TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 32


Langkah kakinya berat, ia gugup, mungkin karna perasaan bersalah tengah dipikulnya. Tapi demi memastikan kabar dari sang asisten, Alex tetap melanjutkan langkahnya memasuki rumahnya


Ceklek


Tujuan utamanya adalah kamar Maura. Ia bisa melihat wanita itu sedikit terkejut dari pembaringan saat Alex membuka pintu kamar


"tetap pada poisisimu" titah Alex yang melihat Maura hendak menyingkap selimut


Maura yang memang masih butuh istirahat menurut saja, toh ia malas juga dengan kehadiran pria pendusta itu


"bagaimana keadaanmu?" lirih Alex bertanya setelah terdiam cukup lama


Mendengus pelan mendengar pertanyaan basa basi Alex, Maura rasanya pengen muntah saat ini juga


"saya sangat baik dan sehat tuan" sahut Maura berusaha menampilkan senyumnya


"ada apa tuan kemari? Bukannya nyonya Elana masih di rumah sakit? sebaiknya tuan kembali ke rumah sakit, beliau pasti membutuhkan tuan saat ini" tambah Maura dengan tenang


Alex mendesah mendengar ucapan Maura. Entah mengapa ia merasa tersentil. Ia belum bisa menerapkan sikap adilnya pada kedua istrinya karna trauma yang membuatnya tak bisa berfikir jernih.


perasaan bersalah kembali menghantui pikirannya kala melihat Elana berdarah dan tak sadarkan diri. Alex pikir Elana lebih butuh pertolongannya dari pada Maura.


Dan ia baru muncul dihadapan Maura kala Elana sudah sadar dan ada yang menjaganya di rumah sakit saat ini, jadi Alex bergegas ke rumah untuk memastikan kabar dari wahyu bahwa istri mudanya ini telah diperbolehkan pulang oleh dokter puskesmas.


"ma--maksud saya, apa tidak ada yang sakit setelah terjatuh dari tangga?" ujar Alex kembali menyusun kosa katanya agar wanita muda di balik selimut itu paham arah kekhawatirannya


Bukannya kaget atau terharu karna Alex pertama kali menanyai keadaanya, Maura malah menahan tawanya menahan geli. Apa-apaan peryanyaan aneh yang Alex lemparkan. Kesurupan kah?


"apa ada yang sakit?" desak Alex menuntut jawaban kala Maura malah terdiam


"tidak ada tuan. Saya tidak merasakan perasaan semacam itu. Anda tahu sendiri bagaimana kuatnya fisik dan batin saya, bukan?"


skak mat !


Ucapan Maura berhasil menampar Alex. Meski wanita itu berucap santai tapi berhasil menancapkan semacam belati tak kasat mata pada jantung Alex


Ia tentu tahu bagaimana kuatnya fisik Maura saat ia dengan tak manusianya memperlakukan istri mudanya lebih kejam dari hewan. Menampar, menjambak, menendang bahkan membating tubuh ringkih itu, dan menggaulinya kasar bak binat4ng


Bolehkah ingatan itu pergi jauh-jauh dari memori otaknya, ia sungguh menyesal akan kelakuannya dulu, penyesalan yang membuatnya merasa menjadi pria paling brengsek.


"maaf" tutur Alex tanpa sadar


Sontak bola mata Maura bergerak melirik pria yang berdiri di depan ranjangnya


*maaf?*beo Maura dalam hati


"istirahat lah, saya keluar" sahut Alex karna maafnya tak tertanggapi. Ia maklum, istrinya pasti butuh istirahat saat ini. Pria itu kemudian langsung berbalik menuju pintu


*keluarlah, saya tidak butuh Kehadiran anda disini* batin Maura menanggapi


Setelah pintu tertutup, Maura mendesah panjang. Ia sudah tak sanggup bertahan, tapi ada hal yang harus ia pastikan kebenarannya sebelum pergi dari genggaman Alex


Sebuah rahasia yang bisa meruntuhkan dunia seorang pria kejam macam Alex. Dan saat itu tiba ia bisa pergi dengan bebas jika Alex tengah lengah


Sedang diluar kamar, Alex menatap nanar pintu kamar Maura. Ia tahu Maura pasti kecewa padanya. Tapi terlepas dari Kekecewaan Maura, Alex hanya perlu memastikan agar wanita muda itu tetap bertahan disisinya. Ia tak akan melepas Maura, istrinya yang begitu candu.


"maaf karna telah melibatkanmu di duniaku" monolong Alex kemudian berbalik hendak pergi


Pergerakannya terhenti, satu alis bulu tebalnya terangkat melihat bik Imah yang seperti menunggunya di ruang tamu dengan sebuah tas di dekat kaki wanita tua itu


"sudah mau pergi?" tanya Alex setelah mengikis jarak, ia berucap dengan nada dingin


Jujur sebenarnya ia tak tega dengan wanita tua yang sudah sangat berjas baginya beberapa tahun belakangan, tapi mengingat kejadian bagaimana kedua istrinya celaka, Alex harus tegas mengambil keputusan


"terimakasih telah bersedia menerima saya kerja hampir 8 tahun ini tuan, dan mohon ampuni saya jika saya memiliki banyak kesalahan" ujar Bik Imah tenang yang ditanggapi masam oleh Alex


"saya pamit tuan, jaga baik-baik apa yang perlu dijaga, penyesalan tidak akan datang di depan, ia selalu datang di akhir saat semua tak lagi sama dan tak lagi bisa di jangkau" pesan terakhir bik Imah entah kenapa membuat Alex meradang


"halo nyah, saya sudah di pecat" lapor Imah setelah seseorang di balik telpon menjawab panggilanya. Kini wanita baya itu tengah berada di stasiun kota hendak pulang kampung


'ke Sumbawa lah bik, pintu rumah saya selalu terbuka' sahut wanita di seberang telpon


"terimakasih nyah, bibik juga sudah merindukan tempat kerja bibik yang lama" ujar bik Imah. Kini tugasnya mengabdi sekaligus sebagai mata-msta pada putra sulung majikannya kini selesai.


\=\=\=\=\=\=


Sedang di dalam sebuah ruangan yang khas bau faramasi itu, pria dan wanita yang berseragam pasien tengah bermesraan layaknya pasangan suami istri, dibutakan hawa nafsu, mereka tetap melakukan adengan saling meraba dengan bibir saling menyesap di atas ranjang pesakitan. Suara decapan dan leguhan sesekali memenuhi ruangan VIP itu.


Memang tak bermoral, pasalnya mereka bukan pasangan halal sebab beberapa waktu lalu suami sah wanita itu menitipkan istrinya pada pria itu untuk di temani semantara saat dirinya berpamitan ke luar sebentar


Laki laki itu memang menjalankan amanat menemani si wanita, tapi menemani menyalurkan nafsu gila mereka. Bahkan mereka tak segan-segan mengunci pintu ruang rawat


Bersambunggg...


######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu