkan Reza dan perusahaan milik keluarga itu setelah dia mendengar berita. Sehingga dia buru-buru pulang untuk mendesak Arimbi agar mengatakan yang sebenarnya.


Dengan cepat Amanda menenangkan diri dan menjelaskan situasinya. “Arimbi, kita memiliki proyek bersama dengan PT. Kanchana Semesta dan Reza dan aku sudah berteman selama bertahun-tahun, jadi wajar kalau aku khawatir jika PT. Kanchana Semesta akan mendapat masalah. Hal itu akan mempengaruhi kerjasama perusahaan kita dan bisa mengakibatkan kerugian pada perusahaan juga.”


Tidak ada teman atau musuh abadi dalam bisnis, keuntunganlah yang membuat dunia berputar. Banyak perusahaan besar saling mengenal dalam bisnis dan Rafaldi Group dan PT. Kanchana Semesta terlibat bisnis beberapa kali, ini adalah sesuatu yang tidak di ketahui oleh Arimbi.


“Aku terlalu khawatir tadi dan aku tidak mengendalikan emosiku dengan baik. Aku minta maaf.” ucap Amanda meminta maaf setelah itu dia mulai lagi mengomeli Arimbi, “Kamu telah kembali selama satu tahun sekarang, kamu tidak mengambil peran apapun dalam bisnis perusahaan kita dan kamu mungkin tidak tahu apa-apa tentang perusahaan, tapi setidaknya kamu harus memahami betapa pentingnya sebuah koneksi bisnis yang kuat. Sedangkan kamu punya hubungan yang buruk dengan Tuan Emir dan bahkan kamu dibawa kembali kerumah Keluarga Serkan sebagai pengasuh gratis dan sekarang kamu malah menambah musuhmu dengan PT. Kanchana Semesta! Kalau kamu ingin membuat masalah jangan seret kami bersamamu!”


Arimbi hanya tersenyum,dia bukan pengasuh tapi istri dari seorang penguasa bisnis terbesar, “Dari mulutmu pun sudah terucap bahwa Emir membawaku kembali menjadi pengasuh gratis sebagai tindakan balas dendam kecilnya. Mengapa aku melakukan sesuatu seperti orang yang tak tahu malu memprovokasi Emir untuk menghancurkan PT. Kanchana Semesta, ha?”


Arimbi belum ada di posisi dimana dia bisa dengan mudah melakukan sesuatu termasuk menyabotase PT. Kanchana Semesta. Amanda memandang Arimbi dengan seksama dan setelah menyadari kalau dia memang mengatakan hal yang sebenarnya, dia tersenyum dan mencoba melingkarkan lengannya di lengan Arimbi yang kemudian ditepis wanita itu sebelum Amanda sempat melakukannya.