
Diluar gedung perusahaan, Maureen meratapi nasibnya
ya, Maureen tahu saat ini pasti Daniel sibuk, apalagi Maureen datang tanpa memberitahu Daniel terlebih dahulu, tapi bagaimana bisa memberitahunya jika nomor ponsel Daniel tak pernah aktif, dan Maureen tahu Daniel tipe orang yang sangat membenci jika ada orang yang berani menganggunya, meski Maureen sekalipun.
ya, selama menjadi tunangan Daniel, Maureen tahu sikap dan sifat Daniel yang terbilang tak manusiawi itu, bagiamana tidak, jika Maureen yang dulu berstatus tunangan harus terlebih dahulu membuat janji padanya jika ingin bertemu, dan jika Daniel menyetujuinya barulah mereka bisa bertemu namun tak jarang Daniel menolak karna alasan sibuk padahal waktu itu Daniel belum menjadi seorang presdir.
hubungan mereka boleh dikatakan status tunangan, namun mereka, lebih tepatnya Maureen tak leluasa bertemu dengan Daniel, Maureen lebih sering merasa jomblo dari pada memiliki kekasih, mereka hanya ketemu sekali sepekan dan beruntung jika ada pertemuan antara 2 keluarga, itu bonus untuk pertemuan sepasang tunangan itu.
Daniel adalah pria dingin namun itu membuat banyak gadis ingin bersamanya, termasuk Maureen kala itu, namun Maureenlah yang beruntung karna bisa langsung bertunangan dengan Daniel akibat perjodohan politik kekuasaan, tapi karna kebodohannya Maureen malah menyianyiakan kesempatan untuk memiliki Daniel sepenuhnya
Maureen menyesal pernah tergoda oleh seorang Marlo, pengusa muda asal Korea hingga mereka berakhir di sebuah kamar di sebuah Club.
Dan Maureen harus terpaksa merelakan kesempatan menikah dengan Daniel beberapa bulan yang lalu karna lebih memilih berlibur dengan alasan masih ingin menikmati kebebasannya padahal ia tengah melakukan aborsi. Maureen tak mau Daniel kecewa padanya karna telah berselingkuh sampai hamil
mereka bertunangan bukan karna mereka saling mencintai, lebih tepatnya Daniel tak tertarik, namun karna alasan politik perusahaan mereka dijodohkan yang memang kala itu Maureen memang sudah mencintai Daniel lebih dulu.
tak dapat Daniel tepis juga, selama bertunagan dengan Maureen, meski awalnya tak memiliki rasa ,namun lambat laun seiring berjalannya waktu, Daniel berusaha membuka hatinya, namun di saat Daniel telah belajar membuka hati, Daniel harus menelan kekecewaan saat niat untuk lebih serius ke jenjang pernikahan harus ia telan mentah-mentah saat Maureen mengatakan belum siap dan masih ingin menikmati sebentar kebebasannya, yang Daniel artikan bahwa Maureen menolaknya secara halus
Dan Daniel harus menerima kenyataan bahwa ia harus menikahi adik tiri dari Maureen yang Daniel tak pernah tahu keberadaanya selama ini
tidak! Daniel tentu tak setuju waktu itu
namun untuk menyelamatkan muka ke dua keluarga, itu harus Daniel terima, bagaimana tidak? desas desus pernikahan taun muda Prasetio, Daniel kala itu sudah tersebar luas
Maureen sebenarnya hanya meminta waktu sebantar, namun tuan Prasetio sudah kecewa, dan untuk meyakinkan Daniel untuk tetap melangkah maju, Prasetio menjanjikan jabatan Presdir pada Daniel jika Daniel mau menikahi Alicia
tentu langsung Daniel setuju, ia akan membuktikan bahwa penolakan yang ia terima kala itu akan ia balas lebih kejam.
ya, saat itu, Daniel telah mengubur dalam perasaannya pada Maureen yang baru saja tumbuh itu
akan tetapi, ia menyimpan dendam pada keluarga yang berhubungan dengan Maureen, termasuk menyiksa Alicia saat awal awal pernikahan mereka sebelum Daniel tahu kenyataan tentang hidup Alicia yang menyedihkan di keluarga Dinata
ya, awalnya Daniel kasihan, namun perlahan kasihan itu berubah menjadi sebuah rasa yang berhasil membuat degub jantungnya menggila jika berdekatan dengan Alicia
wajah bingung dan wajah takut istrinya terus terngiang di pikiran Daniel, sampai ia tak bisa berada jauh dari istri penggantinya itu.
\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu,di ruangan presdir, Alicia kikuk, ia bingung harus bagaimana.
"bagaimana hari ini?" tanya Daniel memecah lamunan Alicia
"huh?" Alicia menoleh kearah Daniel yang baru saja menutup pintu, berjalan ke arah Alicia dengan kedua tangan sibuk membuka jasnya, kemudian disampirkannya di sofa lalu mulai membuka kancing lengan kemejanya
Alicia melihatnya menahan napas
Apa ia harus berakhir berkeringat di bawah kungkungan tuan suaminya lagi di siang hari ini, jujur ia sedikit lelah hari ini.
Daniel yang melihatnya makin gemas, ia sudah tak tahan lagi tak memakan istrinya saat ini juga
Alicia memejamkan mata saat bibit tebal suaminya melum4at bibir ranumnya, di sertai remas4an pada bokong Alicia yang belakangan tampak lebih montok
"sshtt" Alicia mendesis merasakan bokongnya di remas kuat oleh tangan kekar milik tuan suaminya
Daniel menuntun Alicia menuju kamar minimalis, masih dengan bibir saling bertautan dan tangan nakal Daniel merambat kemana mana
Klip
Pintu kamar tertutup
Saat sudah di tepi ranjang Daniel melepas tautan mereka
Cup
Sebuah kecupan mendarat di kening Alicia
"Istirahatlah, aku akan kerja di luar" ucapnya sambil menggulung lengan kemejanya yang sempat tertunda
"aku sudah tidak bernafsu, tapi tidak tahu nanti" lanjutnya melihat Alicia yang tengah mengerjab bingung dengan maksud dan perlakuan Daniel
Jujur, Daniel tengah menahan birahinya untuk tidak menerkam Alicia di bawahnya, Daniel tak ingin egois, Alicia butuh istirahat, dan itu alasan lainnya Daniel menyuruh Alicia ke perusahan karna Daniel ingin memantau langsung keadaan Alicia, Daniel mau Alicia benar benar memiliki waktu istirahat.
Jika tidak demikian bisa Daniel pastikan bahwa istri kecilnya itu akan sibuk dengan urusan tugas akhirnya dan tak peduli pada kesehatannya, yang bisa membuat Alicia lelah dan menyiksa calon bayi rahasia mereka.
Daniel mencoba menekan sifat egoisnya, toh jika tak dapat bermain sekarang ia bisa mendapatkannya malam nanti. Karna kegiatan bergoyang sambil mendesah itu sudah menjadi rutinitas setiap malam pasangan beda usia itu.
Daniel mengacak rambut Alicia gemas sebelum dirinya keluar kamar minimalis dalam ruang kerjanya
Alicia yang merasa dapat angin segar segera menenggelamkan dirinya di bawah selimut, ia memang butuh istirahat, entah mengapa tubuhnya sering kelelahan belakangan ini padahal dari dulunya, dirinya tak dapat jatah tidur sehari semalampun Alicia tak mengapa.
terimakasih untuk tuannya yang tiba tiba tak bernafsu padanya. entah karna tadi ada Maureen atau apalah itu, Alicia masa bodoh, intinya ia bisa mendapatkan tidurnya sekarang. pikir Alicia
sedang di luar kamar, Daniel tengah senyum senyum membolak balikan dokumen di kursi kebesarannya untuk ia cek kemudian bubuhi tanda tangannya. ia jadi semangat dan bahagia menyelesikan pekerjaannya yang sempat ditinggalkannya tadi.
Alicia adalah semangat Daniel
Alicia adalah bahagia Daniel
Alicia adalah pusat hidup Daniel.
Ya, Alicia berhasil membuat seorang Daniel Prasetio menjatuhkan hatinya pada gadis biasa yang dulunya sangat Daniel benci
"wajah bodohmu itu sering terlintas dalam pikirku, nyatanya aku merindukanmu tanpa kusadari" Ucap Daniel menyadari perasaannya belakangan ini
bersambungg...
######
Scrol sampai bosan. ha ha ha ha
kalau bosan ya udah keluar aja. ya kan
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu