TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 69


Sepasang bola mata bulat itu menatap takjub pemandangan yang terbentang indah di hadapannya. Sebuah view yang begitu memanjakan mata.


dirinya yang seorang penikmat liburan namun beberapa bulan belakangan harus terjebak diantara hubungan sepasang suami istri yang toxis membuatnya kehilangan harapan untuk bisa menikmati hawa menyenagkan ini lagi. Padahal ia sudah pasrah akan hidupnya yang tak lagi mendapatkan kesenangannya dikemudian hari. tapi lihatlah sekarang, ia berada di tempat ini, tempat yang biasa ia kunjungi walau dengan bangunan yang berbeda.


Tempat yang ingin sekali ia datangi karna tempat ini menjadi kenangan terakhirnya bisa bersama seluruh keluarganya, ya, termasuk ayah dan sang adik tiri, Alicia.


Ayah, ibu, kakak juga dirinya merayakan pesta ulang tahun Dinata dua tahun lalu di tempat ini atas permintaan ayahnya sendiri. mereka kala itu berpesta penuh suka cita menikmati berbagai hidangan mewah nan mahal tanpa tahu niat dibalik permintaan Dinata. Lelaki paru baya itu biasanya hanya mengiyakan dan terima jadi perayaan ulang tahunnya yang selalu dirayakan oleh Maria dan kedua putrinya. Namun 2 tahun lalu, itu pertama kalinya Dinata memilih sendiri tempat untuk acara ulang tahunnya dirayakan


"maaf karna hari itu aku marah sama ayah dan benci dihatiku pada Alicia makin membara" gumamnya lirih penuh penyesalan seolah ia terbang pada kejadian 2 tahun lalu


Saat acara berlangsung, Maura menaruh curiga saat ayahnya pergi dengan alasan ada urusan sebentar, Maura yang menangkap gelagat aneh sang ayah sejak sebelum pesta berlangsung diam-diam mengikuti Dinata, dan betapa terkejutnya ia saat melihat kehadiran Alicia di sebuah hotel pinggir pantai tempat acara berlangsung. Maura mengepalkan tangan kuat, ia baru ingat jika Alicia tengah menjalani tugas kuliah dari sang dosen di tanah Bali ini.


Dan hatinya teriris saat matanya menagkap sosok ayahnya yang memerhatikan Alicia dari kejauhan dengan tatapan kerinduan penuh cinta. Maura megeratkan giginya, ia cemburu melihat ayahnya peduli pada Alicia secara sembunyi-sembunyi. Kebenciannya pada Alicia makin membumbung tinggi apalagi teringat peringatan dari ibunya bahwa Alicia akan merebut ayahnya darinya. Maura tak akan rela berbagi ayah dengan seseorang yang disebut-sebut ibunya itu sebagai anak haram dari selingkuhan ayahnya itu


"maaf karna otakku baru bekerja sekarang akan fakta sebenarnya" gumamnya menyesal pada ayah juga Alicia "nyatanya kamilah yang merebut kebahagiaan ayah dengan ibu Dara juga Alicia" lanjutnya tersenyum miris. Ya, cerita ibunya membodohinya. Walau sakit menerima kenyataan bahwa kehadirannya nyatanya hanya hasil jebakan dari ibunya untuk merebut ayahnya dari keluarga kecil bahagia itu.


Maura menemukan bukti itu, saat ia tinggal di mansion Daniel. Sebuah buku diari tebal yang tak sengaja ia temukan di kamar Alicia saat ia menjaga baby El semantara Alicia tengah menamani Daniel sarapan. fakta yang ayahnya tulis dengan tangan pria itu sendiri bagaimana cerita sebenarnya terjadi.


Karna penasaran akan sampulnya yang bertuliskan Untuk malaikat kecil ayah, putriku, Alicia Adara Dinata membuat Maura nekad menyembunyikannya dan dibawa ke kamarnya untuk dibacanya, setelahnya ia mengembalikan lagi di tempat semula. Satu malam tanpa tidur ia selesaikan membaca buku itu yang berhasil membuatnya sakit hati akan fakta itu juga kecewa sekaligus pada ibunya.


"maaf karna keegoisan ibu membuat ayah dan Alicia menderita" monolognya lagi dengan tetesan air mata mengalir di pipinya


nyatanya bukan Alicia yang merebut ayahnya tapi dialah yang merebutnya. Andaikan saja bukan karna dikte ibunya, mungkin mereka bisa berbagi karna mereka memang saudara


"dan akulah yang menerima karma dari itu semua, kehilangan keluarga dan kasih sayang. Ayah, Aku merindukanmu"


"siapa yang kau rindui?" pertanyaan dari suara berat itu membuat Maura tersentak dan langsung mengalihkan atensinya dari dinding kaca yang menampilkan pemandangan buatan bercampur alami itu ke arah belakang sumber suara, ia putar tubuhnya, meneguk ludah melihat makhluk yang tiba-tiba membuat kerongkongannya kering


Lelaki yang baru saja membawanya terbang ke tanah Bali, lelaki yang tadi pagi ia katai tua dan tak terawat, juga lelaki yang beberapa menit lalu membuatnya kesal setengah mati dan harus membuatnya memutar otak mencari peralihan dari kemesuman lelaki itu tengah berdiri di sana, pria itu baru saja selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, membiarkan dadanya terekpos dengan handuk yang hanya membungkus pinggang bawah hingga lututnya, bulir air masih menempeli tubuh gagah itu dengan rambut basah yang tengah lelaki itu gosok dengan handuk ditangannya.


Tampan dan sempurna,,eh juga seksi. Membuat sisi lain dalam diri Maura mengutuk pikirannya yang tiba-tiba memikirkan hal mesum


*kenapa otakku jadi mesum gini sih liat beginian, eh tapikan halal. suami sendiri ini, jadi nggak ada salahnya bukan?* dewi batinnya tengah berperang


"jadi siapa yang tengah istriku ini rindui?" suara Alex menyentak lamunan Maura. Ia mengerjab tau-tau lelaki yang mencemari otak polosnya kini tengah berada satu langkah dihadapannya


Nada Alex memang datar, namun sarat akan intimidasi. Lelaki itu berkacak pinggang dengan alis terangkat sebelah menatap tajam wanitanya. ia tak mendengar semua perkataan Maura, ia hanya mendengar kata terakhir hingga membuat dadanya bergemuruh. cemburu. istrinya merindukan siapa?


Menyadari bahaya mengancam, Maura seketika merubah ekpresi terkejutnya dengan senyum 5 jari


"oh sudah selesai mandi?" tanya Maura bodoh. Tak perlu menunggu jawaban tangannya dengan berani meraih handuk kecil yang tersampir di pundak Alex. Kemudian ia menarik pelan lengan suaminya ke arah sofa, menuntun Alex duduk kemudian ia berdiri dihadapan lelaki itu dengan tangan yang bekerja untuk mengeringkan rambut suaminya


Jujur berada di posisi seintim ini membuat jantungnya menghentak-hentang dadanya. Entah mengapa belakangan ini ia selalu merasa jantungnya bermasalah saat berdekatan dengan suaminya itu. Padahal beberapa bulan berlalu, sedekat dan seintim bagaimanapun mereka, perasaan Maura datar dan dingin. Sekarang hangatnya malah menjalar sampai ke pipinya hingga disana tercetak rona merah muda. Ia malu juga tersipu akan kedekatan yang tercipta


*aduh jantungku, tenang dong* batin Maura memohon


hap


tersentak kala sebuah tangan kekar merengkuh pinggangnya


Cup


Deg deg deg


Gila! Maura bisa mati muda jika begini


Cup


"bilang sama mamamu, jangan berani macam-macam sama papa, karna papa tak segan-segan memotong kakinya kalau dia berani bermain dibelakang papa" bisik Alex pada perut Maura dengan bibirnya yang masih menempel pada permukaan baju yang membungkus perut buncit istrinya


Plak


Maura protes dengan pukulan pada pundak pria itu


"jangan berbicara kasar pada bayimu" selanya dengan mata melotot tak terima


"bayimu-bayimu, Bayi kita!" Alex ikut protes akan ucapan istrinya, kemudian lelaki itu kembali memajukan wajahnya ke perut Maura


"maafin papa yah nak. Apa? Kamu tidak mau memaafkan papa?" Alex berucap dengan menempelkan telinganya di perut Maura seolah ia tengah berdialog dengan si jabang bayi


"kamu mau maafin papa kalau papa jengukin kamu? Apa?! Nggak papa nak, papa rela mandi dua kali demi kamu" tolong, Maura begitu jengah akan kelakuan suaminya saat ini. Masihkan waras suaminya itu?


"Ra, dia mau aku jengukin secara langsung, boleh yah?" lihatlah bagaimana wajah memelas Alex saat ini membuat Maura melongo bodoh. Mata lelaki itu bahkan menampilkan puppy eyes berusaha sok imut tapi dimata Maura berhasil membuat bulu kuduknya merinding, geli.


"tuan, anak ini tidak semesum anda" bantah Maura. Handuk yang ada ditangannya ia taruh dikepala Alex hingga wajah tampan itu tertutupi


Sebelum Maura beranjak Alex dengan sigap membuang handuk itu dan menarik tangan Maura hingga istrinya itu jatuh terduduk dipangkuannya.


"kamu tidak lupa janjimu bukan?" tanya Alex menyerigai menang


S*al


Suami tua tampannya ini masih saja mengingat janjinya padahal Maura tadinya hanya beralasan agar bisa mengalihkan ***** suaminya agar tak berakhir bergulat di ranjang karna mereka baru saja tiba di kamar hotel. ia ingin menikmati liburannya, menikmati matahari terbenam yang sebentar lagi terjadi. Sebelum Alex menelanjanginya tadi, ia pura-pura mual dan menyuruh suaminya membersihkan diri agar Maura nyaman akan bau tubuhnya saat mereka bercinta.


"sunsetnya.."


"masih ada besok sayang" gumam Alex disela sela kegiatannya mencumbui leher putih Maura dengan tangan yang sudah menangkup gunung kembar yang mulai membengkak karna kehamilan anak pertama mereka


"shs ahh, tapi aku ingin lihat" lirih Maura diselingi *******


"baiklah, aku akan bermain cepat" ujar Alex, ia kemudian meraih tubuh Maura, mengondongnya menuju ranjang agar mereka bisa leluasa bergulat


Dan Maura tak akan percaya akan ucapan Alex. Bermain cepat bagi lelaki itu minimal mencapai puncak hingga 3 kali. Dan Maura yakin mereka akan melewati sunset di hari pertama liburan mereka, liburan alias bulan madu yang dihadiahi oleh tuan Bimo sebagai hadiah pernikahan.


Bali adalah pilihan Maura diantara belasan list yang diusulkan Bimo dan Alex. Maura memilih kota Denpasar untuk mengenang masa jayanya sekaligus sebagai pembelajaran bahwa roda terus berputar, ia pernah lupa diri, dan ia juga sudah pernah berada dititik terendah.


namun sepertinya ia harus terjebak dengan suami mesumnya.


Bersambunggg...


####


otw end. huhuhu


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu