TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 78


Daniel menyusul Alicia memasuki kamar utama. Netranya tak lepas dari sosok mungil yang berjalan menunduk di depannya, bahkan tadi Alicia hampir saja menabrak pembatas tangga saat hendak menaiki tangga, beruntung Daniel segera berdehem dan Alicia tersadar.


Tubuh kecil itu berhenti di ambang pintu, perlahan tubuh rapuh itu bergetar, kemudian terdengar isakan kecil


Emosinya tak bisa lagi ia kontrol, ia mudah lelah dan sedih, bahkan ia gampang menangis belakangan ini.


Daniel menutup pintu perlahan, kemudian


Hap


"Maaf" ucap Daniel lirih, ia meminta maaf atas apa yang Alicia alami barusan


Daniel menyesal membiarkan Alicia pulang tanpa dirinya, tapi ia tidak tahu jika akan begini jadinya.


Daniel mengijinkan Alicia pulang setelah bangun dari tidurnya tadi, diantar sekertaris Ali karna melihat Alicia bosan tak melalukan apapun di kantor, meski Daniel masih ingin ditemani Alicia tapi lagi-lagi Daniel menekan sifat egoisnya bahwa kemauan Alicia semampunya akan ia turuti. Daniel bahkan berhasil tak bermain dengan Alicia meski hasratnya menggebu.


Dan karna rasa rindunya yang tak menegenal waktu itu membuatnya menyusul istrinya, entah mengapa setelah melepas Alicia pulang, Daniel yang sementara mengadakan rapat merasa ada yang mengganggunya dan pikirannya selalu tertuju pada istrinya. Daniel memutuskan pulang lebih awal setelah rapatnya selesai padahal masih ada agendanya yang belum rangkum. Ia serahkan pada sekertaris Ali. Bos mah bebas!


*kamu membuatku gila sayang* batinnya, ia tersenyum melihat layar ponselnya yang menampilkan gambar istrinya yang ia ambil diam diam.


Namun diluar dugaan, ia harus mendapati ibunya, Maya dan mantan tunangannya, Maureen sedang memperlakukan istri kecilnya bak pelayan mereka.


Bukankah ibunya akan terbang ke jepang sore ini?


Namun pernyataan ibunya tadi membuat Daniel makin awas


Ibunya akan tinggal beberapa hari di Indonesia karna merindukan Daniel, anak semata wayangnya


Daniel percaya? Ya, namun tidak sepenuhnya. Melihat bagaimana tadi Maya memperlakukan Alicia bak pelayan. Daniel harus lebih menjaga Alicia. Ia tak mau wanitanya terusik termasuk oleh ibu Daniel sekalipun.


Cukup kejadian tadi. Tidak akan ada lagi kejadian selanjutnya


Daniel senenarnya bisa saja langsung membela Alicia tadi di hadapan mereka, hanya saja Daniel tidak mau mengambil resiko, karna Daniel tahu ibunya tidak akan tinggal diam.


Daniel akan menjaga wanita yang tengah mengandung anaknya ini dari siapapun! Meski caranya sekarang masih kucing kucingan.


"tu.. Tuan" Alicia berusaha melerai pelukan Daniel


" Saya mohon maafkan saya tuan" ucap Alicia takut, ia berhenti meronta karna Daniel makin mengeratkan pelukannya


Daniel mejamkan mata, sakit, rasanya dadanya sesak mendengar istrinya meminta maaf dengan suara bergetar takut meski tak melakukan apapun


"hm" gumamnya, bukan ia tak mau jujur pada Alicia sekarang, hanya saja waktunya belum tepat, masih ada beberapa yang harus Daniel bereskan sebelum mengatakan kebenaran


"tuan tidak marah? Tuan tidak menghukum saya?" tanya Alicia polos.


"kamu mau dihukum?" tanya balik Daniel


Alicia menggeleng cepat namun sedetik kemudian ia mengangguk kaku masih dalam pelukan Daniel. Ia sadar kalau ia berhak dihukum atas keteledorannya tadi terhadap Maya dan Maureen. Ia siap menerima balasan dari Daniel. Toh ia selalu salah


"Baiklah" Daniel membalikan tubuh Alicia dan langsung menyerang bibirnya hingga Alicia kehabisan napas


"tu..tuan hah hah" Alicia mengatur napasnya yang ngos-ngosan


Daniel menaikan alisnya menunggu napas Alicia kembali teratur


"tuan kenapa menciumku?" tanya Alicia menatap Daniel kesal


"kan minta di hukum" jawab Daniel santai, tangannya masih bertengger posesif di pinggang Alicia


Alicia mengerjap, apa ciuman bisa membayar hukumannya? Mana bisa begitu? Ehh tapi.. Alicia bisa bersyukur akan itu, ia tidak di caci maki dan di suruh cuci kamar mandi atau membersihkan ruangan lainnya


*dasar tuan suami mesum* olok batin Alicia


"hukuman yang sebenarnya baru akan kita mulai" Daniel kemudian menggendong Alicia ala bridal style menuju ranjang king zise mereka


"Akh" Alicia terpekik kaget karna serangan tiba tiba Daniel yang mengendongnya tanpa aba aba.


Daniel yang memang sedari tadi menahan birahinya tidak bisa lagi bersabar, segera ia melepas kasar jas, sepatu, dasi, dan pakaian yang lainnya, begitupun dengan pakaian Alicia, namun sebelum Daniel melepas pakaian terakhir dari tubuh istrinya, Alicia menghentikan gerakan Daniel


"tuan?" Alicia memberanikan diri menatap mata tuan suminya yang memancarkan kabut akan gairah


"hm?" Daniel membalas tatapan istrinya dengan lembut


"jangan mengusirku dulu" cicit Alicia, nadanya terdengar memohon agar diberi waktu sebelum di tendang kelua mansion


"Tidak!" spontan Daniel


"kamu hanya perlu menurut padaku. Tidak dengan yang lain" lanjut Daniel, tangannya berhasil melepas pakaian terakhir di tubuh Alicia hingga mereka sama sama polos


"termasuk menuruti ini" Alicia kini berada di bawah kuasa Daniel, mereka sama sama mengejar nikmat berpeluh keringat di ruangan yang berAC, tak memedulikan tubuh mereka yang seharian berkeringat belum dibersihkan


Daniel memandang istrinya yang kini tertidur lelap di pelukan Daniel, sesekali Daniel mengecup wajah Alicia yang tampak makin tembem.


"seksi" gumamnya


"sehat sehat baby" ucapnya setelah mendaratkan sebuah kecupan kasih sayang di perut telanjang Alicia yang nampak sudah berbentuk


Pagi harinya Daniel dan Alicia menuruni tangga, mereka berjalan bersama ke arah ruang makan yang disana sudah ada 2 wanita beda usia duduk anggun di sisi kanan dan kiri meja makan menunggu tuan muda dari keluarga Prasetio


"selamat pagi nak" sapa Maya tersenyum hangat ke arah Daniel, Alicia? menatapnya saja Maya enggan, jikapun terpaksa hanya lirikan sinis yang ia hujamkan untuk menantunya itu.


"pagi bu" balas Daniel seadanya, Daniel duduk di kursi yang telah ditarik oleh pak Wis di ujung meja


"silahkan tuan muda" Pak Wis kemudian beranjak untuk menarik kursi di samping Maureen untuk Alicia duduk


"pindah!" titah Daniel tanpa menatap siapapun


Alicia berjalan dengan menunduk menuju kursi yang telah di tarik oleh pak Wis


"Saya bilang pindah!" kini suara tinggi, Daniel menatap tajam Maureen yang dengan tak tahu malunya mengambil tempat istri tuan muda, Alicia


Semua orang terlonjak, termasuk Alicia


Maureen mengepalkan tangannya, tak terima Daniel mengusirnya dari tempatnya duduk.


"Niel, Maureen hanya ingin belajar jadi istri yang baik untuk kamu mulai sekarang" Suara Maya lembut membela Maureen


Bersambunggggg....


#####


Balik nih..


Maapin yah kali ini gajenya nggak ketulungan, typo dimana mana, aku ngetiknya ngawur soalnya. Ha ha ha ha


Asli pikiran lagi kacau di ajak berhalu, mana kerjaan di dunia nyata nggak kelar kelar..


Oke sampai jumpa di chap selanjutnya,stay sage reader' s kuh. luv dari ku


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu