
“Apa kamu berteman dengan Arimbi?” tanya Dion.
Joana terkejut saat mendengar pertanyaannya, lalu dengan gugup dia menjawab, “Tuan Dion, aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku. Aku mengaku bersalah dan aku sudah siap untuk menerima hukuman apapun darimu tapi tolong, aku mohon padamu jangan bawa kelaurga dan temanku kedalam masalah ini.”
“Ini sepenuhnya kesalahanku. Aku mohon padamu Tuan Dion, Arimbi tidak tahu apa-apa dan dia tidak tertari dengan pria menawan sepertimu dan aku juga tidak mengirim fotomu kepadanya. Aku mohon jangan libatkan dia dalam masalah ini. Dia tidak tahu apa-apa dan aku tidak mau dia mengalami kesulitan karena masalah ini. Hidupnya sudah cukup menderita, aku mohon jangan libatkan dia.”
“Dia tidak tertarik pada pria menawan?” Dion tertawa, “Bukankah dia memaksakan dirinya untuk menikahi Reza hanya karena dia tampan?” Dion menatap intens kearah Joana.
Didalam benaknya dia teringat akan desas desus yang beredar setelah pesta ulang tahun Zivanna bahwa Reza ingin menjebak Arimbi tapi dia meminum obatnya sendiri dan terjebak!
“Arimbi benar-benar tidak tertarik pada Reza sekarang. Pada awalnya dia tidak jatuh cinta pada Reza karena ketampanannya. Mungkin karena takdir saja dan dia juga tidak tahu mengapa dia menyukai pria itu. Tapi tiba-tiba saja dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan orang itu…..Tuan Dion, aku mohon jangan bawa Arimbi kedalam masalah ini.”
“Bagaimana kalau aku berniat untuk menarik Arimbi kedalam masalahmu ini?” ujar Dion tiba-tiba.
Mata Joana terbuka lebar, “Tuan Dion ini tidak ada hubungannya dengan Arimbi. Tolong jangan lukai dia. Kamu bisa melampiaskan segalanya padaku dan aku bersumpaj akan menutup mulutku. Jangan bawa Arimbi kedalam masalah ini. Dia tidak bersalah dan sangat tidak baik melibatkan orang yang tidak bersalah pada masalah orang lain. Hidupnya sudah cukup menderita sekarang, tolong jangan menambah bebannya lagi dengan melibatkannya.”
Dion berdiri tegap dan bertepuk tangan, “Arimbi memang benar-benar beruntung memiliki teman sepertimu Nona Joana. Jika aku menawarkan untuk membebaskanmu tanpa syarat, dengan imbalan aku akan membawa Arimbi. Apakah kamu akan menerimanya? Jika kamu menolak maka kamu dan keluargamu akan kuhancurkan!”
Wajah Joana menjadi pucat, kali ini dia benar-benar berada dalam masalah besar. Dan dia bahkan membawa keluarganya dalam bahaya. Dia benar-benar menyesal, sampai-sampai ingin menampar dirinya sendiri.
Airmatanya menetes menyesali perbuatannya, andai dia tidak melakukan itu maka tak ada seorangpun yang akan terlibat.
“Aku lah yang membuat kesalahan dan akulah yang bersalah. Aku yang bertanggung jawab. Aku telah membuat semua orang termasuk keluargaku dalam bahaya…..Tuan Dion. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan Arimbi. Jadi aku mohon jangan buat dia ikut campur dalam masalah ini.” Joana kembali terisak dengan harapan Dion akan merasa iba dan memaafkannya.
Joana bukanlah bodoh, saat Dion mengucapkan nama Arimbi, dia sudah tahu bahwa dirinya sendiri hanyalah umpan agar mendapatkan Arimbi. Apa yang Dion inginkan adalah Arimbi? Tapi kenapa? Apa dia masih dendam pada Arimbi karena telah menginjak kakinya. Tetapi jika dia memang membenci Arimbi seharusnya dia langsung saja mencari Arimbi kenapaharus repot-repit memanfaatkan Joana?
Joana bisa melihat apa yang di inginkan Dion Harimurti adalah Arimbi. Tapi dia tidak bisa memahami aalsannya. Orang kecil seperti Joana tidak bisa memahami cara berpikir orang-orang kuat di dunia ini.
Pilihan Joana membuat Dion menatap Joana dengan seksama.Sudah menjadi naluri manusia untuk menyelamatkan diri sendiri saat berhadapan dengan kekuatan dan pilihan.
Namun dia berhasil melewati ujian yang diberikan oleh Dion. Pertemanannya yang tulus dan Dion bisa melihat Joana ini orang yang seperti apa. Dia adalah gadis yang bertanggung jawab dan baik hati. Mengesampingkan hobinya yang tidak wajar itu, gadis ini adalah orang yang berhati lembut dan baik.
“Kunci dia di kamar pembantu dan siapkan makan minumnya. Jangan lukai dia!” perintah Dion pada pengawalnya. Mendengar itu membuat Joana semakin cemas dan ketakutan.
Dia berdiri tiba-tiba dan berkata. “Tuan Dion! Anda sudah mengambil ponselku dan sudah menghapus semua fotonya. Aku juga sudah memberikan semua print foto dan meminta maaf pada anda. Jika anda membutuhkan kompensasi lain katakan saja.”
“Tuan Dion! Aku bersedia membayar kompensasinya, aku pasti akan menyelesaikan semuanya. Jika anda menahan dan mengurungku itu berarti anda sudah mengambil kebebasanku. Anda tidak berhak melakukan itu padaku! Ini adalah tindak kriminal. Lepaskan aku sekarang!”
Dion mencibir pada Joana, “Joana entah kamu mau percaya tau tidak, aku bisa saja menghapusmu dari muka bumi ini tanpa sepengetahuan orang lain.”
Joana terdiam sejenak, dia percaya perkataan Dion lagipula dia sudah tahu bahwa Dion ini sangatlah kejam tapi dia masih ingin menggunakan peluang terakhirnya.
“Apa yang kamu rencanakan?” tanya Joana.
“Kamu tidak berhak untuk mengetahuinya.” jawab Dion. “Memangnya kamu itu siapa? Aku tidak perlu memberitahumu apapun! Kamu disini untuk menerima hukumanmu! Cukup tutup saja mulutmu!”
Joana terkejut setelah mendengarnya tapi dengan cepat dia membentak, “Dion! Ini tidak ada hubungannya dengan Arimbi! Jangan bawa dia kedalam masalah ini. Aku tidak akan melawanmu lagi dan kamu bisa mengurungku selama yang kamu mau tapi jangan bawa Arimbi. Dia tidak bersalah! Dia tidak bersalah! Dia akan membenci karena ini!”
“Satu hal lagi yang harus kamu tahu tentang Arimbi! Dia membenci orang yang licik dan memanfaatkan orang lain! Kamu bisa menghapusku dari dunia ini tapi yakinlah Arimbi akan membalasmu. Dia bukan orang yang suka dipermainkan oleh orang lain! Camkan kata-kataku ini! Kelak kamu akan menyesal sudah membawa Arimbi kedalam masalah ini!”
Joana bisa mengerti jika Dion ingin menghancurkan seluruh keluarganya dan juga perusahaan Ganesha Jaya Semesta karena dia adalah salah satu dari mereka. Bahkan jika dia membawa seluruh garis keturunan keluarganya, itu hal yang wajar. Akan tetapi, mengapa Dion bersikeras membawa Arimbi kedalam masalah ini.
Tapi temannya tidak ada hubungannya dengan ini. Kini Joana semakin tahu sifat Dion yang sangat buruk dan dia semakin membencinya. Dia bersumpah dalam hatinya, jika Dion masih tetap membawa Arimbi kedalam masalah ini maka suatu saat nanti dia akan membalas dendam pada laki-laki ini!
“Bawa dia kedalam kamarnya!” Dion memerintahkan pengawalnya dengan suara rendah.
“Dion! Lepaskan aku! Ingat kata-kataku ini, kelak kamu akan sangat menyesal telah melibatkan Arimbi! Apapun rencanamu tidak akan berhasil! Lepaskan aku...hppfff!”
Pengawalnya pun membawa Joana keruang pembantu dan tidak lama kemudian, seseorang membawakan makanan untuk Joana. Dion ingin menggunakan Joana untuk menarik Arimbi datang padanya jadi dia tidak boleh melukai Joana.