TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 141


"kok bisa balik sama ayah?" Daniel bertanya sambil mengelus rambut istrinya yang acakan akibat serangannya yang tak memberi ampun hingga mereka berakhir dengan panas di atas ranjang


"3 hari yang lalu, waktu ayah mengunjungiku, aku kasih tahu kalau aku udah mau balik ke indo..."


"tunggu.. Ayah sering mengunjungimu?


"hu'um, ayah datangnya setiap hari selasa" jelas Alicia keceplosan, pasalnya Pras tak mau Daniel tahu tindakannya


"eh ups" tangan Alicia yang awalnya sedang asik membuat pola abstrak di dada telanjang Daniel langsung menutup mulutnya kala menyadari tatapan tajam Daniel menghunusnya


*sejak kapan pria tua itu punya waktu luang?* batin Daniel bertanya


Daniel tak tahu saja, jika Pras akan melakukan apapun untuk menjaga menantu dan calon cucunya, agar mereka tetap terjamin dan bahagia


"dan tadi apa? Kamu kenapa nggak ikut aku balik aja kalau memang udah ada niatan balik ke indo?" tanya Daniel pagi


"kamu pulangnya malam senin, nah aku baru ingin hari seninya, gimana dong" Alicia mengerucutkan lucu bibirnya membuat Daniel ambil kesempatan untuk mematuknya


"suka banget sih ngegodain" gemas Daniel setelah kembali membuat basah bibir istrinya


"ish, tuan yang tinggi syahwat!" melototkan matanya tak terima


"hanya dengan kamu seorang" cepat Daniel mengatakannya sambil menoel hidung mungil istrinya


"huh, modus" balas Alicia mencubit kecil lengan suaminya yang bertengger di pinggangnya hingga meninggalkan jejak panas di kulit Daniel


"aww, sakit sayang"


"biarin!"


"dih, bumil ambekan"


Alicia membalik tubuhya membelakangi Daniel.


Cup


Daniel mencium kepala bagian belakang sang istri kemudian menggeser sedikit tubuh telanjangnya yang terbalut selimut dan mendekap tubuh wanita bumilnya dari belakang


"tuan!' geram Alicia merasa benda milik tuan suaminya mengganggu bagian belakang tubuhnya yang juga sama telanjang di balik selimut


"kalau dari seninya pengen balik kenapa baru sampai hari kamis?" tanya Daniel mengabaikan protesan istrinya.


"papa tidak ngijinin pergi tanpa dirinya, yang kebetulan hari itu ada masalah perusahaan yang harus ditangani" jelas Alicia yang hanya diangguki oleh Daniel, sementara tangannya mengelus sayang perut besar tampat tumbuh kembang anaknya


"tuan?" Alicia menoleh kebelakang saat ia merasa pergerakan tuan suaminya mulai aneh


"sekali lagi yah" ucapnya langsung melancarkan aksinya tanpa menunggu persetujuan Alicia


*cinta apa nafsu sih?* batin Alicia pasrah


Bukan apanya, sudah 2 jam-an sejak mereka habis melakukan ritual mandi bersama dan saat itu kenakalan Daniel mulai, seolah calon ayah itu tak ada puas-puasnya mencumbui tubuh seksi istrinya. sebelum hamilpun, Daniel sudah sangat menggilai tubuh itu hingga rasanya ingin selalu menyatu, apalagi sekarang, seksinya makin berkali-kali lipat sejak perut itu makin membesar, Beruntung janin Alicia sudah kuat di usia kandungannya yang ke 7 bulan.


Tok tok tok


Shit! Umpat Daniel, tapi ia memilih abai dan tetap fokus pada kegiatannya


"mas"


"ohh,, bentar sayang, sedikit lagi"


Tok


Tok


Tok


"Daniel, Elis!!" teriak kencang dari balik pintu


"mas, itu ibu" beritahu Alicia menahan desahannya


"sebenhh.. tarh bu!" teriak Alicia karna tuan suaminya tak berniat menjawab karna keasikan menuntunnya menuju puncak kenikamatan


Sedang Maya yang mendengar suara sahutan yang terdengar aneh dari menantunya merutuki tindakannya yang tak sabaran.


Menahan napas, Maya beranjak dari sana dengan mengendap endap. Padahal sewaktu datang ia berlari menaiki tangga hingga mengetuk pintu kamar putranya tak sabaran.


Ia merasa malu sekaligus tak enak telah menganggu ritual putra dan menantunya


"kenapa bu?" tanya Prasetio melihat istrinya memasuki kamar dengan wajah memerah


"hehehh" Maya tak tahu harus menjawab apa, alhasil ia hanya cengiran menampilkan wajah bersalahnya


"ibu sih tak mau dengar kata ayah, tadi" ucap Pras santai kembali membaca email di ponselnya


"ibu rindu tau, lagian anakmu itu jahat banget sih yah, bukannya membiarkan istrinya istirahat malah ditambah capenya" kesal Maya karna tak bisa melepas rindu pada menantu yang 3 bulan belakangan hanya bisa bertemu lewat layar ponsel, sebab Maya tak pernah dapat izin ke Taiwan karna sesuatu dan lain hal.


"salah ibu datangnya lambat" timpal Pras tanpa mengalihkan pandangannya. Menyudutkan Maya yang baru saja tiba setelah melakukan perjalanan ke Australia sesama para istri pengusaha terkenal.


"ibu juga maunya langsung terbang yah, saat tahu kabar akan kepulangan Elis tapi gimana kalau disana ada larangan penerbangan sekalipun ibu pakai Private jet" kelu Maya tak terima. Ia memberengut kemudian mendaratkan kasar pantatnya ke sofa samping Pras hingga duduk Pras terlonjak. Sia-sia sudah tenaganya lari ke lantai atas sesaat setelah sampai rumah, ia bahkan mengabaikan peringatan Pras yabg mengatakan mereka tak bisa diganggu, makan malam saja mereka lewatkan.


"dasar turunan kamu itu" Maya menyindir


"ya namanya juga anak aku, benih dari aku" sahut Pras santai, ia melirik sang iatri yang mendengus mendengar jawabannya


"bagaimana kalau kita melakukan hal yang sama?kamu tak merindukan adik kecilku" goda Pras menaik turunkan Alisnya, ponselnya sudah ia simpan


"nggak anak, nggak ayah sama saja!" kesal Maya berlari ke arah kamar mandi


"May, udah hampir 2 bulan loh dia puasa" Pras mengejar Maya dan beruntungnya langkah Pras lebih cepat hingga bisa mencegat Maya


"mandi bareng" putus Pras langsung menarik Maya masuk kamar mandi. Dan yah kalian tahu apa yang akan sepasang paru baya itu lakukan dimalam yang sunyi itu setelah mereka mandi atau bahkan sementara mereka mandi.


Sedang Arham tengah beristirahan di kamar tamu setelah menyelesaikan makan malam. Menikmati kesendiriannya jauh dari istri tercinta.


\=\=\=\=\=\=\=


"mas..."


"mas, bangun"


"mas, bangun dong"


"MAS DANIEL!!" teriak Alicia tepat di kuping sang suami


Daniel terlonjak, bahkan hampir saja menedang tubuh gempal istrinya karna telah berani mengganggu tidurnya yang baru beberapa puluh menit lalu.


"apa? Mau nendang?" tantang Alicia dengan sorot mata membulat membuat kaki Daniel yang menggantung di udara perlahan menurun.


Sejak kepulangan Alicia seminggu lalu, wanita itu makin berani menunjukan sikap aslinya.


"eh kamu sayang, hehehe kirain siapa" Daniel berucap setelah menurunkan kakinya, ia menggaruk kepalanya sambil menampilkan cengirannya


"anak kamu mau makan coto Makassar" ucap Alicia dengan tatapan imutnya


"hah?, besok aja yah, sayang" tawar Daniel setelah mengatasi keterkejutannya, ia kemudian mengelus lembut surai panjang istrinya berharap istrinya mau menurutinya. Jujur matanya sangat berat ingin kembali terlelap


Gila aja, ini udah jam 3 subuh, dan istrinya minta makan, lagi? Yah pasalnya belum ada sejam Daniel habis berpetualang mengelilingi jakarta di jam 12 malam hingga jam 2 subuh demi mencarikan istrinya bubur manado, beruntunglah ia memiliki sekertaris Ali yang bisa Daniel sibukan untuk menemaninya mencarikan pesanan istrinya hingga dini hari. Hampir 2 jam berkeliling tak menemukan apa yang bumil inginkan membuat tuan dan sekertarisnya itu putus asa. Sampai mereka melajukan mobilnya kembali pulang namun malah menemukan penjual bubur manado di pinggiran jalan dengan tenda biru.


Memang sesuatu yang sudah membuat kita menyerah kadang muncul begitu saja tanpa terduga.


Tak punya pilihan, mereka membeli itu saja, meski Daniel awalnya tak iklas istrinya makan makanan pinggiran namun ucapan Ali yang mengatakan bahwa keinginan bumil harus di patuhi jika tak mau menerima amukan darinya membuat Daniel langsung mengiyakan. Ia tak akan siap di amuki oleh kucing kecilnya yang kini mulai menunjukan taringnya.


Namun naasnya, setelah balik istrinya malah tertidur pulas tanpa menunggunya, dan yang lebih membuat Daniel kesal setengah mati adalah secarik kertas yang tertempel di bantal miliknya


'aku tidur, soalnya kamu carinya lama sekali. Jadi udah nggak nafsu, tapi kamu harus makan bubur itu sampai habis, mubazir kalau dibuang. Oh ya, jangan berani-berani membangunkan ku' lihatkan kekurang-ajaran istinya, bahkan sudah berani mengancamnya.


Marah? Tentu saja.


Tapi ia berada di titik dimana ia akan selalu salah dan dipaksa untuk mengalah, sekali lagi demi cinta, anak dan istrinya.


"ini mau anak kamu yah, kamu mau dia ileran?" kan, alasan yang sama. Sepertinya istrinya itu sudah menghak patenkan alasan itu yang sialnya Daniel tak bisa berkutip


"aku lapar banget ini, kamusih habisin buburku" kembali Alicia berucap melirik mangkok di atas nakas yang isinya sudah tandas


"loh, kan kata kamu..."


"nggak pekaan banget sih jadi suami, orang lagi lapar malah dibabat habis semuanya" oceh Alicia memotong ucapan Daniel dengan memalingkan wajahnya ke samping, mode ngambek bumil on


Oke kalau begini, Daniel salah. Di depan Alicia dirinya selalu salah.


"oke-oke, aku cari coto makassar sekarang!" Daniel menyingkap selimut dan beranjak dari pembaringan


Alicia langsung menoleh dengan wajah berbinar bahagia, dan ya, Daniel akui ia juga ikut bahagia melihat binar itu. Meski tubuhnya sangat butuh istirahat tapi demi istri tercinta ia akan berjuang sekali lagi mengelilingi kota jakarta di subuh buta ini. Demi cinta.


Kemudian dengan semangat bumil itu ikut beranjak dari pembaringan


"tunggu sebentar, mas" ia berjalan cepat ke walk in closet membuat Daniel kebingungan


"pelan-pelan sayang" peringat Daniel, sambil menunggu sang istri, ia menghidupkan ponselnya dan mendial salah satu nomor disana


"sopiri saya sekarang" ucapnya setelah seseorang disana mengangkat telponnya, dan dengan tak sopannya Daniel langsung mematikannya setelah berucap tanpa menunggu jawaban dari seberang. tanpa Daniel tahu sekertaris Ali masih linglung dengan perintahnya di subuh buta ini.


Tapi Ali tetap Ali, manusia yang selalu siap pakai jika tuannya membutuhkannya, bahkan ia rela tak neristirahat sekalipun.


Sedang Daniel tengah terharu, ia menyunggingkan senyum full memperilhatkan sederetan gigi putihnya, melihat sang istri keluar dari walk in closet dengan jaket dan syal di tangannya


"aduh sayang, makin cinta deh" ucap Daniel mendaratkan kecupan di bibir Alicia saat istrinya memakaikanya syal di lehernya.


Alicia hanya tersenyum, ia kemudian memakaikan jaket pada tubuh jangkung suaminya, beruntung Daniel sedikit menundukan tubuhnya hingga prosesi pemakaian jaket berjalan sempurna


"mas hati-hati ya, kali ini aku tungguin sampai mas pulang" janji Alicia


"semoga saja masih ada yang buka jam segini" balas Daniel sedikit tak yakin


"sekarang? Hum, keknya siangan deh mas baru bisa dapat" jawab Alicia setelah sedikit berfikir


"kok gitu sih?" tanya Daniel curiga


"iya, kan mas harusnya beli cotonya di makassar" ucap Alicia dengan wajah tak berdosanya


Sedang Daniel mengeram kesal, tolong jika ada selokan disini, ingin sekali ia ceburkan kepala istrinya ini biar tak seenak jidat.


Arghhhh


Bersambungggg


########


Selamat hari lebaran para Readers Muslim,


Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin untuk kalian semua tanpa terkecuali


Mohon dimaafkan jika ada kata-kata saya yang mungkin tak sengaja ada menyinggung salah satu dari kalian, juga dengan sikap saya yang jarang up dan membuat kalian menunggu. Mohon di maafin yah


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu