
Mobil pajero sport warna hitam yang dikemudikan seorang pria beristri 2 itu memasuki pakarangan rumah dan berhenti tepat di depan rumah miliknya. Tergesa ia membuka pintu mobilnya dan berjalan cepat memasuki rumahnya seolah ia tengah dikejar waktu. Lebih tepatnya ia yang mengejar waktu agar adik kecilnya segera bisa terbebas berpetualang dari balik resleting celananya yang kini terasa sesak karna masih terkurung padahal sedari tadi ia bangun pada saat sang tuan kepikiran akan istri sirinya itu sebelum meninggalkan perusahaan
Hening. Suasana rumahnya sepi seperti tak berpenghuni menyapanya siang menjelang sore ini
Tiba-tiba ia merasa dadanya terasa hampa. Bukan, bukan persoalan istri sahnya, Elana yang memang tengah berkunjung ke kota kelahirannya, Sultra, sejak seminggu lalu yang di biarkan Alex karna memang ada Roni yang bersama Elana hari itu. Tapi perasaan hampa kali ini ia sendiri tak tahu datang dari mana. Bahkan rasanya ia ingin menangis. Ia bingun dengan rasa aneh yang menghampiri dadanya.
Dan ketika ia tak menemukan kemungkinan penyebab ia merasa sedih, ia meraih ponselnya dan memeriksa ponselnya, mendapati kontak yang menjadi fokus utamanya tak memiliki notif apapun, Alex berinisiatif menekan tombol telpon dan melakukan panggilan pada istri sahnya untuk mengetahui kabar terbaru wanita yang sudah belasan tahun terduduk di kursi roda itu, namun hingga panggilan kedua Alex tak juga bersambut.
"mungkin dia lagi tidur" pikir Alex, namun saat ia hendak menaruh kembali ponselnya tiba-tiba benda canggih itu berbunyi
Tlingk
Istriku
"aku lagi keluar jalan-jalan ke mall sama mama, mas" isi pesan yang membuat Alex menaikan sebelah Alisnya
Elana keluar jalan-jalan di siang hari? Setahu Alex, belasan tahun setelah Elana terduduk dikursi roda, wanita itu sangat sensitif keluar saat siang hari. Ia hanya keluar jika malam hari itupun bukan di tempat ramai. Seperti ke mall atau menemani Alex menghadiri jamuan, Elana tak pernah mau, dan Alex memaklumi perasaan wanita itu yang mungkin merasa tak sempurna, meski Alex mengatakan jika ia tak masalah dan akan selalu bersama wanita itu apapun yang terjadi tapi Elana tetap tak terpengaruh.
Dan apa sekarang? Wanita itu tengah berada di mall? Wah sungguh kemajuan luar biasa. Batin Alex
"tapi kenapa tak mengangkat telponku? Jika hanya dengan mama kenapa harus mengabaikan telponku?" lirih Alex bertanya merasa janggal
"ah mungkin Elana ingin menikmati waktunya berbelanja dengan mamanya" tambah Alex menepis pikiran negatifnya. Ia bersyukur jika memang Elana telah mulai membuka diri pada publik setelah terperangkap di dunianya sendiri selama belasan tahun
'have fun sayang, kapan balik?' ketik Alex membalas pesan dari istrinya
'iya' balasan singkat di dapat Alex setelah beberapa detik
"ditanya kapan balik malah jawab iya. Ck dasar. Segitu senangnya bisa jalan-jalan ke mall" gumam Alex sambil menggeleng-gelengkan kepala merasa gemas akan jawaban istri sahnya
Tak ingin menganggu kegiatan istrinya disana, Alex tak lagi mengirim pesan. Ia kembali menyimpan ponsel di saku celananya dan memilih duduk di sofa setelah ia membuka jas dan menyampirkannya di lengan sofa, melupakan tujuan utamanya ia pulang ke rumah akibat rasa sedih yang menyerang relungnya sesaat memasuki rumah.
Alex menyentuh dadanya saat ia baru saja mendaratkan bokongnya di sofa, rasa hampa itu nyatanya masih ada. Ada apa dengannya? Bukannya ia baru saja merasa bahagia atas kabar dari Elana. Tapi kenapa rasa kosong itu tak pergi juga dari relungnya.
Ck. Bandel sih, sudah Author ketik kalau itu bukan karna Elana, masih aja ngeyel. Dasar Alex bengek. Gemesh Pen cubit ginjalnya. Heheh canda cubit. Audahlah balik ke topik lagi lah 💃
rasanya Alex ingin berteriak kencang meluapkan rasa kosong sekaligus sedih dalam jiwanya
Mengatur napasnya, ia membuka dasinya yang memang sudah dilonggarkan saat keluar dari perusahaan kemudian diletakan di samping jasnya, suami siri Maura itu melangkah menuju dapur untuk meneguk segelas air putih agar otak dan jiwanya bisa kembali normal.
Sementara meneguk air dalam gelasnya dengan posisi berdiri, Alex mengedarkan pandangannya, matanya yang tadinya redup kini terbuka lebar setelah tersadar niat awalnya pulang ke rumah siang ini dan meninggalkan setumpuk pekerjaannya
Menandaskan isi gelas, Alex kemudian beranjak melangkah menuju kamar belakang.
Tersenyum miring saat matanya langsung menangkap sosok tubuh ringkih di atas ranjang setelah ia membuka pintu.
Lihat, sang jagoan yang sempat tertidur sejenak saat ia menghubungi Elana kini kembali berontak ingin bebas setelah berada di kamar kecil ini. Melangkah masuk dan menutup pintu cukup keras agar wanita disana segera tersadar akan kehadirannya, tetapi nyatanya wanita itu tak bereaksi apa-apa, wanita itu sepertinya kini memiliki nyali tak menghiraukan keberadaan seorang Alex.
Srak
Alex menyingkap kasar selimut yang membungkus tubuh istri sirinya. Dan dengan buru-buru ia menaiki ranjang dan menindih tubuh ringkih itu, mengabaikan suhu hangat sang tubuh kesukaan nafsunya.
"tu-tuan" Maura tersentak akan terjangan tiba-tiba di atas tubuhnya yang lemah
Alex melancarkan aksinya, ia meghirup aroma leher Maura, mengecupnya bahkan sesekali menghisapnya
"tuan, ku mohon jangan..."lirih Maura yang di abaikan oleh Alex
Alex terus melanjutkan kegiatannya sampai dimana Maura menahan tangan Alex saat tangan kekar itu hendak membuka kancing dasternya, Alex mulai tak suka namun ia kembali mendaratkan ciuman panas di bibir Maura, dan lagi-lagi Maura menghindar dengan memalingkan wajahnya ke samping membuat Alex geram dan menarik rambut Maura
"jual mahal, heh, kenapa baru sakarang saat kamu sudah menjadi jalangku!" teriak Alex tepat di wajah Maura, tangan kanannya masih menarik surai wanita di bawahnya
"aa..ampun tuan, saya lelah" lirih Maura bersuara, sungguh tubuhnya lemas tak berdaya
Alex tertawa sumbang mendengar lirihan Maura
"lelah kamu bilang? Mana ada orang lelah saat baru bangun tidur hah?!" bentak Alex merasa tak suka akan kebohongan istri sirinya yang terdengar mengada-ada
"sepertinya kamu harus diberi tahu arti lelah sesungguhnya" ujar Alex tersenyum miring, tangannya kini beralih mengelus pipi pucat Maura
Saat Alex kembali memegang kancing daster Maura, wanita itu reflek menepis tangan suami sirinya dan berusaha mendorong Alex dari tubuhnya meski tubuh Alex tak bergerak sama sekali karna tenaga Maura memang tak seberapa
Plak
"Sial4n!" umpat Alex disertai tamparan keras di pipi Maura. Ia bangkit dari atas tubuh Maura dan menarik paksa wanita itu agar terbangun
Srak
Alex kembali menjambak rambut Maura dan menghempaskan wanita itu di lantai
"berani sekali menolakku hah!!" emosi Alex sudah menguasi, harga dirinya serasa dijatuhkan oleh wanita penebus hutang di hadapannya karna berani menolaknya
Bersambunggg...
#######
Mohon bersabar... Komentar apapun di persilahkan, tapi hargai karya orang yak!!
Sabar sabar sabarr....
Kalau di beri kesehatan dan kehaluan lebih, pasti aku up kok
Aku juga tengah di uji kesabaran karna proposal tak kunjung rampung... Hua hua huaaa