
Maura sedikit menyingkap gorden hingga ada cela untuk melihat keadaan di bawah pakarangan rumah, ia bisa menatap Alex yang hendak memasuki mobil
"hati-hati, tuan" gumamnya
Sementara Alex menoleh ke belakang melihat papa, mama,Alexa dan Bagas yang berdiri di teras mengantar kepergiannya
"Alex berangkat yah" pamit Alex yang diangguki oleh keempat orang itu bersamaan dengan ucapan hati-hati
Saat tangannya menyentuh pintu mobil, Alex merasa ada yang memerhatikannya dari atas rumah, ia kemudian mendongak tepat ke arah jendela membuat Maura tersentak dan langsung duduk dibawah lantai dengan jantung yang berpacu kencang.
Apa ia ketahuan?
Masih dengan datak jantung yang menggila karna takut ketahuan, Maura mendengar suara mesin mobil yang menyala dan perlahan menjauh setelah membuyikan klakson
Buru-buru ia beranjak dan menyingkap lebar gorden, ia mendesah lega melihat mobil Alex sudah pergi, tapi kenapa ia merasa ada yang tak beres dengan hatinya? Kenapa ia merasa kosong
"mari lihat sampai mana perjuangan bokap lo, karna pengalaman kemarin belum seberapa" gumamnya sambil mengelus perutnya, matanya masih menatap gerbang yang sudah kembali tertutup setelah mobil yang membawa Alex keluar
Sementara di mobil, Alex mendesah resah. Sebenarnya ia lelah menjalani rutinitas ini yang sudah 2 minggu dilakukannya sejak ia telah berbaikan dengan kedua orang tuanya. Pulang balik Semarang, Jakarta dan NTB. Tapi mengingat siapa yang ia perjuangan dibalik pengorbanannya (pengorbanan, waktu, fisik, pikiran dan tenaganya) Alex jadi kembali semangat, apalagi wanita yang kini menjadi prioritasnya tengah bersama calon anak mereka
"mau sampai kapan sih kamu bersembunyi, sayang?" monolog Alex
"semangat memperjuangkan bahagiamu, Alex" semangatnya pada dirinya saat menyadari bahwa meratapi nasib tak akan mengubah apapun
Hari ini tujuannya adalah Jakarta, ada hal yang perlu ia bereskan dengan tuan muda Daniel yang 4 hari lalu membuatnya babak belur karna kenekatannya mencegat nyonya muda yang sedang menjemur tuan muda kecil di taman
Ya, Alex memiliki nyali sebesar itu, dan endingnya ia harus berakhir terkapar tak berdaya. Penderitaannya tak sampai disitu, sebab tak ada rumah sakit jakarta yang ingin menolongnya walau Alex sudah tak sadarkan diri, semua karna perintah tuan muda Daniel. Katakan saja Daniel kejam dan tak berprikemanusiaan, tapi bukankah Alex sudah tahu bagaimana perangai presdir itu? Daniel seorang Presdir penerus tuan besar Prasetio yang terkenal dengan kesadisannya jika ada yang berani macam-macam dengannya apalagi jika itu menyangkut istri dan anaknya. Jadi sama saja Alex dengan sadar menyerahkan nyawanya pada tangan Daniel saat ia dengan berani mengganggu ketenangan Alicia
Beruntungnya ada yang mengabari kedua orang tuanya hingga raganya yang lemah dijemput untuk dibawa ke Sumbawa, dan harus dirawat intesif selama 3 hari diruang rawat karna beberapa tulangnya retak
"jika pukulan Daniel yang notabenenya sesama lelaki
membuatku berkahir di rumah sakit, lalu bagaimana dengan tubuh ringkih Maura dulu yang hampir setiap saat aku pukuli?" tanya Alex pada dirinya. Alex meremas dadanya kala himpitan sesak menyerangnya. Ia hanya bisa menyesali perbuatan biadabnya pada wanita rapuh itu. wanita yang kini sangat ia inginkan berada disisinya karna cintanya sepenuhnya sudah dicuri oleh wanita itu.
"maafkan aku" lirihnya dengan linangan air mata. Yah, lelaki itu belakangan ini sangat cengeng jika mengingat bagaimana perlakuan kasarnya pada Maura, bahkan ia tak malu pada sang supir yang tengah mengantarnya ke bandara
Setelah melakukan perjalanan beberapa jam, Alex akhirnya tiba di depan salah satu bangunan pencakar langit di ibu kota, Jakarta. Perusahaan besar yang bergerak disegala bidang dengan ratusan cabang tersebar di seluruh negeri maupun manca-negara
Terlihat banyak karyawan yang tengah berlalu lalang memasuki lobi karna memang waktu jam makan siang hampir habis. Semua terlihat buru-buru kembali dibalik meja masing-masing tanpa peduli sosoknya yang tengah berdiri tegap diambang pintu lobi
Bukannya berharap dipuja atau diperhatikan, tapi tatapan memuja dan jadi pusat perhatian yang selalu ia dapatakan dimana pun ia berada tak ia peroleh dari para kaum hawa di perusahaan yang dikelola oleh Daniel ini.
Luar biasa memang cara Daniel mendisiplinkan karyawannya. semua fokus pada pekerjaan tanpa sibuk menatap buas pria-pria tampan disekitaran mereka. Pikir Alex
Eh, atau memang dia sudah tak semengkagumkan dulu? Mengingat ia tak peduli lagi akan penampilannya karna terlalu sibuk mencari Maura, Rambut dan jambangnya ia biarkan panjang karna tak memiliki waktu untuk bercukur, waktu luangnya ia gunakan hanya mencari keberadaan sang istri. bahkan pekerjaannya ia alihkan sementara pada wahyu, hanya berkas-berkas penting yang ia kerjakan yang dikirim sekertaris Wahyu melalu email.
Masa iya dirinya sudah tak menarik lagi dimata kaum hawa? Tidak mungkin. Alex menggelengkan kepalanya akan pikirannya itu. Tidak, walau ia tak mandi seminggupun bahkan sebulan, Alex tetap gagah, orang garis wajahnya aja sudah sesempurna dewa yunani. Pikir Alex percaya diri
Ah, kenapa ia jadi narsis sih, dasar suami kurang belaian. Umpatnya pada dirinya sendiri
"suamimu ini sudah mulai gila, Maura" gumamya mengolok dirinya
Setelahnya, suami Maura itu melangkahkan kakinya menuju 2 wanita bergincu merah dibalik meja resepsionis, ia tak memiliki waktu luang hanya untuk menebak kenapa kehadirannya tak terlihat oleh. karyawan-kaeyawan Daniel
beruntungnya Daniel belum memblacklisnya dari rekan bisnisnya walau 4 hari lalu Daniel memukulinya bak orang kesetanan, itu kali keduanya ia mendapat hadiah dari Daniel, jika yang pertama hanya sebuah bogeman mentah maka yang keduanya Daniel memukulinya seolah ingin melenyapkan nyawa Alex saat itu juga.
siapa suruh berani menganggui istri tuan muda itu.
tapi rupanya Daniel masih berbaik hati padanya dan menganggap dirinya masih rekan kerja. terbukti ia bisa dipersilahkan masuk ke dalam ruang tunggu oleh resepsionis untuk menunggu kabar Daniel apakah ada waktu atau tidak untuk menemuinya. Salahnya tidak melakukan janji temu
"bagaimana mau buat janji temu kalau semua panggilan ku malah dialihkan" ucap Alex seperti orang bodoh, duduk menunggu yang tak pasti.
Bersambunggg...
####
Salam Mickey Miuse 24
Dari Dunia Halu