TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 65


"kamu beneran tak mau ikut pulang?" tanya Alex sekali lagi pada wanita dihadapannya


Menyunggingkan senyum walau terpaksa saat melihat anggukan tipis istrinya, Alex tak boleh memaksakan kehendaknya pada Maura mengingat mereka baru saja berbaikan


"yaudah nggak papa, kamu disini jaga diri baik-baik yah, jangan abaikan telponku" ujar Alex sambil mengelus lembut kepala Maura, memberinya sebuah pelukan hangat sambil mendaratkan beberapa ciuman di pucuk kepala istrinya, menghirup dalam-dalam aroma khas Maura yang akan dirinduinya beberapa hari kedepan.


Walau tak pernah merasa puas akan kedekatannya dengan calon ibu dari anak-anaknya itu tapi Alex harus mengakhiri adengan kemesraan mereka mengingat ia punya kewajiban lain pada ratusan karyawan yang bergantung padanya. ia lerai pelukannya dan memberikan kecupan hangat dan lama di kening Maura.


"aku akan merindukanmu sayang" ucap Alex setelah melepas kecupannya,ia menatap lurus mata sang istri begitu dalam


"kamu kalau tidak kuat menahan rindu, bilang yah, aku akan datang menjemputmu" lanjut Alex yang terdengar lebay di telinga Maura, sebab Alex akan kembali 4 hari lagi saat hari sabtu tiba. Wanita itu hanya memutar bola mata menanggapi


"kamu akan merindukanku kan?" tanya Alex saat melihat reaksi geli dari Maura


mendengar pertanyaan Alex Maura menetap bingung lelaki berpakaian rapi didepannya itu


"jika tuan meminta dirindukan, ya aku akan rindu tapi kalau ti..."


"ck! Kamu menyakiti hatiku" potong Alex dengan decakan kecewa "Jawabanmu seolah aku memaksamu. Rindu ya rindu aja, hadir sendiri pada orang yang merasakan kehampaan akan ketidak-hadiran seseorang yang berharga disisinya" lanjut Alex mengalihkan pandangannya dari Maura. Semangat laki-laki itu dipatahkan oleh wanitanya sepagi ini


"atau aku belum menjadi bagian list dalam sosok berharga bagimu?" tanya Alex, netranya kembali menatap intens wanitanya, cemas akan jawaban apa yang akan diberikan oleh Maura akan arti dirinya dalam hidup calon mama muda itu


Bukannya tak sadar diri atas semua perlakuan kejamnya di masalalu, hanya saja, tak bolehkah Alex berharap jika dirinya sudah menjadi lelaki nomor 1 di hidup Maura? Maura sudah menerimanya lagi bukan? hubungan mereka sudah baik-baik saja terhitung sejak kemarin pagi, setelah Alex berlutut meminta kesempatan untuk membayar semua kesakitan Maura, wanita itu memberinya peluang untuk ia buktikan dengan perlakuan bukan sekedar ucapan.


Belum sempat menjawab pertanyaan Alex, Maura terpaksa harus menelan pertanyaan kala Alex kembali bersuara


"aku nggak tau kamu memberiku kesempatan karna memang tulus atau hanya karna kasihan akan keadaanku, apapun itu aku sangat berterimakasih karna orang bejat sepertiku masih sudi kamu kasihani. Aku tak akan memaksa kamu membalas perasaanku, membalas rinduku. Kamu tetap disisiku saja sudah menjadi anugrah terindah dalam hidupku. Maaf karna pria tak tahu diri ini banyak maunya" tutur Alex berusaha tetap mempertahankan senyumannya


"sampai kapanpun aku akan tetap menunggu sampai kamu siap menjadikan aku sumber dari segala harapanmu. Aku yakin suatu saat nanti kamu akan menyimpan baik-baik namaku di hatimu sebagai pria yang kamu inginkan untuk menemanimu menghabiskan waktu tua sampai beranak pinak anak anak kita nanti" Alex berucap sambil tersenyum lebar penuh keyakinan, lelaki itu membayangkan bagiamana bahagianya masa tua mereka dengan anak cucunya kelak bersama sang istri, Maura Anice Dinata, wanita yang akan ia perjuangkan agar nama marga Maulana akan melekat diakhir nama istrinya itu


Maura diam-diam mengaminkan ucapan Alex dalam hatinya. Walau luka yang pernah ia peroleh dari kelakuan Alex di masalalu belum sepenuhnya sembuh, namun jiwa perempuannya mencoba untuk belajar memafkan dan menerima, apalagi kini hidupnya bukan lagi hanya tentang dirinya tapi ada malaikat kecil yang tengah berproses hadir untuk melengkapi kehidupannya, dan ia tak ingin egois jika anaknya lahir dan tumbuh dengan orang tua terpisah, apalagi Alex telah menjanjikannya akan status sah. Maura diam-diam menunggu hari itu tiba.


Bukannya egois dan tak tahu malu, ia yang datang sebagai orang ketiga diantara hubungan Alex dan Elana, walau dalam konteks keterpaksaan, menginginkan hanya dirinya satu-satunya. semua wanita tak akan rela berbagi bukan?


Tentunya selain para istri nabi, Tapi Maura belum memiliki jiwa sebesar para penghuni surga itu. Ia hanya wanita biasa yang menginginkan lelaki yang hanya miliknya seorang.


"tuan sebaiknya segera turun deh, ini udah jam 7" sahut Maura saat netranya melihat jam dinding yang telah menunjukan pukul 07,04 pagi


"boleh minta waktu berhenti berputar bisa nggak sih" ujar Alex enggan beranjak


"bisa kalau udah kiamat!" sahut Maura jengah


"duh, mulut ibu hamil, ngomong suka nggak pake filter" Alex pura-pura bergidik


"filter itu hanya menyesatkan tuan, hitam aja bisa jadi merah" jawab Maura ringan sambil meraih ponsel Alex yang tergelatak di atas nakas kamarnya. Kamar Alex. ya, semalam mereka sudah sekamar, seranjang dan tidur berdua, hanya tidur sambil pelukan, tak ada yang lainnya.


"kok kayak nggak rela yah, tanpa kamu" ujar Alex sambil menerima ponsel dari tangan Maura


"saya disini aman, tuan..."


"udah kebiasaan soalnya" jawab Maura ringan


"baiklah, sampai dimana status kita sah di negara, aku masih mendengar kata itu, aku tak segan-segan memberimu hukuman" ancam Alex serius


"siapa takut!" tantang Maura menyunggingkan senyum


Cup


"latihan sebelum hukumannya terjadi" ucap Alex tersenyum menang melihat reaksi terkejut sang istri.


"bagaimana mungkin ciuman seb...hhmmppt" ucapan Maura tertelan saat Alex membungkam bibirnya, bibir manis yang sangat digilai Alex. Alex merengkuh pinggang wanitanya agar tak ada celah diantara mereka


Ciuman yang awalnya hanya menyesap sedikit bibir mungil Maura kini menjadi lum*tan lembut. Tangan kanannya beranjak naik ke tengkuk Maura, menekan kearahnya guna memperdalam ciuman mereka, sedang tangan kirinya menekan pinggul sang wanita merapat pada pinggulnya. Lelaki itu memejamkan mata menikmati rasa yang telah lama tak dirasakannya itu.


Maura? Wanita hamil itu yang awalnya terkejut namun kini terbuai akan perlakuan lembut sang suami. Perlahan mulutnya membalas lum*tan prianya bersamaan dengan matanya yang juga terpejam, saling meny*sap, bertukar liur saat lid*h mereka saling memb*lit di dalam sana. Kedua tangannya juga kini sudah bertengger di belakang leher Alex


"shs, mhmpt" mendesis tertahan saat Alex mer*mas bok*ngnya kuat sementara tautan lidah mereka masih saling beradu


Tok tok tok


"tuan!" Maura melepas diri dan segera mendorong tubuh Alex


"****!" umpat Alex merasa kehilangan dengan mata masih terpejam. Siapa yang berani-beraninya menganggu kegiatan mesranya bersama sang istri? Alex kesal bukan main. ia langsung menoleh ke arah pintu tepat saat daun pintu itu terbuka dan muncul seorang wanita paru baya, Anjani.


"ck! Mama ngapain kemari sih" ucapnya masih dengan wajah kesalnya


"loh-loh, kok kamu marah sih. Tunggu-tunggu, kamu tidak macam-macamin menantuku kan?" tanya Anjani curiga, ia menatap anak dan menantunya bergantian melihat napas keduanya memburu, seperti orang yang hampir kehilangan oksigen


"bibir kalian kenapa kompak bengkak gitu?" tanya Anjani lagi menelisik bibir keduanya


"sama seperti yang biasa mama sama papa lakukan jika hendak melakukan pembuatan adik untuk Alexa, tapi sayangnya adiknya tidak pernah jadi" jawab Alex ringan yang membuat Anjani geram


"Alex mesum!!!" Pekik Anjani


Bersambunggg...


#####


Yuks sama sama mengerti. Autornya bukan cuman ada di dunia halu yah, dunia nyata outor juga butuh ditata nih. Maapin yak kalau ada yang merasa kurang dan digantungin.


Autor hanya manusi biasa sama seperti kalian2 semua.


Luv 💖 dari Prof_Yenni


Salam Mickey Mouse


Dari Dunia Halu