TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 84


Pembohong!


Pendusta!


Br3ngsek!


berbagai umpatan itu Alicia tujukan pada Daniel.


Entah mengapa rasanya begitu menyesakkan menyaksikan perbuatan keji mereka, padahal dirinya bukan siapa siapa, status istri sialan itu tak berarti apa apa bagi Daniel. pikir Alicia


Tes


Setetes air mata lolos di mata Alicia, namun dengan kasar ia menepis air mata berharganya.


Ia merutuki dirinya yang dengan kurang ajar menangisi hal tak berguna itu, untuk apa ia menangisi sepasang kekasih yang sedang menyalurkan hasrat mereka, meski terlarang tapi mereka saling mencintai, tak seperti dirinya yang hanya di anggap tak lebih dari seorang pemuas nafsu oleh Daniel


Ia menyesali dirinya yang hampir saja terbuai oleh perlakuan baik tak seberapa Daniel belakangan ini, kini Alicia yakin bahwa selama ini Daniel peduli padnya tak lebih dan tak lain hanya agar Alicia bisa memuaskannya di atas ranjang.


Iblis!


Lelaki set4n!


Meeting katanya?


Huh, dasar pria licik!


Mereka memang pantas bersama, sama sama manusia tak berperasaan dan tak bermoral.


Muak dengan suara desahan yang makin menggila di dalam sana, Alicia melepas tangannya dari handel pintu dan melangkah lebar menjauh dari kamar dimana sepasang kekasih berbuat laknak di dalam sana.


Air matanya yang dengan sekuat tenaga ia tahan agar tak keluar, akhirnya tumpah sudah menemaninya menaiki tangga dan memasuki kamar utama. Bahkan penglihatannya kini buram, beruntung ia sudah hapal jalan menuju kamar utama hingga ia tak menabrak sesuatu


Sakit dan kecewa, ia memergoki suaminya sedang bercinta dengan kakaknya sendiri. Laknat!


Memasuki kamar, tujuannya hanya satu. Tidur. Melupakan apa yang baru saja ia lihat.


Ceklek


Alicia yang belum memasuki alam mimpi mendengar pintu terbuka,


Secepat itu? ngapain kembali kesini, sana tidur sama kekasihmu. batin Alicia


masa bodoh, ia memaksa matanya terpejam dan menjemput mimpi indahnya


Daniel memasuki kamar utama, netranya tertuju pada ranjang, menggeleng melihat kelakuan istri kecilnya


Apa Alicia tidak kesusahan bernapas di bawah selimut tebal itu? ya Alicia menenggelamkan seluruh tubuhnya di balik selimut


Daniel melangkah mendekat, saat tangannya hendak meraih selimut dan memperbaikinya agar istrinya bisa tidur nyaman, tangan Daniel terhenti.


Ia melihat tangan dan selimut bergantian, tidak, tangannya kotor, ia tidak mungkin menyentuh istrinya sementara tangannya belum ia bersihkan dari bekas jejak tubuh Maureen


Daniel bergidik, merasa jijik pada tubuhnya sendiri


"selamat tidur istriku" gumamnya tanpa menyentuh Alicia dan beranjak membersihkan tubuhnya dari bekas jamahan Maureen


Bibir Alicia bergetar di balik selimut, sekuat tenaga menahan tangisnya agar tidak kembali tumpah, sesuatu dalam dadanya terasa sesak mendengar kelakuan tuan sumi dan kakanya tadi, ia tak habis pikir mereka melakukan itu tanpa ikatan pernikahan. Alicia sendiri merasa jijik pada tubuhnya karna tekah memberi mahkotanya pada pria tak berprinsip macam Daniel


si kaya yang tak berotak. umpat Alicia


Sedang Daniel di dalam kamar mandi tersenyum menyerigai mengingat apa yang baru saja di perbuatnya


Namun sedetik kemudian ia kembali bergidik, rahangnya mengeras, buru buru ia mengambil sabun dan menuangkan satu botol pada bathup, kuman dalam tubuhnya harus mati tak berjejak.


Ia menggosok tubuhnya bahkan sampai memerah.


"maafkan aku Dara"


"maafkan aku sayang"


"maaf telah mengotori milikmu ini"


Hampir 2 jam lamamya ia berada dalam kamar mandi sebelum akhirnya ia kelaur.


Hanya dengan celana kain pendeknya dengan dada di biarkan terbuka, Daniel menyusul Alicia di ranjang. melihat kini wajah istrinya sudah keluar dari persembunyiannya namun selimut masih sebatas leher. Mungkin Alicia sulit bernapas lama lama berada di balik selimut. Ya kini Alicia tertidur, terdengar dari dengkuran halusnya


Daniel duduk di tepi ranjang, merapikan rambut istrinya yang menutupi wajah lelap istrinya yang sagat cantik. Dahinya yang minim, pipinya yang sedikit cubby, hidungnya yang mungil, bibir seksi yang selalu membuat Daniel lepas kontrol, Alis hitam, dan bulu mata lentiknya,,,, tunggu? kenapa ada jejak air mata di sudut mata yang terpejam itu? Apa istrinya baru saja menangis? Ahh sialan kau Daniel. Rutuk Daniel pada dirinya


Bagaimana bisa ia lalai hingga membuat istri tercintanya menangis.


Suara getar di iringi deringan di atas nakas mengalihkan eksistensi Daniel dari wajah lelap Alicia


"hm"


"semua beres tuan" sahut seseorang di balik telpon


Lengkungan di bibir Daniel tertarik sempurna, sampai menampilkan deretan gigi putihnya


"bagus" balas Daniel dan memutus panggilannya


Ia melijat jam, tersenyum miring. 2 jam lebih permainan itu berlangsung. Pikirnya


Kemudian ia dengan pelan menaiki ranjang dan menarik Alicia menghadapnya dan memeluknya posesif, tidak terlalu erat sebeb Daniel takut menjepit calon anaknya.


"hanya kamu dan baby" bisik Daniel dan mendaratkan sebuah kecupan lama di bibir Alicia, Alicia tidak terganggu sama sekali


Dan bukan Daniel jika hanya sebuah kecupan, sedikit lum4tan hingga membuat bibir itu basah, sadar kelakuannya bisa menggagu tidur istrinya Daniel menghentikannya dan ikut menyusul Alicia ke alam mimpi.


Sedang di kamar lantai bawah, seorang wanita terbujur lemah dengan keringat membanjiri tubuhnya, bahkan seprai ranjangnya kini sudah tak berbentuk dengan bau anyir mendominasi, ia lelah, badanya remuk tapi ia malah senang bukan kepalang.


Maureen puas, selain karna rencananya berhasil, ia juga merasa puas karna telah memuaskan nafsu gila Daniel yng tak kenal lelah, ia bahkan sampai pingsan sementara Daniel masih semangat menggempurnya. Maureen sampai berpikir jika Daniel kerasukan tadi, tapi Maureen tak masalah yang penting ia bisa mendapatkan Daniel segera.


Padahal yang terjadi sebenarnya tidaklah seperti apa yang Maureen duga. Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha


Kembali ke kamar utama,


Tring


Sebuah notifikasi masuk di ponselnya menarik kesadaran Daniel kembali ke tepi, namun kali ini si tuan muda arogan ini tidak terganggu sama sekali, karna ini memang permintaannya


Daniel bergerak pelan meraih ponselnya, sepelan mungkin agar Alicia tak terusik oleh tubuhnya yang hampir menindih Alicia karna ponsel Daniel berada di nakas dekat dengan Alicia, Daniel tadi lupa memindahkannya di nakas sampingnya.


Membuka email dengan satu tangan sedang tangan satunya mengelus lembut rambut Alicia


Sebuah file video masuk, Daniel hanya menyimpan file itu tanpa ada minat membukanya, ia bahkan jijik menyimpan file itu di ponselnya, tapi karna itu akan menjadi senjata ampuhnya kelak, Daniel akan mentolerirnta, demi istrinya. Atas nama pembalasan dendam.


Bersambunggg...


######


Sampai sini lega kan? kalau belum ya udah tunggu lagi aja chap selanjutnya, kalau mau sih. hehehe


aku juga ngeri kali....


Daniel brengsek? Enggak kok, Enggak. Kejam dan tak berprekemanusiaan memang iya. Kan emang manusia tidak ada yang sempurna, sejahat jahatnya manusia pasti memiliki sisi baik juga kok. Karna harga tidak berbanding lurus dengan permintaan. Ehh apa sih. Ngak jelas aku yah. Ha ha ha ha ha


aku ini penulis paling benci dengan penghianatan. Entah sengaja atau tidak. sebenarnya aku pengen kelarin konfliknya ini secepatnya, tapi gimana dong kalau jari jari udah pegal dan mana banyak kerjaan lain.


Jadi segini dulu yah,,


Aku up 2 kali loh hari ini, demi kalian supaya darah tingginya gak kambuh 💖


Aku tuh nggak kuat kalau konfliknya berat berat


Oke deh, yuk stay healt reader's


See you next capt


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu