
Kulangkahkan kakiku menyusuri Istana, Tsubaru sendiri sedang melakukan pertemuan dengan Ayah beserta para pelayan lainnya. Lux dan Haruki? seharian ini, mereka berdua menghabiskan waktu mengobrak-abrik buku-buku yang ada di Perpustakaan.
Pandangan mataku terjatuh ke arah Izumi yang tengah duduk sendirian dengan sebuah pedang besar di tangannya. Berjalan aku mendekatinya...
"Izu nii-chan..." ungkapku, kupeluk lehernya dari belakang
"Apa kau masih latihan?" tanyaku, kuarahkan kepalaku ke samping seraya menatapnya
"Aku sedang beristirahat sebentar, bantu aku mengipasi tubuhku." ucapnya, diberikannya sebuah kipas terbuat dari bilah-bilah bambu yang dilapisi kain tipis padaku
"Seperti ini?" ungkapku seraya mengipasi tubuhnya
"Sedikit lebih kuat."
"Seperti ini?" tanyaku lagi, kali ini kugerakkan tanganku lebih cepat dari sebelumnya
"Kau benar, seperti itu." ucapnya, di pejamkannya kedua matanya seakan menikmati angin segar yang menyentuh tubuhnya
"Nii-chan, bagaimana kalau aku membuatkanmu sesuatu yang lezat dan dingin... Pokoknya akan sangat menyegarkan saat musim panas seperti ini." ucapku menatapnya
"Kau yakin?"
"Tentu, tapi..."
"Aku tidak bisa melakukannya tanpa bantuan darimu, nii-chan. Aku mengerti." tukas Izumi memotong pembicaraanku, beranjak ia berdiri seraya mengulurkan tangannya padaku
"Seperti yang diharapkan dari Kakakku." balasku, kugenggam telapak tangannya tadi seraya beranjak berdiri
Berjalan kami berdua menuju ke dapur Kerajaan, kuambil sebuah wadah terbuat dari besi yang berbentuk persegi panjang dari dalam lemari. Kuambil juga sendok sayur yang tergantung di dinding beserta pisau kecil yang juga ikut tergantung di sana...
"Nii-chan, apa kau ingin rasa Pisang seperti biasanya?" ucapku, kuraih setandan kecil pisang yang diletakkan di sudut dapur beserta buah-buahan lainnya
"Tentu saja. Apa kau ingin membuat smoothies?"
"Proses awalnya memang seperti smoothies. Kau sudah bisa membuatnya bukan?"
"Aku bisa, hanya berikan saja Pisang nya padaku."
"Baiklah," Kuangkat Pisang-pisang tadi ke arah Izumi, tampak dihadapannya telah tersusun rapi semangkuk besar susu dan semangkuk kecil madu lengkap dengan mangkuk dan juga sendok di kanan dan kirinya.
Kuletakkan Pisang-pisang tadi ke atas meja, diraih dan dikupasnya Pisang-pisang tersebut oleh Izumi. Berbalik dan berjalan kembali aku mengambil beberapa buah strawberry, kembali kulangkahkan kakiku mendekati Izumi yang tengah sibuk menghaluskan Pisang-pisang di dalam sebuah mangkuk besar...
Dua macam smothies telah selesai kami buat, kuberikan dua mangkuk smoothies tersebut kepada Izumi untuk dibawa ke luar sedangkan aku sendiri membawa lempengan besi, dua buah sendok makan dan juga sendok sayur beserta pisau yang telah aku persiapkan sebelumnya...
"Mau kemana kita?"
"Aku pikir kita akan membuatnya di dapur." Sambung Izumi seraya berjalan di sampingku
"Kita tidak bisa membuatnya di dapur," ucapku menatapnya
"Aku hampir lupa, bawakan juga sekeranjang ikan, nii-chan." sambungku menatapnya
"Ikan? Apa kau ingin mencampurkannya pada smoothies?"
"Tentu saja tidak. Aku hanya baru memikirkannya sekarang, untuk apa selama ini kita berpanas-panasan sedangkan kita punya mesin pendingin alami di pihak kita." ucapku seraya tersenyum tipis ke arah Izumi
_____________________
"Berikan ikannya padaku, nii-chan." Ungkapku seraya meraih sekeranjang ikan yang diulurkan Izumi dari sebuah lubang kecil yang ada di dinding pembatas Istana
Merangkak Izumi keluar dari balik lubang, beranjak ia berdiri seraya menepuk pakaiannya yang berdebu. Diambilnya sekeranjang ikan tersebut seraya diletakkannya di lengan kanannya, kuambil dan kuletakkan semangkuk smoothies pisang di telapak tangan kanannya sedangkan semangkuk smoothies lainnya di sebelahnya...
"Kou, aku datang. Keluarlah."
Keluar Kou dari balik rimbunnya dedaunan pohon, di rentangkannya kedua sayapnya seraya terbang dan mendarat di sampingku...
"Kou, apa kau sekarang sudah bisa membekukan sesuatu?" ucapku menatapnya
"Sedikit." balasnya, dialihkan pandangannya ke samping menghindari tatapan mataku
"Aku ingin meminta bantuanmu, Kou. Sebagai ucapan terima kasih, kami membawakanmu sekeranjang ikan."
"Bagaimana, mau ya? Kumohon." Sambungku kembali menatapnya
"Apa yang harus aku lakukan untukmu, My Lord?"
"Nii-chan, bisakah kau mencarikanku empat buah batu berukuran sedang?" ucapku mengalihkan pandangan kepada Izumi
"Tunggulah sebentar." ucapnya berbalik seraya berjalan menjauh
Kembali Izumi dengan membawa empat buah batu, diletakkannya keempat buat batu tersebut di hadapanku. Duduk aku seraya menyusun batu tersebut membentuk persegi panjang, kuletakkan lempengan besi yang aku bawa sebelumnya ke atas tumpukan batu tadi...
Kuletakkan juga dua buah sendok yang aku bawa di atas lempengan besi tersebut. Kutuang sedikit demi sedikit smoothies pisang ke atas lempengan besi tersebut...
"Kou, bekukan mereka semua!" ucapku menatap Kou
Maju Kou beberapa langkah, berdiri ia di hadapanku. Dibukanya mulutnya mendekati lempengan besi yang ada di depanku, sebuah udara dingin terasa menyentuh kulitku...
"Terus lakukan Kou, sampai aku katakan cukup."
Kuambil dua buah sendok yang aku letakkan sebelumnya, kuratakan smoothies pisang yang hampir membeku tersebut ke atas lempengan besi. Kuambil pisau kecil yang ada disampingku, kuarahkan pisau kecil tersebut ke arah smoothies pisang yang telah membeku.
Kupotong smoothies tersebut dengan beberapa garis memanjang, coba kugulung smoothies pisang yang telah membeku tersebut menggunakan pisau kecil yang aku pegang. Kulakukan hal yang sama pada potongan lainnya...
"Kau bisa berhenti sekarang, Kou!" ucapku menatapnya. Ditutupnya mulutnya, duduk ia di hadapanku.
"Kemarilah nii-chan, kau bisa mencicipinya." tukasku, kuambil sepotong ice cream roll yang aku buat dengan sendok yang ada disampingku
Berjalan Izumi mendekatiku, duduk ia disampingku. Kusuapi Ice cream tersebut ke mulutnya, diam ia sejenak...
"Ini enak sekali, smoothies beku memang yang terbaik."
"Aku akan memberikanmu banyak sekali ikan Kou, jadi buatkan aku lagi." sambungnya, diambilnya sendok yang tergeletak di atas lempengan besi seraya diambilnya sepotong ice cream lainnya lalu memakannya
"Apa yang kalian berdua lakukan?" sebuah suara terdengar dari arah belakangku disertai pukulan kuat di atas kepalaku
"Sakit sekali. Kepalaku terasa berdenyut." tukas Izumi menggosok-gosok kepalanya menggunakan telapak tangannya
"Kau benar nii-chan, ini sakit sekali." tukasku melakukan hal yang sama seperti yang Izumi lakukan
"Aku ulangi sekali lagi, apa yang kalian berdua lakukan?"
"Membuat ice cream..." tukasku menatap Haruki yang mengangkat kedua telapak tangan yang digenggamnya
"Kalian menggunakan Kou untuk membuatkan makanan untuk kalian?" ucap Haruki tersenyum dingin menatap kami
"Kami membuatkan rasa Strawberry..." ucapku tersenyum menatapnya
"Benar-benar, kami membuatkanmu rasa Strawberry." Sambung Izumi melakukan hal yang sama