GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 137. AMANDA SANG ULAR BETINA


Sementara itu setelah kejadian Reza yang tertangkap basah sedang melakukan pelecehan pada Ruby, babak belur dihajar. Wajahnya yang sudah babak belur sebelumnya karena dihajar pengawal Emir, kini kembali babak belur akibat dipukul oleh para pria di Keluarga Lavani.


Ruby Zemira adalah sepupu Zivanna dan kerabat dekat Keluarga Lavani. Tindakan Reza membuat keluarga itu murka karena merasa telah dicoreng mukanya dirumah mereka sendiri dan dihadapan para tamu yang semuanya dari kalangan atas. Memalukan!


Reza telah dibawa kerumah sakit karena dia meminum alkohol yang telah dia persiapkan sendiri untuk menjebak Arimbi. Tanpa dia ketahui jika Arimbi yang terlahir kembali masih mengingat kejadian itu dan bisa menghindarinya.


Sedangkan Emir yang mengetahui dari pengawal yang ditugaskannya untuk diam-diam mengawasi Arimbi memberitahunya kalau minuman itu sudah dicekoki obat perangsang. Hal itu membuat Emir murka dan menghajar Reza sebelum Arimbi bisa melakukan pembalasan.


Tapi sama saja bukan? Emir atau Arimbi yang membalaskan, hasilnya tetap sama….Reza sudah memakan umpannya sendiri. Malah dia mendapat tambahan, dibuat babak belur oleh para pengawal Emir.


Akibat mengkonsumsi minuman yang sudah dituangi obat perangsang, membuat Reza tidak bisa mengendalikan dirinya. Saat dia sadar apa yang terjadi padanya, dia berusaha menghubungi Amanda tapi sebelum Amanda sempat datang di waktu yang tepat, Reza melecehkan Ruby.


Meskipun semuanya tidak berakhir buruk, tetap saja hal itu mencoreng nama baik Ruby dan akhirnya memperkeruh hubungan kedua keluarga tersebut. Reza dibawa kerumah sakit setelah dia jatuh pingsan. Selain Yessi, Gio dan Amanda juga datang, lagipula kejadian itu terjadi di kediamanLavani. Jadi Gio harus bertanggung jawab sebagai tuan rumah.


Karena jelas itu seperti sudah direncanakan, Gio berniat untukmenggalinya hingga ke akar-akarnya saat Rezaa sudah siuman nanti. Sementara Reza tertidur, Yessi tidak berhenti terisak duduk disamping tempat tidur putranya. Pemandangan wajah putranya yang bengkak membuat hatinya perih. Orang kampungan mana yang telah bersekongkol untuk menjebak Reza dengan cara tidak terpuji seperti itu?


Tidak ada yang bisa menginjak-injak keluarganya begitu mudah! Karena tidak ada yang bisa dilakukan Amanda disana, diapun diam-diam pergi keluar. Dia jauh-jauh datang kesini karena dia adalah teman Reza selain itu dia harus mengurus kerjasama antara kedua keluarga.


“Amanda!” Gio mengikutinya dari belakang hingga mereka berdua mencapai ujung lorong.


“Keberuntungan tidak berpihak pada Reza akhir-akhir ini.” ujar Amanda lalu menghela naoas. “Dia benar-benar menderita beberapa hari terakhir. Tak hanya digigit anjing dan lengannya patah tapi dia juga terlibat masalah lagi tadi malam.”


Pikirannya sekarang kacau, Reza bisa saja mencabulinya kalau Gio tidak menggagalkannya. Andai dia tetap pergi untuk menemui Reza tadi malam, semua ini tidak akan terjadi. 


Amanda dan Reza memiliki perasaan yang sama jadi Amanda pasti akan menyerahkan dirinya kepada pria itu jika itu bisa membantu Reza tadi malam. Tetapi mereka masih ada di Villa Lavani tadi malam dan bisa saja salah satu memergoki mereka karena mereka berada diruang terbuka. Dia tidak berani memikirkannya lebih jauh lagi. Sejujurnya didalam hatinya, dia merasa bersalah dan juga merasa sakit.


“Tidak semua orang punya hidup yang mudah. Ketidakberuntungan kadang terjadi.” kata Gio.


Meskipun dia sudah berusaha menghibur, Gio adalah orang yang paling bahagia melihat Reza berada dalam masalah. Dia menyukai Amanda dan sadar bahwa wanita itu mencintai Reza. Setelah insiden malam ini, Amanda pasti tidak mau bersama Reza lagi.


Terlebih lagi, ada Arimbi yang terlibat diantara mereka.


“Kamu tinggal?” tanya Gio dengan kecemburuan yang menyeruak dari suaranya.


“Iya, kurasa aku harus menemani Nyonya Kanchana. Dia sendirian disini dan aku mengenalnya cukup baik. Biarlah aku menenangkannya dulu.”


Gio meraih pundak Amanda dengan wajah yang bersungguh-sungguh. “Amanda,apa kamu tak tahu perasaanku padamu? Apa aku sebegitu buruknya jika dibandingkan dengan Reza? Dia akan menikah dengan adikmu, tapi kamu tetap saja menempel padanya.”


Pipi Amanda memerah saat dia berhasil melepaskan diri dari cengkeraman pria itu,”Gio! Pikiranku sedang kacau sekarang. Mari kita bahas hal itu lain kali saja, oke? Reza….dia cuma temanku saja.Tidak lebih dari sekedar teman. Kami sudah mengenal sejak lama, keluarga kami juga bisa dibilang dekat.”


“Benarkah? Amanda, kamu bisa membohongi siapapun tapi tidak aku. Aku tahu kamu mencintainya tapi Arimbi juga menyukainya. Apa kamu mengekang perasaanmu sendiri karena merasa bersalah telah merebut semuanya dari Arimbi? Itulah kenapa kamu menjodohkannya dengan Arimbi? Meskipun aku senang melihatnya, aku tak ingin melihatmu sedih setelah semua pengorbanan itu. Bukan salahmu harus menggantikannya menjadi Nona Rafaldi selama 23 tahun. Jadi jangan salahkan dirimu sendiri karena itu, Amanda.”


Amanda menghela napas, “Gio, aku tahu aku tidak salag tapi tetap saja aku sadar kalau aku bukanlah bagian dari keluarga Rafaldi. Semua yang kumiliki sekarang adalah milik Arimbi. Rasa bersalah ini membunuhku. Jadi aku berharap dia bisa memiliki hidup yang lebih baik daripada aku. Dan aku dengan senang hati memberikan apapun yang dia inginkan.”


Gio cemberut dan tidak setuju, “Apa si gadis kampung itu layak? Kamu sudah salah dengan memanggil gadis kampung itu sebagai adikmu. Selama 23 tahun terakhir, kamulah yang telah memberikan yang terbaik pada kedua orangtuamu saat dia tidak ada. Bahkan seharusnya dia bersyukur padamu, alih-alih berpikir bahwa kamu merebut semuanya darinya.”


“Kamu dan kedua orangtuamulah yang kini mengelola perusahaan sekarang. Aoa Arimbi pernah membantu?” ujar Gio lagi menambahkan. Dia memang selalu memandang rendah Arimbi.


Meskipun Amanda merasa diatas angin sekarang setelah mendengar kalimat celaan dari Gio terhadap Arimbi, tapi dia tetap menegurnya pelan, “Gio, jangan menjelek-jelekannya. Meskipun dia dari pinggiran, orang tua kandungku benar-benar menyayanginya dengan cara memberikan semua yang terbaik yang bisa mereka berikan untuknya. Karena sekarang dia sudah dilibatkan dalam perusahaan, dia pasti akan memanjat perlahan dengan bantuan ayahku. Perusahaan itu milik keluarga Rafaldi dan aku hanyalah orang asing. Jadi perusahaan membutuhkan dia di masa depan.”


Gio mendengus, “Kalau ayahmu menyerahkan perusahaan itu padanya, mereka akan hancur dalam waktu kurang dari enam bulan.”


Bahkan walaupun perusahaan itu tidak jatuh ketangan Arimbi, Gio akan melawan Rafaldi Group dan membuatnya bangkrut. Sampai Yadid bersedia untuk menyerahkan wewenangnya pada Amanda. Perusahaan itu harus dijatuhkan entah bagaimana pun caranya. Dan Gio sudah merencanakan untuk melakukan itu demi Amanda.


Amanda terdiam dan mengatupkan bibirnya erat setelah mendengar perkataan Gio, sampai tiba-tiba ponselnya berdering. Dia cepat-cepat meraih ponselnya dan menjawab panggilan.”Ayah.”


Karena dia tahu Yadid yang sedang menelepon, Gio mengurungkan niatnya untuk menguping pembicaraan dan segeraa menyingkir.


Beberapa menit kemudian, Amanda mematikan teleponnya dengan wajah yang canggung.”Gio,ayahku memintaku untuk pulang secepatnya. Tapi aku masih mengkhawatirkan bibi dan juga Reza.”