TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 38


Layar ponsel itu masih menyala, menampilkan gambar wajah perempuan dewasa yang tersenyum memperlihatkan deretan giginya. Panggilan dari aplikasi berwarna hijau itu belum berakhir meski sudah ratusan kali terabaikan.


Si pemilik ponsel tengah duduk memangku laptopnya diatas ranjang penginapannya persis di samping ponsel yang ia letakan di atas nakas. Mengabaikan ponselnya atau lebih tepatnya orang yang tengah ia selidiki seminggu ini, mata tajam itu bergerak lincah menelusuri setiap bait laporan yang dikirimkan sang asisten lewat email di laptop 18 incnya


"jadi hubungan laknak mereka terjalin sebelum pernikahanku 12 tahun lalu" monolog Alex merasa cengo


"buta kamu Alex!" umpatnya pada dirinya, suasana malam yang sunyi nan dingin tak mampu mengalahkan rasa gemuruh di dada Alex yang membara


Kini ratusan laporan dari satu email membuktikan alasan ketidakrestuan pihak keluarganya atas hubungannya dengan Elana


Nyatanya dari laporan, Elana dan Roni pernah cek in di hotel yang sama saat acara ulang tahun perusahaan keluarga Alex 13 tahun silam.


Pasti keluarganya sudah mengetahui belang Elana waktu itu dan bodohnya Alex malah tutup telinga saat keluarganya menasehatinya sebelum pernikahan berlangsung


Alex sungguh merasa tak punya muka akan fakta itu.


"mah, pah, Alex minta maaf" lirih Alex, pria berumur 35 tahun itu sungguh meneteskan air mata penyesalan


pulang kerja niatnya ingin mengistirahatkan tubuh lelahnya yang sudah terforsir 7 hari penuh ini malah dihadiahi oleh fakta yang telah ia tunggu-tunggu dari Wahyu


Satu hal yang kini dimengerti Alex, rasa khawatir dan tak relanya atas keberdaaan Maura diketahui oleh Roni ternyata adalah bentuk respon alam bawa sadarnya bahwa Maura sangat berharga dilihat oleh mata buaya Roni


'saya sibuk' ketiknya setelah mereject panggilan dari wanita yang seminggu ini tak pernah alpa menelponnya namun selalu Alex tolak dengan alasan yang sama, Sibuk!


Bahkan Alex tak memikirkan gimana tanggapan Elana di sana saat ia mengabari kesibukannya di waktu menjelang tengah malam ini. Bodoh amat!


Setelahnya Alex memilih memantau aplikasi ponselnya, rutinitas yang tak pernah ia lewatkan di sela-sela kacaunya pikirannya dan di saat menjelang tidur


"kenapa belum tidur? Apa ada yang mengganggu pikiranmu? Atau kamu merindukan ku?" tanya Alex sendu pada wanita di dalam layar ponselnya yang terlihat beranjak dari pembaringan


"kamu pasti tidak merindukanku, aku tahu itu, bahkan selama ketidak hadiranku kamu selalu bergembira ria saat bangun tidur tanpa aku di sampingmu" kembali Alex bermonolog. Rasa sedih pasti ada kala mengetahui wanita yang diam-diam memasuki relung hatinya tanpa permisi malah sering Alex dapati bersenang ria kala terbangun di pagi hari, tak seperti saat ia berada dekat dengan wanita muda itu, selalu menampilkan raut datar lebih ke sedih


"walau begitu aku merindukanmu, bukan tentang yang lainnya, tapi aku beneran merindukan dirimu, berada dekat denganmu dan memelukmu. Ku mohon bertahan bersamaku. Hanya itu yang aku inginkan" sungguh ruang sunyi dalam relung pria dewasa itu sangat terasa jika sudah menjelang tidur


"aku merindukanmu, tapi aku belum bisa pulang, masalah disini harus segera aku tuntaskan sesegera mungkin" tambahnya, netranya masih fokus menyaksikan gerak gerik istri mudanya yang kini tengah asik membaca buku sambil selonjoran di ranjang kamar tamu rumahnya


Ya, Alih-alih pulang ke Semarang dan memberi pelajaran pada Elana dan Roni, Alex malah memilih menyelesaikan pekerjaannya yang deadline demi perkembangan perusahaannya. Meski Alex tersiksa menahan rindu pada sang wanita mudanya beberapa hari ini, tapi ia harus profesional jika tak ingin perusahaan yang ia bangun setahun lebih ini gulung tikar


urusan Elana? entahlah, ia sudah terlalu muak memikirkan pembalasan. tapi tunggu saja jika pekerjaannya sudah selesai akan ia balas wanita picik itu untuk membalas waktu berharganya yang terbuang sia-sia selama 12 tahun ini


\=\=\=\=\=


Sedang yang Maura rasakan sebelum ia memaksa dirinya untuk terlelap adalah rasa gelisah kala mengingat perkataan mang Asep jika Alex seminggu ini tak pernah lagi menghubungi pria baya itu, itu berarti Alex juga tak lagi menanyai kabar kelinci kecil dan si manis yang belakangan Maura tau itu adalah sebutan Alex akan sosoknya


"Mana ada kelinci bisa mengandung bayi manusia" dumel Maura setelah mendengus


"kemana lelaki itu yak? Bunuh diri kah?" tanya Maura asal


"waduh, jangan deh, makluk ini bakal jadi yatim dong" Maura menggeleng tak setuju, ia tak mau keturunannya jadi yatim


"tenang aja, bokap lo nggak mudah mati kok, orang jahat gitu mana bisa mati cepat" Maura lagi-lagi mencoba menenangkan si janin, tangannya menepuk pelan perutnya layaknya si ibu menepuk bokong sang anak untuk menenangkannya


Dirasa matanya tak bisa terlelap kala malam makin larut membuat Maura beranjak untuk membaca buku


"apa yang aku rasakan bisa di namakan ngidam juga yah?" tanya Maura pada dirinya. Pasalanya buku yang ia baca tentang seorang wanita hamil yang tengah mengidam sebuah elusan hangat tangan suaminya untuk mengantarnya kembali terlelap


"aku juga pengen, tapi suami orang itu ntah dimana rimbanya" ujar Maura sendu


Merasa membaca buku selama hampir sejam tak juga mengisi keresahannya membuatnya menutup buku itu, ia malah merasa cemburu pada sebuah tokoh dalam buku fiksi itu. Memilih berbaring dan memaksa matanya untuk terlelap adalah pilihanya saat ini


"selamat malam, yuk bobok" ucapnya pada sang perut


Bersambunggg...


######


pokoknya tak bisa berkata-kata lagi deh selain makasih atas hadiah, vote, like apalagi tampolan komennya


sayang kalian 💖


TSYK jadi masuk rengking lagi dong setelah sekian lama. pertahanin yak!


kan jadi semangat ngehalu kalau kek gini


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu