
"Kenapa tubuhmu basah kembali?" ucap Izumi menatapku.
"Kou mengajakku berenang di laut," jawabku seraya mengangkat kain tebal yang ada di genggamanku.
"Kemarilah, dan ganti pakaianmu kembali!" ungkapnya berbalik, kuikuti langkah kakinya berjalan di hadapanku.
Masuk kami berdua ke dalam kamar, kutatap Haruki yang telah duduk bersandar di dinding kamar dengan Eneas beserta Lux yang telah berbaring tidur di dekatnya.
Melangkah aku masuk ke dalam, kulangkahkan kakiku mendekati tas milikku seraya meraih pakaian milikku yang tersimpan di dalamnya. Kembali kulangkahkan kaki mendekati pintu kamar mandi seraya kuarahkan telapak tanganku membuka pintu tersebut...
Masuk aku dalam ruangan, cahaya remang yang berasal dari lilin membiaskan ruangan. Kutanggalkan pakaianku yang basah tadi ke lantai seraya kuraih dan kukenakan pakaian yang aku bawa sebelumnya ke tubuhku...
Kuangkat pakaian basah tadi ke batang kayu yang dibuat memanjang di dalam kamar mandi seraya kulebarkan pakaianku tadi di atasnya agar cepat mengering...
"Permisi, Tuan meminta kalian untuk ikut makan malam bersamanya," terdengar suara samar mengetuk telingaku.
"Katakan padanya kami akan segera ke sana," ikut terdengar suara Haruki yang juga ikut menimpali.
"Sa-chan!" teriaknya kembali dari arah luar.
"Ada apa nii-chan?"
"Apa kau telah selesai? Aydin meminta kita untuk ikut makan malam bersamanya," ucapnya kembali.
"Aku mengerti nii-chan, aku akan segera keluar."
______________________
"Lewat sini," ucap laki-laki yang yang berjalan di hadapan kami, kuikuti langkah kakinya dengan Haruki berjalan di sampingku.
Laki-laki tadi membawa kami ke sebuah pintu cokelat di tengah lorong, dibukanya pintu tersebut olehnya seraya digerakkannya kepalanya seakan meminta kami untuk masuk.
Berjalan Haruki memasuki ruangan, kuikuti langkah kakinya seraya kurangkul pundak Eneas yang berjalan di sampingku. Kutatap Aydin tengah duduk di depan meja panjang penuh makanan dengan Emre berdiri di samping kanannya.
Aydin mengangkat telapak tangannya ke depan seraya tersenyum dia menatap kami. Kuikuti langkah Haruki yang berjalan dan duduk di salah satu kursi...
Kulepaskan rangkulan yang aku lakukan pada Eneas seraya kutarik kursi untuk ia duduki, berjalan kembali aku mendekati Haruki seraya kutarik dan duduk di kursi yang ada di sampingnya.
"Apel atau Jeruk?" ucapnya menatapku.
"Apel," ungkapku balas menatapnya, beranjak Haruki meraih sebutir Apel merah yang tak terlalu jauh dari tempatnya duduk.
"Kau ingin aku mengupasnya?" ucapnya lagi, kubalas perkataannya dengan gelengan kepala yang aku buat.
"Terima kasih," ucapku seraya menggenggam Apel yang ia letakkan di telapak tanganku.
Kugosok-gosokkan Apel tadi di lengan pakaianku seraya kugigit Apel tadi lalu mengunyahnya perlahan. Kulirik Aydin yang tak henti-hentinya menatap ke arahku, segera kubuang wajahku menghindarinya...
"Memikirkan apa yang kalian katakan sebelumnya membuat amarahku memuncak. Berani sekali Kaisar penakut itu ingin memusnahkan kami," ucap Aydin, tubuhku terhentak pelan oleh suara hentakan meja yang ia lakukan.
"Sama seperti kami, Kaisar memang tidak akan menyentuh Kerajaan kami tanpa alasan yang jelas. Akan tetapi, semua Ibu kami harus kehilangan nyawa mereka sebagai bayarannya," ungkap Haruki menimpali perkataan Aydin.
"Jadi, siapa saja yang telah bersekutu dengan kalian selain kami," ucap Aydin, menoleh aku ke arahnya yang memangku dagu menatap Haruki.
"Paloma, Leta, dan juga Yadgar. Kami tengah memikirkan Balawijaya, karena kemungkinan besar mereka pasti akan langsung bergabung tanpa banyak bertanya," ungkap Haruki, kualihkan pandanganku padanya yang tengah mengaduk secangkir teh yang ada di hadapannya.
"Apa kalian punya rencana lain setelah ini?"
"Kami akan melanjutkan perjalanan setelah Kapal ini menepi ke daratan," sambung Haruki menjawab pertanyaan Aydin.
"Apa kau telah memutuskan kemana kita akan pergi selanjutnya?" ungkap Izumi, menoleh aku ke arahnya yang tengah lahap memakan ikan di hadapannya.
"Apa kau lupa dengan apa yang dikatakan Zeki saat kita mencarinya dulu?"
"Aahh, aku ingat. Jadi kita akan pergi ke sana?" tukas Izumi kembali seraya kuarahkan kepalaku menatap Haruki yang tengah menyeruput secangkir teh di tangannya.
"Zeki? Apa yang dia katakan?"
"Kau bersemangat sekali mendengar namanya," ungkap Haruki, diletakkannya cangkir yang ada di tangannya seraya menoleh ia tersenyum menatapku.
"Aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan nii-chan," sambungku tersenyum menatapnya.
"Kalian membicarakan Zeki, siapa itu Zeki?"
"Pangeran Kerajaan Yadgar, tunangan dari Adikku... Ah maaf, aku salah mengatakannya. Kalian tidak lagi bertunangan bukan?" ucap Haruki kembali, berbalik aku menatap Izumi yang terbatuk menahan tawa dengan sebuah cangkir di tangannya.
"Aku tidak peduli dia bertunangan dengan siapa sekarang, asalkan pada akhirnya dia tetap memilihku, aku tidak akan memusingkannya," ucapku seraya mengangkat kedua lenganku menyilang ke dada, sesekali mengangguk aku mengikuti ucapan yang aku katakan.
"Menghibur diri sendiri adalah keahlian terbesarmu, lanjutkan terus usahamu itu, Adikku," ungkapnya kembali, kuarahkan kembali pandanganku padanya yang masih tersenyum menatapku.
"Jangan menggodaku seperti itu nii-chan," ucapku tertunduk dengan kedua tangan menutup wajah, kurasakan tepukan pelan menyentuh kepalaku.
"Jadi, apa yang dia katakan?" ucapku lagi, kuangkat kepalaku menatap ke arahnya.
"Kau tahu bukan jika dia menjalin hubungan baik dengan Adinata setelah kejadian enam tahun yang lalu," ucap Haruki, mengangguk aku membalas perkataannya.
"Dan teman akrabmu..."
"Maksudnya Julissa?" ucapku memotong perkataanya.
"Bukan, apa teman yang akrab denganmu hanya Julissa."
"Julissa, Savon dan juga... Danur?"
"Kau benar, Danur. Zeki mengatakan jika Danur akan segera menikah..."
"Jadi Sa-chan, apa kau ingin mendatangi pernikahan temanmu itu?" sambung Haruki tersenyum menatapku.
__________
Gengs, bantu aku ya buat naikin rate novel ini lagi. Kalian juga sih kalo muji jangan terlalu bar-bar, rate novel sampe turun naik turun naik nggak pernah stabil😠Tanggung jawab beri bintang lima, aku nggak mau tau beri aku bintang lima, pokoknya beri aku bintang lima🙈 Buat yang udah ngasih, terima kasih yang banyak dari aku. Buat yang belum, pliss gengs simbiosis mutualisme okay~