GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 57. RENCANA MENJEBAK ARIMBI


Yessi menatap putranya, “Sedangkan kamu itu putraku adalah pria baik yang tak ada cacat sedikitpun! Seharusnya Arimbi itu bersyukur diberi keberuntungan yang melimpah karena kamu mau menikahinya! Dasar wanita tidak punya selera! Ya begitu kalau udik! Huh.” Yessi menghela napasnya. Dia masih merasa belum puas juga untuk meluapkan semua amarahnya.


“Kita sudah berbesar hati untuk menerimanya tapi dia berani menolak kita! Ini membuat darah ibu semakin mendidih! Ahhhh…...kurang ajar sekali dia! Memangnya dia itu apa hebatnya?” Yessi mengepalkan kedua tangannya.


Reza duduk disamping Yessi dan merangkul bahu ibunya itu. “Ibu jangan terlalu berharap. Kuakui kalau ini semua salahku, aku bahkan tidak menemuinya setelah dia menyayat pergelangan tangannya makanya dia marah padaku. Dia juga belum ada menghubungiku lagi akhir-akhir ini atau mengirim pesan pun tidak ada. Saat aku pergi menemuinya, dia semakin menjauh dariku. Aku merasa seperti dia orang yang berbeda, bukan lagi Arimbi yang kukenal.”


Reza sudah sangat malu untuk mengungkapkan bahwa Arimbi pun menamparnya dan memakinya.


“Sudah tidak apa-apa, Bu. Aku akan membujuknya dan memberinya hadiah. Aku yakin dia akan tenang dan kita bisa melanjutkan lamaran pernikahan dan aku bisa menguasainya lagi.”


Tapi Yessi sudah tidak terbujuk. Belum lagi dia membayangkan cara Arimbi memperlakukan Reza dulu dan dulu Arimbi selalu percaya pada Reza.


“Kalau begitu sebaiknya kamu segera cari waktu untuk menemui Arimbi dan membujuknya. Oh ya, ngomong-ngomong ibu punya dua set perhiasan mutiara yang tidak ibu suka. Kamu boleh memberikannya pada Arimi, berhubung dia sangat mencintaimu dia akan senang menerima hadiah seperti itu darimu. Mungkin setelah itu dia akan memaafkanmu.”


“Terimakasih, Bu!”


“Kenapa kamu berterimakasih pada ibu? Ibu hanya menginginkan yang terbaik untukmu Reza! Setelah kamu menguasai Rafaldi Group, hidupmu akan tenang dan semakin kaya!” Yessi merasa lebih tenang setelah berbicara dengan Reza. Dia berjalan menuju kamarnya dan membawa dua set perhiasan lalu memberikannya pada Reza.


“Reza, kamu harus waspada saat merayu seorang wanita. Cepat pergi dan bawa perhiasan ini pada Arimbi sekarang! Kamu bisa membujuknya agar pergi bersamamu untuk menemui klienmu. Sebelum rencanamu berhasil, kamu harus ingat untuk tetap membujuk dan merayu Arimbi!”


Reza melirik dua set perhiasan yang diberikan oleh ibunya. Dia mulai merasa sedikit enggan lalu berkata, “Bu, perhiasan ini kelihatannya sangat mahal. Ibu yakin mau memberikannya pada arimbi? Kenapa aku tidak memberi satu pada Amanda?” Reza merasa tak rela jika perhiasan itu diberikan pada Arimbi.


Yessi pun langsung merengut, “Reza! Pusatkan perhatianmu untuk membujuk Arimbi dulu!”


Dulu Yessi sangat menyukai Amanda, andai Amanda tak dapat mewarisi kekayaan melimpah milik keluarga Rafaldi, Yessi tak peduli betapa berjayanya wanita itu dan betapa tinggi karirnya tidak akan berguna jika dibandingkan dengan Arimbi!


Ketika Reza hendak pergi membawa dua set perhiasan, Yessi memanggilnya.


“Ada apa Bu?”


“Reza.” Yessi berjalan kearahnya dan berbisik ditelinga Reza, “Saat kamu mengajak Arimbi pergi menemui klienmu nanti, buat wanita itu mabuk dan tidurlah dengannya. Dengan begitu dia tidak akan bisa meninggalkanmu! Apalagi kalau sampai dia hamil, maka kamu akan bisa menguasainya.”


Reza mengerucutkan bibirnya, “Ibu! Apa ibu pikir aku harus memakai siasat murahan seperti itu?”


Yessi menatap anaknya dengan kecewa, “Reza kalau kamu bersikeras menikahi Arimbi, lakukan perintah ibu. Kalau tidak berpura-pura saja ibu tidak pernah mengatakan apapun!”


Reza pun terdiam tak tahu lagi harus mengatakan apa. Dia tidak mencintai Arimbi sebaliknya dia sangat membencinya. Satu-satunya alasan mengapa dia ingin menikahi Arimbi adalah persekongkolannya dengan Amanda dan memanfaatkan Arimbi untuk meraup seluruh kekayaan Keluarga Rafaldi.


Akan tetapi, Reza justru merasa kecewa karena sikap Arimbi telah berubah dan dia tidak tahan lagi dengan cara wanita itu menghindar darinya.


“Akan kupikirkan Bu!” ucapnya.


“Apalagi yang mau kamu pikirkan Reza? Kamu harus tegas soal ini. Jangan memikirkannya lagi, cukup lakukan saja apa yang ibu perintahkan! Pergi dan cari Arimbi sekarang! Kemudian beritahu ;wanita itu bahwa kamu memintanya untuk menemanimu menemui klienmi! Dia pasti akan pergi bersamamu, setelah itu lakukan seperti yang ibu katakan tadi!”


“Baiklah, bu. Akan kulakukan sesuai perintah ibun.” Reza pun memutuskan untuk mencoba saran ibunya. Yessi akhirnya tersenyum bahagia dan menepuk punggung putranya.


Yessi tersenyum dan menepuk punggung putranya, “Pergilah! Kau tidak perlu pulang malam ini. Habiskan saja malammu bersama Arimbi di hotel. Ibu harap kau berhasil ya.”


Reza meninggalkan rumah dengan membawa perhiasan yang diberikan ibunya. Dia masih punya waktu sebelum pertemuan dengan kliennya sehingga dia menuruti perintah ibunya dan pergi menuju Kediaman Serkan untuk mencari Arimbi. Dia ingin membujuk wanita itu agar ikut menemui kliennya. Dalam perjalan kesana dia menghubungi Amanda untuk memberitahunya tentang rencananya itu.


“Apa katamu Reza? Apa kau sudah gila ya?” ujar Amanda yang masih lembur di kantor. Saat dia mendengar rencana Reza, dia menghela napas dan menjatuhkan penanya dilantai sebelum beranjak. Wajahnya marah dan menegang.


Reza sadar bahwa tindakannya akan menjadi pengkhianatan terhadap Amanda, sehingga mencoba untuk untuk menenangkannya.


“Amanda sayang! Aku melakukan semua ini demi kepentingan kita. Kau tahu betul bahwa Arimbi telah berubah. Bahkan ibumu dan Arimbi sudah menolak lamaran pernikahan ibuku. Aku harus melakukan ini untuk menikahinya.”


“Reza, pergilah. Tidur saja dengannya kalau kau memang ingin melakukan itu. Kutantang kau!”


Amanda berterika marah, “Kau milikku Reza! Kau berjanji padaku bahwa kau tidak akan pernah tidur dengan Arimbi tapi kenapa sekarang kau malah ingin menidurinya, ha?”


“Amanda, aku hanya melakukan ini karena sudah tidak ada pilihan lain lagi. Kalau kau bisa memikirkan jalan keluarnya aku siap mendengarkanmu.” Reza mulai merasa menyesal telah berkata jujur pada Amanda tentang ini. Dari penampilannya Amanda mungkin terlihat seperti orang yang tenang. Tetapi dia sebenarnya adalah seorang yang sangat sewenang-wenang.


Amanda sudah memutuskan bahwa Reza akan menjadi miliknya dan keluarga Rafaldi hanya memiliki seorang putri sebelum Arimbi kembali. Keluarga Rafaldi memberi Amanda semua perhatian, cinta yang besar membuat Amanda menjadi orang yang sewenang-wenang dan angkuh. Dahulu, tak peduli betapa sewenang-wenangnya dia, Amanda tak pernah peduli dan takut. Tapi kini berbeda, dia bukan lagi putri kandung keluarga Rafaldi, lantas mungkinkah dia masih berkuasa seperti ini?