
Matahari biasanya bersinar menerangi kegelapan yang ditimbulkan oleh cahaya redup milik sang bulan, namun tidak untuk pagi ini, matahari enggan menampakan sinarnya seolah malu dengan kehadiran rintik hujan yang menghiasi langit mendung pagi ini.
Cuaca seperti ini membuat sorang gadis.. eh ralat! seorang wanita menikmati cuaca yang begitu menggoda untuk melanjutkan mimpi dengan selimut yang melekat pada tubuh. namun tidak lama, selimut tebal yang membungkus seluruh tubuhnya ia singkapkan ketika menyadari sesuatu yang asing.
empuk, luas dan nyaman.
wanita bermata bulat bernetra coklat itu menggeliat, badannya serasa habis diremukan padahal ia baru saja bangun dari tidur panjangnya, membuka matanya perlahan, menguap dan mengucek matanya mecoba beradaptasi dengan cahaya pagi yang mendung. perlahan bola matanya memindai ruangan dimana ia berada
seketika matanya terbelalak setelah menyadari dimana tubuhnya berbaring
buru buru Alicia bangun
"awww" ringisnya merasakan tubuhnya semakin remuk
namun Alicia mengabaikan itu, yang terpenting sekarang adalah segera menyingkir dari ranjang kebesaran milik tuan suaminya, sebab jika tidak, bisa Alicia pastikan, ia akan berakhir menjadi mayat hidup di tangan tuan suami, apalagi ditambah tubuhnya yang seperti habis terjun dari lantai 30 perusahaan Prasetio dan terhempas ke tanah, remuk dan tak bertenaga, Alicia tak mengerti ada apa dan entah terjadi apa pada dirinya, nanti, ia akan berusaha mengingat itu, untuk sekarang Alicia harus menyeret tubuh lemasnya menjauhi ranjang Daniel sebelum Daniel marah..
tapi tunggu...
bukankah Daniel ada di luar kota mengurusi cabang perusahaannya?
Alicia memutar bola mata mencari jam dinding
08.47
Alicia mengerutkan keningnya
"jam 8 malam, jadi sudah berapa lama aku tertidur di ranjang si pria tua kejam itu?" gumam Alicia bertanya pada diri sendiri
Alicia melirik ke jendela yang gordennya telah tersingkap dan menampilkan cahaya pagi meski mendung karna rintik hujan
Matanya membola
Alicia menatap jam dan luar jendela bergantian..
jam 8,48 harusnya hanya ada di pagi hari dan malam hari
namun tak mungkin malamkan, melihat cahaya di luaran sana, tak mungkin juga itu karna cahaya rembulan sebab ini terlalu terang jika dibilang cahaya bulan,, jadi apa ini pagi?
Alicia mencoba mengingat
bukankah seharusnya ini masih sore atau malam, sebab Alicia ingat siang tadi ia makan siang bersama kedua sahabatnya setelah Daniel berangkat ke Makassar.
bagaimana bisa ia berakhir di ranjang kebesaran milik tuan suaminya
Apa Daniel masih berada diluar kota sebab tidak mungkin Alicia bisa tidur nyenyak di ranjang ini jika Daniel ada di Mansion
Alicia menghela napas, ia harus segera beranjak dari ranjang meski Daniel tak ada sekalipun, sebab Alicia juga merasa tak pantas berada di atas ranjang yang bukan miliknya
Alicia dengan susah payah mengumpulkan semua energinya untuk beranjak namun sepertinya tenaganya benar benar terpecah belah hingga Alicia masih duduk dan sedikit menggerakan badannya kekiri kekanan secara perlahan
ceklek
Alicia mematung, Alicia takut jika yang datang adalah si pemilik ranjang
"kau sudah bangun" seru suara bariton dari arah pintu
Deg..
Alicia dengan sekali gerakan mengabaikan rasa remuk di tubuhnya karna rasa takut lebih dominan, kini telah turun dari ranjang
namun karna tak bisa menahan dirinya, Alicia ambruk terduduk di lantai pinggir ranjang
Brukh
"Aw" ringis Alicia
"DARA!" teriak Daniel berlari ke arah Alicia dan segera mengangkat tubuh lemah Alicia ke ranjang
"bodoh" umpat Daniel lirih setelah mendudukan Alicia di ranjang
"ma.. maaf tuan" cicit Alicia berusaha beranjak karna takut telah berani menyentuh ranjang Daniel
"apa ada yang sakit?" tanya Daniel lembut mengabaikan ucapan Alicia, matanya memindai tubuh Alicia yang sempat dilihatnya tadi begitu rapuh
"tidak tuan" Alicia menjawab cepat masih dengan menunduk takut
Daniel mengeram
"kau tau aku paling tidak suka dibohongi Dara" desis Daniel mengetahui jawaban Alicia berdalih
"yee malah bengong si nyonya" ujar Daniel mencoba mencairkan suasana
*apaan sih dia? aku merasa takut dibuatnya* batin Alicia merinding takut dengan sifat Daniel sok akrab yang baru pertama kali Alicia lihat
"syukurlah obat itu hanya membuatnya agresif tidak sampai membuatnya melupakan sifat aslinya" guman Daniel menempelkan telapak tangannya di dahi Alicia
"ditanya malah bengong" lanjut Daniel memperjelas sifat Alicia yang lelet
"tuan, ini malam atau pagi?" tanya Alicia polos memberanikan diri menatap Daniel
Daniel terpaku, matanya mendelik kemudian sepersekian detik selanjutnya Daniel terbahak
"Hahahhaha" Daniel sampai memegang perutnya saking kerasnya Daniel tertawa
saat tawanya mereda, Daniel menatap Alicia sebentar dan kembali tertawa lagi
*istriku dengan segala keloadingannya* batin Daniel
sungguh Daniel tertawa lepas merasa lucu akan sifat lelet istrinya namun berbeda dengan Alicia yang merasa tersinggung
"jahat" guman Alicia dan mencoba beranjak, terlalu muak berdekatan dengan Daniel
"Aww" kembali Alicia meringis, tubuhnya terhuyung beruntung Daniel segera menolongnya setelah berhenti seketika tertawa saat menyadari Alicia telah berdiri dan hampir terjatuh
"jangan banyak gerak Dara!" bentaknya spontan karna takut Alicia akan terluka jika saja Alicia terjatuh tadi
"tubuhmu masih lemas, istirahatlah" Daniel kembali mendudukan Alicia
"tapi tuan,, ranjang ini..sebaiknya saya di sofa saja"
"aku suamimu, ranjang ini ranjangku, ranjang suami adalah ranjang istri, dan kamu istriku itu berarti ranjang ini adalah ranjangmu juga" jelas Daniel panjang lebar mencoba memahami otak loading istrinya
hei heii,, bukan Alicia yang loading, itukan memang ada dalam kontrak yang dibuat Daniel sendiri
Alicia hanya mendengus, malas juga meralat pernyataan Daniel yang tiba tiba mengakui dirinya sebagai istri, karna dalam pikirannya ada sesuatu yang lebih mengganjal
"memang terjadi apa sama saya sampai tubuh saya remuk begini tuan" tanya Alicia
Deg
Daniel mematung,, bingung harus menjawab apa
haruskah ia jujur
tapi Daniel belum siap melihat Alicia kecewa padanya, dan kembali merasa sedih karna sesuatu yang sangat berharga pada dirinya telah hilang dan itu karna Daniel
"karna kecerobohanmu, kamu diculik dan dibuang ke hutan sampai kamu terjatuh kedasar sampai membuat tubuhmu remuk dan banyak mendapat luka luka pada tubuhmu" jelas Daniel panjang lebar dengan lancar, menunjuk lengan dan leher Alicia yang terdapat tanda kemerahan
padahal tanda kemerahan itu, hasil dari bibir nakal Daniel yang berhasil mencetak lukisan di tubuh putih Alicia, bekas itu bukan cuman di lengan dan dileher, tapi juga di tengkuk, punggung, dada, perut, paha bahkan sampai betis Alicia
"beruntung Ada Ali yang menolongmu hingga kamu bisa dibawa pulang dengan selamat" lanjutnya
"tuan?" tanya Alicia takut takut
"akukan di luar kota kemarin siang, mana bisa aku meninggalkan urusan perusahaan semudah itu" sangkal Daniel berakting
Alicia menghela napas, ia sadar dirinya bukan apa apa bagi Daniel
"maaf, saya pikir tuan ada saat itu, soalnya tuan juga mendapat bekas luka lumayan banyak di leher tuan" gumam Alicia mengutarakan pemikirannya, saat melihat bekas kemerahan yang tercetak tak kalah banyak di leher Daniel meski telah tertutupi oleh leher kemeja dan dasi tapi bekas itu masih banyak yang terlihat, bahkan terlihat mengerikan
Daniel spontan memegang leher bagian atasnya, susah payah mengulum senyum dan menyembunyikan rona wajahnya mengingat kejadian panas mereka kemarin siang yang telah melepas keperjakaan dan keperawanan sepasang suami istri yang terpaut usia 8 tahun itu
"ohh ini,,, kemarin,,kemarin saya salah makan saat di Makassar" kilah Daniel
bersambunggggg...
######
hay hayy balik akuhh
jangan hujat yahhh karna baru bisa up aku
mon maap gaje, typo
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu