
Zivanna yang murka merasakan pipinya terbakar amarah. “Kak Johan!”
“Baiklah. Baiklah. Aku akan membelamu. Berhubunga aku sudah berjanji padamu, aku akan memberi pelajaran pada Rafaldi Group. Tunggu saja dan lihat apa yang akan terjadi pada mereka. Tunggu Yadid dan istrinya mengajak Arimbi datang dan memohon padamu. Sama seperti Presdir Kanchana dan putranya selalu menemui Tuan Emir dan memohon padanya!”
Alasan mengapa Reza sanggup bertanggung jawab demi Ruby tak lebih dari keinginannya menjaga PT. Kanchana Semesta. Dan berjalan dengan bantuan kekuatan PT. Lavani Indoraya.
Semula Johan ingin membantu PT. Kanchana Semesta secara diam-diam. Ia ingin melakukannya dengan alasan utama agar menyokong perusahaan itu dan menguatkan kekuasaannya.
Apalagi dengan mempertimbangkan hubungan Reza Kanchana dan Keluarga Zimena saat ini, jelas dia akan membantu PT. Kanchana Semesta melalui kemelut yang sedang mereka lalui sekarang. Tak ayal, Serkan Global Group pun mulai bergerak.
Sebenarnya mereka tak ingin mengalahkan PT. Kanchana Semesta dengan niat berbahaya. Hanya saja lawan dari PT. Kanchana Semesta mengambil kesempatan untuk menyerang mereka saat lengah yang membuat mereka mengalami kerugian sangat besar.
Kekuatan yang berpengaruh ini dipegang oleh pemilik Serkan Global Group. Dengan jentikan jari saja seseorang akan membantunya berjuang dan menghabisi siapa pun yang ingin mereka hancurkan.
“Amanda pun mengatakan bahwa Rafaldi Group sedang berusaha untuk menandatangani pemesanan dalam jumlah besar dengan PT. Libra Elektroindo, Kak Johan! Dia dan Arimbi bertanggung jawab atas proyek ini. Selain itu, Rafaldi Group pun membahas beberapa proyek penting. Perundingan itu hampir selesai dan Yadid begitu memperhatikan proyek-proyek ini.”
Singkatnya, Zivanna menyiratkan pada Johan untuk menghalau semua kesepakatan kerjasama yang dimilikioleh Rafaldi Group. Selama Rafaldi Group belum menyepakati, maka mereka bisa mencuri proyek itu dari mereka. Tak ada yang bisa mereka lakukan kepada mereka meskipun Yadid akan marah.
Lagipula, para penyerang akan selalu mendapatkan bagian terbaik dari kesepakatan dunia bisnis. Mata Johan berkedip, dan dia melirik Gio lagi. Lalu dia menenangkan amarah Zivanna. Setelah itu, kakak beradik itu mengakhiri teleponnya.
Johan kembali menoleh pada Gio yang berada disebelahnya, dengan tatapan serius dia bertanya. “Gio! Apa kamu benar-benar mencinta Amanda?”
Wajah tampan Gio sedikit tersipu, tetapi dia masih mengangguk, “Johan, kamu sudah lama tahu kalau aku menyukai Amanda. Hanya saja Amanda tidak ingin berhubungan saat ini. Selain itu, kamu tahu bahwa kedudukannya di keluarga Rafaldi sekarang sedikit janggal.”
“Rumah dimana dia tinggal selama lebih dari dua puluh tahun bukanlah rumahnya dan pasangan yang dia sebut sebagai orang tuanya selama lebih dari dua puluh tahun bukanlah orang tuanya. Derajat keluarga kandungnya tidak sesuai dengan derajat keluarga kita.” ujar Gio. Setelah mengatakan itu, dia merasa kasihan tas kehidupan wanita yang dia cintai.
“Gio! Amanda itu orang yang sangat ambisius! Apa kamu yakin kalau kamu bisa mengendalikannya?” ucap Johan.
Setelah mendengar itu, Gio menjawab dengan kesal, “Johan! Aku akan mencintai dan memanjakannya kalau dia ingin menikahiku saja. Jangankan mengaturnya, mengekangnya saja aku tidak mau. Jadi jangan pernah berkata ‘mengendalikan’ padanya!”
Setelah itu Gio menambahkan lagi, “Lagipula, keinginan apa yang dia miliki? Dia hanya ambisius demi bertahan hidup dan demi Rafaldi Group. Wajar saja baginya untuk melakukan itu ditempat dimana hanya yang kuat yang akan terus bertahan dan maju.”
Melihat bagaimana Gio membela Amanda sedemikian rupa membuat Johan hanya bisa pasrah. “Ini adalah urusan pribadimu. Jadi aku tidak akan terlalu ikut campur. Namun aku tidak akan mengizinkan Amanda menjadi bagian dari perusahaan kita. Kalau sampai dia menikah ke keluarga kita.”
Meskipun Johan merasa bahwa dia sangat berkuasa, tapi dia masih harus waspada untuk menghadapi Amanda. Bagaimanapun juga beberapa orang bisa menghabiskan waktu selama sepuluh atau dua puluh tahun atau bahkan seumur hidup untuk memuaskan keinginan mereka.
Para wanita di keluarga Lavani mirip dengan para wanita di keluarga Serkan. Mereka akan hanya jadi ibu rumah tangga dan membantu suami dalam merawat rumah dan keluarga.
Mereka wanita kelas atas yang hidupnya foya-foya dan membosankan, mereka pun tidak pergi bekerja. Perasaan Gio kepada Amanda terlalu dalam.
Johan merasa khawatir bahwa Gio akan sangat tunduk dan patuh pada Amanda kelak dan akan menggebu-gebu untuk memuaskan keinginan wanita itu. Sehingga Gio bisa saja akan membiarkannya agar terus bertempur dalam dunia bisnis.
“Amanda adalah pewaris keluarga Rafaldi. Dia tak punya waktu untuk bekerja demi PT. Lavani Indoraya.” ucap Gio yang memiliki percaya diri yang penuh pada kekasihnya. Amanda tentu akan berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan Gio pun bertekad akan membantu Amanda.
Johan menggerakkan bibirnya ingin mengatakan sesuatu tetapi akhirnya dia memilih untuk tidak mengatakan apapun saat dia melihat bagaimana Gio yang sangat percaya diri. Meskipun didalam hatinya dia merasa khawatir pada saudara laki-lakinya itu.
Pada saat yang bersamaan, Amanda yang baru saja berjalan menuju tempat parkir rumah besar Lavani melihat mobil masuk. Mobil itu berhenti disamping mobilnya.
Tiba-tiba Amanda melihat saat orang didalam mobil turun. Setelah melihat orang itu adalah reza, dia tertegun sejenak. Namun ini bukan mobil Reza.
Saat Amanda hendak memanggil nama Reza, dia melihat Reza berjalan cepat menuju kursi penumpang depan. Seperti layaknya seorang pria baik, Reza membukakan pintu.
Kemudian Amanda melihat Reza membantu seseorang keluar dari mobil. Wanita itu tak lain adalah Ruby Zimena, orang yang akan dinikahi oleh Reza. Amanda tahu tujuan Reza sesungguhnya untuk menikahi Ruby.
Amanda mengingatkan dirinya agar tidak cemburu. Reza masih miliknya secara jiwa dan raga. Mereka hanya menikah pura-pura saja, setelah Reza menceraikan Ruby maka Amanda akan menikah dengan Reza, begitulah pikirannya. Namun Amanda menjadi marah saat dia melihat Reza dan Ruby benar-benar bersama.
Saat itu, dia hanya berharap dia dapat memergoki mereka dan mencakar wajah Ruby dengan membabi buta. Beraninya wanita biadab nan licik ini merampas pria kesayanganku! Teriak Amanda dalam hati.
Amanda menatap Reza dan Ruby dengan tersenyum sembari mencoba sebaik munmgin untuk meredam gejolak amarahnya.
Sontak mereka berdua pun menatap kearah Amanda. “Nona Rafaldi!” Ruby menyapa dengan sopan pada Amanda. Dia tahu bahwa Amanda adalah sahabat Zivanna.
Dalam hal kedudukan, hanya Ruby yang memiliki hubungan keluarga dengan keluarga Lavani, jadi posisinya tidak sama dengan Amanda dihadapan Zivanna.