
Masih di hari yang sama....
Setelah memastikan tuan suaminya tertidur, Alicia pelan-pelan memindahkan kepala Daniel ke atas bantal, kemudian ia beranjak dari kasur dengan pergerakan hati hati
kini pagi sudah berubah siang, keinginannya untuk menyaksikan pemandangan taman harus sirna pagi ini. Karna meladeni perdebatan Maureen tadi juga karna harus menidurkan Daniel yang cukup memakan waktu,
Menatap sebentar tuan suaminya di atas ranjang, Alicia yang merasakan lapar karna memang sudah waktu jam makan siang akan turun lebih dulu, tak mungkin ia menunggu tuan suaminya terbangun apalagi cacing-cacing dalam perutnya sudah berdemo minta makan.
Pak Wis yang baru selesai menyajikan makan siang untuk tuan dan nyonya mudanya hendak beranjak dari sana untuk memanggil Daniel dan Alicia namun terhenti ketika melihat Alicia sudah memasuki ruang makan
"mm.. Tuan Daniel sedang tertidur" ujar Alicia melihat Pak Wis melongok menantikan kehadiran tuan mudanya di belakang Alicia
Pak wis mengangguk mengerti kemudian menarikan kursi untuk Alicia
"silahkan nyonya muda"
Alicia berbinar dengan menu makan siangnya, langsung saja ia santap sampai puas.
"siapa yang mengantar pulang kak Maureen?" tanya Alicia setelah menyelesaikan makanannya, ia jadi teringat akan kehadiran Maureen tadi pagi yang membuat dirinya batal menikmati pemandangan taman mansion
"nona Maureen belum pulang, ia masih berada di ruang tamu" jelas Pak Wis
Alicia menaikan sebelah alisnya
"memang apa yang di lakukannya di ruang tamu?"
"menunggu tuan muda katanya"
Sontak kedua bola mata alicia membola, apa yang dilakukan Maureen? Menunggu? Kakaknya yang arogan itu sedang menunggu? Wahh Daniel benar-benar mencungkir-balikan dunia seorang Maureen Angela Dinata. Atau karna memang Maureen kurang kerjaan? Entahlah. Alicia menggelengkan kepala malas memikirkan persoalan Maureen
Yang penting perutnya sudah terisi makanan bergizi nan lezat siang ini.
Prangk
Brugh
Alicia, pak Wis, dan beberapa maid yang sedang melayani Alicia sontak terkejut dengan bunyi barang jatuh dari ruang dapur rumah utama, ruang dapur berdampingan dengan ruang makan, hanya dipisahkan oleh sekat dinding dan ada pintu yang membuat kedua ruangan itu tersambung
Alicia beranjak melihat situasi, beberapa alat kue berceceran di lantai. sontak para koki di sana terkejut melihat kedatangan nyonya muda mereka, keringat dingin melanda para koki, mereka merapalkan berbagai doa agar nasib mereka tak berakhir hari ini, gaji ratusan juta perbulan harus mereka cari bos dimana lagi bisa membayar tenaga profesional mereka semahal itu jika tidak bekerja di Mansion Prasetio.
Alicia yang menyadari kekhawatiran para kokinya mengulas senyum hangat
"mau buat apa?" tanya alicia memungut alat kue yang menarik perhatiannya
Sontak pak Wis, maid dan koki hendak mencegah nyonya mudanya memungut benda itu di lantai, tapi Alicia mengangkat tangannya agar tak ada yang mencegahnya
Kokipun menjawab bahwa mereka ingin mencoba resep baru dan hanya di tanggapi anggukan oleh Alicia, setelahnya Alicia pamit ke kamar.
Pak Wis, maid dan para koki melepas kepergian nyonya mudanya dari dapur dengan menundukan kepala hormat
Benda yang tadi dipungutnya di bawah Alicia keluar dari sana.
Saat kakinya ia belokan menuju arah tangga tiba tiba Alicia penasaran dengan apa yang di lakukan kakanya, jiwa keponya hadir mengetahui kakaknya menunggu sudah berjam jam di ruang tamu. kenapa diruang tamu? Biasanya kan Maureen bebas berkeliaran di lantai satu rumah utama mansion ini
Alicia menelan ludah melihat tatapan menghunus dari Maureen saat baru saja Alicia tiba di ruang tamu
"mana Daniel?" tanya Maureen to the point
"kenapa tanya aku, bukannya kak Maureen adalah tunangannya?" balas Alicia kembali memancing perdebatan lagi, terbukti kini Maureen yang tadinya terduduk diam kini berdiri dengan melotot tajam ke Alicia
"oh iya, tapikan aku istrinya yah, heheh" ucap Alicia cepat memotong ucapan Maureen, dan yang paling menjengkelkan Maureen adalah kekehan Alicia itu
mungkin Alicia merasa di atas awan karna Daniel lebih memilih tidur dari pada menemani Maureen atau karna ada dendam masalalu yang ingin ia bayar atau mungkin karna bawaan bayi? entahlah yang mana menjadi alasan utama Alicia hingga sifat jahilnya keluar ke permukaan kala meladeni Maureen
"karna kamu adalah pelakor, wanita murahan yang berani merebut tunangan kakakya sendiri" desis Maureen menuding Alicia
"tunangan kakaku? Oh aku lupa kalau aku punya kakak?" Alicia dengan muka sok berpikirnya makin membuat Maureen geram
"pergilah Alicia, menjauh dari Daniel sebelum kamu di usir dari sini, kamu taukan aku lagi hamil anak Daniel dan bentar lagi Daniel akan menikahiku dan membuangmu ke laut" desis Maureen yang di akhiri senyum menyerigai
"OH YA?" Alicia bertanya dengan suara tinggi pura-pura kaget
"aku juga lagi hamil anak tuan Daniel nih kak, gimana dong" balas Alicia mengelus perut buncitnya yang baru saja di isinya dengan makanan siang
Kepalan tanggung, Alicia yang muak akan perkataan pedas Maureen membuatnya berani berbohong akan hal yang di hindarinya itu, hamil anak Daniel.
Maureen yang tadinya tersenyum menyerigai kini wajahnya pias akan perkataan Alicia yang membuat detak jantungnya tiba tiba berhenti berdetak, netranya fokus ke arah perut yang sedikit buncit dari balik kameja kebesaran itu.
"tidak! Kamu pasti bohongkan?" Maureen tak percaya, ia menggelengkan kepalanya menolak fakta itu
Alicia yang merasa sudah keterlakuan telah berbohong hanya mengendikan bahunya dan beranjak dari sana. Sudah cukup ia menarik ulur emosi kakaknya pagi tadi bahkan siang ini juga.
Namun saat Alicia membalikan tubuhnya, Maureen meraih tangannya dan menariknya paksa hingga membuat kaki Alicia oleng karna tak siap akan serangan tiba tiba Maureen, Alicia yang tak bisa menyeimbangkan berat tubuhnya terjatuh ke lantai, kepalanya sempat terbentur ke lengan sofa
"Awww" ringis Alicia
Maureen tersenyum menang melihat Alicia terduduk di lantai, di bawah kakinya. karna tempat Alicia memang seharusnya di bawa kendali Maureen sama seperti sejak kehadiran Alicia di keluarga Dinata
"DARA!"
sedetik
3 detik
5 detik
Cairan merah mengalir ke lantai dari tempat duduk Alicia
Bersambunggg.....
#######
Yuhuuuuu
selamat hari senin kalian,, selamat beraktifitas, semoga selalu sehat kita semua
Bernapas yah gais
Masih ada dunia nyata yang lebih sadis dari dunia khayal milik penulis abal abal sepertiku ini
See you next chap
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu