
ketiga orang yang berstelan rapi kini sampai di teras rumah utama, 2 mobil mewah telah terparkir di depan rumah siap dikendarai oleh tuan muda dan nyonya muda Prasetio
Ali sedikit berjalan cepat untuk membukakan pintu mobil untuk Daniel
sedang pak Gun juga sudah membukakan pintu mobil untuk Alicia
Alicia menjulurkan tangan untuk melakukan ritual salam pada Daniel, namun Daniel segera menarik tagan Alicia dan berjalan menuju mobil mewah yang disopiri pak Gun
"saya akan ditemani Dara ke gedung MP|<, kau berangkatlah lebih awal setelah menyelesaikan meeting mu pagi ini " ucap Daniel menepuk pundak Ali
mengingat gedung MP|< lumayan jauh dari Mansion dan kantor, apalagi pasti macet, jadi Daniel langsung menunju kantor MP|< bersama Alicia, sang istri berkedok asisten
"kemarikan ponselmu" ucap Daniel memecah keheningan di tengah macetnya jalan ibu kota
"untuk apa tuan?" tanya Alicia pelan
"kemarikan saja"
Alicia merogoh ponselnya dan dengan berat hati memberikannya ke Daniel
"cih, ini ponsel?" ucap Daniel sombong, membolak balikan ponsel android Alicia keluaran R3dm! beberapa tahun yang lalu itu
Alicia memutar bola malas, ia akhirnya tahu tujuan Daniel meminta ponselnya. ya, hanya untuk mengoloknya
"saya orang miskin tuan jadi hanya bisa membeli pons.."
Drt dry drt (tiba tiba ponsel Alicia berdering)
Alicia mencoba meraih ponselnya yang masih di pegang Daniel
"tuan tolong kembalikan" mohon Alicia berusaha merebut kembali ponselnya, bahkan tubuh Alicia sudah condong ke arah Daniel dengan tangan berusaha meraih ponselnya yang semakin dijauhkan Daniel ke samping
Daniel menjauhkan ponsel Alicia, Daniel seperti kenal nomor asing yang baru saja melakukan panggilan di ponsel Alicia
Daniel berusaha mengingat nomor ponsel yang tak asing baginya, mengabaikan Alicia yang semakin rapat padanya
sepersekian detik selanjutnya rahang Daniel mengetat dan dengan cepat Daniel membuka kaca mobil
"tuan tolong kem..."
Bruk
ponsel itu terbang kemudian membentur aspal, dan mungkin kini sudah tak berbentuk terinjak ban kendaraan lain.
"tuan!" pekik Alicia spontan. tangannya terulur mengudara, badannya terjatuh ke pangkuan Daniel reflek karna tak bisa lagi mengendalikan dirinya saat mencoba meraih ponselnya namun sia sia.
"ponselku" gumam Alicia kasihan dengan nasib ponselnya yang berakhir menggenaskan di aspal , masih dengan posisi tangan terulur dan sebagian badannya di pangkuan Daniel
Hap
Daniel memeluk tubuh Alicia bagaikan barang bawaan berharga yang berada di pangkuannya
seketika Alicia tersadar dan berusaha melepaskan diri
"pengen dipeluk e" ucap Daniel menuduh Alicia, sementara dekapan tangan Daniel mengerat memeluk tubuh mungil Alicia
"tuan lepaskan!" teriak Alicia tak sadar membentak Daniel
Daniel bukannya marah karna dibentak, namun Daniel menikmati rasa nyaman dengan kelakuan modusnya itu
tak jauh dari mereka seorang sedang mengepalkan tangan melihat kejadian di dalam mobil yang ditumpangi Daniel dan Alicia, kaca mobil mereka sebenarnya hitam dan tak tembus pandang, hanya saja Daniel belum menutup kaca mobil setelah membuang ponsel Alicia tadi dan alhasil kejadian pelukan itu bisa terlihat jelas oleh seseorang yang wajahnya kini berubah merah menyeramkan
"awas kau Alicia" geram orang itu
Drt drt drtt (ponsel Daniel bergetar tanda panggilan masuk)
Daniel meleraikan dekapannya, sebalah tangganya meraih ponsel di saku celana bahannya, dan itu di ambil kesempatan Alicia untuk melepaskan diri
*Dasar pria tua mesum* umpat Alicia dalam hati,Alicia merapikan pakaiannya
Daniel menatap datar ponselnya yang terus berdering, seperti tak ada niat untuk merespon panggilan itu
Daniel sudah menduga ini akan terjadi sebelum ia buang ponsel Alicia tadi. si penelpon yang sama. hanya saja diponsel Alicia nomor itu asing seperti tak pernah terlibat komunikasi lewat ponsel sebelumnya tapi di ponsel Daniel nomor itu tersave dengan nama lengkap
Alicia yang penasaran melihat Daniel yang hanya menatap sedari tadi ponselnya sedikit mencondongkan kepalanya, kepo dengan si penelpon yang berhasil membuat tuan suami kejamnya terpaku
Maureen Angela Dinata
"kenapa nggak di angkat tuan" tanya Alicia pelan, Daniel segera tersadar saat mendengar suara Alicia, buru buru Daniel mensilent ponselnya, tidak ingin Alicia tau jika Maureen menelponnya
bukannya menjawab pertanyaan Alicia, Daniel memilih pura pura tak dengar pertanyaan Alicia, Daniel kembali menyimpan ponselnya, mengabaikan panggilan dari Maureen untuk yang ratusan kali sejak beberapa hari lalu Maureen terus menghubungi Daniel tapi Daniel malah malas merespon panggilan Maureen, Dengan alasan sibuk
Daniel melirik Alicia yang masih tampak berwajah kesal bercampur sedih akibat perbuatan Daniel yang semena mena, membuang ponsel Alicia tadi. mungkin.
Daniel kemudian meraih sesuatu dalam saku jasnya
"Nih" sebuah ponsel iPhon3 11 Pro Max Daniel taruh di atas paha Alicia
"gantinya ponselmu yang saya buang" ucap Daniel
ponsel yang sama dengan milik Daniel hanya saja warna yang berbeda, jika milik Daniel warna hitam, milik Alicia warna silver.
seketika mata Alicia membola sempurna, bukan karna kesenangan namun karna bagaimana bisa Daniel mengganti ponselnya secepat itu bahkan mereka masih dalam mobil, Apakah Daniel sebuah toko ponsel atau Daniel bisa menyulap untuk mendapat ponsel mahal itu, seberapa hebat sebenarnya Daniel? pikir Alicia
"gak usah kesenangan, itu ponsel, beli 1 gratis satu" ucap Daniel menyangkal niat awalnya.
sebenarnya ponsel itu datang bersamaan dengan beberapa pakaian Alicia tadi, hanya saja Daniel belum memberikannya karna tidak ingin Alicia tambah bingung dengan perubahan Daniel yang tiba tiba peduli pada penampilan Alicia.
Alicia menoleh ke arah Daniel, memicingkan mata tak percaya dengan Alasan Daniel. mana ada beli satu gratis satu. meski Alicia sedikit kudet masalah ponsel namun ia tahu jika alasan Daniel hanya sebuah alasan tak berbukti
"itu,, itu benar, karna itu hanya ponsel imitasi. hahahaha" ucap Daniel terbata dan ketawa jahat di akhir agar kebohongannya tak diketahui Alicia.
"ah" alicia mengangguk mengerti "ternyata tuan suka juga yah barang imitasi" ucap Alicia memancing
"yah! itu asli sama seperti milikku" sela Daniel tak terima Alicia menuduhnya menyukai barang palsu
"arg, si4l" umpat Daniel pada dirinya yang keceplosan
Alicia mengulum senyum merasa menang kemudian mengantongi ponsel baru mahalnya , tak apalah kehilangan ponsel jadulnya, toh ia mendapat ganti yang jauh lebih bagus. soal kontak tak ada yang penting selain kontak Filda dan Darius, juga dosen pembimbingnya, tapi toh nanti juga mereka akan ketemu dan alicia akan membagikan no baru kepada kedua sahabatnya dan meminta kontak dosennya. beres! rejeki anak soleh. pikir Alicia
"jangan memberi tahu siapa pun nomor ponselmu" desis Daniel mengingatkan
" dosenku?" tanya Alicia
"dosenmu, perempuan atau pria?" tanya Daniel
"pria, tuan"
"jangan berikan" geram daniel
"tapi bagaimana jika aku hendak konsul tuan"
"terkeculi dosenmu kalau begitu, Tapi awas saja kalau dia berani macam macam"
*macam macam gimana? kenapa tuan ini seperti sedang cemburu saja. tapikan tidak mungkin* batinAlicia
"tidak akan tuan, beliau sudah tua" jelas Alicia malas
"bagiamana dengan kedua sahabatku?" tanya Alicia lagi
"berikan pada sahabat perempuanmu tidak dengan lelaki tengil itu" titah Daniel
"lelaki tengil itu adalah pahlawan untukku tuan" guman Alicia tak terima Darius dikatai tengil oleh Daniel
"Dara..." geram Daniel menatap tajam Alicia seolah hendak mengulitinya hidup hidup
*M4mpus. ahh dasar mulut ku ini* umpat Alicia menunduk takut dengan menipiskn bibir
bersambunggg...
#######
selamat pagi...
selamat beraktifitas
stay healt. jangan lupa pakai masker.
okey tengkyu masih menyempatkan waktu membaca story gaje ini
salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu