
Tiga anak manusia berperasaan berbeda sedang terjebak macet ibu kota jakarta di pagi hari yang cerah, mobil yang mereka tumpangi berada dalam lautan kendaraan di aspal
Daniel yang memang memiliki sifat tak sabaran mengumpat, pasalnya sudah hampir sejam mereka berada dalam mobil padahal jarak tempuh Mansion ke perusahaan biasanya hanya butuh waktu kurang 30 menitan jika lalu lintas lancar
Alicia memutar bola mata malas mendengar tuan suaminya yang menyalahkan kendaraan lain, bahkan menyalahkan pemerintah ibu kota yang tidak bisa mengatasi kemacetan
"jika tuan tak sabar, tuan silahkan jalan kaki saja" ucap Alicia entah dapat keberanian dari mana
Sekertaris Ali bahkan melotot tak percaya akan pendengarannya, sungguh berani sekali nyonya mudanya berbicara demikian pada Daniel apalagi Daniel sedang berada dalam mode kesal
*sepertinya nyonya muda punya banyak nyawa* batin Ali
Jangankan Ali, Alicia pun tak percaya dengan apa yang baru saja bibir kurang ajarnya ucapkan, mau mati dia...
Alicia menutup mulutnya dengan kedua tangannya kemudian melirik takut takut Daniel, saat matanya bertabrakan dengan mata Daniel yang memicing dengan rahang mengetat, Alicia segera membuang muka ke arah jendela mobil
**di mana aku?*
*dengan siapa aku?*
*aku baru saja melakukan apa?*
*ahh,, sepertinya aku sudah bosan hidup** batin Alicia merutuki keberaniannya yang tak seberapa
Daniel mengepalkan tangannya kuat, melirik tajam ke arah Alicia yang membelakanginya, kemarahan Daniel sudah di ubun ubun, tak pernah sekalipun ada orang yang berani memerintahnya selain tuan besar Prasetio, namun alih alih marah Daniel malah membuang muka juga ke samping, jadi kedua pasangan suami istri itu saling membelakangi
*untung sayang* batinnya, Daniel mencebikan bibirnya malas
Sekertaris Ali yang mencuri curi pandang lewat spion mengulum senyum melihat reaksi keduanya
*ah,, pengen gue berada di tikungan tajam terus tancap gas * batin Ali mebayangkan mengemudi di tikungan tajam yang akan membuat salah satu penumpangnya terhempas ke samping, namun sayang saat ini mobil mewah itu malah terjebak macet di jalanan lurus jadi tidak ada celah untuk membuat penumpangnya memgalami insiden bergeser dan saling mendekat
Sedang di perusahaan Daniel, seorang wanita cantik yang tak lain adalah Maureen Sedang menunggu Daniel di ruangan pribadinya
Jangan tanya kenapa Maureen bisa bebas masuk keluar perusahaan, sebab memang Maureen terkenal sebagai tunangan daniel di perusaaan jadi tak ada satupun orang yang berani menyuruhnya menunggu di lobi
Maureen memiringkan kepalanya melihat ada meja kerja lain yang berada dalam ruangan Daniel, mengingat Daniel adalah sosok manusia yang tak bisa berbagi ruangan dengan orang lain meski orang itu kepercayaan Daniel sekalipun
Namun, Maureen menggelengkan kepala tak ambil pusing, sebab yang penting sekarang adalah menemui dan bermanja dengan tunanagannya, Daniel
"dasar orang sibuk" ucap Maureen mendudukan dirinya di kursi kebesaran milik Daniel dan melihat banyaknya berkas berkas menumpuk di meja kerja Daniel
sejam kemudian,,
ceklek
Daniel memasuki ruangannya namun terhenti saat melihat seseorang di sana sedang duduk anteng memainkan ponsel, karna Daniel yang tiba tiba terhenti, Alicia menabrak punggung Daniel sedikit keras, karna sedari tadi Alicia susah payah mengikuti langkah lebar milik Daniel
Bugh
"Aww" ringis Alicia
Maureen segera bangkit dengan wajah berbinar dan menghampiri Daniel
namun gerakan Maureen berhenti saat menyadari sosok gadis yang selama ini menjadi budaknya selama puluhan tahun
Maureen mengepalkan tangan melihat Daniel ternyata datang bersama Alicia
"halo adik" sapa Maureen pada Alicia dengan tatapan tak suka
Alicia melongokkan kepalanya di balik punggung kekar Daniel saat mendengar suara wanita di dalam ruangan Daniel
Alicia menegang melihat secara langsung kakak sekaligus calon perebut statusnya, berada di depan matanya yang selama ini menjadi sumber ketakutan Alicia
Daniel melirik sekilas ke belakang dimana Alicia berada, kemudian berbalik dan menarik Alicia keluar dari ruangannya
"mintalah laporan pemasaran, saya tunggu 10 menit lagi" ucap Daniel setelah memasukan tubuh Alicia di dalam lift
Alicia hanya bisa menurut, setelahnya lift tertutup memisahkan sepasang suami istri itu
Alicia yang telah menuju lantai 5 itu menatap pintu lift dengan mata berkaca kaca, ini bukan seberapa, pengusiran sesungguhnya belum dimulai, ini baru pemanasan ringan. pikir Alicia
sedang Daniel menatap nanar pintu lift, menghela napas panjang dan beranjak memasuki ruangannya
"ada apa?" tanya Daniel to the point setelah memasuki ruangannya
Maureen yang dilanda rasa marah berusaha meredam amarahnya akibat paginya untuk memberi surprise ke Daniel gagal akibat kehadiran Alicia
"sayang,, aku rinduuuu" Maureen melangkah dan hendak memeluk Daniel, namun daniel berhasil menghindar
"5 bulan. 5 bulan kita nggak ketemu Niel, dan sekarang aku sudah di depan kamu, tapi kamu malah lebih memilih pekerjaan kamu dari pada aku, apa kamu tak merindukanku sedikitpun" ucap Maureen
dengan nada di buat kecewa
*cih, kamu yang memilih pergikan* batin Daniel
"sayang,, apa berkas berkas itu lebih penting dari pada aku?" ucap Maureen kesal melihat Daniel sedang fokus memeriksa berkas berkas di atas mejanya dan mengabaikannya
*ya jelas lah* jawab Daniel dalam hati
Maureen menghentakan kakinya kesal karna diabaikan oleh Daniel, kemudian Maureen dengan langkah seksinya mendekat
"Niel,,," Maureen mendudukan dirinya di atas pangkuan Daniel dan mengelus dada Daniel dengn tatapan dan raut muka sok imutnya
Daniel bukannya tergoda, malah risi dan tak nyaman dengan perlakuan Maureen yang murahan itu
*sendainya bukan atas nama pembalasan penderitaan Dara,sudah gue lempar tubuhmu ini ke bawah* batin Daniel mengeratkan rahangnya dan memejamkan matanya enggan melihat mantan tunangannya ini
Maureen yang melihat Daniel memejamkan mata tersenyum menang karna mengira Daniel tergoda akan perlakuannya, kemudian dengan lembut Maureen mengelus dagu mulus Daniel
"tampan" gumam Maureen melihat bulu bulu halus yang selalu bertengger di rahang dan dagu Daniel kini tidak ada lagi
*jelaslah gue tampan makanya istri gue cantik* jawab Daniel narsis dalam hati
Maureen yang merasa Daniel sudah kembali berada dalam jangkauannya kepikiran rencana awalnya datang kesini,,
"apa Alicia si anak haram itu tidak menggangumu selama aku tidak ada?" tanya Maureen dengan senyuman sinis
Mendengar Maureen menyebut nama istri kecilnya dengan tak pantas, berhasil membuat kemarahan Daniel memuncak
Daniel berdiri seketika dari duduknya dan itu membuat Maureen terjatuh ke lantai dengan keras
"AWW" pekik Maureen kesakitan, pantat dan sikunya terbentur keras ke lantai
Namun bukan Daniel jika peduli akan itu jika yang mengalaminya bukan siapa siapa baginya, apalagi hanya sekedar mantan
"pulanglah, saya ada meeting sekarang" ucap Daniel berusaha meredam amarahnya
Maureen menjulurkan tangannya meminta bantuan berdiri, akan tetapi Daniel pura pura tak melihat dan pura pura menelpon
"Niel.."
"saya sibuk!" ucap Daniel penuh penekanan tanpa melihat Maureen yang baru saja berdiri dengan kesusahan
Daniel bahkan mengabaikan Maureen yang merigis kesakitan, mengelus pantat dan siku bergantian
"baiklah, aku pukang dulu sayang, jangan lupa makan yah" ucap Maureen dengan berat hati kemudian berusaha mencium pipi Daniel untuk salam perpisahan, namun Daniel tetap menghindar dengan memperlihatkan berkas ke depan wajah Maureen pertanda Daniel tak ada waktu untuk sekedar di kecup pipinya
Maureen menipiskan bibirnya dan hanya mengelus lengan Daniel
*gue akan membuatmu bertekuk lutut Daniel* batin Maureen
"aku pulang dulu sayang" ucap Maureen pamit dan melangkah dengan kaki terpincang akibat pantantnya yang masih sedikit ngilu
Ceklek
Daniel mendesah kasar dan menyandarkan punggungnya keras ke sandaran kursi kebesarannya setelah Maureen hilang di balik pintu
Tlink (pesan masuk)
Daniel merogoh ponselnya di sakunya
'saya sudah di depan bu'
'tunggu 5 menit'
Daniel tersenyum menyerigai mendapat notif pesan itu
bersambungggg....
#####
Salam Mickey Mouse 24
dari Dunia Halu