TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 100


"berani sekali kalian memperlakukan saya seperti ini!" teriak Maureen dari luar gerbang


"tunggu saja, tante Maya akan memecat kalian!"


Maureen segera beranjak dari tempatnya tersungkur, ia sangat marah dan merasa di permalukan. Bagaimana bisa ia yang akan menjadi nyonya muda keluarga Parsetio memdapat perlakuan kurang ajar dari beberapa penjaga Mansion.


Dirinya diseret paksa dan bahkan dilemar keluar gerbang hingga dirinya tersungkur di tanah, Maureen tak terima di perlakukan tak manusiawi seperti ini. Ia bahkan mengabaikan beberapa luka lecet di lutut, siku dan tangannya karna fokusnya adalah bagaimana bisa membalas sesegera mungkin perlakuan para pengawal yang telah dengan kurang ajarnya membuat ia diperlakukan bak seonggok,,, sampah busuk, dilempar kemudian ditinggalkan karna tak kuat menahan aroma menyengatnya.


Maureen benar benar kehilangan harga dirinya.


Segera ia meraih ponselnya dan mencari nama Maya di kontaknya


Berdering... (keterangan yang tertera setelah menemukan kontak Maya dan menekan icon berwarna hijau disana)


Tut. Tut. Tut


Tak terjawab


Sekali lagi ia ulang


Berdering...


Tut.tut.tut


"argh" meski kesal tapi ia tetao melakukan panggilan


Memanggil...


Loh? Nggak aktif? Baru saja kan aktif


Tidak ingin berburuk sangka Maureen lagi lagi melakukan panggilan


Memanggil...


Tunggu? Kenapa poto profil maya tak ada? panggilan pertama dan kedua kan tadi masih ada


Kenapa seperti Maya memblokir nomor Maureen, atau memang iya? Maureen menggeleng menghilangkan pikiran buruknya


sekai lagi ia melakukan panggilan..


Memanggil...


"Argh si4lan!"


Brak


Maureen membanting ponselnya ke tanah menyalurkan emosinya yang tak tertahan


Sepertinya Maureen harus berjuang seorang diri. Akan ia balas perlakuan Maya di kemudian hari jika ia sudah menjadi istri Daniel.


Maureen harus mengatur rencana lagi. Dan senjata ampuhnya pada video yang merekam hubungan badannya dengan Daniel seminggu lalu. Ya, Maureen akan menggunakan itu untuk mendapatkan Daniel. Ia tak peduli jika nanti namanya akan tercoreng jika video itu tersebar, tapi tak masalah sebab ia melakukan itu bersama pria idaman para wanita, dan Maureen bangga bisa menjadi wanita yang berada di video yang sama dengan Daniel.


Ia tidak akan langsung menyebar itu, tapi ia akan menggunakan itu untuk mengancam Daniel hingga Daniel mau bertanggung jawab dan menikahinya, dan jika Daniel masih tak peduli barulah Maureen akan menyebarkannya. Perfect. Pikir Maureen


Dengan perasaan kesal, Maureen kembali memungut ponselnya dan pergi dari sana dengan keadaan berantakan, bak pengemis


\=\=\=\=\=\=\=


Wanita setengah baya itu mengatur napasnya yang memburu, kilat amarah jelas terpancar dari wajahnya


Bola matanya hendak keluar melihat kepergian suaminya setelah memporandak-porandakan emosinya.


"kamu lupa satu hal Dinata, kamu memiliki anak si4lan yang bisa menjadi sumber uangmu!" teriak Maria yang berhasil menghentikan langkah kaki Dinata diambang pintu


"dia bukan siapa-siapa kita lagi" ucap Dinata tanpa menoleh kemudian melanjutkan langkahnya keluar rumah


"karna dari awal dia memang bukan siapa-siapa. Dia hanya gadis menyedihkan yang terlahir dari sperm4 yang kau semprotkan pada wanita pembawa si4l itu" gumam Maria tersenyum miring


"dan karna itu, dia harus hidup untuk menanggung kesalahan ibunya"


"aku pastikan sampai mati ia akan menjadi wanita menyedihkan sama seperti ibunya dan harus menjadi tempat balas dendamku"


"ia akan menjadi solusi dalam masalah ku kali ini" monolog Maria di akhiri seringai licik


Kemudian Maria meraih ponselnya dan menelpon seseorang


"baik nyonya"


"dan langsung kirim ia ke hotel Bnm" titah Maria dan memutus panggilannya


"simbiosis mutualisme, dia membantuku menghasilkan uang dan aku membantunya untuk laku, karna hanya pria hidung belang yang sudi membelinya" monolog Maria diakhiri tertawa licik


"dan pesta megah ulang tahun pernikahan ku tetap jalan minggu depan" ucapnya di sela sela tawanya


"Ayah?" Dinata terjengkit, langsung ia menoleh dan mendapati Maureen di belakang tubuhnya


Dinata berdehem menormalkan raut terkejutnya, seulas senyum tipis ia sunggingkan di bibirnya kemudian beranjak dari depan pintu meninggalkan Maureen tanpa memgucapkan sepata kata. Maureen yang kebingungan melihat ayahnya tengah berdiri di balik pintu seperti orang menguping hanya mengedikan bahunya acuh


Kemudian kakinya ia langkahkan masuk ke dalam rumah


Seketika bola mata Maureen membola, mendapati beberapa barang mahal sudah terpacking rapi siap angkut


"Apa-apaan ini bu?" Tanya Maureen mengahampiri Maria yang tak menyadari kehadirannya


"Gak ada apa-apa...loh kok kamu berantakan gitu sih, tuh juga lututmu lecet" ucap Maria melihat penampilan Maureen, gaun di atas lutut berwarna maroon milik Maureen tampak kusut juga lututnya terdapat luka goresan seperti orang baru jatuh.


"Gak pa-pa bu" tanpa ingin menjelaskan kejadian memalukan yang menimpanya hari ini, Maureen memilih beranjak ke kamarnya. Ia tak mungkin mengatakan fakta yang di alaminya pada ibunya, karna Maureen kasihan melihat kini keluarganya selalu bertengkar akibat kebangkrutan sang ayah, hidup mewah mereka yang dulu sering hambur-hambur uang untuk berfoya-foya kini hanya tinggal kenangan. Bahkan sekarang peralatan-peralatan rumahnya lah yang harus mereka korbankan untuk menyambung hidup.


Dan Maureen yakin, beberapa properti rumahnya yang telah terbungkus rapi itu akan berakhir menjadi milik orang lain setelah menukarnya dengan uang.


Hanya dengan menjadi nyonya muda Prasetio yang bisa membuat hidupnya terselamatkan dari ancaman jadi gelandangan.


Tabungannya bahkan sudah terkuras akibat sering menyewa preman untuk mencelakai Alicia


Tok tok tok


Ceklek


Maura memasuki kamar Maureen dengan wajah ditekuk


"Kenapa?" Tanya Maureen to the poin tanpa mengomeli sang adik yang sudah kebiasaan masuk kamarnya meski tak Maureen persilakan


"Aku butuh tambahan dana kak" jelas Maura dengan wajah sedihnya


Maureen menaikan sebelah alisnya menanti penjelasan lebih dari adik tercintanya itu


"Proposalku ditolak lagi" cicit Maura menyampaikan kegundahannya, ia yang sudah beberapa kali mengulang kini berpikir pendek untuk lulus dengan jalur luar biasa. Menyogok.


Maureen memijit keningnya yang tiba tiba terasa pusing


"Kakak nggak punya uang dek" ucap Maureen frustasi


"Ah nggak ayah, ibu, kakak semuanya pelit!"kesal Maura


"Kamu tau sendiri perusahan kita sudah bangkrut Maura" geram Maureen


"Kenapa kakak tak minta bantuan sama tunangan kakak yang kaya raya itu? Pasti ia bisa membantu perusahaan ayah" balas Maura tak mau kalah


Maureen memilih diam dari pada harus menjawab dengan kebohongan tentang arti Maureen sekarang bagi Daniel di hadapan Maura, ia juga malu mengatakan pada Daniel jika perusahaan Dinata sedang di ambang kehancuran, harga diri Maureen dipertaruhkan disini, karna ia tak mau di anggap wanita miskin oleh Daniel.


"Aku mau jual diri aja" ucap Maura kesal karna Maureen tak menanggapi ucapannya


Sontak mata Maureen membulat sempurna mendengar ucapan Maura yang tak pantas itu


"Terserah!" Alih alih marah Maureen memilih tak peduli, Maura sudah dewasa, ia tahu yang terbaik untuk dirinya sendiri. Fokus Maureen sekarang adalah menyingkirkan Alicia dan mendapati tahta nyonya muda keluarga Prasetio.


"Alicia yang pembawa sial, tapi kenapa saat ia tidak disini kita malah dapat sial!" Maura berucap sambil beranjak meninggalkan kamar Maureen dengan kesal.


Maureen memilih memasuki kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya yang sudah panas sejak pagi telah diperlakukan tak sopan di mansion Prasetio.


Bersambunggg...


######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu