TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 81


Daniel memasuki Mansion, pikirannya di penuhi dengan Alicia, Alicia dan Alicia, istri kecilnya itu dengan kurang ajar telah merebut eksistensi urusan kantor di pikiran Daniel.


Daniel mengabaikan ibunya dan Maureen yang menyambutnya di pintu utama


Sedang Maureen menahan kesal lagi lagi di abaikan oleh Daniel


"tannnn" rengek Maureen


"sabar Maureen" Maya juga kesal, Daniel hanya tersenyum tipis padanya tanpa mengucapkan sekata apapun


*aku harus bertindak sendiri, pergerakan tante Maya lemah!* batin Maureen menatap punggung kokoh Daniel yang semakin menjauh


Sedang di kamar, Daniel yang baru saja masuk mengedarkan pandangannya ke segala penjuru kamar, mencari sesosok tubuh mungil yang menyita pikirannya seharian ini.


"Dara" panggil Daniel saat matanya tak juga menangkap tubuh Alicia


Daniel melangkah menuju walk in closet, kosong.


Kemudian ia melangkah menuju kamar mandi, menempelkan telinganya di daun pintu, pendengarannya hening, tak ada yang ia dengar selain detakan jarum jam dinding kamarnya, saat tangannya hendak meraih hendel pintu,


Ceklek


tiba tiba pintu terbuka dan menampakan tubuh seorang wanita muda yang dirinduinya seharian ini berdiri tegang dengan mata membulat dan...


Apa apaan ini?!


Daniel menelan ludah, matanya menatap takjub ciptaan tuhan yang sangat indah di depannya yang di anugrahi menjadi miliknya.


Anugrah terindah dan tak ternilai.


Mata Daniel tak berkedip sedikitpun, matanya di manja dengan pemandangan yang membuatnya tiba tiba berkeringat dingin. Tubuh itu, yang menjadi candunya sekarang hanya memakai handuk yang menutupi sebagian tubuh Alicia, pundak putihnya yang masih terdapat bulir bulir air yang menambah kesan seksi, dan paha putih itu, Glek, lagi lagi Daniel menelan ludah, handuk Alicia sangat pendek, sekitar sejengkal dari pinggangnya, beruntung bisa menutupi bagian intinya.


Ada apa dengan istrinya hari ini? Kemana jubah mandi sampai ia hanya memakai handuk minim sialan itu.


"Waw,, sambutan yang luar biasa istriku" gumam Daniel dengan mata memuja


"tu..tuan!" pekik Alicia kemudian secepat kilat membanting pintu kamar mandi


Bhang!


Daniel sampai terjengkit


"huh copot jantungku" Daniel mengelus elus dadanya, hanya beberapa detik ini Daniel sampai terkejut sebanyak dua kali berkat kelakuan istrinya


"Dara, hei" Daniel mengedor pintu


"tuan ku mohon menyingkirlah!" teriak Alicia dari dalam


"kamu mengusirku?!" teriak balik Daniel


"bu, Bukan tuan, maaf, tapi.. Jubah mandiku basah"


"lalu?" Daniel tersenyum di balik pintu


Alicia memejamkan matanya dan mengetatkan giginya menahan kesal sekaligus malu.


Tadi karna ceroboh, saat ia baru saja selesai memasang jubah mandinya setelah membersihakn tubuhnya, Alicia tak sengaja menekan tombol sower sampai tubuhnya kembali basah dan yang tersisa di dalam kamar mandi hanya ada handuk kecil tapi masih bisa menutup sebagian tubuhnya meski sangat minim. Tak punya pilihan lain Alicia memakai itu dari pada keluar memakai jubah mandi basah yang bisa mengotori lantai kamar. Karna Alicia pikir tuan suaminya belum balik jadi Alicia tak masalah menggunakan itu dulu, namun saat keluar ia dikejutkan dengan tubuh tegap nan jangkung berdiri di depan pintu kamar mandi dengan tatapan horornya, mesum.


"tuan ku mohon" suara Alicia terdengar frustasi


"baiklah, saya keluar" jawab Daniel


Alicia menempelkan telinganya di daun pintu berusaha mendengar pergerakan tuan suaminya dari luar


Alicia menghela napas lega saat derap langkah kaki terdengar menjauh


Ceklek


Alicia mengeluarkan kepalanya terlebih dahulu, celingak celinguk, aman. Tuan suaminya tidak ada


Alicia melangkah keluar dan secepatnya menuju walk in closet mengambil pakaiannya


Hap


"harumnya istriku" gumam Daniel mengendus leher dan pundak putih Alicia


"tuan!!" pekik Alicia, ia kaget bukan kepalang. bayangkan saja, ia sudah memasang kewaspadaan tingkat tinggi dengan buru buru agar tak kepergok oleh tuan suaminya, tapi kini tuan suaminya muncul bak makhluk gaib


Daniel membalikan dengan pelan tubuh tegang Alicia


"tegang amat sih" goda Daniel, ia mendaratkatkan sebuah kecupan di bibir polos Alicia, bak magnet Daniel sedikit *******, sungguh sayang jika bibir manis milik istrinya harus dianggurin


"tuan" lirih Alicia saat bibir Daniel sudah berpindah ke leher jenjangnya serta tangan kekar Daniel sudah merem4s bokongnya tanpa penghalang sebab tangan nakal Daniel sedikit menyingkap handuk minim Alicia ke atas


Daniel mengeram, ia tak bisa berhenti sekarang, Alicia sungguh menjadi racun bagi otaknya. Sesuatu di bawah sana terasa nyeri ingin di puaskan secepatnya, bahkan kepala Daniel sudah berdenyut nyeri karna hasrat gilanya tertahan


"aku tidak bisa berhenti Dara" bisik Daniel tepat di telinga Alicia, lidahnya bahkan menjilat disana, pelan tapi pasti ia meraih lilitan handuk Alicia dan melepasnya


Alicia memejamkan mata, ia meremang dengan perlakuan Daniel, jujur ia terbuai menanti meraih puncak kenikmatan bersama tuan suaminya


"tapi tuan, saya baru saja selesai mandi" protes mulut Alicia yang tidak singkron dengan hatinya, bahkan tubuhnya yang kini sudah polos tidak ia sadari


"bukannya katamu ini nikmat?" goda Daniel teringat laporan ajudan Alicia saat Alicia membalas sindiran Maureen tadi pagi


Alicia menipiskan bibirnya, wajahnya memanas, tuan suaminya tahu isi hatinya


"kita bisa mandi bersama" Daniel tak ingin lama lama menggoda istrinya, sebab sekarang dirinyalah yang setengah mati tergoda akan tubuh polos nan harum milik istri kecilnya, Daniel melepas pakaian terakhir ditubuhnya dengan tergesa gesa


Daniel kembali memberi rangsangan pada Alicia dan setelah dirasa cukup, Alicia ia sanderkan di lemari, Daniel menyatukan dirinya dengan posisi berdiri, hanya beberapa menit karna merasa tak bebas bergerak, apalagi ia harus hati hati mengingat kandungan Alicia yang masih rawan, Daniel mengangkat tubuh Alicia kedalam gendongannya dengan pusat tubuh masih menyatu menuju ranjang mereka, sedang Alicia melingkarkan kedua kakinya di pinggang Daniel, kedua lengannya memeluk erat leher Daniel dengan wajahnya disembunyikan di celuruk leher berkeringat milik Daniel. Ia malu dengan posisi yang sangat erotis itu.


"capek?" tanya Daniel menyingkap beberapa helai rambut Alicia yang menempel di wajahnya bercampur keringat


Alicia hanya mengangguk, tubuhnya masih berusaha mengumpulkan sisa sisa kenikmatan yang baru beberapa detik yang lalu mereka raih, bahkan Danial masih berada di atasnya.


Alicia meringis saat tubuh Daniel menyingkir dari atasnya, menandakan pertempuran hampir sejam ini berakhir sudah


Daniel beranjak dengan keadaan tubuh polos, melangkah ke arah meja dan mengambil sesuatu di sana. Kemudian balik lagi ke ranjang, Alicia hanya mendesah pelan melihat kelakuan tak tahu malu suaminya itu


Alicia tak habis pikir pada tuan suaminya ini, Kemesumannya sudah tak bisa tergambarkan lagi, Apa Daniel tidak memikirkan bagaiamana perasaan Maureen yang sedang berusaha belajar jadi istri baik untuk Daniel bahkan Maureen masih ada di bawah, tapi kenapa Daniel malah sangat bernafsu padanya. Apa tuan suaminya sudah... Tidak! Alicia menggelengkan kepalanya samar menjauhkan pikirannya yang dirasa mustahil. Daniel hanya memanfaatkan tubuhnya selagi masih ada kesempatan, menjadikan alicia pemuas nafsunya sampai kontrak habis, yah hanya itu tak lebih.


"tuan?" Alicia meraih tangan Daniel yang memegang ke dua paha polos Alicia dan mengangkangkannya


"tidurlah, aku akan membersihkan ini" Daniel melanjutkan kegiatannya, membersihkan sisa sisa cairan percintaan mereka di bagian inti Alicia


Alicia mendesah lega, jujur ia sangat capek dan mengantuk, mengabaikan kegiatan Daniel dibawah sana, Alicia memejamkan matanya


Selesai membersihkan kewanitaan istrinya, Daniel menyelimuti tubuh polos istrinya yang sudah terlelap, menatap wajah damai itu, isi hati Daniel serasa penuh.


"maaf" entah maaf untuk apa, perlakuan jahatnya yang dulu kah, atau sifat mesumnya yang tak terkendali jika berada dekat istrinya, atau karna ia belum bisa melindungi Alicia secara terang terangan, belum mengakui.


Daniel mengecup lama dahi Alicia, setelahnya meraih telpon rumah dan menyuruh makan malam di antar ke kamar saja, kemudian beranjak membersihkan diri di kamar mandi.


Bersambunggg...


######


Segini dulu yah,,


Aduhh sebenarnya tuh yah harusnya episode ini tuh udah mulai konfliknya,, tapii kehaluanku tidak bisa di ajak berkonflik, aku tidak tahu harus munculin masalah dari mana.. Gimana dongggg.


malah adengan mesum yang lancar, hahhha. gini nih kalau penggemar komik alresca nero sama luna.


Oke deh, yuk stay healt reader's


See you next capt


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu