TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 93


Wanita paru baya itu berkacak pinggang, helaan napas panjangnya menandakan ia baru saja mengeluarkan perintah yang cukup penting.


"aku hanya bisa membantu dengan cara ini" kemudian ia hempaskan bokongnya di sofa empuk di dalam kamarnya


Wanita paru baya itu adalah Maya, ia baru saja memerintahkan seseorang untuk menggali tentang asal usul Alicia agar secepatnya bisa menyingkirkan Alicia dari Mansion.


Ia akan menggunakan asal usul tidak jelas Alicia untuk mengusirnya dari keluarga Prasetio.


Emosinya memuncak saat mendapat laporan dari Maureen, bahwa Daniel mengusirnya dari Mansion di malam hari karna perintah Alicia.


Maureen menelpon Maya sambil menangis sesegukan, melaporkan kekejaman Daniel padanya, melaporkan betapa liciknya Alicia hingga Daniel menuruti perintahnya, tangisannya terdengar begitu menyesakkan padahal mimik wajahnya di balik ponsel tengah tersenyum menyerigai, dan Maya yang tak tahu apa-apa menanggapi Maureen dengan gusar dan kasihan. Ia ingin sekali memberi semangat pada Maureen dan memeluknya namun jarak anatara Jepang dan Indonesia tidaklah dekat, Maya hanya bisa menjanjikan pada Maureen untuk membantunya mendapatkan hati Daniel lagi. Ia kasihan mendengar tangisan pilu calon menantunya, Maureen dan malah makin benci pada menantunya, Alicia yang memang tak diinginkannya itu.


"dasar wanita benalu!" umpat Maya yag ditujukan untuk Alicia


Ia tak terima Daniel akan jatuh dalam perangkap Alicia, untuk itu ia tidak tahan lagi untuk tidak turun tangan langsung memberi sedikit pelajaran untuk Alicia, untuk membantu Maureen mendapati posisinya yang dititipkan sementara pada Alicia


Ck, emang barang dititip, itu sebuah hubungan suci loh May! Gak habis pikir sama otak si Maya ehh salah, sama otak penulis deng. Oke balik ke story


sebenarnya sejak awal Maya ingin mengurus itu tapi ia urungkan karna mengira Alicia hanya gadis polos yang tak beruntung lahir dari hubungan gelap, Maya kira Alicia tidak akan berhasil merayu Daniel . makanya Maya hanya menunggu berakhirnya hubungan Daniel dan Alicia sampai Maureen datang dari liburannya namun Maya melupakan fakta bahwa Alicia adalah keturunan perusak hubungan orang, jadi Alicia pasti punya bakat akan itu, pikir Maya


dan di luar dugaan Maya, Daniel malah bersikap acuh pada Maureen. Kembali bersikap dingin sama seperti awal-awal terjalinnya hubungan pertunangan antara Daniel dan Maureen. Daniel begitu dingin dan tak tersentuh kala itu, namun seiringnya waktu Daniel akhirnya membuka hati untuk Maureen.


Sekarang ini, penghalang untuk hubungan keduanya adalah Alicia, dan Maya akan melakukan segala cara agar Alicia menghilang secepatnya dari kehidupan Daniel dan Maureen.


Tlingk


Bunyi notifikasi dari ponselnya membuyarkan lamunan Maya yang mengertakan giginya saking kesalnya memikirkan hubungan anak, menantu dan calon menantunya.


Setelah membaca isi pesan, Maya segera beranjak dan menuju pintu rumahnya


"cepat juga" gumamnya setelah membuka pintu dan mendapati kotak berukuran sedang tergeletak di lantai


"kuharap dengan semua ini bisa menjadikan Maureen jadi menantuku segera" Maya mengangkat kotak itu dengan wajah senangnya, kemudian ia berlalu, kembali memasuki kamarnya


Tanpa Maya sadari sepasang mata milik tuan besar Prasetio sedang mengawasinya sambil geleng geleng kepala. Pras menghela napas panjang sebelum beranjak dari tempat persembunyiannya dan memasuki kamarnya bersama Maya dengan raut wajah dibuat tak tahu apa-apa


\=\=\=\=\=\=


Matahari bersinar sangat cerah, nyanyian burung-burung yang berkicau merdu membuat tidur pulas seorang wanita di bawah selimut lembut nan tebal terusik, wanita itu adalah si ibu hamil muda, Alicia


Alicia menguap lebar masih dengan mata tertutup, tangannya ia tepuk-tepukan di mulutnya mengahalau suara menguapnya.


Menggerakan tangannya guna mengumpulkan sisa sisa nyawanya, setelah dirasa cukup ia membuka matanya perlahan


Kepalanya langsung menoleh ke arah kanan, sisi ranjang tempat tuan suaminya. Kosong.


Kemudian netranya menoleh ke arah jam. Pukul 09.23 pagi. Alicia menggeleng gelengkan sikapnya yang belakangan ini jadi malas bangun pagi. Apalagi kini tuan suaminya tidak menuntutnya untuk melakukan ini itu jika keadaan Alicia tidak memungkinkan. Tapikan Alicia tak apa-apa? Kenapa tuan suaminya malah membiarkan dirinya larut dalam sikap malasnya? Jika seandainya pernikahan mereka bukan pernikahan paksaan, Alicia akan merasa dirinya adalah istri kesayangan tuan suaminya namun itu semua hanya andai. Pikir Alicia


Seulas senyum senang terpatri di bibir mungilnya setelah menyadari sesuatu. Alicia segera beranjak dan membersihkan ranjang sambil bersenandung ria kemudian memasuki kamar mandi untuk melalukan ritual mandi paginya


Setelah beberapa saat, kini Alicia menatap penuh binar disertai lengkungan bibir keatas sempurna hingga menampilkan deretan gigi putihnya. Kemudian ia meraih satu benda yang sudah seminggu ini Alicia inginkan.


Saat benda itu sudah di tangannya, setitik ketakutan menghampirinya, segera ia simpan kembali benda itu tapi sepersekian detik kemudian di tariknya lagi


Ya, sudah beberapa hari ini, Alicia menginginkan kameja Daniel. Ia bahkan sampai menangis diam diam karna keinginannya tak pernah terwujud. Kemarin-kemarin Alicia hanya bisa menelan ludah akan keinginnanya itu, karna jika ia mewujudkan keinginannya Alicia takut ketahuan oleh Daniel dan pasti akan berakhir dengan hukuman telah berani memakai kameja Daniel, meminta izin langsung pun, Alicia yakin ia hanya akan mendapat makian dan serentetan kalimat hinaan tak pantas dari mulut pedas milik Daniel, namun hari ini keinginnaya itu sudah menggebu tak tertahankan, ia mengabaikan hukuman apa yang akan didapatnya, Alicia menepis rasa takutnya.


"Hanya sebentar" gumamnya kemudian memakai kameja kebesaran Daniel di tubuh mungilnya.


Ia menatap pantulan dirinya di cermin, seulas senyum bahagia lagi lagi tercetak di wajahnya layaknya anak kecil mendapat mainan baru yang populer


Bahagia Alicia sesederhana itu.


Alicia bahkan sampai melompat lompat dan berputar merayakan kebahagiannya


Tapi manusia memang tak kenal puas kan? Alicia yang tadinya berniat hanya memakai sebentar namun kini rasanya Alicia tak rela jika harus melepas kameja putih nan mahal milik tuan suaminya itu, rasanya sangat nyaman dan menyenangkan memakai kemeja putih kedodoran itu.


Mungkin ini bentuk rasa rindu dari seminggu tak pernah merasakan tubuh hangat tuan suaminya karna menjunjung tinggi martabatnya yang notabenenya seorang istri yang di selingkuhi. Meski dalam konteks hubungan mereka, Alicia lah yang jadi penghalang alih alih hanya korban. Atau malah keinginannya yang aneh ini bukan keinginannya seorang?


Namun Alicia yang polos tak menyadari itu, wanita bumil itu tak tahu apa apa mengenai keadaan dirinya


Alicia mengendikan bahu cuek, tuan suami pelitnya itu sudah tidak di rumah jadi ia akan aman memakai kameja Daniel, biarlah sementara kameja itu ia pakai tentunya akan ia lepas sebelum Daniel pulang kantor, ia memilih leging hitam untuk dipasangkan dengan kameja besar milik Daniel yang ukurannya sampai sepaha di tubuhnya itu.


Perfect!


Baru kali ini Alicia berpakain memandang dirinya penuh takjub, ada rasa puas yang membuncah dalam dirinya. Ia terus memandangi dirinya di depan cermin dengan senyuman terus tercetak di bibirnya


Tok


Tok


Tok


Ketukan pintu mengalihkan atensinya, Alicia segera keluar dari walk in closet dan mempersilahkan masuk pak Wis yang mengantarkan sarapan untuknya


"pak saya mau sarapan di bawah" ucap Alicia saat pak Wis mempersilahkan maid masuk untuk menyajikan sarapan untuk nyonya mudanya


"baik nyonya muda" pak Wis kemudian menyuruh maid menyiapkan sarapan di meja makan


Pak Wis pamit undur diri, tapi sebelum membalikan tubuhnya, Pak Wis yang sedari tadi menundukan kepala di hadapan Alicia melirik sekilas pakaian nyonya mudanya yang...


Seulas senyum tipis terbit di bibirnya


*sepertinya akan ada pertunjukan menarik setelah ini* batin Pak Wis melihat nyonya mudanya kini keluar kamar dengan santai tanpa mengganti pakaianya


Bersambunggg...


######


makin gaje? tau ahh yang penting ngetik


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu