TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 121


Jika di lantai bawa ada beberapa potret dirinya mulai masuk tk, sd, smp, sma kuliah bahkan ada foto pernikahannya dengan Daniel, di kamar ini, alicia bisa melihat bagaimana wajahnya saat ia masih bayi merah hingga sebesar ini


21 figura foto berjejeran di dinding, mulai saat ia masih dalam inkubator, usia 1 tahun hingga usianya 20 tahun, semua moment pertumbuhannya terabadikan dalam kamar mewah bernuansa rose gold ini.


Menyunggingkan bibir, bukannya terharu, wanita hamil itu malah miris, bayi merah itu hingga ia sebesar sekarang beberapa kali pernah menyerah untuk hidup karna dalam hidupnya hanya ada kesengsaraan yang diciptakan oleh pria yang harusnya menjadi sandarannya


Alba yang masih tidak menyangka kepergian majikannya untuk selamanya itu terduduk diam di sofa memindai ruangan, memori demi memori terlintas di benaknya, ia ingat betul bagaimana wajah paru baya itu jika berada di rumah ini, selalu menampilkan binar sendu, membuka topengnya yang selalu terlihat biasa saja padahal jiwanya juga terguncang, bagaimana ayah dari 3 anak itu meneteskan air mata kala menyentuh figura putri bungsunya yang tidak bisa di sentuhnya secara langsung, juga sosok suami yang begitu mencintai nyonya Adara.


Lamunan Alba teralihkan saat ia melihat nona mudanya keluar kamar dan menaiki tangga yang tak menyadari kehadirannya, Alba beranjak dan mengikuti Alicia dari belakang


"anda disini nona" Alba ikut melangkah masuk. Dapat Alba lihat jika istri tuan Daniel itu terjengkit kaget karna kedatangannya


"boleh saya menceritakan dari mana tuan besar mendapat kan semua foto anda, nona" ucap Alba yang tak mendapat respon dari lawan bicaranya.


Alicia tak ingin tahu, ia tak mau menegenang lagi sosok pria yang sejam lalu raganya tertanam di dalam tanah, namun ia malah diam tak memberi respon yang membuat Alba melanjutkan ceritanya karna mengira diamnya putri tunggal nyonya Adara berarti iya.


"meski berat, tapi tuan tidak punya pilihan lain selain menjauh dari hidup anda demi melihat anda berumur panjang" jelas Alba yang hanya di tanggapi dengusan masa bodoh oleh wanita yang sedang membuka buku tebal di atas meja


"tuan dijebak. Ia terpaksa menikah dengan nyonya Maria 29 tahun lalu saat Maureen berusia 4 bulan dalam rahim..." lanjut Alba menceritakan awal mula hubungan terpaksa Maria dengan Dinata. pria yang memang sudah bekerja selama 20 tahun itu pada Dinata mengetahui selek beluk cerita hidup majikannya, tentu karna menjadi orang kepercayaan Dinata jadi ia tahu segala hal tentang Majikannya itu.


*teruntuk istriku tercinta, Adara Putri, maafkan aku yang memilih menjadi pria pengecut, yang bahkan tak ada di sampingmu saat-saat terakhirmu* seuntai kalimat dan sebuah foto wanita cantik dalam lembar pertama buku yang di baca Alicia


Alba yang melihat nona mudanya tak merespon melanjutkan ceritanya


2 tahun Maria menggilai Dinata, namun karna tak bisa mendapatkan Dinata, Maria di bantu ibunya, Rini menjebak Dinata sampai Maria hamil Maureen. Dinata yang kala itu masih mahasiswa semester 5 mau tak mau bertanggung jawab karna ancaman keluarga Maria juga Dinata tak mungkin membiarkan anaknya lahir tampa seorang ayah.


Dinata hanya pria biasa yang terlahir dari keluaga biasa, ayahnya, Aswad seorang polisi tingkat bawah dan ibunya, Adinda hanya seorang guru honorer dan memiliki 3 saudara. Sedang Maria memang pada masa itu adalah keturunan keluarga berada, apalagi memiliki ayah seorang pejabat negara. Maria selalu mendapat apa yang diinginkannya termasuk memiliki Dinata yang tak pernah meliriknya, namun karna kelicikannya ia bisa mendapatkan Dinata. Ya, Maria memang sejak remaja sudah jahat, jiwa iblis itu sudah mendarah daging padanya.


"seiring berjalannya waktu, tuan tak kunjung juga bisa menerima nyonya Maria, segala cara dilakukanya agar bisa mencintai wanita yang telah melahirkan nona Maureen itu, meski hidup dengan nyonya Maria semua kebutuhan tuan terpenuhi, tapi yang tuan hanya makin tertekan. sampai tuan menyerah dan sudah tak kuat lagi, ia menceraikan nyonya Maria saat usia pernikahan mereka memasuki 7 tahun" jelas Alba lagi


*Alicia Adara Dinata, malaikat kecilku yang sangat cantik, ayah mencintaimu nak, maafkan ayah yang tak bisa menjaga ibumu hingga ia pergi meninggalkan kita* lembar ke dua yang dibuka Alicia, ada foto bayi merah yang tengah menguap dalam gendongan seorang pria yang menatap penuh cinta bayi itu


"nyonya Maria yang di bantu tuan Andre juga nyonya Rini membuat skandal tentang tuan Aswad yang baru saja diangkat menjadi kepala polisi kala itu, sampai tuan Aswad dipecat secara tak hormat dan tak bisa mendapatkan pekerjaan lagi untuk menghidupi istri dan ketiga adik tuan Dinata. sampai tuan Aswad sakit-sakitan karna banyak beban hingga beberapa bulan setelahnya beliau meninggal dunia" Alba terus mengulirkan cerita agar nona mudanya ini tahu sejarah kedua orang tuanya


*maaf karna harus mengasingkanmu dari dunia ayah, tapi percayalah meski raga kita terpisah, kamu selalu ada dalam hati ayah, karna kamu adalah dunia ayah* wanita yang tengah duduk di atas sofa sambil membuka lembar ketiga buku itu tersenyum masam membaca rangkaian kalimat tulisan pena ini yang menggelikan, juga ada gambar seorang wanita berjilbab sedang menggedong bayi di depan sebuah bangunan panti yang dikenalinya sebagai tempat dimana ia pernah hidup 10 tahun lamanya di sana.


Dinata yang sudah tak memiliki pekerjaan karna tak ada perusahaan yang mau menerimanya setelah bercerai dari Maria tak bisa berbuat apa-apa. Hanya sedikit menyesal karna keegoisannya membuat ayahnya mengalami pembalasan dari keluarga Maria. Ya, Dinata tahu tapi ia tak punya apa-apa untuk menuntut


"Hingga tuan Dinata mencoba peruntungan untuk meninggalkan jakarta dan merantau ke surabaya, dan disanalah ia bertemu seorang gadis cantik keturunan taiwan sedang kesusahan. Wanita itu yang tak lain adalah nyonya Adara baru saja menjadi korban copet" Alba bercerita sambil memerhatikan seisi kamar ini


Adara gadis manis berusia 25 tahun, hidup seorang diri dikota terbesar kedua di Indonesia setelah jakarta, ia wanita muda pekerja keras, jika siangnya ia menjaga kantin sebuah perusahaan, malamnya ia menjaga mini kafe demi untuk bertahan hidup di kota pahlawan itu. Dinata yang kala itu sudah berusia 27 tahun jatuh cinta untuk pertama kali dalam hidupnya sejak pandangan pertama dengan wanita keturunan Taiwan itu.


*tak terasa usiamu kini satu tahun, selamat ulang tahun malaikat kecil ayah, maaf beberapa bulan inu ayah hanya bisa melihatmu dari kejauhan, karna ayah tak mau ada yang curiga jika ayah sering datang berkunjung, maafkan kepengecutan ayah nak* lembar demi lembar Alicia buka, pada lembar ini kembali seorang pria menggendong bayi mungil cantik nan menggemaskan memakai gaun merah muda dengan sebuah kue ultah bertuliskan 1thn


"Karna mencari kerja di perusahaan tidak gampang hingga tuan Dinata menerima tawaran dari nyonya Adara untuk bekerja di tempatnya. tuan tidak masalah yang penting halal dan bisa mendapatkan uang, karna beliau punya tanggung jawab pada ibu juga pada ketiga adiknya yang masih kuliah dan sekolah, mengenai nona Maureen kecil, tuan sedikit lega karna ia bisa hidup bergelimang harta dengan keluarga nyonya Maria jadi tuan tidak terlalu merasa bersalah meninggalkan nona Maureen. Tuan dan Nyonya Adara akhirnya bekerja di tempat yang sama, hingga benih benih cinta di antara keduanya makin berakar kuat" lanjut Alba


dan karna cinta itu makin kuat, mereka memutuskan menikah, namun masih siri karna Adara tak memiliki kartu identitas, ia kabur dari negaranya, Taiwan hingga tak memiliki kartu identitas karna tak mau pelariannya di temukan. Mereka saling terbuka dan menerima, Adara tahu Dinata seorang duda dan punya anak namun karna cinta Adara tak masalah. apalagi ia tak merebut suami orang


*ibu, adalah kata pertama yang bibir kecilmu ucapkan, ibumu pasti bahagia di surga, nak, meski ayah sendiri merasa iri, tapi ayah sadar diri bahwa ayah hanyalah ayah pengecut yang tak bisa melindungi malaikat kecilnya secara terang-terangan, bahkan ayah hanya bisa menyaksikan pertumbuhanmu sebulan sekali dari jarak jauh* tulisan itu disertai beberapa gambar balita kecil yang sedang belajar berjalan di pakarangan di temani ibu panti


bersambungggg...


#####


di chap ini, tulis hapus tulis hapus


sampai 3 hari aku berkutat di episode ini. hufftt sakit juga yah pala mikirin jalan cerita ini, meski kesannya terlalu dipaksakan sifat Dinata jadi sosok ayah yang baik tapi pengecut.


yang bosan please jangan koment yang pedes pedes. cukup tinggalkan dan cari yang baru, aku nggak papa kok orang pergi tanpa pamit dari pada meninggalkan dengan kalimat nyesek, udah bosan makan hati akunya, ehh kok curhat