TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 28


Kicauan burung bersahut-sahutan yang nyaring menyambut pagi membuat seorang wanita yang tenggelam dalam selimut perlahan menemui kesadarannya.


Menyingkapkan selimut kemudian mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya sebelum ia beranjak dari baringnya. Ia regangkan tubuhnya, menggerakan ke kanan dan ke kiri.


Menatap sisi tempat tidur yang belakangan di tempati suaminya tapi pagi ini sisi itu kosong dan rapi tak tersentuh


Bukannya sedih dan merasa kosong, wanita itu malah masa bodoh, tak terpengaruh sama sekali. bahkan Maura bersyukur karna diberi jatah istirahat setelah beberapa minggu ini Alex tak pernah alpa menyentuhnya.


Menatap jam yang sebentar lagi jam 6 pagi, Maura segera beranjak membersihkan diri sebelum keluar kamar untuk memulai aktifitasnya, bersih-bersih rumah sekaligus olahraga agar ia dan kandungannya sehat


Ya, kini gadis manja itu sudah berubah jadi wanita strong


"selamat pagi anak orang" ia berucap sambil mengelus perutnya yang tak rata lagi


Jika dihitung, usia janin yang tengah menumpang dirahimnya sudah memasuki akhir bulan ke tiga


Mendesah pelan kala memikirkan bahwa rahasianya ini akan diketahui Alex mengingat kian hari perutnya akan bertambah besar.


Ia bingung kenapa dokter Anjani yang menanganinya kala itu membuat rencana konyol ini


"turuti rencana saya dan kamu bisa bertahan bersama pria itu tanpa siksaan fisik lagi, lelaki itu harus diberi pelajaran atas kehilangan agar bisa memperlakukan mu adil seperti istri pertamanya" tutur dokter Anjani. Maura bingung, sebab ia pikir dokter Anjani yang kala itu sudah selesai memeriksanya sudah berpamitan keluar namun malah kembali lagi dan menawarkan solusi atas masalah rumah tangganya yang tak pernah ia ceritakan pada orang lain termasuk dokter wanita baya itu


awalnya Maura ragu tapi ia juga lelah disiksa sambil dipakai oleh pria pemilik jagoan binal itu, alahasil ia menuruti rencana dokter Anjani.


Dan Maura tak menyesal berbohong karna nyatanya ucapan dokter Anjani benar adanya. Alex mulai bersikap wajar padanya meski nafsunya masih besar tapi setidaknya Maura tak lagi dikasari, bahkan ia sudah di biarkan makan 1 meja dengan pemilik rumah tempatnya di tampung


"lo jangan rewel ya, jangan sampai bapak lo tau keberadaan lo, gue masih betah dalam fase ini soalnya" Tutur Maura memberi peringatan pada perutnya


Maura bersyukur, janin itu tak membuat pergerakannya terbatasi. Seolah calon bayinya sangat paham akan keadaannya saat ini.


Tak ngidam apapun dan malah ia rajin untuk bekerja, kerja apapun yang membuatnya bisa mengerakan tubuhnya


Maura Mengeryitkan dahinya kala ia melihat bik Imah dan Mang Asep dengan beberapa paper bag tersusun di meja ruang makan


"ada apa nih?" tanya Maura setelah mendekat


Maura menghela napas melihat isi dari beberapa paper bag yang katanya diberikan oleh asisten suami sirinya beberapa waktu lalu ke mang Asep. Dan Maura yakin jika asisten suaminya melakukan itu tak lain dan tak bukan adalah perintah Alex


Haruskah Maura terharu dan bersorak mendapat perhatian ini? Haruskah ia berbangga hati atas kepedulian Alex?


Tidak! Jangan besar kepala Maura, semua demi keturunan, Alex melakukannya hanya agar kamu segera mengandung lagi benihnya. Karna Alex belum sadar bahwa benih brengseknya nyatanya tertanam kuat di rahimmu hingga dengan goncangan apapun janin itu kuat. Pikir Maura


"bik, bibik tau kan apa yang harus dilakukan?" tanya Maura


"siap tahu atuh non" bik Imah berucap sambil meletakan tangan di keningnya bagaikan orang hormat pada perintah


"ini produknya dari merek terkenal, pasti harganya mahal" gumam Maura dan melangkah hendak membuat susu hamilnya


"cari apa non?" tanya Imah melihat Maura membuka pintu lemari gantung penyimpanan barang


"susu untuk calon manusia di perutku bik, sisa semalam tumpah" tutur Maura setelah mendapat kemasan susu baru yang hanya terbungkus plastiknya. Ia harus bergerak cepat sebelum tuan dan nyonya rumah menampakan diri


Untung saja bik Imah selalu siap sedia, selalu membeli susu baru jika Maura telah membuka satunya. Dan Maura yakin, nanti saat bik Imah keluar wanita baya itu akan menyisihkan uang belanjaannya untuk membelikannya susu baru yang sama dengan ia konsumsi satu bulan belakangan ini. Tapi sepertinya kali ini Maura tak perlu khawatir akan uang pembeli susunya, soalnya puluhan susu itu akan berguna jika ditukar meski harus rugi pasalnya harga susu yang dibelikan Alex 3 kali lebih mahal dari pada susu yang di konsumsinya


"bik, ini di simpan di lemari bawah dekat dengan keranjang belanjaan bibik, kalau mau keluar gampang ngambilnya, usahakan pas ngambilnya, langsung simpan di keranjang sebelum bibik keluarin kerajangnya dari lemari, begitu juga kalau mau simpan lagi, takutnya ada mata-mata atau kedatangan si nyonya rumah yang tiba-tiba" peringat Maura, kejadian semalam ia jadikan masukan, tanpa tahu jika peringatannya itu membuatnya aman dari jangkauan cctv


Bersambunggg...


######


Pendek dan gaje


Ngetik cepat, autornya lagi nginap di rumah sakit menemani ponakan baru


Silahkan komen, aku akan usahakan merevisi jika ada waktu memungkinkan


selamat hari minggu