TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 40


"kenapa perutmu makin membengkak?" Maura yang awalnya merasa nyaman akan elusan hangat tangan Alex pada perutnya tersentak kala mendengar ucapan pria yang baru saja menyemburkan cairannya puluhan kali di dalam rahimmya yang berpenghuni calon anak manusia itu


Usia kandungannya sudah memasuki 4 bulan dan jelas jika dalam keadaan telanjang bulat begini akan ketahuan jika ia sedang berbadan dua. Jadi apa ini waktunya semua akan terbongkar. Apa ia harus jujur pada sang calon ayah dari makhluk mini dalam perutnya.


Lelaki yang tengah memeluk tubuhnya dari belakang itu setelah sesi percintaan ronde ke 2 di ranjang usai pasti tahu akan keganjalan pada tubuhnya yang kian berisi dengan bagian perut menonjol, apalagi lelaki yang tadi menerjangnya di sofa ruang tamu untuk menuntaskan ronde pertama bermain sangat lembut seolah menjaga tubuhnya agar tetap aman dan tak kesakitan.


Perlakuan Alex pada tubuhnya yang seolah memuja membuat Maura menebak jika pria tanpa busana yang menempeli tubuh belakangnya itu sudah tahu akan kehamilannya


"besok kita ke rumah sakit" sahut Alex membuat Maura spontan membalikan tubuhnya


"un..untuk apa tuan?" tanya Maura melirik takut-takut netra sang suami


"untuk memeriksa dirimu lah" jawab Alex ringan


"tapi saya tidak..."


"kamu sepertinya mengidap konstipasi" potong Alex menebak. Tentu ia tak akan berfikiran Maura bisa hamil dalam sebulan setelah keguguran, apalagi perutnya langsung besar. Dan yah, otak Alex menebak jika Maura tengah mengidap penyakit yang susah membuang air besar akibatnya bisa membuat perutnya jadi membuncit


Maura mengerjab, mengaga tak percaya akan perkataan pria berusia 35 tahun di hadapannya itu. Segera ia membalikan kembali tubuhnya membelakangi Alex


*Ihh ngeri banget sih pikiran bokap lo* batin Maura mengelus perutnya


"kenapa? Mau yah, hm?" tanya Alex yang kini mengalihkan tangan kekarnya pada benda faforitnya yang biasa terbungkus br4 itu membuat Maura meringis


"tidur, aku akan membangunkamu jika waktunya makan malam" ujar Alex yang tahu jika Maura saat ini tengah kelelahan karna melayaninya sampai lepas 3 kali


*gimana mau tidur dodol, orang payud4r4 gue lo remas kek squisi* batin Maura meronta


Mentari pagi kembali menyambut, sinarnya yang awalnya hangat mulai berubah panas menerpa kulit jika sedang berada di luar ruangan. Tentu wanita yang masih bergelung dengan selimut tebal di dalam kamar berAC itu tak merasakan hal demikian. Jika bukan karna suara getaran diikuti suara brisik memekakan telinganya yang berbunyi nyaring tepat di telinganya , tidurnya pasti tak akan terusik.


Terlonjak kaget saat merasa getaran dan bunyi yang langsung menerpa daun telinganya, Maura terbangun dengan napas memburu, ia kaget.


"Sial, siapa berani-beraninya menganggu tidur cantikku!" umpatnya menggebu


'jangan sering mengumpat, nona. Katanya tak baik untuk si jabang bayi' setelah mengumpat, nasehat bik Imah beberapa waktu lalu menampar ingatannya


"lo kalau gue ngumpat atau marah-marah mending tutup telinga aja, kasihan pendengaran suci lo soalnya" monolog Maura menepuk-nepuk lembut perutnya di balik linggerie merah barunya yang kusut itu


KRING KRING KRINGGGGGGGG


bunyi itu kembali membuat Maura terjingkat, segera ia mencari sumber pengganggu dan yah,, ketemu


Kening Maura mengeryit kala melihat ada secarik note menempel pada benda yang hampir dilemparnya ke dinding itu


"bangun udah jam 10 siang, waktu tidurmu sudah cukup. Sekarang bersihkan dirimu dan pakai pakaian yang aku taruh di atas ranjang panas kita, nggak usah makan. Aku tunggu di kantor.


Ttd. Suamimu Alex yang perkasa" Maura berdecih malas membaca note itu


Maura mendongak melihat jam dinding, benar sudah pukul 10, kemudian pandangannya ia alihkan pada sisi ranjang


"pakean kerja?" beo Maura setelah meraih dan memeriksa satu steal pakean kerja lengkap berwarna nude itu


KRING KRING KRINGGGGGG


kembali si mickey hidup bernyawakan batrai itu melonglong setelah 1 menit terdiam


"dasar pria tua gila!" teriak Maura tak bisa lagi menahan emosinya sebab telinganya sampai berdengung mendengar bunyi alarm yang ia pastikan Alex sengaja menyetelnya full suara alarmnya


"karna siapa aku sampai ketiduran kesiangan begini" geramnya


Yaps, semua karna si suami mesumnya itu. sehabis makan malam usai, seorang kurir datang ke rumah dengan beberapa puluh paket. yang ternyata berisikan puluhan pakaian dalam dan linggerie mahal dan bermerek. kata sang suami siri, semua itu untuknya. ternyata semua adalah tipuan, karna nyatanya harus Maura bayar sampai bertahan hingga subuh di ranjang panas mereka.


Bersambunggg...


######


typo dan segalam macamnya harap maklum. ntar aku revisi kalau keadaan memungkinkan


maaf aku menghilang 3 hari ini, kalian pasti kecewa yah, tapi mau bagaimana lagi, autor nggak bisa maksa buat nulis sementara Autor demam, demamnya yang benar-benar panas banget kek habis di rebus, sumpah nggak enak banget, mana badan rasanya kek habis digebukin sekampung, benar-benar nggak bisa bangun, hari pertama mata terpejam terus


tapi alhamdulillah pagi ini badan udah sedikit mendingan, walau kepala masih berat, tapi aku kasihan sama kalian yang menunggu, makanya aku up lewat buah hatiku yang memang udah ada beberapa draf yang aku buat jauh jauh hari dan siap up tapi belum aku up karna fokus ke TSYK S2 ini dulu, aku up disana untuk menyampaikan keadaan autor belakangan ini, tapi nyatanya pembaca disana belum seberapa banyak, alhasil banyak dari kalian yang masih bertanya-tanya kemana diriku sampai mngantungkan penasaran kalian.


karna merasa tak enak sama ribuan pembaca TSYK aku paksakan deh ngetik sebait demi sebait saat habis makan dan minum obat untuk merangkai sedikit kata, dan yah aku hanya bisa nulis pendek. sumpah pusingnya benar-benar tak ada tandingannya. demi kalian. demi rasa terimaksih autor karna dukungan kalian selama ini sama aku.


segini dulu yak, pantat autor udah pegal nih dudukan, mata juga udah perih banget pengen bobo


makasih yang sudah mengerti


sehat untuk kita semua, jangan sampai ada yang ngalamin kek sakitnya autor. eh bukan corona yah.


sudah di swab dan alhamdulillah negatif. penciuman dan perasa autor alhamdulillah aman. dan semoga Autor juga bisa sehat segera. aamiin