TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 27


"kapan berkas peserta magang masuk" tanya Daniel pada sekertaris Tasya


Tasya melongo mendengarnya, hanya karna berkas peserta magang Daniel sampai menemuinya langsung


padahal Daniel tak pernah peduli dengan peserta magang sebelumnya. tapi kenapa kali ini Daniel begitu antusias


"hari ini tuan" ucap Tasya


"bawakan pada saya" titah Daniel dan kembali masuk keruangannya


"ba baik"


beberapa saat kemudian sekertaris Tasya masuk dengan troli yang berisikan ribuan proposal mahasiswa magang


Setelah menyusun rapi di meja Daniel,Tasya pamit undur diri


Daniel memeriksa satu persatu ribuan proposal peserta magang itu, bukan memeriksa isi dari proposal namun hanya membaca sampul di bagian nama bahkan judulnya pun Daniel tak repot repot mebacanya.


Satu persatu proposal itu berakhir di lantai. Daniel terus meluangkan waktunya menyelesaikan membaca satu persatu nama peserta magang, namun nama yang Daniel cari tidak juga ia temukan.


"apa Dara tahun ini belum magang? " tanya Daniel pada dirinya sendiri


ya, tuan Daniel yang sangat sibuk itu meluangkan waktunya untuk repot repot memeriksa sendiri proposal mahasiswa magang hanya untuk mencari proposal istri kecilnya, Alicia Adara Dinata


"huh! buang buang waktuku saja" keluh Daniel melihat proposal yang berserakan dilantai


tok tok tok (pintu tiba tiba di ketuk dari luar)


"masuk"


sekertaris Ali muncul


mata sekertaris Ali membulat melihat ruangan Daniel yang sangat berantakan itu


"panggilakan Tasya" ucap Daniel yang mengerti keterkejutan sekertaris Ali


Ali keluar dan masuk lagi bersamaan dengan Tasya


bola mata Tasya juga membulat sempurna melihat proposal para mahasiswa yang berakhir menggenaskan di lantai


"periksa semua, dan hanya terima yang bisa menguntungkan perusahaan" titah Daniel


"baik tuan" Tasya memungut satu persatu proposal itu


"ada apa? " Tanya Daniel pada Ali yang masih berdiri mematung bingung


"oh ini tuan, Ada pertemuan dengan klien di hotel BNM 20 menit lagi" ucap Ali memperingati kembali jadwal Daniel


"Berangkat sekarang" ucap Daniel berdiri merapikan jasnya kemudian melangkah keluar meninggalkan Tasya yang masih sibuk mengumpulkan proposal proposal itu


\=\=\=\=\=


Beberapa hari kemudian


Hari ini adalah hari dimana para peserta magang memasuki perusahaan tempat mereka di terima magang


Daniel diam diam memerhatikan penampilan rapi Alicia pagi ini, tak seperti biasanya saat kekampus


stelan Alicia berbeda, memakai rok span hitam selutut dan kameja putih dengan rapi layaknya pekerja kantoran, juga tak biasanya Alicia sudah rapi sepagi ini.


*mau ngapain dia kekampus pagi pagi begini, bahkan aku saja baru selesai mandi* batin Daniel bertanya


Alicia yang sudah menyiapkan segala sesuatu keperlun Daniel kini duduk di sofa mengotak atik ponselnya


tin (bunyi pesan masuk)


Alicia bangkit mengambil tasnya, Filda sudah menunggunya di gerbang Mansion


"tuan saya izin keluar duluan" pamit Alicia dan meminta izin


"hm"


"Terimakasih" Alicia tersenyum manis kearah Daniel kemudian berlari kecil keluar kamar


Deg


Daniel memegang dadanya yang tiba tiba berdetak cepat


*dadaku, kenapa ini?* batin Daniel


Daniel turun dan sarapan seorang diri, tampak ada yang berbeda di rasa Daniel saat ini


"seperti ada yang kurang? tapi apa?" gumam Daniel memiringkan kepalanya bertanya tanya melihat satu persatu menu di depannya


"apa ada yang anda butuhkan tuan? " tanya pak Wis yang mendengar gumaman Daniel


"saya tidak tahu, tapi seperti ada yang kurang" jawab Daniel polos


"khem" Ali berdehem mendengar tuan mudanya


"mungkin karna nyonya muda tidak disini bersama anda tuan" ucap Ali kemudian


Daniel tersedak


buru buru pak Wis memberikan gelas berisi air pada Daniel


Daniel membanting sendok kepiring sehingga menimbulkan suara nyaring


"Bonus bulan ini di potong" ucap Daniel pada Ali kemudian beranjak


Ali mengerjab mendengar ucapan tuan mudanya


"ah mulut ini" Ali memukul mukul mulutnya yang lancang menyuarakan pendapatnya pada tuan arogannya itu


"yang dikatakan mulut anda tidak salah" ucap pak Wis melihat tingkah Ali dan berlalu ke dapur


"aku tahu, yang salah otak tuan muda" ucap Ali entah pada siapa sebab disana hanya tinggal dirinya


\=\=\=\=\=


Perusahaan Prasetio Corp


Daniel melirik gadis didepannya tak suka, namun yang dilirik tak juga tahu diri


"kak Daniel, masa aku datang pagi pagi dan disuruh menunggu bersama peserta magang lainnya di lobi sih " lapor gadis itu yang tak lain adalah Maura


Daniel mendesah kesal dibuatnya, Daniel tidak peduli dengan rajukan Maura, Daniel menulikan pendengarannya dan menajamkan matanya memeriksa berkas berkas perusahaan yang sudah menumpuk di meja kerjanya untuk ia tanda tangani


"nona, anda disini untuk magang kan? jadi wajar untuk anda menunggu layaknya peserta lainnya, mohon jaga sikap anda dan silahkan ikut saya untuk memulai magang anda hari ini" ucap Ali juga kesal melihat tingkah tidak tahu malu kakak ipar tuan mudanya ini


"kenapa aku ikut denganmu, aku sekertaris kak Daniel, jadi aku akan kerja di sini, satu ruangan dengan kak Daniel" bantah Maura


"ini perusahaan bukan punya orang tua anda yang bisa seenak anda mengatur, patuhi aturan kalau anda tidak ingin di depak dari sini" geram Ali namun tetap berusaha tenang menghadapi makhluk didepannya


"ini perusahaan punya calon suami kakak saya nanti, jadi say___"


Brakk


Daniel mengebrak meja keras sehingga ucapan Maura terpotong


"kaluar! " bentak Daniel menatap tajam pada Maura


Maura mengerjap takut melihat mata tajam Daniel


Maura terpaksa keluar dari sana dan menjalani tugasnya sebagai sekertaris Ali, lebih tepatnya pesuruh untuk Ali


Daniel hari ini sangat sibuk, beberapa meeting di luar perusahaan telah ia hadiri. juga pikirannya yang selalu berkeliaran di luaran sana


memikirkan kemana perginya istri kecilnya tadi pagi yang berpenampilan berbeda dan berangkat pagi sekali


tok tok tok


Ali masuk membawa sebuah undangan di tangannya


"undangan ulang tahun perusahaan Dinata yang ke 20 tahun" ucap Ali menyerahkan undangan ke meja Daniel


"20 tahun" ulang Daniel menaikan sebelah alisnya


"iya tuan"


"kalau begitu saya pamit keruangan saya tuan" pamit Ali


"tunggu" panggil Daniel saat Ali sudah di ambang pintu


"cari tau kenapa Dara berangkat pagi sekali tadi" perintah Daniel


Ali menaikan sebelah alisnya mendengar perintah tuan mudanya


*ah jadi ini yang mengganggu pikiran tuan seharian ini* batin Ali menemukan jawaban atas sikap tuan Daniel seharian yang kadang mood kadang badmood


"kenapa bengong! sana cari" bentak Daniel


"saya sudah tau kemana dan kenapa nyonya muda berangkat pagi sekali" ucap Ali


Daniel menatap Ali meminta penjelasan


"sama dengan peserta magang lainnya yang datang pagi di perusahaan hari ini, nyonya muda, hari ini juga hari magang perdananya" jelas Ali


"magang" ulang Daniel


"tapi aku tidak menemukan proposalnya" guman Daniel


*ah, jadi ini alasannya beberapa hari lalu proposal itu berserakan di lantai, mencari proposal nyonya muda* batin Ali kembali menemukan jawaban atas kebingungannya tempo hari


"nyonya muda tidak magang di perusahan Prasetio tuan" ucap Ali


"tidak disini? terus dimana? emang ada perusahaan yang lebih bagus dari perusahaanku" kini raut muka Daniel berubah merah menahan marah


"nyonya muda sepertinya tau diri untuk tidak terlibat dengan perusahaan Prasetio maupun Dinata" jelas Ali lagi


####


mon maap banyak typo


Salam Mickey Mouse 24


dari Dunia halu