
Alicia membolak-balikan buku novel yang di bacanya, tadi sebelum pulang ke Mansion Alicia singgah ke toko buku untuk membeli novel, dan lagi lagi pilihannya jatuh pada novel bergenre horor. Ia hanya suka membaca novel horor sebab membaca novel horor bisa menghilangkan sedikit beban hidupnya karna pikirannya bisa membaur dalam cerita yang dibacanya, makanya jika ia mendapat siksaan batin maupun fisik di dunia nyata dari orang orang selama ini Alicia tak sampai trauma sebab ia sudah mensugesti dirinya bahwa cerita horor lebih sadis dan menyeramkan dari kehidupannya. Makanya ia bisa bertahan sampai detik ini.
Tapi sepertinya kali ini moodnya kurang bagus untuk diajaknya berpetualang dalam cerita seram itu, ia merasa bosan, sejak pulang dari kampus siang tadi , Alicia langsung menuju kamarnya dan tak lagi keluar kamar.
melirik ke arah beberapa piring di atas nakas, cemilan yng diantarkan pak Wis sudah habis tak bersisa padahal porsi banyak tadi. mengelus perutnya yang sedikit gemuk itu membut Alicia geleng geleng. akibat jadi tahanan Daniel, Alicia jadi boros pada makanan hingga membuat dirinya yang dulu kekurangan makanan jadi kalap, ia memanfaatkan kesempatannya, memakan semua makanan yang disediakannya selama masih menjalani perannya jadi istri dalam drama rumah-rumahan bersama tuan suaminya. pikir Alicia
Kepalanya bergerak menoleh ke arah jam dinding, jam 17.47 sudah, tidak lama lagi tuan suaminya pulang.
Menghembuskan napas, Alicia beranjak dari ranjang dan menaruh novel di rak bukunya, ia merapikan pakaiannya dan berniat keluar menyambut kepulangan tuan suaminya, meski tak ada pemberitahuan atas kepulangan Daniel tapi Alicia tetap ingin turun menyambut Daniel, entah mengapa ia rindu akan rutinitas yang dulu dilakukannya dengan paksaan dan terpaksa.
Atau mungkin ia merindukan tuan suaminya? atau hanya untuk mengusir rasa bosannya? Entahlah Alicia juga tak tahu, author juga kagak tahu. Hehehe
Namun sesuatu dalam dirinya menyuruhnya keluar kamar, melangkah menuju pintu kamar
Ceklek
Alicia terlonjak saat sebelum tangannya meraih handel pintu tapi pintu sudah lebih dulu terbuka dan menampilkan sosok lelaki dewasa yang biasanya selalu berwajah tegas dan dingin kini berwajah lelah, terlihat dari tatapan matanya yang begitu letih.
"tuan su..
"kaget?"
ucapan keduanya terlontar bersamaan membuat Alicia mengulum pertanyaannya dan mengangguk membenarkan pertanyaan Daniel
"lagian mau kemana?" tanya Daniel melangkah masuk membuat Alicia memundurkan langkahnya
"kebawalah" balas Alicia santai
Daniel menaikan sebelah alisnya, sepersekian detik selanjutnya seringai muncul di bibirnya
"mau menyambut suamimu pulang?" tanya Daniel percaya diri
Alicia hanya mendengus kesal dan membalikan tubuhnya menghindari pertanyaan Daniel
Hap
Daniel segera mendekap tubuh Alicia dari belakang dan menghirup aroma rambutnya, harum dan menenangkan, Ia nyaman berada dalam posisi ini, rasa lelah seharian berkutan dengan dunia bisnisnya kini terobati hanya dengan memeluk tubuh istrinya yang sedang mengandung benihnya itu.
Sedang Alicia hanya memantung, raut wajahnya datar menandakan ia tak keberatan dengan perlakuan Daniel, perasaannya biasa aja. Tak menikmati dan tak menolak.
Kepala Daniel berpindah ke leher Alicia, menghirup aroma Alicia dalam dalam. Tangan kanannya perlahan bergerak mengelus perut Alicia yang sudah tidak serata saat pertama kali Daniel menyemburkan benihnya ke dalam sana, kemudian terus bergerak hingga di bawah perut Alicia, menekan telapak tangannya persis pada bagian benda yang di tutupi kain segi tiga.
"apa disini masih merah?" tanya Daniel dengan nada di buat sensual padahal sekuat tenaga ia menahan tawanya, apalagi Daniel menyadari tubuh Alicia menegang dalam dekapanya. Ia senang menggoda istrinya yang sedang bermain datang bulan itu.
Alicia memegang tangan kanan Daniel dan menarik tangan nakal itu menjauh, kemudian dengan pelan ia mengangguk mengiyakan pertanyaan Daniel
"kasihan 'dia' sudah seminggu tak pernah main" ucap Daniel menggerakan pinggulnya hingga membuat Alicia membulat sempurna merasakan sesuatu tonjolan yang begitu keras di belakangnya
*dasar pria mesum, main sana sama kekasihmu* olok batin Alicia
Alicia meronta dan berhasil lepas dari dekapan Daniel
"maafkan saya tuan, sepertinya tuan harus menunggu lebih lama lagi, karna wanita haid itu bersih di hari kesepuluh sedang saya ini baru 2 hari" ucap Alicia memberitahukan pengertian pada Daniel, ya ini hari ke dua Alicia berbohong soal haidnya karna 5 hari yang lainnya Alicia selalu beralasan sakit perut saat Daniel meminta jatah, ia yakin Daniel akan percaya padanya.
*aku yakin tuan tak perlu menungguku karna ada kak Maureen yang akan memuaskannya* batin Alicia
*untung cinta, kalau tidak sudah saya bagikan dagingmu ke ikan piranha* batin Daniel gemas
"baiklah aku akan menunggu sampai hari itu tiba" ucap Daniel menantang Alicia, kemudian ia melepas pakaiannya, semua, hingga tubuh polosnya terpampang nyata dengan adik kecilnya yang masih bangun kemudian melangkah santai masuk kamar mandi untuk membersihkan diri
Sementara di lantai bawah, Maureen terus menatap ke arah tangga berharap Daniel segera turun. Ingin sekali Maureen menyusul Daniel tapi ia tahu jika tanpa izin Daniel tak seorangpun yang bisa menjangkau lantai area pribadinya. Meski dirinya sekalipun yang sebentar lagi jadi pemilik mansion ini. pikir Maureen
Tapi Maureen mau tak mau hanya bisa bersabar sekarang, demi memudahkannya meraih posisi nyonya muda Parsetio.
Menggerakan lehernya ke kanan dan kekiri
Rasanya begitu pegal, tangan dan kakinya pun sama
Mengecek ponsel, fokusnya bukan pada notif tapi pada jam ponselnya, jam 19,14 malam, hampir 2 jam tenanganya terkuras, tapi tak apa karna itu permintaan Daniel
Flashback on
"selamat datang sayang" sambut Maureen saat Daniel keluar dari mobil
"kamu disini?" tanya Daniel berusaha ramah
"iya, aku merindukanmu" Maureen melangkah mendekat dan hendak bergelayut manja di lengan Daniel
Sekertaris Ali secepat kilat menghalangi dengan memajukan tubuhnya di hadapan Daniel
"tuan muda sedang lelah" ucap Ali datar
"benarkah? Kemari sayang biar aku memijatmu" Maureen berusaha menyingkirkan tubuh Ali agar bisa bergelayut di tubuh Daniel
"aku biasanya berenang untuk merilekskan tubuh, tapi... " Daniel sengaja mengantungkan ucapannya
"tapi apa sayang?" tanya Maureen antusias
"kolam tidak bersih" jawab Daniel cepet
Maureen melirik marah ke arah deretan maid yang masih setia menundukan pandangan
"kalian tidak dengar?! Bersihkan kolam sekarang! Kalian ini makan gaji buta yah!" Maureen memarahi para maid dengan tingkah bak nyonya besar
"tangan mereka selalu bersentuhan dengan hal hal yang berhubungan dengan kuman... Aku tidak mau sampai air kolam yang akan aku renangi jadi tak higenis... Tapi sepertinya tanganmu selalu bersih, mau kah kau membersihkannya untukku? Ucap Daniel dengan nada di buat dramatis
Mata Maureen membulat sempurna, apa apaan ini? Apa Daniel tega melihat dirinya kecapekan dan kerepotan membersihkan kolam mansion yang pastinya luas itu, tapi dengan bodohnya atas nama cinta ehh obsesi Maureen mengiyakan permintaan Daniel itu, membersihkan kolam seorang diri, melahirkan sejarah dalam hidupnya, seorang nona Maureen jadi tukang bersih bersih kolam demi calon suami eh demi adik ipar deng.
Maureen mengiyakan permintaan Daniel itu dengan terpaksa, juga dengan harapan kedepannya agar Daniel tergantung padanya, ya Maureen beranggapan Daniel menyuruh Maureen langsung karna Daniel percaya pada Maureen, Maureen senang Daniel mempercayainya untuk kebersihan diri Daniel.
Flashback off
Menghela napas panjang, Maureen merebahkan punggungnya di sofa, mengistirahatkan tubuhnya sambil menunggu kedatangan Daniel, sebab badannya serasa kembali remuk seperti kejadian seminggu lalu tapi dia puas bisa menyelesaikan perintah Daniel.
Tanpa tahu maksud dan tujuan Daniel sebenarnya Maureen membersihkan kolam yang sengaja di kotori oleh maid atas perintah tuan Daniel saat Daniel mengetahui Maureen berada di mansion. Sedikit balas budi, ehh balas dendam
Bersambunggg...
######
Yang mau komen silahkan... Komen yang manis manis yah.. Yang mau pedes juga boleh deh.. Hatiku kuat
Karna akupun udah mulai bosan
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu