TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 34


Alex yang baru saja tiba di lokasi pembangunan hotel di daerah maluku mengecek ponselnya, sudah menjadi rutinitas baginya untuk memantau kegiatan istrinya disela-sela kesibukannya. Jarak yang lumayan jauh membuatnya sangat merindukan gadis manis itu


"apa dia sudah menemukan hadiahku" monolog Alex berharap, melihat jam ponselnya yang tertera 13.17 siang, Alex yakin Maura sudah menemukan kotak itu pasalnya ia menyuruh Maura langsung mengerjakan perintahnya setelah ia berangkat


Alex sengaja mengatur hadiah itu untuk Maura sebelum ia berangkat kebandara tadi pagi sebagai permintaan maaf atas perlakuannya semalam yang membuat Maura kecapekan melayaninya


Katakan saja ia pengecut tapi Alex tidak tahu cara lain untuk memberikan kotak itu pada istri mudanya. Jujur, jauh-jauh hari ia sudah menyiapkan kalung itu, lebih tepatnya saat Maura keluar dari puskesmas tapi Alex tak punya nyali untuk memberikan langsung pada Maura, karna perasaan malu dan gengsi, apalagi mengingat Maura lebih sering menolak kebaikannya. alhasil hari ini baru kesampaian, itupun dengan cara yang kekanakan.


"oke, mari kita lihat dimana dirimu, sayang" ujar Alex mulai membuka aplikasi cctv di ponselnya. Di pikirannya Maura tengah memakai kalung pemberiannya itu


Mengernyit kala rekaman yang berjumlah belasan tak menampilkan keberadaan sang target.


"jangan main-main denganku, Maura" desis Alex dengan perasaan takut. Maura pergi meninggalkan rumah menghantui pikirannya


Rasa takut dan penasaran, Alex memutar ulang rekaman dari saat ia berangkat.


Bernapas lega kala melihat pergerakan Maura tak berlaku macam-macam setelah kepergiannya, wanitanya itu malah memasuki kamarnya. Tapi Alex tarus memutar rekaman karna saat ini Maura tak terlihat di manapun di lantai 1.


Memiringkan kepalanya saat melihat kurang lebih sejam kepergiannya seorang pria memasuki rumahnya


Perasaannya mulai awas kala pria tua itu langsung mengunci pintu setelah memasuki rumahnya


"mau apa dia?" beo Alex curiga


Alex kenal pria itu, tapi ia baru kali ini melihat gerak gerik mencurigakan dari pria beruban itu. Pasalnya selama memasang cctv Alex tidak pernah peduli pada rekaman lainnya selain yang berhubungan dengan Maura. Bahkan segala kegiatan Elana yang harusnya lebih butuh pantauan mengingat keadaan wanita itu yang lumpuh Alex abaikan. Pasalnya ia sudah terlalu percaya akan Elana yang bisa menjaga dirinya


"Maura" alarm berbahaya langsung ia tujukan pada istri mudanya


Dengan perasaan berdebar Alex beralih ke aplikasi pesan


Mengulir beberapa pesan kotak masuk, Alex mencari pesan dari kontak Mang Asep


Benar saja ada pesan pemberitahuan dari keamanan rumahnya itu


"shit!" umpatnya


Alex menendang asal alat-alat bangunan di hadapannya guna melampiskan kekesalannya karna ponselnya tiba-tiba kehabisan daya.


\=\=\=\=\=


Sementara di seberang kota lain, Maura masih terdiam kaku disana, dilihat dari wajahnya tampaknya wanita yang tengah mengandung di trimester pertama itu tampak syok dengan kenyataan yang tengah terpampang nyata di hadapannya


Dan ingatannya tiba-tiba terbang pada acara kejutan dari kakaknya, Maureen, saat ulang tahun pernikahan orang tua mereka 5 bulan lalu


Tampaknya cukup menarik jika dibuat seperti kejadian itu. Senyuman miring kini terbit dibibirnya


otak liciknya bekerja, ia butuh ini sebagai senjatanya kelak. Ia butuh ponsel untuk merekam. Arg sial! Ia tak memiliki ponsel bukan? Ia tak diperbolehkan memakai ponsel oleh Alex. Tidak-tidak, ia harus mengabadikan ini selagi ia ada kesempatan. Bukan untuk mengahancurkan pernikahan Alex dan Elana, tapi untuk membuat Elana takut atas perbuatan tak senonohnya itu. Dengan begitu ia bisa manfaatkan Elana agar berada di posisinya dan kemudian mengatur cara agar bisa terbebas dari jeratan Alex.


Harapannya tak muluk-muluk seperti istri muda lainnya yang ingin menjadi satu-satunya. Maura malah ingin melepas tali yang mengikatnya berada di pernikahan sah sepasang suami istri.


Ya, Maura akan mengubah rencana, intinya, akhir dari ini semua adalah kebebasan. Untuknya juga makhluk kecil dalam dirinya. Pikir Maura


Melangkah pelan meninggalkan tempatnya, ia berlari turun tangga dan meminta tolong pada mang Asep untuk dipinjaminya ponsel.


Beruntung ponsel mang asep sudah canggih dengan kamera. mungkin karna petugas keamanan rumah Alex itu sering melakukan panggilan video pada keluarganya di kampung untuk melepas rindu. pikir Maura


Awalnya mang Asep tak memberinya, pasalnya Alex telah mewanti-wanitinya, apalagi pekerjaannya yang menjadi taruhan, ia tak ingin berakhir seperti bik Imah, mau makan apa keluarganya di kampung.


Tapi karna kasihan pada Maura, akhirnya Asep luluh dengan siarat harus mengembalikannya segera. Kali aja tuannya menelpon.


Maura membawa ponsel itu, ia tak memberitahukan mau ia apakan ponsel itu pada mang Asep. dan hasil rekamannya akan ia kirimkan ke beberapa media sosialnya yang masih ia ingat paswordnya dengan privasi agar hanya ia yang bisa melihatnya.


"pengen mengmampusin tapi kok mengkasihan juga yah sama bokap lo itu, miris amat hidupnya yak? " tanya Maura pada perutnya saat memasuki rumah


"bokap lo menjaganya dengan sepenuh hati, malah orang lain yang menikmatinya, ck!" monolog Maura masih tak habis pikir, ia dengan pelan kembali menaiki tangga


Dan yah, dengan langkah pelan tapi pasti, Maura sampai di depan pintu kamar Alex dan Elana, yang kini dihuni oleh Elana dan selingkuhan tuanya. beruntung adengan itu belum berakhir, adengannya masih sama, Elana di bawah dengan pria diatas, Elana tampak mendesah desahkan nama pria itu yang Maura tak kenal. bahkan wanita lucnak itu sesekali memanggil sayang dan meminta di tambah kecepatan pompaan pria paru baya itu.


"ayah, Elana mencintaimu"


"ayah juga mencintaimu Elana sayang"


Bersambungggg...


######


Pokoknya sayang banget sama kalian deh. Makasih udah memenuhi angan penulis abal-abal ini 🙏🙏💖


kalian senang aku juga senang.


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu