TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 11


"selamat datang sekertaris Ali" ujar Alex menyambut kedatangan tangan kanan tuan Daniel Prasetio itu


Ali mengangguk samar dan langsung mengambil peta bangunan yang diserahkan Alex. Kaki pria yang menggantikan peran tuannya itu langsung melangkah masuk ke dalam gedung besar berbentuk L bertingkat 4 itu


Ali menghentikan langkahnya, ia menaikan sebelah alisnya melihat ada perbedaan antara letak lift dan peta bangunan di tangannya


"ini sesuai dengan keinginan tuan Daniel, beliau sendiri yang merekomendasikan model lift seperti ini" jelas Alex mengerti kebingungan sekertaris Ali


*ck, gini nih kalau fokus terbagi, selera desain tuan muda jadi kacau* batin Ali merutuki sikap tuan mudanya yang kini menomor duakan pekerjaannya


"ganti. Saya mau sesuai gambar nomor 4" putus Ali yang langsung di catat oleh mandor


Sedang Alex menatap datar pada lelaki dewasa yang lebih muda darinya itu


*bahkan keputusan tuan Daniel, ia tentang. Jadi penasaran apa ia pernah di marahi oleh tuan Daniel* batin Alex penasaran


Setelah puas menyusuri semua ruang dalam bangunan baru ini, sekertaris Ali keluar yang diikuti beberapa orang di belakangnya termasuk Alex


"2 hari, semua sudah siap untuk peresmian gedung ini" titah Ali memberi jangka waktu


2 hari lagi tuan Daniel akan balik dari kunjungannya pada sang istri di Taiwan, dan saat itu gedung ini harus di resmikan.


"siap, tuan"


Selanjutnya Alex dan Ali menuju sebuah restoran yang tak jauh dari lokasi bangunan untuk membahas kontrak kerja dengan Alex yang setelah ini kambali di percayai untuk menghendel sebuah danau buatan di pinggir kota Semarang yang masih tahap perencanaan


"saya sudah mengirim emailnya, tuan bisa mengeceknya sekarang" ujar Ali memberitahu tuan Daniel melalui sambungan telpon


Sedang Alex terduduk diam menunggu sekeratris Ali selesai berbicara dengan pemilik perusahaan Parsetio Corp itu.


"silahkan, tuan" ujar pramusaji sopan setelah menghidangkan beberapa pesanan 2 pria dewasa di depannya


Alex mengangguk sebagai jawaban karna Ali masih sibuk mencerna perintah Daniel


"baiklah, nyonya muda lebih penting di atas segalanya, saya akan handel SEMUANYA disini, tuan" ujar Ali sedikit menekan kata semuanya. jujur ia merasa di curangi oleh tuannya yang sibuk di negara berbahasa resmi mandarin itu, negara yang tengah menjadi tempat tinggal nyonya mudanya, Alicia. Ali tak memiliki hari senggang, satu minggu full ia sibuk mengurusi perusahaan, tak ada hari libur untuknya. jika pada titik ini ingin rasanya Ali memiliki wanita juga agar tuan Daniel tidak lagi semena-mena mengoloknya


'lakukan saja, lagian liburmu hanya sia-sia jika hanya berada di kamar seorang diri' ucapan pedas tuan mudanya yang memang benar adanya mengenai hari liburnya, tapi tidak harus seterus terang itu bukan? tapi apalah Ali jika itu sudah berhadapan dengan tuan seberkuasa nan arogan macam tuan Daniel.


"sepertinya, tuan muda Daniel sangat mencintai istrinya" ujar Alex memecah keheningan saat Ali masih mode kesalnya setelah Daniel memutus secara sepihak sambungan telpon


"nyonya muda memang pantas di cintai" ujar Ali cepat


"hah?"


"tuan Daniel tidak bisa menghadiri acara peresmian gedung 2 hari mendatang, soalnya beliau harus telat pulang karna nyonya muda tengah kurang sehat" lanjut Ali memberikan informasi detail


"terus bagaimana keadaan istri tuan Daniel, sekarang?" tanya Alex, diwajahnya tampak rasa simpati akan kabar buruk dari istri tuannya itu


Ali menatap jengah Alex, ia kemudian mendengus sebelum menjawab dengan kesal


"jempol kakinya terbentur dan hanya memerah sedikit"


"hah?" Alex mengerjab mendengarnya.


"tuan muda semakin protektif sejak kandungan nyonya muda makin besar" ujar Ali lagi agar Alex tak melebeli tuan mudanya sebagai pria lebay dan budak cinta. Cukup hanya dirinya yang memberi label itu, meski hanya dalam hatinya.


Alex menelan ludah, jika menyangkut pembahasan kehamilan ia selalu sensitif. Tapi ia kali ini membenarkan sikap tuan Daniel, karna ia juga akan melakukan apapun jika saja ia memiliki istri tercinta dan sedang mengandung anaknya. Bahkan mungkin ia tak akan meninggalkan selangkahpun istrinya yang tengah mengandung, ia akan menjaga ketat istri dan kandungannya, saking inginnya ia memiliki seorang keturunan


\=\=\=\=\=


Alex tengah disibukan dengan beberapa berkas di hadapannya, terhitung sudah seminggu sejak berhasilnya peresmian gedung berbentuk L yang kini menjadi pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung, kini Alex tengah berkutat dengan mengevaluasi beberapa laporan dari para manajer Mall, ada banyak hal yang nyatanya harus di manajemen ulang, mana ditambah kontrak danau buatan yang sampai sekarang belum Alex dapatakan mandor yang cocok.


Pikirannya kalut, kepalanya terasa pening.


"obat untuk meredakan semua ini hanya kelinci kecil itu" gumam Alex tersenyum miring.


Mengabaikan tumpukan berkas itu, ia meraih jasnya dan meninggalkan ruangannya, Ia mengemudikan mobilnya keluar basmen meninggalakan perusahan padahal jam masih menunjukan pukul 2 siang, bukan untuk memantau proyek atau bertemu rekan bisnis tapi tujuannya kali ini adalah rumahnya. Menemui sesorang yang berada di kamar belakang untuk membantunya meredakan rasa pusingnya.


yang tak lain dan tak bukan adalah dengan meminta hal yang bisa membuat seorang Alex akan melupakan permasalahan dunia jika sudah melakukan kegiatan menyenangkan itu.


"ah rasanya sudah tak sabar" gumam Alex menambah kecepatan mobilnya, beruntung jalanan sedikit sepi karna ini sudah lewat jam makan siang


entah sadar atau tidak, Alex sudah terlalu candu akan tubuh istri sirinya itu.


Bersambungg...


########


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu