
Bip bip bip
Mobil Marsedens Bens memasuki jalan menuju gerbang Mansion yang berjarak kurang lebih 3 kilo meter, namun suara klakson sudah menggema, seolah orang yang mengendarai sedang kesetanan. Sampai gerbang yang menjulang tinggi yang biasanya terbuka otomatis kala mobil-mobil milik mansion terdeteksi oleh sensor berjarak 10 meter dari gerbang kini terbuka manual oleh para pengawal.
Beberapa pengawal berdiri menghadang, mereka mengenali mobil tuan muda mereka namun kelakuan kali ini sangat mencurigakan, jangan sampai mobil tuan suaminya di curi oleh orang jahat, dan menyerang mansion. Si pengendara yang memang dipikirannya hanya ada sang istri mengabaikan beberapa pengawal yang menghadang, bahkan kecepatan laju mobilnya tak menurun, ia menerobos semua pengawal itu, beruntung para pengawal cegatan sehingga bisa berguling untuk menghindar.
Kurang lebih 1 kilometer jarak gerbang dari rumah utama, para pengawal dengan berlari kencang mengejar mobil marsedez bens itu yang tak memelankan lajunya.
Belum sempat para pengawal mencapai mobil marsedez bens warna hitam pekat itu, bunyi klakson dari arah belakang menggema, sebuah mobil alpard dari arah belakang dengan laju tak kala kencang menerobos masuk gerbang, membelah sekumpulan pengawal di tengah-tengah jalan, sedang para pengawal makin gelagapan mengejar kedua mobil yang kini berhasil terparkir asal di depan rumah utama.
"diam di tempat!" seru para pengawal mengeluarkan senjata api, ia todongkan ke arah dua mobil itu
Pintu kursi kemudi mobil marsedez bens terbuka, si pengemudi menulikan telinga dan mengabaikan aksi para pegawal, begitu juga pintu penumpang mobil alpar ikut terbuka, menyusul turun dan membuat para pengawal menelan ludah kasar dan berkeringat dingin, segera menurunkan senjata, mereka menunduk hormat memohon maaf
Daniel tak peduli, ia segera berlari memasuki rumah, Prasetio menanggapi para pengawal dengan mengibaskan tangan agar rombongan bubar, ia kemudian mengikuti putranya memasuki rumah utama.
Mata keduanya membulat melihat kejadian di depan sana
"JANGAN MENYENTUH ISTRIKU!!"
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA MENANTUKU, MAYA!!!"
teriak keduanya bersamaan, Daniel berlari memasuki ruang keluarga, sedang Prasetio berjalan lebar dan tegap, rahangnya mengeras menatap istrinya yang tengah mencengeram lengan menantunya yang tengah terduduk di lantai dengan memegang perutnya
Alicia dan Maya terjingkat dengan suara menggema ayah dan anak itu, sontak mereka menoleh dengan ekpresi terkejut, terkejut dengan kedatangan keduanya secara bersamaan dan tiba-tiba juga dengan raut wajah mengeras penuh amarah
Daniel menyentak kasar tangan ibunya dan berjongkok memeluk Alicia
"aaww" ringis pelan Maya, tangannya sakit di sentak kasar oleh putra kesayangannya, namun hatinya jauh lebih sakit mendapat perlakuan tak sopan dari anaknya, berasa sesuatu dalam dadanya di remas kuat hingga ia susah bernapas, air matanya yang memang sedari tadi mengalir karna moment harunya bersama menantunya kini mengalir lagi.
"nak.." ucapan lirih Maya terpotong kala Parsetio tiba di dekatnya dan mencengkeram tangannya
"kamu memang wanita tak berhati Maya! Kamu mencelakai menantu dan calon cucu kamu sendiri!" desis Prasetio menatap nyalang istrinya
"a,, yah?"
"aku nggak habis pikir kemana jalan pikiran kamu itu, tidak kah kau merasa sangat jahat Maya, kamu wanita berhati IBLIS!" Prasetio berucap sambil menghempas tubuh Maya kebelakang hingga ia terjerambat di sofa. Maya? Jika diagnosa medis ia sudah tahap sekarat. Bayangkan ia mendapat perlakuan kasar dari anak kandungnya dan mendapat perkataan kasar dari suaminya. Ia merasa dunianya hancur, baru kali ini ia mendapati rasanya tak dihargai dan tak diterima kehadirannya, apalagi oleh orang orang tercinta, rasanya dadanya tertusuk beribu sembilu tajam dan di tetesi perasan jeruk, pedih tak terkira.
"tenang sayang, aku disini" gumam Daniel menenangkan istrinya
"shs" ringis Alicia memejamkan matanya, sementara tangannya berada di perut
"hei, kenapa? Ada apa? Apa ada yang sakit?" tanya Daniel beruntun setelah melepas pelukannya. Ia meneliti tubuh istrinya
Pak Wis dan para ajudan Alicia berlari memasuki ruang keluarga, mereka sontak membelalakan mata melihat apa yang terjadi disana
Bukankah tadi semuanya dalam keadaan damai sebelum mereka di perintahkan pergi dari sana? Lalu apa ini? Apa yang terjadi hingga nyonya besar menangis di sofa, tuan besar berdiri menatap penuh amarah dan kecewa pada sang istri, sedang nyonya muda mereka terduduk di lantai dengan tuan muda memeluknya dengan raut wajah khawatir
"nyonya muda.." lirih jeal salah satu ajudan Alicia merasa bersalah karna telah meninggalkan nyonya muda mereka
"panggil dokter Putri sekarang!!!" perintah Daniel
"Ibu puas?! Aku sudah berusaha memaklumi sikap ibu selama ini pada Dara, karna aku takut durhaka melawan ibu, tapi tidak lagi untuk sekarang. asal ibu tau, duniaku adalah Dara, dia sakit aku jauh lebih sakit" ucap Daniel panjang lebar menatap sinis pada sosok yang telah melahirkannya kedunia 28 tahun silam terduduk tak berdaya di atas sofa. Mendongak dengan mata berkaca kaca, Daniel lelah akan sikap ibunya yang tak kunjung menerima sang istri.
"nak,,"
"berhenti membuat pembelaan bu, aku mencintai istriku, duniaku adalah dirinya. Aku bahkan rela ibu tak menganggap diriku sebagai an.."
"tuan?!" Alicia memotong ucapan Daniel, ia menangkup rahang tuan suaminya dengan jari-jari lentiknya agar melihat kearahnya
"kenapa tuan, malah memarahi ibu?" tanya Alicia dengan bibir bergetar
"huh? Ibu?" beo kedua pria beda usia itu
"tuan besar dan tuan muda pada jahat sama ibu, huwaaa" pecah sudah tangis bumil yang tak tahu situasi, entahlah ia merasa kasihan melihat ibu mertuanya yang baru saja berbaikan dengannya malah di marahi dan di bentak-bentak
"hei, sayang" Daniel gelagapan, ia kembali mendekap sang istri untuk meredakan tangisnya
Prasetio mengerjab bingung, ia menatap heran sang menantu.
Maya? Hatinya tentu jelas masih sakit di tuduh sedemikian rupa meski ia benarkan memang semua tuduhan itu pernah ia lakukan tempo lalu sebelum ia berdamai dengan takdir dan menerima Alicia sebagai menantu satu-satunya. menantu yang kini telah mencuri putranya dan juga mencuri hatinya sendiri, ya Maya telah jatuh hati pada sosok gadis itu, ia telah menganggap Alicia adalah putrinya juga. ia menyanyangi wanita muda yatim piatu itu.
Bersambunggg...
######
Pendek yah? Maaf waktu ngetik jarang banget. Ini aja ketikan baru bisa rampung setelah 3 hari di draf gak beres beres.
dan
Selamat beribadah untuk kalian saudara kaum muslimku pada bulan penuh ampunan ini, semoga amal ibadah kita bisa di terima oleh Allah subahana wataala di bulan suci ramadhan, bersyukur masih di beri nikmat umur panjang, kesehatan hingga kita masih bisa merasakan indahnya bulan suci Ramadhan
Salam Mickey Mouse 24
dari Dunia Halu