
Alicia tau, wanita itu adalah pemilik setatusnya yang sekarang, dia adalah Maureen kakak Alicia sendiri
"jadi karna ini aku disuruh pulang dan tenagaku kini tidak dibutuhkan lagi" gumamnya tersenyum pedih
"apa ini sebagai kode akan pengusiran diriku di perusahaan dan juga di Mansion" telaga beningnya sudah menampung genangan air mata
"aku harus kemana?" Alicia melangkah keluar dari lift bersamaan air mata yang sudah membasahi pipi mulusnya
Alicia melangkah pelan dengan tak niat, penglihatannya buram akibat air mata yang menetes, beruntung para karyawan maupun peserta magang kini sudah kembali sibuk ke pekerjaan masing masing setelah Daniel dan Maureen meninggalkan tempat tadi, jadi tak ada yang tahu jika seorang asisten tuan Daniel itu sedang menangis
\=\=\=\=\=\=
Daniel menghembuskan napas kasar saat dirinya sudah berada dalam mobil
Wajahnya masih menampilkan rasa muak akan kejadian beberapa menit yang lalu
flashback on
setelah menyeret tubuh Maureen keluar lobi, Daniel tanpa ba bi bu langsung menyuruh Maureen pulang karna Daniel beralasan sedang sibuk dan tak punya waktu
Maureen tentu saja merajuk dan menampilkan wajah imutnya agar Daniel melungkan waktu sebentar untuknya
"aku baru datang loh yang, aku nggak nuntut kamu untuk jemput aku, aku bahkan belum pulang ke Mansion ayah, karna aku sangat merindukanmu" ujar Maureen sedikit dibuat dramatis
"Cih" itu Ali yang berdecih
Ali sangat muak dengan mantan tunangan tuannya ini
Ali sudah tau apa yg terjadi lada Maureen selama ini, berkat mata mata handalnya, semua gerak gerik Maureen sudah Ali ketahui, hanya saja Ali belum memberitahu kepada Daniel, mengingat Daniel belakangan sangat sibuk, sibuk bekerja dan sibuk mengerjai istri kecilnya tentu saja.
untuk itu Ali masih menyimpan rahasia besar Maureen seorang diri.
ya, Ali pikir hanya dia satu satunya yang tau akan kebenaran itu padahal tuan besar Prasetio juga sudah tahu lebih dulu.
"yang temani aku makan siang bentar yah, aku belum makan soalnya" Maureen merangkul lengan Daniel
namun, Daniel secepat kilat melepasnya
"saya sibuk, pulanglah temui orang tuamu" Daniel kemudian membuka pintu mobil dan masuk kedalam tak peduli dengan raut wajah kecewa Maureen
"jalan" titahnya saat Ali sudah di balik kemudi
Flashback of
Daniel mengeluarkan ponselnya dan mengecek gps posisi istri kecilnya
Daniel menghela napas lega saat melihat titik posisi Alicia masih di lobi perusahaan
"syukurlah, semoga dia tak melihatnya" gumam Daniel masih menyaksikan pergerakan titik posisi Alicia melalui layar ponselnya
"tuan, pak Gun sudah menuju Mansion bersama nyonya muda" lapor Ali yang baru saja mendapat notif dari pak Gun
"yah, aku melihatnya" jawab Daniel kemudian menyimpan ponselnya kedalam jas
"bisakah kau buat peraturan agar selama magang Dara hanya bisa sampai siang?"
"bisa tuan"
"bagus"
*aku tak mau tenaganya terkuras seharian, dia wanitaku yang berharga, dan dia tidak boleh kecapekan dan kelelahan, cukup aku yang merasakan itu semua* batin Daniel
ya, Alasan sebenarnya Daniel menyuruh Alicia pulang duluan karna tadi Daniel melihat Alicia kelelahan dan setelah mereka menikmati makan siang berdua, lebih tepatnya Daniel sangat menikmati dan Alicia hanya pasrah karna tak punya pilihan padahal Alicia ingin makan diluar bersama kedua sahabatnya,
kemudian setelah menyelesaikan makan siang, Daniel yang tak tahu cara agar bisa menyampaikan perhatiannya pada Alicia, Daniel dengan datar menyuruhnya pulang dengan ucapan yang terdengar sedikit ketus
"pulanglah, aku sudah tidak butuh tenagamu" ucapnya yang berbeda dengan kata hatinya
*Pulanglah dan istirahat, aku tidak mau kamu kelelahan*
sedang di lain tempat seorang wanita cantik nan seksi mengeram kesal di dalam mobilnya
"kamu berubah Daniel"
"apa kamu tak merindukanku"
"aku akan datang lagi besok"
"aku tahu kamu memang gila kerja, apalagi sekarang kamu adalah presdir, aku mengerti kamu mengabaikanku karna jadwal kamu yang padat" monolog Maureen panjang lebar seolah mengerti dengan sikap ketus Daniel tadi
ya, Maureen tetap berpikir posistif, bahwa Daniel sedang sibuk mengurusi perusahaan sampai tak banyak waktu untuknya, toh Maureen pikir perusahaan Daniel sukses itu juga akan memudahkan hidupnya kelak jika sudah menjadi nyonya muda Prasetio
Menghela napas panjang Maureen memerintahkan sopirnya untuk pulang ke Mansion, Maureen juga merindukan kedua orang tuanya dan adiknya Maura
ya, Maureen yang baru tiba di Indonesia, bukannya langsung pulang ke Mansion Dinata, Maureen malah lebih mengutamakan melepas rindu pada Daniel, tunangannya yang terpaksa Maureen tinggalkan akibat kesalahan fatal yang pernah Maureen lakukan beberapa bulan yang lalu
sedang di lain tempat lagi, seorang wanita yang berstatuskan nyonya muda Prasetio memasuki Mansion dengan raut sedih, mengabaikan para mide yang menyambutnya
kakinya terus ia langkahkan dengan pandangan kosong menuju kamar utama
Alicia memutar knop dan membuka pintu kamar
matanya memindai seisi ruangan, sebuah senyuman miris terbit di bibirnya tidak berselang lama, senyuman miris di bibirnya berubah jadi bergetar
Alicia melangkah masuk setelah menutup pintu, kemudian mendudukan dirinya di sofa
"haruskah aku terus berada dalam lingkaran penderitaan ini, dioper sana sini, layaknya barang yang sudah tak berharga" gumamya dengan genangan air mata kini memenuhi pelupuk matanya
"haruskah aku kembali lagi ke Mansion ayah?"
"jika begitu, aku harus siap. berakhir jadi simpanan om om, karna ayah tidak pernah berhenti ingin menjualku sampai aku bisa keluar dari istananya" kini air matanya sudah luruh
"ya, ayah hanya tak mau aku tinggal bersamanya"
"tapi kenapa mereka tak membiarkan aku hidup sendiri di luar"
"aku lelah,,, tolong..." Alicia menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya yang ia peluk erat
bersambungggg...
nihh untuk memperlancar kehaluan readers
Alicia Adara Prasetio
Daniel Prasetio
Maureen Angela Dinata
######
balik lagi si penulis abal abal yang banyak kekurangan ini..
jadiiii sebenarnya aku udah up kemarin siang chapt 56, Tapi nggak tau kenapa lama banget lolos reviunya.. mungkin nggak jelas banget yah alurnya,
sampai chapt ini selesai aku tulis ehh chap 56 belum lolos lolos juga
jadiiii selamat menikmati double up yang sebenarnya bukan double up. ha ha ha
sedikit curhat nihhh
ada yang jengkel nggak sih saat baca tapi kadang nggak jelas atau nggak ngeh gitu...
maklumin yakk yang mau aja... ha ha ha
soalnya kadang ide itu hilang tiba tiba, apalagi selama pandemi ini, kuliah daring dan tugas kuliah itu makin banyak di banding kuliah tatap muka.. jadi yahh kadang aku itu fokus sama tugas kuliah sampai lupa buka aplikasi manga
oke dehh
gitu ajah sesi curhat kali ini
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu