GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 299. KONFERENSI PERS


“Sebaiknya masalah Amanda dibicarakan lagi nanti. Ada hal penting yang ingin aku katakan pada ayah dan ibu.” Emir memotong pembicaraan ibu dan anak itu.


“Maaf….maaf Emir! Aku terbawa emosi jadinya.” ucap Mosha mencoba tersenyum.


“Begini, aku mengundang media dan wartawan kesini. Mereka sudah menunggu kita di bawah, karena hari ini aku bermaksud mengumumkan status Arimbi kepada publik.”


 


“A—apa?” Yadid terkejut. “Benarkah?”


“Benar ayah. Aku mengajak ayah dan ibu kesini sekalian makan siang untuk mengadakan konferensi pers. Aku sengaja melakukan ini tanpa memberitahu ayah dan ibu terlebih dahulu karena ide ini baru muncul setelah aku menerima berita buruk yang menimpa Rafaldi Group pagi ini.”


 


“Emir, urusan perusahaan kami jangan sampai mempengaruhi reputasimu.”


“Tidak ayah! Kita lihat apa yang akan terjadi setelah aku mengumumkan status Arimbi ke publik. Dengan begitu kita akan mengetahui siapa dalang dibalik masalah itu! Tidak mungkin orang-orang itu melakukan itu dengan inisiatif mereka sendiri! Pasti ada seseorang yang kuat dan berkuasa dibelakangnya sehingga membuat mereka berani bertindak.”


 


Yadid dan Mosha mengangguk-anggukkan kepala, mereka mulai mengerti apa maksud menantunya melakukan konferensi pers siang ini.


“Sebaiknya kita segera turun kebawah. Mereka sudah menunggu kita disana. Ini sudah lewat jam makan siang, waktu yang tepat untuk melakukan siaran langsung.” ucap Emir tersenyum seolah memberikan semangat pada ayah mertuanya. Rino mendorong kursi roda


 


Emir sedangkan Arimbi berjalan berdampingan dengan ayah dan ibunya. Mosha memegang lengan suaminya mencoba menguatkan Yadid. Kabar yang baru mereka terima sangat mengejutkan pria paruh baya itu. Mosha pun semakin memantapkan hatinya untuk membahas masalah ini dengan suaminya nanti saat pulang kerumah.


 


“Ayah, apa ayah baik-baik saja?” Arimbi bertanya sambil mengelus lengan ayahnya yang terlihat masih syok. Benak pria paruh baya itu berusaha menyatukan kepingan puzzle dikepalanya. Selama ini dia sangat mempercayai Amanda dan membanggakan putri angkatnya itu.


 


Tapi kenyataan yang dia perolah hari ini membuatnya syok! Tak menyangka jika Amanda membohonginya mengenai Reza. Entah kebohongan apalagi yang disembunyikan Amanda darinya. Yadid menatap Arimbi sambil tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


 


“Ayah baik-baik saja. Jangan khawatir ya.” ucap Yadid. ‘Aku harus memastikan sesuatu tentang Amanda. Apakah sebenarnya yang dia rencanakan? Aku harus bicara dengan Mosha dan Arimbi nanti soal ini! Aku harus segera bertindak jika memang benar kalau semuanya perbuatan Amanda! Dia hanya putri angkatku, aku tidak boleh salah langkah. Sekian tahun aku mempercayainya!’ gumam Yadid di hatinya yang bergejolak emosi.


 


Saat mereka suka tiba di aula yang sudah dipenuhi dengan awak media. Ke empat orang itu pun duduk di meja yang sudah disediakan dihadapan semua wartawan.


Semua yang hadir pun merasa bingung karena melihat kehadiran keluarga Rafaldi. Mereka berpikir mungkin ini ada kaitannya dengan rumor yang sedang beredar tentang Rafaldi Group yang sedang mengalami masalah besar.


 


Sejak tadi pagi dunia bisnis dihebohkan dengan berita kemungkinan bangkrutnya Rafaldi Group yang membuat banyak pihak merasa khawatir, terutama pemegang saham di perusahaan itu.


Beberapa perusahaan sudah membuat pernyataan tentang pembatalan kerjasama dengan Rafaldi Group. Spekulasi pun mulai terjadi bahwa perusahaan itu akan segera bangkrut setelah diprediksi banyaknya kerugian yang di alami oleh Rafaldi Group.


 


Para awak media pun sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan berita terbaru dari Emir yang melakukan konferensi pers. Semuanya sudah menyiapkan kamera masing-masing. Saat semuanya sudah siap, Aslan pun berbicara untuk dimulainya konferensi pers.


 


“Selamat siang semuanya. Selamat datang dan terima kasih untuk hadir disini.” Aslan berbicara selama sepuluh menit untuk memberikan kata sambutan. “Selanjutnya saya serahkan kepada Tuan Emir yang akan memberikan pengumuman penting.”


 


Sementara itu di villa milik Reza tampak keduanya sedang duduk di sofa di lantai bawah. Reza membawakan dua gelas kopi dan memberikan satu kepada Amanda. “Tadi kamu bilang ada hal penting yang ingin kamu sampaikan kepadaku. Soal apa itu?” tanya Reza sambil menyesap kopinya.”


 


“Ada apa Amanda? Tidak biasanya kamu bersikap seperti ini. Tentang Arimbi lagi?”


“Ya benar! Menurutmu siapa lagi kalau bukan dia?” ucap Amanda mendengus kesal.


 


“Apalagi yang dia lakukan padamu? Aku sudah memberitahumu kalau dia bukan Arimbi yang dulu! Dia berbeda dan jauh berubah. Aku tidak bisa menghadapi! Kamu tahu sendiri bagaimana dia menghajarku beberapa kali sampai aku babak belur! Apa dia melukaimu?” ujar Reza panjang lebar.


 


“Bukan itu! Reza, dengar aku baik-baik! Arimbi sudah menikahi Tuan Emir!”


“Pfffff!” Reza menyemburkan kopi yang baru disesapnya karena terkejut. “Apa? Aku tidak salah dengar kan Amanda?”


“Tidak, kamu tidak salah dengar!” ujar Amanda lagi. “Ini benar-benar buruk Reza!”


 


“Bukan cuma buruk! Ini jauh lebih buruk! Kita tidak bisa menyentuhnya, kekuatan Tuan Emir itu sangat besar dan dia bisa menghancurkan siapa saja dalam sekejap!” ucap Reza yang tiba-tiba merasa tidak tenang dan sangat tidak suka dengan kabar yang baru saja diterimanya. Ketakutan mulai terlihat di wajahnya.


 


“Lalu apa rencanamu?” tanya Reza menatap Amanda. ‘Aku sudah tidak bisa memanfaatkan Amanda kalau situasinya seperti ini akan sulit merebut Rafaldi Group! Sial! Kenapa keadaan semakin memburuk saja sejak Arimbi pergi ke kediaman Serkan? Apakah dia membohongi semua orang selama ini? Dengan berpura-pura sebagai pengasuh Tuan Emir tanpa dibayar?’ gumam Reza dihatinya yang mulai resah. Dia mencoba mencari benang merah dari semua kejadian yang dia alami sejak Arimbi pindah ke kediaman Serkan.


 


“Darimana kamu mendapatkan informasi itu?” tanya Reza ingin memastikan.


“Aku mendengarnya dari orang yang bisa dipercaya.”


“Apakah kedua orang tuamu mengetahui tentang ini?” tanya Reza lagi.


“Aku tidak yakin tentang itu. Mungkin mereka tahu tapi aku bahkan tidak mendengar kabar itu dari orang tuaku melainkan dari orang lain.” jawab Amanda.


 


“Kenapa tidak kamu tanyakan langsung pada orang tuamu, Amanda? Bisa saja informasi yang kamu dengar itu tidak benar!” Reza sebenarnya antara yakin dan tak yakin. Dia masih berharap semoga kabar itu tidak benar.


Jika itu benar maka dia sedang menggali kuburannya sendiri karena sudah menyusun rencana untuk menghancurkan Arimbi dan keluarganya.


 


“Tidak mungkin aku bertanya pada mereka? Sikap ayah dan ibu berubah padaku. Jika aku menanyakan perihal itu, pasti mereka akan curiga padaku. Reza, ini bukan hoaks! Mereka benar-benar sudah menikah. Dan kabarnya akan mengadakan pesta pernikahan dalam waktu dekat!”


 


“Gawat! Kita harus menyusun rencana baru lagi! Kita tidak bisa melanjutkan rencana sebelumnya! Tuan Emir pasti akan melindungi Arimbi!” Reza berpikir sejenak.


“Tidak heran jika Arimbi sangat berani belakangan ini! Dia berani menentang Nona Zivanna! Dia bahkan tidak takut sama sekali! Itu karena Tuan Emir melindunginya!”


 


“Kamu harus pikirkan sesuatu Reza! Bahkan menurut Zivanna, Metro MegaMall sudah diberikan Tuan Emir pada Arimbi! Anak buah Tuan Emir yang menyerahkan dokumen kepemilikannya pada Arimbi didepan Zivanna di malam mereka bertengkar waktu itu! Fuuuhhh! Beruntung sekali perempuan itu.” geram Amanda yang semakin diliputi rasa cemburu dan amarah.


 


“Benarkah?” Reza membelalakkan matanya.


“Ya! Dia adalah istri sah Tuan Emir. Berarti dia Nyonya Serkan yang sebenarnya! Kamu bisa bayangkan kekuasaan apa yang Arimbi punya sekarang! Tapi lihatlah, keadaan perusahaan sekarang sedang genting! Aku ingin melihat apa yang akan dilakukannya untuk itu.” ucap Amanda mendengus.